Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 372


__ADS_3

Dara dan Vira sarapan bersama. Dara melihat ke arah Vira dan sepertinya Dara ingin mengatakan sesuatu untuk Vira. Dan dari wajahnya itu dara sudah tidak sabaran ingin menyampaikan apa yang ada di dalam hatinya.


" Vira!" tegur Dara. Vira berdehem saat sedang sarapan.


" Ada apa?" tanya Vira.


" Aku punya kabar bahagia untukmu," jawab Dara. Mendengarnya membuat Vira mengkerutkan dahinya penasaran dengan kabar gembira yang di katakan Dara dan wajah Dara terlihat sangat ceria yang membuatnya penasaran apa yang akan di sampaikan Dara.


" Kabar apa?" tanya Vira. Dara tersenyum.


" Kemarin aku bertemu dengan Tante Saski dan Om Roni. Aku bicara serius dengan mereka dan kamu tau tidak dari pembicaraan yang serius itu. Tante Saski memberikan kamu izin untuk menikah dengan Sony yang artinya dia telah memberikan restu dan kamu akan segera menikah dengan Sony," jelas Dara yang kesenangan menceritakannya pada Vira. Sementara Vira menanggapinya dengan datar.


" Kamu pasti kaget bukan," ujar Dara menunjuk Vira dengan wajah penuh kebahagian.


" Lalu bagaimana dengan kamu. Apa kamu bahagia dengan restu itu?" tanya Vira malah balik bertanya.


" Ya jelas lah, aku senang. Itu berarti janin yang ada di dalam rahim kamu akan lahir didampingi seorang ayah," sahut Dara yang bicara tanpa beban.


" Begitu rupanya," sahut Vira dengan wajahnya yang tanpa ekspresi. Seperti apa yang di sampaikan Dara tidak berpengaruh apa-apa untuknya.


" Kamu tidak senang mendengarnya?" tanya Dara yang melihat wajah datar Vira.


" Aku senang," jawab simple dan kembali melanjutkan makannya.


" Aku heran. Kenapa sih kabar pernikahan itu. Seakan tidak begitu baik. Saat aku mengatakan itu, kenapa eksperesi mereka sangat Datar. Sony juga seperti itu dan anak-anak yang lain juga seperti itu dan Vira sendiri terlihat tidak senang apa ada yang salah dengan pernikahan itu," batin Dara merasakan ada hal yang aneh.


" Pernikahan yang di restui karena permintaan Dara. Sangat jelas. Orang tua Sony lebih mempedulikan Dara dan lebih mendengarkan Dara di bandingkan aku dan Sony. Lalu apa gunanya pernikahan itu," batin Vira yang tidak terlalu semangat mendengar pernikahan Vira dan Sony.


**********


Raihan dan Nayra sarapan bersama. Dengan nasi goreng kesukaan Raihan yang sudah di siapkan sang istri. Raihan memang sebelum kekantor wajib membuatkan nasi goreng itu yang kata suaminya akan menjadikan pupuk semangat untuk suaminya.

__ADS_1


" Sayang menurut kamu, bagaimana dengan rencana pernikahan Vira dan Sony?" tanya Nayra sambil mengunyah makanannya.


" Ya, jika memang Tante Saski sudah setuju. Jelas tidak ada masalah," sahut Raihan.


" Tapi aku melihat, Sony malah kelihatan tidak menginginkan pernikahan itu. Padahal di awal-awal dia terus berusaha membujuk Tante Saski untuk memberi restu dan sekarang malah kelihatan seperti biasa-biasa saja dan yang malah bahagia itu adalah Dara," ujar Nayra menilai dari apa yang di lihatnya.


" Hmmm, benar sih. Tapi wajar sih, jika Sony tidak terlalu semangat mungkin dia memang tidak bisa menikah jika Vira bukan wanita yang di cintainya," ujar Raihan.


" Maksud kamu, kalau mereka tidak saling mencintai tidak mungkin dong mereka bisa sampai melakukan hubungan sebelum menikah," sahut Nayra. Raihan tersenyum mendengar kepolosan istrinya yang semakin dewasa masih saja sangat polos.


" Kamu kok senyum," ujar Nayra heran.


" Sayang, kamu memang tidak terlalu mengenal Sony. Tetapi kamu juga tau bagaimana kelakukan Sony yang pergaulan itu sangat bebas. Dan apalagi kamu tau Sony dan Vira itu dekat gara-gara masalah Sisil yang kamu tau sendiri itu karena hanya sebuah rencana di mana Sony sengaja untuk Vira mendekatinya dan Vira juga sebaliknya, sampai akhirnya Mereka ber-2 hanya saling penasaran dan ya sampai seperti ini," ujar Raihan memberi penjelasan pada istrinya.


" Apa maksud kamu, mereka melakukan itu bukan tanpa cinta?" tanya Nayra. Raihan mengangguk.


" Banyak kemungkinan dan Sony yang mati-matian meminta restu pada Tante Saski. Itu hanya karena ingin bertanggung jawab dan kita tidak tau bagaimana perasaannya," sahut Raihan menarikkan kesimpulan sendiri.


" Jika seperti itu. Apa memang benar kata anak-anak kalau Sony memang tidak akan pernah serius dengan seorang wanita?" tanya Nayra.


" Memang siapa yang di cintainya?" tanya Nayra penasaran.


" Aku kurang bisa memastikan sih. Tetapi mungkin adalah Dara," sahut Raihan menebak-nebak.


" Dara," sahut Nayra dengan wajah terkejut. Raihan mengangguk.


" Bukannya hubungan mereka sudah selesai," sahut Nayra heran.


" Kita juga hubungan kita sudah selesai. Tetapi aku tetap mencintaimu. Walau kita berjauhan," sahut Raihan menyunggingkan senyumnya. Membuat Nayra juga ikut tersenyum.


" Hmmm, benar sih. Oh iya sayang kan kamu sudah temanan sama mereka kamu pasti tau dong dengan hubungan Dara dan Sony di masa lalu," ujar Nayra yang dari ceritanya tampak sangat penasaran.

__ADS_1


" Kenapa, kamu sepenasaran itu dengan kisah mereka?" tanya Raihan. Nayra mengangguk memang sangat penasaran dengan kisah itu.


" Sayang. Kamu kan tau sendiri aku saat itu berada di Amerika dan masalah hubungan itu aku juga tidak tau banyak yang aku tau mereka saat pacaran selalu ribut karena Sony yang sering menduakan Dara," sahut Raihan menjelaskan sedikit-sedikit.


" Berarti memang Sony tidak bisa serius dengan wanita. Lalu kenapa kamu mengatakan dia mencintai Dara. Kalau dia mencintai Dara, mana mungkin dia bersikap seperti itu," ujar Nayra.


" Sayang, sebenarnya dulu Sony saat pacaran sama Dara. Dia tidak terlalu main-main dengan Dara dan aku merasa dia memang mencintai Sony. Tetapi Sony semakin parah dan semakin menggila," ujar Raihan.


" Seperti itu," sahut Nayra.


" Aku juga tidak tau sayang, aku hanya menebak-nebak saja," sahut Raihan yang juga tidak terlalu yakin. Tetapi Nayra tampak memikirkannya.


" Sudahlah sayang, jangan di pikiran lagi. Biarkan itu menjadi urusan mereka. Yang jelas sekarang kita harus membantu Andini untuk mempersiapkan pernikahannya," ujar Raihan. Mendengar hal itu membuat Nayra kaget.


" Apa pernikahan Andini. Andini mau menikah?" tanya Nayra yang memang tidak mengetahui kabar itu.


" Kamu tidak tau?" tanya Raihan. Nayra menggeleng.


" Eyang baru mengabariku dan mengatakan Alex melamar Andini," ujar Raihan. Nayra semakin kaget mendengarnya.


" Alex melamar Andini," sahut Nayra schok. Raihan mengangguk.


" Kok aku nggak tau?" sahut Nayra yang dengan wajahnya yang tampak bingung.


" Memang Andini tidak cerita apa-apa sama kamu?" tanya Raihan. Nayra menggeleng apa adanya.


" Mungkin dia belum sempat kali," sahut Raihan berpikiran positif.


" Ishhh, Andini memang sangat keterlaluan. Masa iya hal sebesar itu aku tidak di beri tau. Dia benar-benar tidak menganggapku," sahut Nayra dengan kesal. Dengan wajah yang cemberut.


Raihan tersenyum melihat kekesalan di wajah sang istri.

__ADS_1


" Sayang mungkin dia sedang mencari waktu yang tepat," ujar Raihan berpikiran positif dan berusaha membuat istrinya agar tidak cemberut karena sahabatnya yang tidak menyampaikan hal yang sebesar itu.


Bersambung


__ADS_2