Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 267


__ADS_3

Vira berada di dalam kamarnya melihat-lihat Instagram milik Sony. Vira mengkerutkan dahinya saat melihat Instagram Sony dengan banyak wanita yang berbeda-beda.


" Ishhh, apa dia seorang playboy," gumam Vira dengan dahinya yang terus mengkerut melihat Dion dengan banyak wanita yang seksi-seksi.


Vira tidak menyangka jika mangsanya seorang buaya darat. Tetapi apapun itu dia akan tetap menghadapinya. Karena mamanya akan memakinya jika rencananya berantakan.


" Sebaiknya aku follow dia," gumam Vira yang mulai melakukan pendekatan.


Belum sampai 2 menit Sony sudah mengirim pesan lewat Instagram. Vira langsung membukanya yang ternyata Sony meminta nomor telponnya.


" Astaga secepat itu. Ternyata sangat mudah," gumam Vira tidak percaya dan langsung membalas pesan itu dengan mengirim nomor telponya.


Tidak Vira, tidak Sony. Ke-2 nya sama-sama sangat mudah bertukar informasi. Sony yang memang ahli dalam memikat perempuan jelas tidak menghilangkan kesempatan di saat orang seperti Vira memulainya terlebih dahulu.


Tidak berapa lama ponsel Vira berdering dengan panggilan masuk nomor yang tidak di kenal.


" Hallo," sapa Vira.


" Hallo Vira," sahut sang penelpon yang ternyata Sony yang begitu gercep dalam menggunakan kesempatan.


Vira tersenyum penuh kemenangan seakan pancingannya mulai memakan umpan.


Entalah Sony yang masuk kedalam pancingan Vira. Atau justru Vira yang masuk kedalam pancingan Sony. Karena apapun itu Sony adalah buaya darat. Jadi Vira sebenarnya tidak baik-baik saja. Dia sedang menghadapi pria yang pemain.


Mereka bertelepon sepertinya sangat serius terlihat dari Vira yang senyum sedari tadi. Entahlah mungkin dia melayang-layang dengan kata-kata Sony yang penuh rayuan.


***********


Setelah makan malam bersama. Nayra dan Raihan sudah kembali pulang. Raihan menyandarkan punggungnya di kepala ranjang.


Tidak berapa lama Nayra menghampiri suaminya dengan pakaian tidurnya. Raihan langsung meletakkan tangannya di bahu istrinya dan membawanya kedalam pelukannya. Nayra pun mulai menempel kepalanya di dada bidang sang suami.


" Apa Kamu senang hari ini?" tanya Raihan mencium pucuk kepala Nayra sembari mengusap-usap bahu istrinya.


" Hmmm, aku merasa puas, bisa bertemu kak Carey," jawab Nayra.


" Syukurlah kalau begitu," sahut Raihan.


" Sayang apa Dion sudah menerima kak Carey?" tanya Nayra yang jelas tau kalau Dion sempat menolak pernikahan itu.


" Nara, mereka sekarang sudah menikah dan aku yakin walau Dion awalnya masih banyak keraguan pada Carey. Tetapi percayalah lama-kelamaan. Mereka akan saling mencintai," ujar Raihan memperjelas. Agar istrinya tidak mengkhawatirkan hal itu.


" Iya kamu benar. Karena aku yakin, semakin lama Dion atau kak Carey akan saling jatuh cinta," sahut Nayra. Mengangkat kepalanya tersenyum pada suaminya. Raihan mengangguk dan ikut tersenyum.

__ADS_1


" Sayang," panggil Raihan lembut.


" Iya kenapa?" tanya Nayra.


" Kamu tau tidak siapa orang tua kandungnya Vira," tanya Raihan tiba-tiba membuat Nayra mengangkat kepalanya heran dengan pertanyaan suaminya.


" Memang kenapa?" tanya Nayra.


" Aku ingin tau saja, kamu tau tidak orang tua kandungnya," tanya Raihan lagi.


" Aku juga tidak tau, memang kamu mengetahui sesuatu?" ucap Nayra kembali bertanya.


" Iya, banyak hal yang aneh, sebelumnya Vira adalah anak panti asuhan dan namanya bukan Vira. Tetapi Laudya dan dia juga diangkat dari panti bersama kakaknya," jelas Raihan.


" Tapi kan dia anak satu-satunya teman papa," ucap Nayra yang memang setaunya.


" Aku juga bingung," ujar Raihan.


" Apa Vira juga bukan anak teman papa," tebak Nayra.


" Bisa jadi," sahut Raihan.


" Ya sudah sayang. Nanti aku coba tanya papa mengenai Vira," sahut Nayra mengambil keputusan.


" Kamu tenang saja, aku akan tanya dengan cara halus, agar papa tidak berpikir apa-apa," sahut Nayra tersenyum melihat suaminya.


" Makasih ya," ujar Raihan tersenyum sembari mengusap pipi istrinya.


" Kalau kamu butuh sesuatu. Kamu harus bilang, aku memang tidak akan ikut campur mengenai Vira sesuai yang kamu katakan. Tetapi jika hanya yang ringan- ringan. Aku akan membantu," ujar Nayra.


" Iya aku tau, ya sudah sekarang kamu tidur, ini sudah malam," ujar Raihan. Nayra mengangguk dan menurunkan dirinya untuk tidur.


Nayra menarik selimut dan tertidur miring membelakangi Raihan yang masih tetap di tempatnya.


Raihan melihat ponselnya yang berada di atas nakas. Raihan mengambilnya karena ada pesan wa masuk.


..." Aku sudah mulai menelpon dia. Kamu tenang aja Vira akan semakin dekat dengan ku," Pesan itu ternyata dari Sony....


..." Baguslah! thanks,"...


..." Santai aja, kalau urusan cewek itu gampang,"...


..." Buaya Lo!"...

__ADS_1


...Hahaahaha hah...


Raihan tersenyum miring melihat pesan dari temannya Sony. Raihan kembali meletakkan ponselnya di atas nakas.


Lalu Raihan menyusul istrinya yang sudah tertidur. Raihan memeluk Nayra dari belakang dengan erat mulai memejamkan matanya.


Raihan memang menyuruh Sony untuk mendekati Vira. Agar mendapatkan informasi mengenai wanita yang sangat meresahkan itu.


Sony juga menyetujui karena menurutnya tidak sulit hanya untuk membuat wanita klepek-klepek kepadanya. Karena memang dia satu-satunya dari persahabatan itu yang pemain cinta.


Ternyata Vira benar-benar salah sasaran. Vira tidak tau saja. Kalau Sony juga sengaja mendekatinya karena di suruh Raihan. Pantesan Sony cepat konek dengan Vira. Ternyata dia juga sedang bermain trik.


Lain dengan Raihan yang sedikit lega dan sekarang sudah tertidur dengan memeluk istrinya yang juga sudah tertidur.


Dion dan Carey ternyata belum pulang. Di malam yang sudah semakin larut membuat mereka terjebak di jalanan yang sepi. Mobil yang mereka kendarai mengalami kerusakan.


Dion sedang memperbaiki mesin mobil. Semetara Carey berada di dalam mobil. Dion tidak mengijinkannya untuk keluar. Karena jalanan yang sepi yang bisa-bisa nanti ada orang jahat dan mengganggu mereka.


" Apa belum bisa juga," gumam Carey gelisah di dalam mobil melihat Dion yang di depannya masih memperbaiki mobil.


" Sudah mau hujan lagi," gumam Carey yang melihat ke luar jendela langit malam yang memang sangat mendung.


Baru Carey mengatakan. Hujan deras pun turun.


" Ya ampun Dion," ujar Carey melihat suaminya basah-basahan.


Carey mengambil payung dari belakang tempat duduknya dan langsung keluar mobil. Carey membuka payung dan menghampiri Dion yang sudah basah dan memayunginya.


" Kamu ngapain keluar, sana masuk lagi," ujar Dion.


" Tidak apa-apa, lagian kamu akan basah, aku hanya memayungi agar pekerjaan kamu mudah," ujar Carey dengan suara berteriak-teriak agar kedengaran. Karena hujan yang deras.


" Terserah kamu," sahut Dion kembali fokus pada mobilnya. Berdebat dengan Carey juga tidak ada gunanya. Carey juga tidak akan pernah mau kalah.


Carey terus memayungi Dion agar suaminya tidak basah. Walau Carey sedikit basah. Karena payung yang kecil dan jaraknya juga sedikit jauh dari Dion. Dion melirik ke arah Carey dan melihat hal itu.


Sepontan Dion menarik lengan Carey agar lebih dekat dengannya. Dion sepertinya tidak mau jika Carey terkena hujan.


" Basah, jangan jauh-jauh," ujar Dion dengan suara dinginnya. Carey mengangguk tersenyum .


Semakin lama Dion memang semakin memiliki perhatian kecil untuk Carey. Ya semoga perhatian kecil itu mulai tumbuh benih-benih cinta.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2