Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 48


__ADS_3

" Kalian kembali bekerja! perintah Raihan.


" Baik Pak," sahut karyawan membubarkan diri. Anita dan Ria langsung mengejar Nayra merangkul wanita itu sambil bejalan. Della juga meninggalkan tempat itu. Sepertinya suasana hati Della sangat bahagia.


Hanya tinggal Angga, Alex dan Raihan. Angga pun ikut membalikkan tubuhnya setelah menatap Raihan tajam.


" Aku tidak suka jika orang lain menggangu pekerjaan karyawanku," ujar Raihan menghentikan langkah Angga. Angga tidak mempedulikannya dan melanjutkan langkahnya.


" Ahhhhh, basi," ujar Alex tiba-tiba menepuk bahu Raihan dan pergi meninggalkan Raihan.


Raihan masih berdiri di tempat. Dia tersenyum miring saat, seakan puas melihat Angga yang sangat marah. Dia memang sengaja, terang-terangan dengan Nayra agar Angga menjauhi Nayra.


*************


Bandara


Seorang wanita berdiri tegak dengan koper di sampingnya. Wanita yang memiliki tubuh ideal itu berdiri di depan bandara. Seperti menunggu tumpangan. Atau mungkin menunggu seseorang untuk menjemputnya.


Beberapa kali wanita itu hanya melihat di sekitarnya. Matanya juga berulang kali melihat arloji di tangannya.


Tidak berapa lama mobil putih berhenti tepat di depannya. Sang pengemudi langsung keluar dari mobil putih itu. Seorang wanita cantik dengan penampilan yang menarik.


" Carey," panggil Dara yang langsung berlari memeluk Carey.


" Ya ampun kangen banget," ujar Dara terus memeluknya erat.


" Sama aku juga," sahut Carey yang tidak kalah melepas rindu.


Dara melepas pelukannya dan melihat Carey dari bawah sampai atas, dia sangat takjub melihat penampilan sahabatnya itu yang semakin lama semakin cantik.


" Beautiful," puji Dara.


" Thanks, kamu jauh lebih cantik,"


" Ya ampun kita sudah lama banget nggak ketemu. Pokoknya kamu harus lama di Indonesia," ujar Dara yang sedari tidak melepas tangan sahabatnya Carey.


" Pasti tenang aja," sahut Carey yang tersenyum lebar.


" Ya sudah sekarang kita ayo kita pergi," ajak Dara.


Carey mengangguk dan tersenyum lebar. Dia pun mengikuti kemana Dara kedalam mobil.


Dara dan Carey pun memasuki mobil. Dara menyetir dengan kecepatan santai. Dia tidak sabar jika tidak mengobrol dengan Carey.


" Kamu tinggal di tempat aku ya?" tawar Dara.


" Boleh, terserah aja. Jika ke Indonesia aku memang tidak perlu mengeluarkan banyak bujet. Karena banyak yang menampungku, memberi tempat tinggal dan makan yang gratis," ujar Carey sambil tertawa kecil.


" Iya deh, oh iya berapa lama kamu di Indo?" tanya Dara.


" Paling sebulan aja. Cuma kangen sama kalian doang," jawab Carey, " by the way, anak-anak yang lain apa kabar ya?" tanya Carey penasaran dengan sahabat-sahabatnya dulu.

__ADS_1


" Baik, kita akan kumpul nanti, aku akan cari waktu yang tepat," ujar Dara.


" Kenapa harus nanti. Kenapa tidak nanti malam aja, mereka di undang kerumah mu," sahut Carey memberi saran.


" Ya ampun yang sudah nggak sabaran banget, waktunya nggak tepat Carey. Cecil lagi ada kerjaan di luar kota. Della juga lagi jadi Dokter suka rela di desa yang terkena musibah, dan kalau ngga salah Angga dan Raihan juga ada di sana," jelas Dara.


" Raihan?" tanya Carey heran.


" Iya Raihan, kenapa pasti nggak percaya ya," tebak Dara.


" Iya sih, aku sampai kaget kalau Raihan bisa pergi ke tempat seperti itu," sahut Carey yang masih tidak percaya.


" Tatapi itu adalah kenyataan, Raihan sudah seperti itu," ujar Dara membenarkan.


" Baguslah, paling tidak tu anak, ada perubahan," sahut Carey tersenyum.


Dara hanya menoleh kesamping dan melihat ke arah Carey, dia kembali fokus menyetir.


***********


Nayra sudah mandi dan sudah mengganti pakaiannya. Nayra berada di dapur umum mengambil makanan untuk sarapannya.


Wajah cantik itu malah tersenyum saat kembali mengingat apa yang terjadi dengannya dan Raihan. Dia harus mengakui jika perasaannya tidak pernah berubah kepada Raihan. Nayra malah melamun sambil memegang piring yang masih kosong.


" Ehmmm," Nayra tersentak kaget saat mendengar suara deheman itu dan menoleh ke belakang dan ternyata melihat Raihan yang sudah berada di belakangnya.


" Kamu," ujar Nayra gugup, orang yang barusan di khayalannya malah tiba-tiba muncul.


Betapa bodohnya dia memikirkan Raihan. Raihan mengambil piring Nayra. Raihan mengisinya dengan nasi dan lauk kepiring Nayra.


Sementara Nayra hanya berdiri di belakang Raihan, dia tidak berbicara sama sekali, malah jantungnya semakin berdebar.


Setelah mengisi piring tersebut. Raihan menoleh ke arahnya dan meraih tangan Nayra. Raihan mendudukkan Nayra di salah satu kursi dan Raihan pun menyusul duduk di depan Nayra.


"Makanlah," Ujar Raihan memberikan piring yang sudah di isinya kepada Nayra. Nayra mengangguk dan mengambilnya.


" Terima kasih," jawab Nayra tersenyum lebar.


Nayra meletakkan piring itu di atas pahanya dan mulai menyendokkan nasi kemulutnya. Raihan melihat tangan kiri Nayra yang sudah di perban rapi.


" Bagaimana tanganmu?" tanya Raihan.


" Tidak apa-apa. Anita tadi membantuku mengobatinya kembali," jawab Nayra.


" Baguslah, lain kali hati," sahut Raihan memberi peringatan kepada Nayra. Nayra hanya mengangguk, dan melanjutkan makannya.


Raihan hanya melihat Nayra makan, seperti mengawasi anak kecil yang harus menghabiskan makanannya. Nayra justru yang di terus di lihati, menambah gugup, Nayra melihat ke arah Raihan.


" Kamu tidak makan?" tanya Nayra.


" Tidak, aku sudah makan, yang terpenting kamu," jawab Raihan dengan lembut. Nayra ingin menjerit karena perkataan Raihan yang begitu lembut.

__ADS_1


" Nara," panggil Raihan.


" Iya," jawab Nayra.


" Makanlah tepat waktu dan makanlah dengan benar, kamu harus menjaga pola makanmu," ujar Raihan mengingatkan Nayra.


Nayra mengangguk tersenyum lagi- lagi dia mendapat perhatian dari Raihan.


" Terima kasih, sudah mengingatkan ku," ujar Nayra.


" Hmmm," Raihan hanya menjawab dengan deheman.


********


Ini adalah hari ke delapan mereka berada di desa tersebut. Mereka sudah bersiap-siap akan kembali pulang. Nayra sibuk berpamitan dengan para warga.


" Makasih ya kakak cantik," ujar anak kecil tersebut memegang tangan Nayra saat sang anak mendapatkan boneka kecil dari Nayra. Nayra tersenyum lebar dan mengusap pucuk kepala anak tersebut.


" Sama-sama sayang," jawab Nayra.


" Ya sudah aku kembali dulu ya kak," ujar anak tersebut pamit. Nayra mengangguk sang anak langsung berlari meninggalkan Nayra.


Nayra tersenyum lebar, melihat di sekelilingnya. Nayra melihat ke indahan tempat itu dengan orang-orang yang ramah dan saling menyayangi.


" Tempat ini adalah tempat yang paling berkesan untukku," ujarnya dengan tertawa geli. Bagaimana tidak berkesan. Dia dan Raihan menyatukan cinta di desa tersebut.


" Nayra," panggil seseorang. Nayra langsung menoleh kebelakang dan melihat Angga berdiri tegak.


" Pak Angga?" ujar Nayra.


" Kamu sedang apa?" tanya Angga.


" Tidak Pak, hanya melihat-melihat saja," jawab Nayra.


" Bagaimana keadaan kamu?" tanya Angga. Nayra bingung mendengar perkataan Angga, memang dirinya kenapa.


" Baik, saya baik-baik saja," jawab Nayra.


Tiba-tiba Nayra melihat Raihan dari kejauhan dan Raihan juga melihatnya.


" Nayra aku ingin....,"


" Maaf ya Pak Angga, saya harus kembali, soalnya masih ada yang harus di selesaikan sebelum pulang ke Jakarta," ujar Nayra memotong pembicaraan Angga.


" Permisi Pak," ujar Nayra pamit.


Angga hanya melihat kepergian Nayra. Dan melihat Nayra menghampiri Raihan. Saat itu juga Raihan memegang tangannya dan membawanya pergi.


" Apa mungkin tidak ada tempat untukku," gumam Angga yang sudah mulai putus asa.


Angga juga tau. Jika Raihan tidak bisa melupakan Nayra. Dan Nayra semakin lama, semakin dekat dengan Raihan. Angga sudah mulai curiga jika Nayra dan Raihan kembali menjalin hubungan.

__ADS_1


Setelah berpamitan dengan warga desa. Kepulangan karyawan Adverb akan tiba. Seperti biasa sebelum pulang Alex sang pimpinan akan memberikan arahan sedikit.


__ADS_2