Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 79


__ADS_3

Raihan mengusap wajahnya kasar dengan sikap mamanya yang penuh tanda tanya. Raihan melonggarkan dasinya.


" Kak tenanglah," ujar Raina mengusap pundak Raihan yang memang terlihat frustasi.


" Apa sebenarnya mau mama?" tanya Raihan menekan suaranya. Membuka jasnya lalu duduk di kursi.


Dia memijat kepalanya yang semakin berat. Sudah sangat lelah Raihan dengan perlakuan sang mama yang selalu mengurus kehidupannya.


Raina pun duduk di samping Raihan dia mencoba menenangkan sang kakak.


" Zetty dari mana kamu tau. Jika mama sudah terlibat dari awal dengan Nara?" tanya Raihan pada Raina. Dia juga begitu penasaran dalam hal itu.


" Aku melihat sendiri, bahwa mama menjadi perwakilan dari Nayra, biaya sekolah Nayra dari masih SD," jawab Zetty, " tetapi,"


" Tapi apa?" tanya Raihan penasaran.


" Aku nggak yakin jika itu beasiswa," sahut Raina yang memang tidak percaya dengan omongan mamanya.


" Maksud kamu ada hal lain?" tanya Raihan menatap Raina. Raina yang merasa yakin menganggukkan kepalanya.


" Aku akan suruh Raka untuk mencari tau semuanya," ujar Raihan mengambil tindakan.


" Jangan kak?" cegah Raina dengan cepat.


" Kenapa?" tanya Raihan menaikkan alisnya.


" Raka di pihak mama. Percuma Kakak menyuruhnya. Dia akan melapor pada mama. Tidak ada privasi yang tidak di lapor Raka pada mama," jelas Raina.


" Jadi selama ini, Raka mengawasiku," sahut Raihan yang tidak percaya.


" Benar kak?" jawab Raina.


" Sialan si Raka, beraninya dia main belakang," sahut Raihan kesal.


" Kak, Raina juga kecewa dengan Raka. Tapi mau gimana lagi. Dia juga hanya menjalankan perintah. Yang sekarang yang membuat Raina bingung adalah mama. Kita tidak tau apa sebenarnya yang ada di pikiran mama. Kita juga tidak tau mama sebenarnya menyetujui hubungan Kakak dengan Nayra atau sebaliknya. Mungkin apa yang di lakukan mama dulu masuk akal. Tetapi sekarang bukannya Nayra sudah dewasa. Dia bisa menentukan kehidupannya sendiri. Tetapi kenapa mama masih saja ada di dekatnya. Itu yang membuat Raina bingung," ujar Raina yang terus mengeluarkan pemikirannya mengenai mamanya.


" Raina tidak mengerti dengan apa yang ada di benak mama. Tujuannya apa alasannya apa, membingungkan," lanjut Raina semakin bingung


Apa yang di katakan Raina membuat Raihan berpikir. Yang di katakan adiknya benar. Tidak mengerti apa yang di dalam pikiran mamanya.


" Karena mamamu memberikan ku semua yang aku butuhkan yang tidak aku dapatkan dari ke-2 orang tuaku,"


Perkataan Nayra di dalam pesawat kembali terlintas di pikiran Raihan.


" Kak," tegur Raina yang melihat kakanya bengong.

__ADS_1


" Iya,"


" Apa kakak memikirkan sesuatu," tanya Raina.


" Tidak. Kakak hanya khawatir dengan hubungan kakak dan Nara," ujar Raihan.


" Lalu bagaimana apa kakak dan Nayra sekarang sudah baik-baik saja?" tanya Raina penasaran.


" Belum, mungkin itu tidak mudah untuknya. Tapi kamu tenang saja kakak akan terus berusaha," jawab Raihan meyakinkan raina.


" Iya Raina mengerti," sahut Raina.


" Kakak tidak bisa seperti ini terus. Jika memang Nara melakukan ini karena hutang Budi. Kakak harus menyelesaikannya secepatnya. Nara tidak bisa bergantung terus pada mama," ujar Raihan harus lebih serius dalam masalah ini.


" Raina akan selalu dukung kakak. Raina akan membantu kakak. Mencari tau semuanya. Kaka tenang saja," sahut Raina dengan senyumnya.


" Terima kasih ya, kamu selalu ada bersama kakak," ujar Raihan menarik adiknya kedalam pelukannya.


" Mama memang membingungkan. Mama seperti tidak menyukai hubungan Nayra dan kak Raihan. Tetapi mama marah jika kak Raihan menyakiti Nayra. Bahkan mama menampar kak Raihan hanya karena Nayra. Aku semakin bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi," batin Raina semakin bingung.


********


Andini mengunjungi Nayra di Apartemennya. Sebelum sampai ke Apartemen. Tadi Andini mampir ke supermarket membeli bahan makanan. Dia memang berjanji akan memasak bersama dengan sahabatnya itu.


Sekarang Ke-2 sahabat itu sibuk memasak di dapur. Andini memotong sayuran di meja. Sementara Nayra mengaduk sayur sup yang hampir masak.


" Hmmmm.... lezat," puji Andini mengajukkan jempolnya.


Nayra tersenyum dan kembali mengaduk sayur tersebut.


" Woy, sebentar lagi masakan kita akan masak, cacing di perutku sudah memanggil-manggil," ujar Nayra mengusap-usap perutnya.


" Sama aku juga," sahut Andini tersenyum.


" Oh iya Nay," panggil Andini menoleh kebelakang sebentar melihat Nayra.


" Hmmm," jawab Nayra.


" Kita kan masak sup ceker. Kamu nggak pengen antar untuk kak Raihan?" tanya Andini memberi saran. Mendengar ucapan Andini Nayra mematikan kompor dan berlalu mengambil air dari despenser.


" Kenapa harus di antar. Ini kan untuk kita ber-2," jawab Raina masih menuang air.


" Ya, itu kan makanan kesukaan kak Raihan. Masa iya kamu nggak mau bagi-bagi, lagi pulakan kalau hanya untuk kita ber-2 kebanyakan," ujar Andini yang mencoba memancing Nayra.


" Aku tidak memasak untuknya. Aku memasak untuk ku sendiri," sahut Nayra ketus. Andini tersenyum.

__ADS_1


" Padahal kak Raihan selalu memperhatikan kamu. Peduli dengan kamu. Selalu menanyakan tentang makan kamu, Masa iya kamu tidak peduli sekali aja kepadanya," ujar Andini membuat hati Nayra bergejolak. Andini seakan-akan membantu Raihan meluluhkan hati Nayra.


" Kapan dia memperhatikan ku?" tanya Nayra menggedikkan bahunya.


" Ya kamu sih enak, cuma terima bersihnya. Aku yang mendapat perintahnya," sahut Andini. Nayra mendengarnya mengkerutkan keningnya.


" Perintah, perintah apa?" tanya Nayra penasaran yang sudah duduk di depan Andini.


" Lupakanlah," sahut Andini tetap memotong sayur yang sengaja membuat Nayra penasaran.


" Hey, katakan perintah apa?" tanya Nayra dengan memaksa dia begitu penasaran dengan Andini.


Andini menghentikan pekerjaannya dan melihat fokus pada. Andini meraih tangan Nayra yang diletakkan di atas meja, menggenggam ke-2 tangan itu dengan erat.


" Nay, kamu harus tau. Kak Raihan itu sayang sama kamu. Dia itu sangat mencintai kamu," ujar Andini dengan serius. Nayra hanya membuang napasnya panjang. Melepaskan tangannya dari Andini dan bersandar lemas pada kursi.


" Itu dulu," sahut Nayra


" Tidak Nayra. Dari dulu sampai detik ini. Meski kalian sudah putus. Apa kamu tidak tau kak Raihan selalu menanyakan kamu. Dia selalu peduli pada kamu. Bagaimana kamu. Kamu sudah makan atau tidak. Kamu tinggal di mana dan bagaimana dengan orang-orang di sekeliling kamu," jelas Andini.


" Maksud kamu?" tanya Nayra bingung.


" Iya, sewaktu dia di Luar Negri. Dia selalu menyuruhku untuk merawat kamu. Mengingatkan kamu dalam hal apapun. Sekecil dan sebesar apapun. Dia selalu ingin tau. Jika dia tidak mencintai kamu. Tidak mungkin dia melakukan itu. Seharusnya dia tidak melakukan itu. Karena dia sudah putus dengan kamu. Tetapi dia malah tetap peduli sama kamu," jelas Andini.


" Masa sih, dia melakukan itu," sahut Nayra dengan ragu.


" Aku tidak bohong Nay. Dia selalu merawatmu melalui aku. Bahkan saat dia pulang. Diam-diam dia juga menjagamu. Dia membawamu ke rumah sakit. Makanan yang aku bawa kerumah sakit adalah makanan pemberian kak Raihan. Dan kak Raihan malah tidak ingin kamu mengetahuinya hal itu," jelas Andini lagi dengan apa adanya.


" Lalu kenapa dia mengatakan jika itu hanya pura-pura," sahut Nayra dengan lemas.


" Nay, tidak ada orang sempurna. Dan kamu bisa merasakan mana yang pura-pura dan tidak. Kamu tau tidak kak Raihan mengejar kamu sampai ke Turki. Karena dia berpikir kamu ingin melanjutkan kuliah di sana. Karena sebelumnya Tante Zira pernah mengatakan itu. Kamu lihat betapa bodohnya kak Raihan. Sangking paniknya kamu pergi. Dia tidak bisa berpikir jernih. Seharusnya di bertanya pada karyawan dulu. Tetapi dia malah main pergi aja," ujar Andini. Nayra yang mendengarnya tersenyum tipis.


" Aku tidak tau kenapa kakak sepupuku yang cuek itu. Bisa sebucin itu terhadap wanita. Bahkan sangat cemburu terhadap kak Angga,"


" Pak Angga, ada apa dengannya?" tanya Nayra bingung.


" Kamu pikir selama ini kak Raihan tidak sering cemburu dengan kedekatan kamu dan kak Angga," ujar Andini.


" Maksudnya,"


" Nayra pertama kali kak Raihan kembali ke Indonesia. Kamu harus tau dia sangat marah. Ketika tau kalau kak Angga punya perasaan sama kamu. Tetapi dia harus menahan semuanya. Hanya demi gengsinya. Percayalah Nayra kak Raihan itu tulus sama kamu dia sangat mencintai kamu," ujar Andini terus meyakinkan Nayra pada ketulusan kakak sepupunya.


" Diam-diam kak Raihan selalu memperhatikan kamu tanpa sepengetahuan kamu. Aku menjadi saksi semua yang di lakukan kak Raihan kepada kamu," lanjut Andini lagi.


" Pesta ulang tahun. Memang itu hal yang sangat menyakitkan untuk kamu. Tetapi kamu tau setelah ulang tahun itu. Kak Raihan menyuruhku memastikan kamu sudah sampai Apartemen apa belum," ujar Andini lagi yang mengatakan kebenarannya.

__ADS_1


Terukir senyum di wajah Nayra.Tidak bisa di bohongi jika dia sangat tersentuh dengan semua perhatian Raihan kepadanya.


...🌹🌹🌹🌹Bersambung.....🌹🌹🌹🌹...


__ADS_2