
Mereka akhirnya makam bersama-sama di depan rumah sakit yang memang ada Restaurant di sana. Mereka makan sambil mengobrol. Apa lagi jika tidak Raihan menceritakan Kronologis tentang dirinya.
Tetapi tidak dengan Carey yang memang hanya diam saja. Moodnya sudah hilang dan benar-benar tidak ingin melakukan apapun dia sudah terlanjur kesal dengan suaminya yang memang tidak mempedulikannya dan malah sibuk dengan Vira.
Tetapi Carey heran juga dengan Dion yang tiba-tiba tidak jadi pergi dan sudah ada di depannya yang juga menikmati makannya. Tetapi itu lah Dion sama sekali tidak mengerti bagaimana Carey dan seperti tidak merasa bersalah.
Dion terlihat sangat santai. Seakan tidak terjadi apa-apa sementara Carey yang di depannya wajahnya terus di tekuk. Tetapi sang suami tidak peka- peka juga.
" Ya ampun Samapi segitunya. Aku baru tau jika ada tempat seperti itu," sahut Dara yang merasa ngeri mendengar cerita Raihan.
" Aku juga masih kaget Dara mendengarnya. Memang sangat tragis dan kasihan orang-orang yang ada di sana," sahut Nayra yang masih kepikiran.
" Tapi hebat ya Raihan, kamu bisa bertahan dan bisa lolos dari orang-orang itu. Menurut cerita kamu yang belum pernah ada orang yang lolos dari sana," sahut Sony sambil mengunyah makanannya.
" Ya aku hanya berusaha. Tetapi tuhan masih menolongku dan bisa membuatku kembali," sahut Raihan.
" Terus bagaimana selanjutnya kamu akan melapor masalah ini atau di diami aja," sahut Dion.
" Aku pasti akan mengurusnya. Karena tidak mungkin di biarkan begitu saja," ujar Raihan yang memang sudah di bicarakannya dengan Nayra.
" Ya memang harus sih. Karena kasian sekali orang-orang di sana," sahut Dara yang ikut setuju.
" Hmmm, itu bagus," sahut Dion. Pandangan mata Dion tiba-tiba melihat istrinya yang di depannya tidak makan dan malah mengaduk-ngaduk makannya.
" Carey, kenapa tidak di makan. Bukannya tadi kamu bilang kamu lapar?" tanya Dion.
" Aku tiba-tiba tidak selera makan," jawab Carey dengan Datar.
" Carey aneh banget, kenapa sejak tadi dia diam saja. Apa dia ada masalah ya," batin Dara yang seperti merasa. Ada yang tidak beres dengan Carey. Karena sedari tadi memang dia memperhatikan tingkah sahabatnya itu.
" Kakak mau pesan yang lain?" tanya Nayra.
" Tidak usah Nayra. Kakak memang tidak ingin makan apa-apa," jawab Carey yang memang tidak butuh apa-apa.
__ADS_1
" Oh, begitu, ya sudah," sahut Nayra.
************
Vira menelpon Dara dan mengatakan jika dia langsung pulang. Dan Dara terakhirnya harus pulang bersama Sony. Karena memang tadi dia dan Vira ke rumah sakit menaiki Taxi dan Sony menawarkannya untuk pulang bersama.
Dara pun ikut saja dari pada harus menunggu Taxi lagi. Mereka sudah berada di dalam mobil dan Sony Fokus menyetir kedepan.
" Tante Saski tau kamu kemari?" tanya Dara melihat ke arah Sony.
" Ya bisa gempar kalau mama tau," sahut Sony. Yang sebenarnya Vira juga sudah tau hal itu.
" Lalu semuanya akan seperti ini terus?" tanya Dara.
" Maksud kamu?" tanya Sony.
" Ya bagaimana selanjutnya. Vira akan seperti apa dan anaknya nanti akan seperti apa. Walau mengakuinya. Tetapi sama sekali tidak ada pengaruhnya. Karena sama saja kamu tidak menikahinya," ujar Dara.
" Kamu tau kan Dara di mana letak permasalahannya?" sahut Dion.
" Maksud kamu?" tanya Dion heran.
" Kamu bukan orang penurut Dion. Banyak kok hal-hal yang kamu lakukan. Meski Tante Saski melarang. Tetapi masalah bertanggung jawab untuk Vira. Kamu seakan menurut. Jika kamu mencintai Vira bukannya seharunya kamu memperjuangkannya dan bukan malah mengiyakan apapun yang di katakan Tante Saski," ujar Dara. Sony terdiam mendengar kata cinta.
" Iya aku benar bukan. Kecuali kamu memang tidak mencintainya. Makanya kamu hanya bertanggung jawab begitu-begitu saja. Tapi aku rasa tidak mungkin. Jika kamu tidak mencintainya. Aku bisa melihat dari mata Vira jika Vira mencintaimu," ujar Dara.
Sony meminggirkan mobilnya dan memberhentikannya di pinggir jalan. Dara heran dengan Sony yang tiba-tiba menghentikan mobilnya.
" Lalu bagaimana dengan mataku. Apa kamu melihat aku mencintainya atau tidak?" tanya Sony yang menatap Dara dengan serius.
" Kenapa bertanya padaku. Kamu yang punya perasaan," sahut Dara heran.
" Kamu bisa melihat dari mata Vira. Tetapi kamu tidak bisa melihat dari mataku," sahut Sony.
__ADS_1
" Baiklah, jika di lihat-lihat aku melihat mata mu yang indah itu," ujar Dara yang melihat-lihat dengan serius mata Sony.
" Kalau yang aku lihat sih. Kamu masih mencintaiku," ujar Dara tiba-tiba membuat Sony kaget.
" Aku bercanda," sahut Dara langsung tertawa merasa lucu. Sementara Sony sudah menelan salavinanya. Bahkan sempat jantungan dengan kata-kata Dara. Apa lagi Dara menatapnya begitu serius
" Kamu serius sekali menanggapinya. Padahal aku hanya bercanda. Aku mana tau bagaimana perasaanmu," sahut Dara.
" Seharusnya kamu tidak bercanda masalah perasaan Dara," ujar Dion dengan suara beratnya. Dara yang masih terkekeh melihat ke arahnya.
" Kamu serius amat nanggepinnya. Sudah jalan. Aku harus pulang cepat-cepat. Kasihan Vira sendirian," ujar Dara. Dion terlihat membuang napas perlahan dan akhirnya melajukan mobilnya kembali.
Tidak tau kenapa apa yang di katakan Dara mampu mengecoh perasaannya. Seakan-akan Dara memang benar. Jika dirinya masih mencintainya. Tetapi tidak mungkin jika Dara sebaliknya. Karena pasti sakit hati Dara sudah menutup perasaan itu.
***********
Dion terlihat duduk di atas ranjang dengan menyandarkan punggungnya di kepala ranjang. Kali ini dia tidak bermain ponsel. Tetapi sedang membuka-buka dokumen.
Tidak berapa lama Carey juga keluar dari kamar mandi sudah dengan kimono berwarna silver di atas lututnya dengan rambutnya yang di gerainya. Kali ini Carey ternyata mencuri perhatian Dion untuk menatap istrinya yang cantik.
Tetapi Carey tidak melihat Dion sama sekali yang mungkin saja. Carey masih kesal dengan suaminya itu. Carey yang tampak ketus langsung menaiki ranjang dan saat ingin berbaring Dion menghentikannya dengan memegang tangannya.
Sehingga Carey tidak jadi berbaring dan melihat kearah Dion yang di mana Dion juga duduk dan mendekati Carey.
" Kamu sudah mau tidur?" tanya Dion lembut sambil mengusap rambut Carey Menyinggirkan anak rambut Carey dari wajahnya.
" Iya," jawab Carey datar.
" Tapi aku belum mau tidur," ujar Dion sekarang mengusap pipi Carey dan menatap dalam-dalam wajah itu. Dion sepertinya menginginkan Carey malam ini sampai Dion sudah memeringkan kepalanya untuk meraih bibir Carey.
" Aku mengantuk," sahut Carey yang menghentikan aksi Dion dan langsung berbaring dan membelakangi Dion. Dia benar-benar menolak Dion. Dion terlihat tersenyum walau sedikit kecewa.
" Ya sudah tidurlah," ujar Dion mencium pucuk kepala Carey dan Carey langsung memejamkan cepat-cepat matanya.
__ADS_1
Bersambung......