Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 69.


__ADS_3

Raihan sangat kecewa dengan mamanya yang ternyata ada dibalik semuanya. Raihan berada di dalam mobilnya di pinggir jalan. Apa lagi yang di lakukannya jika tidak menyesali.


Penyesalan memang akan datang terlambat. Selama 7 tahun dia hidup penuh kemarahan atas Nayra. Wanita yang sangat di cintainya. Dia kembali bukannya mencari tau kebenaran apa yang terjadi. Dia malah membalaskan dendamnya pada Nayra.


" Aku tidak pernah bersandiwara. Aku mencintaimu dengan tulus dan kau tau itu,"


" Kau selalu menuduhku selingkuh. Aku tidak pernah selingkuh dari mu,"


Perkataan Nayra yang mengeluarkan air mata teringat kembali di pikirannya. Air mata dari wanita itu jatuh karena perbuatannya.


" Maafkan aku Nara. Aku telah menyakitimu. Aku memang laki-laki jahat. Kurang ajar, biadap, aku memang tidak pantas untukmu, maafkan aku Nara," ujarnya menyesali semua atas apa yang di lakukannya.


Tidak sadar air matanya jatuh. Mungkin setetes air matanya tidak bisa membayar banyaknya air mata Nayra.


" Kau yang datang ke dalam hidupku Raihan dan kau juga yang pergi. Kau kembali lagi dengan merencanakan semua yang ada di dalam pikiranmu, dan kau ingin pergi kembali,"


" Kau akan menyesal telah melakukan ini kepada ku,"


" Aku sudah menyesal Nara. Sangat menyesal. Aku menyesal mempermainkan perasaanmu, aku menyesal Nara," ujarnya lagi.


" Aku begitu egois, aku membiarkan semua ini terjadi. Aku tidak tau apa yang kamu rasakan Nara. Aku telah membuatmu menahan beban karena hubungan kita. Gadi 14 tahun yang kupacari harus menanggung beban keinginan Admaja Wijaya. Seharusnya aku ada untukmu. Bukan malah menyalahkanmu. Membencimu dan bahkan menyakiti mu,"


Raihan terus bergerutu, menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi. Dia merasa benar-benar bodoh selama 7 tahun membiarkan dirinya membenci wanita yang sangat mencintainya.


" Aku akan menebus kesalahan ku. Aku tidak akan membiarkan kau pergi dalam hidupku. Kau akan selalu ada di sisi ku,"


" Aku harus melakukan sesuatu, aku tidak bisa tinggal diam. Aku harus membawa Nara kembali. Aku tidak bisa kehilangan dia lagi. Tidak akan ku biarkan. Mama atau siapapun tidak bisa masuk ke dalam hubungan ini lagi," ujar Raihan dengan yakin.


Raihan menarik napasnya. Setelah meratapi penyesalannya dan mencari jalan keluarnya Raihan Menarik gas mobilnya lalu melajukannya dengan kecepatan tinggi. Sepertinya Raihan ingin menuntaskan masalahnya.


**********


Di sisi lain Della hanya bisa curhat kepada Sony atas apa yang terjadi. Dia mendatangi Sony ke Restaurant mie pangsit milik keluarga sony. Sebagai pendengar setia Sony hanya mengelus pundak Della.


Dia juga tidak tau jika temannya akan terlibat cinta bertepuk sebelah tangan. Dia hanya bisa berekspresi sedih.


" Sekarang Angga membenci gue. Raihan juga marah sama gue," ujar Della yang akan pasrah dengan hubungan selanjutnya dengan Angga dan Raihan.


" Della, jangan berpikiran yang aneh-aneh dulu. Mungkin Angga kecewa. Raihan juga pasti lebih kecewa. Tetapi percayalah mereka hanya butuh waktu. Mereka tidak akan marah terlalu lama sama lo. Percaya sama gue," ujar Sony mencoba menenangkan Della.

__ADS_1


" Sony, apa gue kelewatan?" tanya Della dengan matanya yang sudah bengkak karena menangis terlalu banyak.


" Tidak, hanya saja cara lo salah. Ini bukan hanya menyangkut soal Nayra dan Raihan. Tetapi harga diri Nayra seakan hilang dengan apa yang lo lakuin. Itu sama aja lo mempermalukan Nayra. Wajar jika Raihan semarah itu," ujar Sony mencoba membuat pengertian.


" Terus apa yang harus gue lakukan, gue bingung, gue nggak tau harus berbuat apa lagi," ujar Della yang memang tidak bisa berpikir jernih.


" Kasih mereka waktu, setelah itu minta maaflah. Terutama Nayra. Karena dia lah korban sesungguhnya," ujar Sony memberi saran.


" Sudah jangan menangis lagi. Mata kamu sudah bengkak, lihat sudah seperti panda," ujar Sony tersenyum mengisap air mata Della. Dia hanya mencoba menghibur Della.


" Makasih ya, lo udah baik banget, lo mau dengerin gue. Makasih sudah selalu ada," ujar Della. Sony tersenyum dan mengangguk. Lalu Sony memeluknya.


" Jangan menangis, sayang air matanya," ujar Sony sambil memukul-mukul pelan pindah Della. Della


Saat Della dan Sony berpelukan. Tiba-tiba saja. Dara dan Luci datang. Langkah ke-2 nya berhenti ketika melihat Sony dan Della berpelukan.


Ke-2 wanita itu kaget melihat adegan pelukan itu. Luci yang berdiri di samping Dara. Langsung menoleh ke arah Dara yang masih terlihat schok. Meski Sony adalah mantan kekasihnya. Mungkin masih ada rasa cemburu.


" Kok kak Della pelukan sama kak Sony," batin Luci heran.


" Ehmmm," deheman Luci membuat. Sony dan Della kaget, Della melihat ke hadiran Dara dengan spontan Della langsung melepas pelukannya dari Sony. Sementara Sony hanya terlihat santai.


" Ya ampun kak Della kenapa?" tanya Luci yang langsung menghampiri Della ketika melihat Della habis menangis. Dara pun mengikut.


" Apa yang terjadi kak?" tanya Luci lagi yang sudah duduk di samping Della. Sementara Dara duduk di depan Della.


" Angga dan Raihan lagi marah sama Della," sahut Sony. Membuat Luci dan Dara heran.


" Marah, memang kenapa kak Angga dan kak Raihan marah?" tanya Luci bingung.


" Gara-gara Della ambil foto-foto privasi Raihan dan Nayra. Lalu di tunjuki ke orang tua Raihan dan juga beberapa orang. Hal itu membuat Tante Zira schok," jelas Sony.


" Jadi Nayra. Memang ya tu anak selalu aja bikin ulah," sahut Luci yang langsung menyalahkan Nayra.


" Heyyy, Luci jangan asal main Judge orang sembarangan," sahut Sony membela.


" Memang kenapa lo sampai ngambil foto mereka ber-2, keuntungannya buat lo apa?" tanya Dara.


" Sudah-sudah jangan di lanjutin. Intinya di sini Della yang salah dan dia sudah mengakuinya. Dan kamu Luci jangan kebiasaan menyalahkan orang lain, kalau belum tau kebenarannya," ujar Sony dengan bijaksana.

__ADS_1


" Iya deh," sahut Luci dengan tidak bersemangat.


***********


Cappodica.


Nayra yang duduk di atas tebing. Ini hari ke-4 nya berada di Cappadocia. Nayra meluangkan waktunya dengan menikmati pemandangan.


Nayra memakai jaket berbahan hangat yang berwarna coklat sampai lututnya. Dengan celana berwarna putih. Tidak lupa syal yang di lilit selehernya. Rambutnya yang teurai, butiran salju sudah berjatuhan di di rambutnya.


Mengingat di Cappodica musim salju. Nayra duduk di atas tebing melihat balon udara yang berterbangan. Wajahnya terus seperti itu sedih. Tidak ada kebahagian yang terpancar. Bahkan air matanya jatuh.


Dalam lamunannya, Nayra kembali mengingat hubungannya dengan Raihan. Hubungan yang dulu gantung. Kembali di perbaiki dan sekarang tambah hancur.


" Cinta, apa itu ada. Dulu juga mama dan papa saling mencintai. Mereka juga berpisah padahal saling mencintai. Raihan dia juga dulu mencintaiku. Tetapi dia pergi dengan semua pikiran buruknya tentangku. Dia kembali dan memberi luka yang sangat besar. Apa kata cinta masih pantas ada di dunia ini," gumamnya dengan tersenyum. Namun air matanya menetes.


" Mungkin memang itu takdirku, untuk tidak bersamanya. Mungkin memang seumur hidupku tidak akan pernah mendapatkan cinta itu," ujarnya lagi yang akan pasrah akan hidupnya.


" hhhhhhhhhhhuhhuhuh, sudahlah tidak ada gunanya membahas luka yang akan semakin membesar,"


Nayra menghembus napasnya perlahan. Melap air matanya dia mencoba tersenyum untuk menghibur dirinya.


Nayra melihat jam tangannya yang sudah hampir gelap. Dia kembali melihat awan. Kembali mengambil napas dan memutuskan berdiri. Dia harus kembali ke hotel karena hari sudah mulai gelap.


Nayra membalikkan tubuhnya. Membersihkan belakang bajunya dan tangannya. Saat mengangkat kepalanya dan melihat ke depan. Nayra kaget melihat pria yang 7 meter berdiri tegak di hadapannya.


Raihan yang memakai jaket berwarna maron sampai betisnya dengan syal hitam yang dililit di lehernya. Ke dua tangan Raihan di masukkan ke saku jaket tersebut.


" Nara," gumam Raihan menelan salavinanya.


" Raihan," ujar Nayra yang tidak percaya. Jika Raihan ada di hadapannya.


Beberapa detik dari kejauhan Raihan dan Nayra saling memandang. Nayra masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Sementara Raihan menatap Nayra. Dia sangat merindukan Nayra.


Raihan berlari pelan menghampiri Nayra yang masih terlihat bengong. Saat sudah tiba di hadapan Nayra.


Raihan memegang ke-2 pipi Nayra dengan ke-2 tangannya dan langsung mencium bibir Nayra dengan dalam.


...Bersambung...........

__ADS_1


__ADS_2