Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 183


__ADS_3

Ciuman Raihan semakin dalam. Bahkan Nayra mengalungkan tangannya ke leher suaminya. Maklum lah. Semenjak menikah ke-2nya hanya melakukan hubungan itu baru sekali. Jadi wajar jika gairah ke-2 nya sampai menggebu-gebu.


Ciuman Raihan sudah turun ke leher Nayra. Nayra terus menggeliat degan matanya yang terpejam menikmati sentuhan suaminya. Di tengah-tengah gairah mereka.


Nayra melepaskan tangannya dari leher Raihan dan memegang pinggangnya yang terasa sakit.


" Auuhhhh," lirih Nayra merasa kesakitan memegang pinggangnya. Membuat Raihan menghentikan kegiatannya dan melihat wajah istrinya yang kesakitan.


" Sayang kamu kenapa?" tanya Raihan cemas. Nayra memiringkan tubuhnya dan meringkuk kesakitan memegang erat pinggangnya.


" Aku sepertinya datang bulan," jawab Nayra pelan menahan sakit sekalian tidak enak dengan Raihan.


" Ohhh," jawab Raihan menghela napas.


Dari nada suaranya Raihan jelas sangat kecewa. Raihan pun menjauh dari atas tubuh Nayra dan berbaring di samping Nayra menetralkan dirinya yang sudah terlanjur di penuhi gairah.


Raihan memijat kepalanya beberapa kali menghela napas panjang, Raihan melirik ke arah Nayra yang masih meringkuk kesakitan. Raihan.


Raihan pun memiringkan tubuhnya menganggap dengan sikunya dan melihat Nayra yang sudah keringat dingin. Raihan mengusap pucuk kepala Nayra seraya memberi ketenangan untuk istrinya.


" Apa yang harus aku lakukan?" tanya Raihan yang memang sudah hafal jika Nayra datang bulan pasti Nayra begitu kesakitan di hari pertama.


" Maaf," lirih Nayra merasa bersalah.


" Jangan minta maaf, itu bukan kesalahan, apa sangat sakit?" tanya Raihan Nayra mengangguk.


Raihan membalikkan tubuh Nayra agar menghadapnya dan memeluknya erat, sambil mengusap-usap punggung Nayra.


" Istirahatlah," ujar Raihan.


" Aku mau kekamar mandi dulu," ujar Nayra.


" Ya sudah," sahut Raihan.


Nayra pun duduk dan langsung memasuki kamar mandi. Raihan pun duduk dan melihat bercak darah sudah ada di tempat tidur. Raihan langsung berdiri dan mengambil pakaian untuk ganti Nayra dan mengambil pembalut Nayra.


Raihan berjalan ke arah kamar mandi dan mengetuk pintu kamar mandi.


" Nara," panggil Raihan mengetuk terus menerus. Nayra pun membuka sedikit pintu kamar mandi dan hanya memperlihatkan kepalanya.

__ADS_1


" Ini," ujar Raihan memberikan pakaian dan pembalut.


" Makasih," jawab Kiara meraih barang tersebut dan kembali memasuki rumah sakit dan mengganti pakaiannya.


Sementara Raihan melepas Seprai dari tempat tidur dan membawa ke luar dari kamar. Raihan mungkin langsung memasukkan ke tempat pakaian kotor.


********


Raina turun dari mobilnya memasuki Perusahaan. Nayra berjalan dengan memegang tas di sampingnya.


" Raina," panggilan suara itu membuat langkah kaki Raina terhenti. Raina menghela napasnya sudah mengenali suara tersebut.


Raina pun membalikkan tubuhnya ke arah suara tersebut. Dugaannya benar yang memanggilnya adalah Raka. Raka pun menghampiri Raina.


" Raina ayo kita selesaikan semuanya. Kita tidak bisa berlarut-larut lagi seperti ini," ucap Raka membuat Raina tersenyum mendengus.


" Selesaikan, apa yang di selesaikan, bukannya semua sudah selesai jadi apa yang harus di selesaikan. Aku sama kamu tidak ada hubungan apa-apa. Jadi semua sudah tuntas," tegas Raina.


" Tidak Raina semuanya belum berakhir, kamu nggak bisa mutusin sesuatu hal karena hanya sebuah kesalahpahaman yang tidak masuk akal," ujar Raka.


" Tidak masuk akal kamu bilang, apa kamu tidur dengan sepupu kamu itu kurang masuk akan hah!" teriak Raina yang tidak bisa menahan amarahnya.


" Hhhhhhh," Raina membuang napasnya perlahan.


" Sudahlah Raka kamu jangan ganggu aku lagi, aku mohon," ujar Raina memelankan suaranya.


" Aku tidak akan mengganggu kamu. Jika kamu memberikan aku waktu sebentar saja," ucap Raka yang terus berharap.


" Baik apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Raina yang memberi kesempatan.


" Tunggulah sebentar, aku akan kerumah sakit untuk mengambil hasil tes dari Dokter," sahut Raka membuat Raina bingung.


" Maksud kamu?" tanya Raina bingung.


" Kamu berpikir jika aku pulang dari rumahmu aku langsung bersama Saras. Kamu salah Saras datang saat pagi. Saat aku ingin kekantor mengantarkan dokumen penting untuk dapat. Dia membawakanku makanan dan mungkin makanan itu yang membuatku tidak sadar," jelas Raka membuat Raina berpikir sejenak.


" Dokter sedang mengecek makanan itu dan hari ini hasilnya akan keluar," lanjut Raka.


" Apa itu cukup untuk semuanya. Dari manapun awalnya. Yang terpenting kamu sama Saras sudah..." Raka mendekati Raina dan meletakkan 1 jarinya di bibir Raina membuat Nayra tidak jadi melanjutkan kata-katanya.

__ADS_1


" Raina aku sangat yakin dengan apa yang aku lakukan, aku dan Saras tidak melakukan hubungan itu," ucap Raka dengan lembut membuat Raina menelan salavinanya.


" Pikirkan sejenak Raina. Mungkin iya akan terjadi. Jika kamu tidak datang. Tapi kamu datang saat itu. Waktu merasakan aneh dengan ku berjarak 10 menit saat kamu datang. Pakailah logika kamu Raina untuk mencerna semuanya," Raka terus memberi penjelasan dengan lembut kepada Raina.


Raina mencerna semua perkataan Raka dan dia memang harus mengakui jika apa yang di bicarakan Raka masuk akal.


" Aku berani bersumpah aku tidak melakukan penghiyanatan sekali pun dengan kamu, aku mencintai kamu, mencintai Amira. Aku tidak punya niat untuk menyakiti kamu. Atau mengembalikan luka kamu," lanjut Raka lagi dengan matanya berkaca-kaca terus meyakinkan Raina.


Sementara Raina hanya terdiam. Raka memegang ke dua tangan Raina.


" Aku di jebak Raina, bahkan apa yang kamu lihat di lift. Saat itu Saras mengancam untuk bunuh diri. Raina aku bisa pastikan semuanya jika aku benar-benar di jebak," ujar Raka lagi.


" Pergilah!" ujar Raina melepas tangannya dari Raka. Raka mendengarnya kembali lesu Raina sepertinya tidak mempercayai omongannya.


" Jika kamu terlalu banyak bicara. Kapan kamu akan membawakan bukti rumah sakit kepadaku," lanjut Raina. Membuat Raka tersenyum.


" Kamu memberiku kesempatan?" tanya Raka memastikan.


" Kesempatan kamu akan hilang, kalau kamu masih di depanku," sahut Raina ketus. Reflex Raka langsung memeluk Raina membuat Raina kaget.


" Raka apa yang kamu lakukan," ujar Raina memberontak di lepaskan.


" Sebentar saja, aku ingin mengucapkan terima kasih karena memberiku kesempatan untuk membuktikannya," ujar Raka yang memeluk erat. Seakan hati Raina tersentuh bahkan tidak memberontak lagi.


" Sudah Raka, pergilah, semua orang akan membicarakan kita jika kamu terus seperti ini," ujar Raina yang mulai gelisah dengan beberapa orang yang melihat mereka dengan aneh.


Raka melepas pelukan itu dan tersenyum kepada Nayra.


" Aku akan membuktikan semuanya," ujar Raka dengan yakin memegang pipi Raina. Raka pun langsung berlalu dari hadapan Raina. Raina melihat kepergian Raka yang berlari memasuki mobil.


Ternyata Saras yang jauh di ujung sana melihat Raka dan Raina yang berpelukan dari dalam mobilnya.


" Sialan," ujarnya kesal memukul stir mobi.


" Ternyata apa yang aku lakukan tidak membuat hubungan mereka renggang. Lihat saja kalian berdua akan menerima akibatnya," ujarnya dengan penuh dendam.


Saras melajukan mobilnya dan pergi dari tempat itu dengan penuh kemarahan.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2