Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 198


__ADS_3

" Apa kau sungguh ingin menghabiskan malam bersamaku?" tanya Saras ragu dengan Raka yang sudah di atasnya. Dia jelas tidak mudah mempercayai orang seperti Raka.


" Kenapa tidak," jawab Raka. Saras tersenyum. Tetapi tetap sangat was-was, dia merasa tidak mungkin secepat itu Raka langsung menurutinya.


" Aku harus melakukannya, maaf Raina," batin Raka tersenyum.


Raka pun mengusap pipi Saras, dan membuka semua kemejanya, membuangnya di lantai. Hal itu membuat Saras benar-benar kaget dan bingung. Raka langsung dan meraih bibir Saras dan menciumnya.


Saras kaget mendapatkan ciuman itu. Tetapi tidak ingin dalam ke raguan. Saras langsung membalas ******* Raka. Raka benar-benar ingin memabukkan Saras meski melakukan hal yang menjijikan.


Raka langsung melepas ciuman itu, ketika Saras semakin menjadi-jadi. Raka tersenyum dan mencium kening Saras agar terlihat manis.


" Dia benar-benar berbeda, aku tidak menyangka hal ini aku dapatkan," batin Saras yang sepertinya sudah mulai mempercayai Raka.


" Kenapa berhenti ayo kita lanjutkan!" pinta Saras yang di penuhi gariah, Raka tersenyum dan menganggukkan matanya. Raka pun mencium leher Saras.


Saat melakukannya dia hanya merasa bersalah pada Raina. Saras semakin gila di buat Raka. Saras tidak membiarkan hal itu terjadi, malah dia mengubah posisinya kembali dan berada di atas Raka.


Dengan liar Saras menciumi tubuh Raka yang sudah tidak memakai pakaian, leher Raka dan seluruh dan seluruh wajah Raka dengan penuh gairah. Dengan cepat Raka membalikkan tubuh Saras lagi dan mencengkram ke-2 tangan Saras. Dia tidak ingin Saras menguasainya.


Raka menciumi leher Saras dan tangannya perlahan turun pada piyama Saras yang akan membuka ikatan piyama Saras. Hal itu membuat Saras semakin gila. Tidak percaya jika Raka sangat pintar bermain.


Sementara di sisi lain Raina yang berada di dalam kamarnya sangat gelisah. Sedari tadi Raina mondar-mandir di depan pintu kamarnya. Air matanya jatuh kepipinya. Perasaannya terbagi dua, Antara Amira dan Raka.


" Apa yang terjadi," batin Raina memegang dadanya yang sangat sulit bernapas.


Raka melanjutkan aksinya membalikkan tubuh Saras, sehingga Saras telungkup. Raka menciumi pundak Saras membuat Saras mengeluarkan suara-suara menjijikkan. Sampai suara itu terdengar keluar.


Bodyguard yang berjaga di luar saling melihat. Mendengar suara tersebut membuat mereka risih dan pergi. Raka melirik ke arah pintu ketika mendengar suara hentakan kaki. Raka tersenyum miring sepertinya 1 rencananya berjalan dengan lancar.


Raka terus membuat Saras benar-benar kehilangan kendali. Raka melirik ke arah TV dan masih melihat penjaga yang mengawasi Amira. Raka melihat HT alat komunikasi Saras dan Bodyguard tersebut. Dia benar-benar harus hati-hati dengan Saras.


Raka menciumi Saras dari belakang, dan sampai di telinga Saras.


" Saras, aku tidak suka jika bercinta, melihat TV itu menyala," bisik Raka.

__ADS_1


Saras mendongak kebelakang dan melihat TV masih menyala.


" Aku akan mematikannya," jawab Saras dengan napasnya naik turun, Raka menyetopkan tangan Saras ingin mengambil remote. Raka membalikkan tubuh Saras, lalu mendekatkan bibirnya pada wajah Saras.


" Kamu tinggal suruh mereka pergi, aku tidak mau mereka mendengar suara indahmu, karena aku akan memulai semuanya," ujar Raka dengan lembut meyakinkan Saras.


Namun wajah Saras terlihat tidak percaya. Raka kembali mencium leher Saras seakan membuat Saras percaya kepadanya.


" Apa kamu sungguh ingin di dengar orang lain," bisik Raka mengigit ujung telinga Saras sehingga Saras menjerit kegelian.


" Kalau begitu bantu aku mengambil itu," tunjuk Saras pada meja di sebelahnya. Raka mengangguk tersenyum. Dan langsung mengambilnya.


Raka kembali membuat Saras terhanyut. Saras pun memberi tau anak buahnya meninggalkan Amira sendirian pasti dengan suara Saras yang sudah tidak beraturan.


Raka langsung meraih HT tersebut dan menjatuhkannya ke lantai mencium liar tangan Saras dan kembali membalikkan tubuh Saras. Sehingga telungkup kembali. Raka melirik ke arah TV dan melihat Amira benar-benar sendiri.


Raka yang tidak ingin berlama-lama melakukan hal yang lebih jauh, langsung mengambil tali piyama Saras dan mengikat ke-2 tangan Saras.


" Apa yang kamu lakukan?" tanya Saras panik. Raka menciumnya kembali.


" Ternyata kamu suka permainan seperti itu," ujar Saras dengan suara manjanya.


Saras tersenyum dan membiarkan Raka melakukannya. Raka menarik napas panjang dan melihat di atas meja ada sapu tangan dengan cepat. Raka mengambilnya dan menutup mata mulut Raka dengan sapu tangan itu dengan kuat.


" Rakkkk," Saras sampai tidak bisa berucap. Raka pun bangkit dari tempat tidur ke Tika Saras benar-benar sudah di ikat.


" Kemana dia," batin Saras yang kehilangan sentuhan.


Saras membalikkan badannya dan melihat Saras memakai pakaiannya. Membuat mata Saras membulat sempurna.


" Ra, Si...," entah apa yang di katakan Saras. Raka hanya melihat Saras sambil mengkancing satu persatu kemejanya. Sementara Saras yang ingin berteriak.


" Sialan, dia menipuku," batin Saras dengan geram.


" Aku tidak sudi tidur dengan mu, kau sungguh murahan Saras, kau mengorbankan anak kecil demi ke egoisan mu," kecam Raka. Tidak menunggu lama-lama. Raka langsung ke luar dari kamar yang menjijikkan itu.

__ADS_1


" Emmmmm," Saras hanya berusaha menjerit.


" Sial, dia benar-benar menipuku," batin Saras menjerit di dalam hatinya.


Dengan hati-hati Raka mencari di mana keberadaan Amira. Untuk semua penjaga benar-benar telah keluar. Jadi Raka bisa leluasa untuk menemukan Amira. Tetapi Raka tetap hati-hati.


Sementara, Raihan, Alex dan Sony sudah sampai lokasi. Mereka melihat banyak penjagaan di Luar.


" Sial, banyak sekali yang mengawasi rumah ini," desis Alex.


" Itu mobil Raka?" tunjuk Sony melihat mobil Raka berada di depan Rumah besar itu.


" Bagaimana ini?" tanya Alex.


" Kita turun, tidak ada gunanya di sini, Raka sepertinya ada di dalam," ujar Raihan menebak.


" Benar ayo kita turun, kita harus selamatkan Amira," sahut Alex. Ke-3 pria itu pun akhirnya ke luar dari mobil.


Penjaga langsung melihat 3 pria tampan itu tanpa peduli menghampiri rumah.


" Siapa mereka?" tanya Salah satu Bodyguard.


" Aku akan pada Bu Saras," sahut yang satunya dan bergerak masuk. Tetapi langsung di tahan temannya.


" Jangan, Bu Saras sedang enak-enakan, nanti dia marah, kita hadapi saja mereka," cegah bodyguard yang satunya. Temannya langsung mengangguk dan mereka pun mendekati. Raihan, Alex dan Sony. Bodyguard itu tidak tau saja kalau Saras sudah di ikat Raka.


Setelah lama mencari akhirnya Raka berada di depan sebuah kamar. Raka memegang kenopi pintu dan ternyata pintunya di kunci.


Raka berusaha membuka pintu tanpa menimbulkan berisik. Sampai akhirnya pintu terbuka. Dugaan Raka tepat. Amira ada di kamar itu. Amira duduk di sudut ruangan memeluk ke-2 lututnya dengan kepalanya menunduk.


" Amira," lirih Raka. Amira langsung mengangkat kepalanya dan kaget melihat Om kesayangannya.


" Om Raka," teriak Amira langsung berlari. Raka berlutut dan memeluk Amira.


" Amira maafin om, Om baru bisa datang, maafin om sayang," ujar Raka dengan mata berair memeluk Amira erat.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2