
Pagi hari kembali tiba Nayra bangun dari tidurnya, Nayra menggerakkan tubuhnya yang masih mengantuk. Tangannya di renggangkannya di atas kepalanya. Lalu iya duduk dengan lemas.
" Jam berapa sekarang," gumamnya langsung melihat jam bekernya, " untung aku tidak kesiangan," ujarnya lagi
Tingnong - tingnong, suara bel Apertemennya berbunyi.
" Siapa pagi-pagi buta seperti ini datang," ujarnya langsung bangkit dari duduk nya.
Nayra yang masih menggunakan piyamanya, Langsung keluar kamar membuka pintu. Sebelum membuka pintu Nayra melihat dulu dari layar monitor siapa yang datang bertamu kerumahnya.
" Andini," gumanya melihat Andini yang berdiri didepan pintu. Nayra pun langsung membuka pintu.
" Andini," sapanya dengan senyum.
" Hay, baru bangun?" tanya Andini.
" Hmmm... hahaaaa," jawabnya sambil menguap menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
" Ya sudah sana mandi, aku bawain kamu makanan," ujar Andini langsung masuk dan melewati Nayra yang masih mengumpulkan nyawanya di depan pintu.
Nayra pun menutup pintu dan mengikuti langkah Andini yang sekarang menuju dapur.
" Kamu bawa apa?" tanya Nayra menuang air dari despenser.
" Nasi goreng, buatan eyang, kamu mandi aja aku akan siapin sarapan kami," ujar Andini, mulai sibuk mencari piring untuk memindahkan hidangan itu.
" Ya sudah, aku mandi dulu," ujar Nayra selesai meneguk air putih langsung meninggalkan dapur.
Tidak berapa lama, akhirnya Nayra sudah mandi dan sudah siap untuk berangkat kekantor. Nayra memakai dress pink, rambutnya di gerai tanpa memakai pita atau aksesoris rambut. Makeup Nayra juga sangat Natural.
Nayra mengambil tas dan hanphonnya langsung keluar kamarnya. Nayra menghampiri dapur yang Andini juga sudah selesai menghidangkan sarapan untuk sahabatnya.
" Sorry nunggu lama," ujar Nayra duduk
" Tidak apa-apa, tidak terlalu lama," sahut Andini mengambil piring dari depan Nayra dan mengisinya nasi goreng dan telur ceplok.
" Thank you," ujar Nayra meraih piringnya.
" Sama-sama," sahut Andini juga ikut mengisi piringnya.
" Kamu rajin banget, datang pagi-pagi cuma buat antar ini," ujar Nayra mulai mengunyah makanannya.
" Tidak, aku hanya sekalian lewat, lagi pula aku tau kamu pasti tidak akan sarapan," tebak Andini.
" Kamu tau aja," sahut Nayra dengan santai.
Andini menatap Nayra lama. Nayra makan begitu lahap. Jika bukan dia, memang Nayra bisa saja tidak akan sarapan sampai kapanpun. Karena jiwa pemalas Nayra untuk makan tidak pernah hilang.
" Nay, kamu harus jaga kesehatan," ujar Andini cemas.
" Aku selalu jaga kesehatan," jawab Nayra.
" Bukan hanya kesehatan, tetapi pola makanan kamu yang harus teratur, kamu tidak bisa melakukan apapun sendirian, aku sudah sering sarankan kamu untuk memiliki asisten rumah tangga agar ada yang mengatur makan kamu," ujar Andini. Nayra hanya tersenyum dalam makannya.
" Andini aku kan sudah katakan, aku masih bisa melakukannya sendiri, kalau soal makan aku bisa makan di luar. Kadang kalau aku kesiangan aku makan di kantor kok, kamu jangan khawatir tidak makan sehari tidak akan membuat aku kehilangan nyawa," ujar Nayra mengunyah makanannya.
__ADS_1
" Tetapi tidak mengatur pola makan yang benar, akan membuat kamu kehilangan nyawa," sahut Andini serius.
" Hahahaha," mendengar ucapan Andini, Nayra hanya tertawa, " ada-ada saja pemikiran kamu, sampai sejauh itu,"
" Aku serius," ujar Andini.
" Iya, aku tau, kamu khawatir tentang ku. Kamu tenang saja aku akan jaga pola makanku. Lagi pula aku tidak ingin membuat sahabatku menjadi khawatir," ujar Nayra dengan senyum lebarnya.
" Kamu harus janji," ujar Andini. Nayra mengedipkan pelan matanya meyakinkan temannya.
" Iya aku janji, sudah lanjutkan makannya, aku hampir terlambat," ujar Nayra melihat arloji di tangannya.
" Biar aku yang antar," tawar Andini.
" Thanks you," sahut Nayra.
" Kenapa nggak beli mobil aja sih Nay?" tanya Andini.
" Ahhhhh, tidak ada gunanya uangnya bisa di pakai untuk yang lain," sahut Nayra dengan santai. Andini hanya mengangguk-angguk. Sangat sulit menebak jalan pikiran sahabatnya itu.
*************
Raina harus pergi ke Luar kota, karena ada urusan penting. Ada pertemuan dengan beberapa Editor penulis Novelnya.
Raihan tidak peduli dengan penolakan Nayra yang akan menjadi Sekretarisnya. Pada akhirnya Raihan juga yang menang. Jika Nayra sudah menjadi Sekretarisnya.
Nayra harus kembali pasrah, dan harus lebih berhati-hati dalam bekerja. Karena dia yakin jika melakukan kesalahan sekecil apapun pasti Raihan akan mengambil kesempatan untuk menindasnya.
Baru hari pertama menjadi Sekretaris Raihan, tumpukan berkas di meja kerja Raina sama sekali tidak berkurang. Ada saja pekerjaan dari Raihan.
" Nay nggak makan siang," ajak salah satu karyawan lewat dari depan Nayra, melihat kesibukan Nayra.
Anita dan ria pun menghampiri Nayra yang melihat Nayra tidak masih sibuk bekerja.
" Nay, belum makan siang?" tanya Ria.
" Belum duluan aja, lagi nanggung," sahut Nayra.
" Nanggung gimana orang banyak gini," sahut Anita.
" Udah kalian buruan sana makan siang, nanti gue nyusul," usir Nayra.
" Ya sudah kita duluan ya," ujar Anita pamit.
" Hmmm," jawab Nayra dengan deheman. Nayra tetap serius melanjutkan pekerjaannya.
Ting pesan wa tiba-tiba masuk, Nayra langsung mengambil ponselnya dan membukanya.
..." Nayra Kapan kamu mengunjungi mama, mama butuh uang, kamu kan tau sendiri suami mama tidak bekerja lagi," pesan chat datang dari ibunya. Nayra hanya akan di chat kalau sedang membutuhkan uang....
" Hahahaha," Nayra melepaskan napasnya perlahan, " sekali-kali di tanya kek, Nayra kamu apa kabar, mama kangen sama kamu," gerutunya dengan bibir kerucutnya.
Nayra menegakkan ke-2 siku tangannya di atas meja, menghapus wajahnya dengan kasar. Menenggelamkan wajahnya di ke-2 tangannya. Nayra steres dengan mamanya yang jika ada maunya pasti baru akan menghubunginya.
" Apa yang kau lakukan," tegur Raihan membuat Nayra tersentak kaget.
__ADS_1
" Ha," sahut Nayra gugup, melihat Raihan sudah berdiri di sampingnya.
" Ha_ha_, apa yang kau lakukan?" tanya Raihan sekali lagi.
" Apa dia tidak melihat jika aku sedang bekerja," batin Nayra.
" He, kalau di tanya di jawab," ujar Raihan menekan suaranya.
" Memang anda tidak melihat, saya sedang menyelesaikan pekerjaan yang anda berikan," ujar Nayra.
" Kau tidak melihat ini sudah jam makan siang, seharusnya kau bisa lebih disiplin, jika waktunya bekerja maka bekerja. Jika sudah waktunya makan siang maka makan siang," ujar Raihan.
Nayra mengkerutkan dahinya mendengar omongan Raihan.
" Tumben banget dia punya pikiran kayak gitu," batin Nayra tidak habis pikir.
" Malah melamun, sana buruan makan!" ujar Raihan dengan tegas, Nayra mendengus, ya tidak masalah baginya. Memang itu maunya.
" Baik," sahut Nayra mematikan laptopnya.
" Nayra," panggil seseorang. Nayra dan Raihan melihat kearah suara yang memanggil.
" Pak Angga," sapa Nayra tersenyum tipis melihat Angga menghampirinya.
" Ngapain lagi dia di sini," batin Raihan kesal.
" Pak, Angga ada apa?" tanya Nayra berdiri.
" Tidak, tidak ada apa-apa, saya kebetulan lewat dan ini sudah waktunya makan siang, saya ingin mengajak kamu untuk makan siang," ujar Angga.
" Oh kebetulan saya juga....."
" Dia tidak bisa pergi, kita ada meeting di luar," sahut Raihan tiba-tiba, membuat Nayra bingung dan langsung menoleh ke arah Raihan.
" Ayo cepat jangan buang waktu!" ujar Raihan.
" Tapi, tadi kan....," Nayra bingung dan menjadi gugup.
Tidak berpikir lama Raihan langsung menarik tangan Nayra dan membawanya pergi dari hadapan Angga. Nayra yang sudah ditarik langsung mengambil tasnya.
" Maaf pak Angga," ujar Nayra melewati Angga dan merasa tidak enak.
Angga menghela napasnya.
" Apa maumu sebenarnya Raihan," desis Angga mulai merasa tidak nyaman dengan tindakan Raihan yang selalu suka-sukanya dalam bertindak.
Raihan dan Nayra sudah berada di depan mobil, Nayra merasa pergelangan tangannya sakit langsung melepaskan dirinya.
" Sakit," protes Nayra, " kapan kita ada meeting," ujar Nayra terus memegang pergelangan tangannya.
" Masuk!" titah Raihan.
" Tidak, bukannya tadi kau menyuruhku untuk makan siang, kenapa sekarang membawaku kemari," protes Nayra lagi.
" Sudah masuk jangan banyak cerita," ujar Raihan mendorong tubuh Nayra, memaksanya masuk kedalam mobil.
__ADS_1
Sangat mudah untuk Raihan memasukkan Nayra kedalam mobil. Raihan pun langsung masuk ke dalam mobil.
... Bersambung..........