
Alex bersiap-siap di depan cermin dengan memakai dasinya yang mungkin Alex akan pergi kekantor hari ini.
" Sayang sarapannya sudah selesai," sahut Andini yang memasuki kamar dengan tiba-tiba.
" Iya tunggu sebentar ini juga akan selesai sebentar lagi," sahut Alex.
" Sini biar aku bantuin," sahut Andini yang langsung menghampiri sang suami dan membantu suaminya memakaikan dasi. Alex tersenyum dan mengecup lembut kening Andini.
" Makasih ya," sahut Alex. Andini mengangguk.
" Oh iya sayang, bagaimana dengan masalah Karen. Apa kamu sudah memastikannya?" tanya Andini yang juga tidak mendapat kabar apa-apa dari suaminya itu.
" Sudah sayang. Aku sudah memastikannya?" jawab Alex.
" Lalu. Apa kebenarannya. Dugaanku benarkan. Kalau Karen memang sudah menikah dan suaminya adalah klien kamu?" tanya Andini penasaran dengan wajahnya yang begitu serius.
" Iya kamu benar. Karen sudah menikah dan pak Danu klienku adalah suaminya," tegas Alex membuat Andini terkejut mendengarnya.
" Tuh, kan dugaan aku benar. Gila ya tuh perempuan," ujar Andini geram sampai tidak sadar menarik dasi suaminya dan membuat suaminya tercekik.
" Sayang pelan-pelan dong sakit tau," sahut Alex mengeluh.
" Maaf sayang, aku Tidka sengaja. Soalnya aku kesal banget dengan Karen yang bisa-bisanya menipu kak Angga," sahut Andini geram dengan Karen.
" Aku juga terkejut mendengar kebenaran itu," sahut Alex yang juga tidak percaya.
" Tunggu dulu deh, kak Angga memang nggak taukan kalau Karen sudah menikah. Dia memang tidak merusak rumah tangga orang kan," sahut Andini yang tiba-tiba kepikiran.
" Tidak Andini. Angga memang tidak tau siapa Karen sebenarnya dan bagaimana asal-usul Karen. Dia benar-benar tidak mengetahui hal itu yang dia tau Karen wanita singel yang belum menikah. Dia tidak tau jika Karen sudah menikah dan mempunyai seorang anak," jelas Alex dengan yakin.
" Kasian kak Angga. Bisa-bisanya di tipu oleh wanita seperti Karen. Sejak pertama bertemu aku memang sudah melihat aura-aura tidak sedap. Dia seperti wanita ular yang berbisa," ucap Andini semakin geram.
" Itulah manusia, kita juga tau kenapa Karen harus selingkuh dengan suaminya dan malah berpacaran dengan pria single," sahut Alex yang juga bingung.
" Hmmm, memang benar-benar aneh. Lalu bagaimana apa kamu sudah memberitahu suaminya tentang istrinya yang tidak beres itu?" tanya Andini.
__ADS_1
" Andini, aku tidak bisa mencampuri urusan keluarga mereka. Jadi aku tidak ada hal untuk memberi Pak Danu masalah istrinya," jelas Alex.
" Lalu kak Angga sendiri bagaimana. Kamu sudah memberi tahu tentang wanita itu?" tanya Andini lagi.
" Belum sayang," jawab Alex.
" Lalu kapan keburu Karen semakin bertingkah," sahut Andini yang geram, " Kalau begitu biar aku saja yang memberi tahu kak Angga," sahut Andini yang tampak tidak sabaran.
" Andini, bersabarlah. Besok Angga ulang tahun dan di sana kita akan ungkap kebenarannya," ujar Alex yang sudah merencanakan sesuatu.
" Ulang tahun. Memang kak Angga merayakannya?" tanya Andini yang belum mendapat kabar apa-apa.
" Iya sayang. Angga akan merayakan ulang tahunnya di vila mereka di Ancol. Tante Kayla tadi sudah menelpon. Aku dan Raihan sedang merencanakan sesuatu. Di mana Karen akan ketahuan oleh pacarnya Angga dan juga oleh suaminya Pak Danu," jelas Alex.
" Maksud kamu. Kamu sama kak Raihan akan membongkar kebusukan Karen di acara ulang tahun kak Angga?" tanya Andini menerka-nerka.
" Hmmm, kamu benar sayang. Kita akan membongkar semua kebusukannya di depan suaminya dan juga pacarnya. Jadi hal itu lebih terkesan tidak mencampuri urusan rumah tangga orang lain dan biar Karen yang mengatasi situasi yang di sebabkan oleh dirinya sendiri dan mendapat pelajaran dari perbuatannya yang sudah menghiyanati keluarganya dan juga menipu Angga," jelas Alex dengan lengkap. Andini terlihat menyimak dengan mengangguk-angguk.
" Hmmm, begitu rupanya. Baiklah kalau begitu. Aku serahkan semuanya kepada kamu dan kak Raihan dan semoga semuanya lancar," sahut Andini merasa jauh lebih tenang.
" Iya kita akan doakan semuanya lancar," sahut Alex.
" Nanti sore kita akan kesan. Karena Raihan, Nayra dan kita juga akan berangkat nanti sore. Tetapi Carey dan Dion belum ketahuan. Kalau pekerjaan Dion cepat selesai mereka ikut bersama kita. Tetapi kalau tidak mungkin besok pagi akan berangkat," jawab Alex dengan lengkap.
" Oke kalau begitu. Tidak masalah. Yang penting semuanya beres," sahut Andini tersenyum. Alex mengangguk dan juga ikut tersenyum yang akhirnya mereka bisa menolong sahabat mereka sebelum semuanya terlambat.
**************
Dara keluar dari kamarnya dengan memegang ponselnya yang di telinganya yang sepertinya sedang menerima telpon.
...📞" Baiklah, Tante, mungkin kalau tidak nanti sore besok Dara akan sampai," ujar Dara dalam telponnya....
...📞" Hmmm, iya Tante, sama-sama," sahut Dara yang menutup telponnya....
" Aku sampai melupakan ulang tahun Angga. Malah belum beli hadiah lagi," sahut Dara geleng-geleng dan berjalan menuju dapur.
__ADS_1
Ternyata Vira sedang ada di dapur yang sedang mengaduk minuman jus alpukat dan Vira terlihat menuangkan sesuatu kedalam minuman itu dari dalam botol kecil yang tidak tau apa isinya.
" Vira!" tegur Dara tiba-tiba. Vira yang membelakangi Dara tersentak kaget dan langsung cepat-cepat menyembunyikan botol kecil itu.
" Heh, Dara, kamu sudah bangun," sahut Vira membalikkan tubuhnya dengan penuh kegugupan.
" Hmmm, iya. Kamu sedang apa?" tanya Dara.
" Oh, ini aku sedang membuatkan kamu minuman," jawab Vira yang melangkah mendekati Dara.
" Kamu baik sekali sampai repot-repot menyiapkan ku minuman ini," sahut Dara tersenyum saat tangannya meraih gelas jus itu.
" Tidak repot. Aku justru senang, bisa melakukan hal kecil untukmu," sahut Vira tersenyum manis.
" Minumlah!" sahut Vira mempersilahkan.
" Terima kasih," sahut Dara mengaduk-aduk minuman itu.
" Hmmm, oh iya Vira. Kamu mau ikut tidak ke acara ulang tahun Angga besok?" tanya Dara yang belum meminum minuman itu.
" Di mana?" tanya Vira.
" Di Ancol di Villa keluarga mereka. Kalau kamu ikut biar kita berangkatnya nanti sore," sahut Dara.
" Nanti aku pikirkan. Sebaiknya kamu minum dulu. Nanti kalau kelamaan. Jadi tidak enak," sahut Vira yang tampak mendesak.
" Hmm, baiklah," sahut Dara tersenyum dan mendekatkan gelas kebibirnya yang dara memang tidak tau jika minuman itu sudah tercampur sesuatu.
" Minumlah Dara! kamu harus berakhir di sini. Jika kehadiran kami hanya sebagai parasit. Kamu sebaiknya harus mati," batin Vira yang sepertinya punya niat buruk kepada Dara yang sepertinya ingin menyinggirkan Dara.
Vira begitu menunggu-nunggu minuman itu sampai kemulut Dara dan sedikit demi sedikit yang akan sampai kebibir itu.
Tingnong. Bunyi bel membuat Dara tidak jadi meminumnya dan Vira terlihat membuang napasnya kasar.
" Siapa yang datang pagi-pagi begini. Biar aku lihat dulu," ujar Dara yang langsung meletakkan gelas itu dan pergi membuka pintu.
__ADS_1
" Ishhhh, sial. Kenapa sih gagal segala," batin Vira dengan kesal.
Bersambung