Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 411


__ADS_3

Mata ke-2 pasangan itu masih saling melihat dengan perasaan yang hanya mereka yang tau bagaimana perasaan itu.


Mata Della tiba-tiba turun pada ujung bibir Angga yang terdapat noda bumbu kacang. Tangan Della yang terlihat gemas. Tidak bisa melihat hal itu langsung mengusap lembut ujung bibir itu.


" Kamu makam belepotan," ujar Della dengan tersenyum kecil. Angga hanya terdiam dengan menatap Della dalam-dalam.


Lembutnya sentuhan wanita itu semakin membuat debaran di dalam sana semakin berdetak tidak menentu. Selesai membersihkan noda itu tangan Della beranjak dari tempat itu. Tetapi Angga langsung menahan tangan itu.


Angga meletakkan tangan itu di dadanya dengan dan membuat Della menatap dengan heran.


" Kamu bisa merasakan bagaimana jantungku begitu berdebar di saat kamu di dekatku saat tangan mu menyentuhku. Jangan menyiksa diriku Della," ujar Angga Della diam dan menatap Angga.


" Mungkin jantungku jauh lebih bergetar Angga, bahkan kamu tidak akan mengerti apa maksud dari getaran itu," batin Della.


" Della mari memulai semuanya. Aku ingin kita kembali seperti dulu Della. Aku kamu berada di sisiku dengan nyata. Aku mencintaimu Della. Aku sangat mencintai," ujar Angga yang kembali mengungkapkan isi hatinya.


" Aku mengatakan ini bukan Karena hubunganku selesai dengan Karen. Aku tidak bermaksud untuk mempermainkanmu. Selesai dengan Karen lalu kembali mendekatimu, sungguh Della aku tidak pernah bermaksud hal itu," ujar Angga yang terus menerus mengungkap isi hatinya kepada wanita yang masih tetap diam di dekatnya itu.

__ADS_1


" Della aku berpacaran dengan Karen hanya untuk pelampiasan hati ku yang tersiksa. Karena aku tidak bisa kembali bersamaku. Cintaku masih tetap sama kepadamu dan cinta yang menyakitkan itu ingin aku kubur dengan menjalin hubungan baru kepada wanita lain. Tetapi tidak bisa Della apa yang aku lakukan ternyata sungguh menyiksaku," ujar Angga lagi berusaha meyakinkan Della.


" Ya Allah aku juga mencintai pria ini. Tetapi aku merasa tidak pantas bersamanya. Aku juga telah menyakiti Pria ini. Aku bisa Angga merasakan ketulusan mu. Aku telah menyakitimu hanya karena tidak ingin menyusahkanmu. Aku telah berbohong mencinta Ramah dan juga menyalahkan mu atas apa yang terjadi kepadaku. Aku berusaha untuk menjauhkan mu dari ku. Karena aku tidak ingin kamu harus bersama dengan wanita cacat seperti ku," batin Della dengan terus menatap Angga.


" Angga aku selalu menginginkanmu pergi dari sisiku. Aku ingin kamu bahagia dengan wanita yang tepat. Tetapi di saat semuanya sesuai dengan apa yang aku inginkan. Aku bahkan merasakan sakit. Ada sesak di dada ini. Ada rasa cemburu, ada rasa ketik relaan di saat kamu harus bersama wanita lain,"


" Andai saja Angga aku tidak cacat mungkin kita sudah bisa bersama. Tapi aku tidak mungkin egois hanya karena cinta membuat mu harus mengalami kesulitan," Della terus berbicara di dalam hatinya dengan perasaan yang di alaminya dilema dengan beberapa permasalahan yang membuat dia dan Angga terdapat jarak.


" Della kenapa kamu diam. Apa kamu tidak akan memberiku kesempatan untuk memulai semuanya. Apa yang menjadi hambatan untukku Della. Kamu bilang kamu masih mencintai Ramah waktu itu. Tetapi Ramah sudah tidak ada Della dan aku merasa kamu hanya membohongi ku. Aku bisa melihat kamu tidak pernah mencintai Ramah. Aku bisa melihat kamu hanya mengalihkan semuanya," ujar Angga yang semakin mendekatkan diri pada Della dengan memegang kuat tangan Della.


" Della kenapa harus membohongi hatimu. Kenapa harus menyakiti perasaanmu sendiri Della. Jika masih mencintaiku. Maka mari bersama Della. Mari kita mulai semuanya kembali dari awal. Aku mencintaimu mari Della kita mulai semua dari awal tanpa menyiksa diri kita sendiri," ujar Angga lagi yang terus menerus meyakinkan Della.


Mata Della berkaca-kaca dengan kata-kata Angga yang dia ketahui betapa tulusnya itu. Hatinya begitu bergetar saat kata-kata itu keluar dari mulut Angga.


" Della, aku mohon," ujar Angga lagi dengan suara serak yang mengusap lembut pipi Della menatap Della dengan matanya yang penuh harapan sampai membuat Della mengalihkan pandangannya menunduk kebawah.


" Aku tidak bisa," sahut Della dengan suara napas beratnya. Ada kekecewaan di dalam diri Angga saat mendengar 3 kata itu. Angga kembali memegang ke-2 pipi Della sehingga wajah Della terangkat dan kembali sejajar padanya dan terlihat air mata menetes di dari kelopak mata itu.

__ADS_1


" Kenapa Della? tanya Angga dengan mata berkeliling menatap mata itu untuk mencari jawaban itu. Kenapa Della wanita yang di cintainya begitu sulit untuk membuka hatinya kembali.


" Della, kasih aku alasan kenapa kamu tidak bisa menerima. Kasih aku alasan kenapa kamu kamu terus mengabaikan perasaanku. Kasih aku alasan Della kenapa tidak ada kesempatan untukku," ujar Angga yang terus mempunya harapan yang banyak.


" Aku tidak pantas untukmu Angga. Aku adalah wanita cacat yang tidak pantas untuk bersanding atau mendapatkan cintamu. Aku tidak pantas Angga," jawab Della dengan suara beratnya yang memberikan alasannya kepada Pria di depannya itu.


" Aku tidak pernah melihat kekurangan yang ada dalam dirimu. Bukannya kamu yang mengatakannya kepadaku. Jika apa yang terjadi kepada kamu adalah perbuatan ku. Lalu kenapa mempermasalahkan keadaanmu. Della apa yang terjadi padamu adalah tanggung jawabku. Kamu adalah tanggung jawabku, berhentilah Della merasa kamu tidak pantas. Aku tidak pernah melihat apa yang ada di dalam dirimu Della," ujar Angga yang terus meyakinkan Della.


" Cukup Angga, aku tidak ingin membuatmu kesulitan. Jadi aku mohon jangan memaksaku," ujar Della yang masih tetap keras kepala.


" Aku.. mpp," Angga langsung menutup mulut Della dengan bibirnya yang terlalu banyak bicara dengan penolakan. Apa yang di lakukan Angga membuat Della kaget dengan membulatkan matanya dan Angga melepas kecupan itu dan melihat wajah Della yang masih terlihat begitu terkejut.


" Kali ini aku tidak akan mendengarkanmu Della. Kamu mencintaiku dan maaf jika aku harus bertindak. Aku tidak akan kehilanganmu lagi atau melepaskanmu. Aku sudah mengatakan aku yang bertanggung jawab dengan keadaanmu dan aku tidak akan menerima penolakan yang kamu katakan lagi. Aku tidak akan mendengarkan penolakan-penolakan itu lagi. Aku mencintaimu dan kamu mencintaiku. Jika saling mencintai maka tidak ada masalah," ujar Angga menegaskan yang membuat Della heran.


" Apa maksud kamu?" tanya Della. Angga tidak menjawab Angga meletakkan tangannya di pundak Della dan satu lagi di bawah ke-2 tengkuk Della dan menggendong Della ala bridal style membuat Della kaget yang tiba-tiba dia sudah terangkat.


" Angga kamu mau ngapain, Angga turunkan aku," ujar Della dengan wajah paniknya dan Angga tetap diam yang seolah-olah tidak mempedulikannya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2