Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 142.


__ADS_3

" Pergi kalian semua pergi, pergi dari sini pergi," teriak Nayra yang langsung histeris ketika siuman.


Saat bangun Nayra langsung histeris seperti orang gila.


" Nayra tenang ini aku Andini," Andini mencoba menenagkan Nayra yang sedari tadi tidak bisa di kendalikan nya.


Nayra begitu ketakutan terus telinganya dengan ke-2 tangannya. Bahkan dia terus mendorong Andini yang mencoba mendekatinya. Dia sangat takut bertemu dengan orang-orang. Dia terus menunduk menutup telinga.


" Pergi aku katakan pergi, aku mohon jangan ganggu aku, jangan paksa aku, aku mohon pergilah, aku mohon," ujar Nayra yang menangis memohon agar tidak di sakiti.


" Nayra aku tidak menyakiti mu, Nayra tenanglah," Andini masih berusaha menagani sahabatnya yang histeris.


Nayra yang semakin tidak terkontrol mendorong kuat Andini sampai Andini jatuh ke lantai.


" Andini," Alex yang tiba-tiba datang langsung membantu Andini.


" Kamu tidak apa-apa?" tanya Alex membantu Andini berdiri.


Nayra yang semakin ketakutan, melihat Gunting di atas meja dan langsung mengambilnya.


" Nayra apa yang kamu lakukan," teriak Andini mencoba mendekati Nayra.


" Pergi kalian dari sini, jangan menyentuhku," ujar Nayra semakin histeris bahkan mengarahkan gunting ke perutnya.


" Nayra tenang, jangan lakukan itu, tenanglah Nayra," Alex mencoba mendekati Nayra dengan tangannya yang mencoba mengambil benda tajam itu.


" Jangan mendekat aku bilang pergi, aku tidak akan membiarkan kalian menyentuhku. Kalian pikir Raihan akan melepaskan kalian, dia akan membunuh kalian, Raihan akan membalas perbuatan kalian," teriak Nayra.


" Iya Raihan akan membalas kami, sekarang lepaskan ya," bujuk Alex yang berusaha mengambil gunting itu.


" Pembohong, Kalian pembohong, dia tidak akan datang, kalian tidak akan memberitahukannya, kalian tidak akan memberitahunya, kalian pembohong," teriak Nayra yang semakin histeris.


" Raihan akan datang percayalah, dia akan menyelamatkan kamu percayalah," bujuk Alex. Nayra menggeleng-geleng tidak percaya.


" Aku tidak akan membiarkanmu, menyentuhku, tidak akan. Aku harus mati agar tidak di sentuh olehmu, aku harus mati, harus," pikiran Nayra benar-benar kosong, dia sangat takut di sentuh.


" Nayra aku mohon jangan lakukan itu, kak Raihan akan menolongmu percayalah," bujuk Andini dengan cucuran Air mata melihat Nayra yang benar-benar hancur.


Pikiran Nayra semakin kosong, tidak ingin di sentuh oleh siapapun. Nayra ingin mengakhiri hidupnya. Raihan yang yang sudah berada di depan pintu melihat Nayra yang ingin menusuk dirinya langsung berlari.


" Nara," teriak Raihan berhasil menarik benda tajam itu dan membuangnya ke lantai.


Hhhhhh Alex bernapas lega saat gunting itu sudah berada di lantai.


" Pergi, jangan menyentuhku, pergi," teriak Nayra semakin histeris.

__ADS_1


Raihan duduk di depannya memengang ke-2 pipi Nayra.


" Tenanglah Nara," ujar Raihan yang begitu mencemaskan Nayra. Melihat Nayra yang histeris seperti orang gila.


" Pergi, kalian pembohong, Raihan tidak akan datang, dia tidak akan menolongku, dia tidak akan datang," teriak Nayra yang histeris memukul-mukul dada Raihan.


Raihan langsung memeluknya erat. Tetapi Nayra terus memberontak.


" Aku datang, aku tidak mungkin tidak akan menolongmu, aku selalu bersamamu, aku tidak akan meninggalkanmu," ujar Raihan dengan air matanya yang terus jatuh memeluk Nayra


" Pembohongan kalian pembohong, aku mohon tolong panggil Raihan, aku mohon panggil Raihan. Jika tidak tidak datang aku akan hancur, aku mohon panggil dia, aku ingin dia menyelamatkanku," Nayra terus histeris di dalam pelukan Raihan.


" Ini aku Nara, aku Raihan, aku tidak akan membiarkan semuanya terjadi lagi, aku akan menolongmu," ujar Raihan yang terus memeluk Nayra.


" Aku ingin dia bersamaku, aku mohon panggil dia," ujar Nayra yang terus menyebut nama Raihan.


Suaranya semakin pelan bahkan tidak memberontak lagi dan akhirnya Nayra pingsan di pelukan Raihan.


" Maafkan aku, aku tidak seharusnya membiarkan ini terjadi, maafkan aku," ujar Raihan yang terus memeluk erat.


Raihan bisa merasakan. Betapa ketakutannya Nayra. Andini melihat ke hancuran sahabatnya menangis tersedu-sedu.


" Kenapa kak Carey dan kak Angga tega melakukan ini," batin Andini yang sangat marah kepada Carey dan Angga.


Zira dan Raina tidak bisa menahan air mata mereka ketika melihat Nayra yang benar-benar trauma atas perbuatan Carey.


" Maaf kan Tante Nayra," batin Zira merasa bersalah dengan ke jadian yang menimpa Nayra.


" Kasian kamu Nayra, kamu harus mendapat perlakuan ini dari saudara kamu sendiri," batin Raina yang tidak bisa berkata apa-apa.


Dia masih tidak percaya Nayra mendapat kekerasan fisik yang mengerikan bahkan hampir di lecehkan. Bagaimana tidak trauma dalam hal itu.


**********


Setelah Nayra berhasil di tenangkan Raihan menemui Dokter. Raihan dan Dokter sudah duduk berhadapan.


" Kejadian yang di alaminya membuatnya mengalami trauma besar, dia akan terus mengingat apa terjadi kepadanya," jelas Dokter.


" Lalu apa yang harus saya lakukan Dok, agar Nara melupakan ke jadian itu?" tanya Raihan yang benar-benar hancur melihat efek dari perbuatan Carey.


" Pak Raihan, kita harus pelan-pelan melakukannya. Sepertinya cuma bapak yang di percayainya. Karena Bu Nayra sangat yakin cuma bapak bisa menyelamatkannya. Jadi tetaplah berada di sisinya dan berusaha untuk meyakinkannya jika hal buruk yang di alaminya tidak akan terjadi lagi. Di setiap Bu Nayra bangun. Kejadian tadi akan terulang kembali dia akan terus histeris jika melihat orang-orang," jelas Dokter lagi.


" Saran saya, jangan pertemukan dia dengan siapapun. Dia menganggap semua orang sama. Orang yang bisa menyakitinya. Jadi tetaplah berada di sisinya, seperti yang saya katakan, yakinkan terus Bu Nayra. Maka taraumanya akan hilang secepatnya," lajut Dokter memberi saran.


" Lalu bagaimana dengan ingatannya kepada yang lain, teman-temannya atau orang terdekatnya?" tanya Raihan.

__ADS_1


" Seperti yang saya katakan. Saat ini dia hanya melihat orang-orang yang di dekatnya hanya untuk menyakitinya. Jadi Bu Nayra belum bisa mempercayai siapapun. Beruntung dia bisa mempercayai Bapak. Jadi terus yakinkan dia agar perlahan-lahan traumanya akan hilang," ujar Dokter terus memberi saran.


" Baiklah Dok, saya akan berusaha semampu saya untuk Nara. Dia pasti akan normal kembali.


***********


Setelah menemui Dokter, Raihan kembali keruangan perawatan Nayra. Raihan berdiri menatap Nayra yang tertidur.


Raihan menarik kursi kesamping tempat tidur Nayra. Lalu Raihan duduk. Raihan meraih tangan Nayra menggenggamnya dengan ke-2 tangannya meletakkan di pipinya dengan matanya yang bergenang.


" Maafkan aku, aku telah membiarkan semua ini terjadi, maafkan aku Nara," lirih Raihan yang meneteskan air matanya kembali.


Belakangan Raihan memang boros air mata melihat penderitaan kekasihnya.


" Aku tidak akan meninggalkanmu, tidak akan," ujar Raihan yang terus berjanji. Dia terus menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi ke pada Nayra.


**********


Farah juga baru mendapat kabar atas apa yang terjadi ke pada Nayra. Sekarang Farah sedang mengomeli menantu dan juga dan juga anaknya.


" Ini yang kalian inginkan, apa kalian sekarang puas melihat semua ini," Farah mengoceh di depan Addrian dan Zira.


Sementara Raina, Andini, dan Alex hanya duduk diam saja.


" Apa wanita yang akan kalian nikahkan dengan putra kalian adalah manusia. Dia sangat sanggup melakukan hal itu. Apa itu yang akan kalian jadikan menantu," ujar Farah yang terus menyalahkan Addrian dan Zira.


" Aku sudah mengatakan nikahkan Raihan dan Nayra. Jika mereka menikah semuanya tidak akan seperti ini, kalian hanya memikirkan ego kalian saja," ujar Farah.


Addrian dan Zira sama sekali tidak bisa berkutik sedikit pun.


" Keterlaluan! malang sekali nasib anak itu. Angga juga bisa-bisanya dia melakukan ini," geram Farah yang juga tidak habis pikir dengan perbuatan cucunya.


" Andini!" panggil Farah.


" Iya eyang," sahut Andini.


" Di mana Angga sekarang?" tanya Farah.


" Angga dan Carey sudah di kantor polisi, mereka sedang di proses," sahut Alex yang menjawab.


" Baguslah jika seperti itu, wanita itu memang pantas di penjara," desis Farah yang begitu geram dengan perbuatan Carey.


Karena Farah juga melihat Vidio rekaman itu. Sedari tadi dia hanya menahan dirinya. Jika bertemu dengan Carey mungkin Farah akan menelan Carey hidup-hidup.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนBersambung ๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน

__ADS_1


__ADS_2