Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 346


__ADS_3

Mendengar ucapan Raihan wanita Itu semakin emosi sampai sudah mengepal tangannya. Dengan wajahnya yang memerah dan giginya yang di rapatkan.


" Aku memberimu pilihan sekali lagi. Kau lakukan. Atau tubuhmu yang kau banggakan. Yang kau katakan milik istrimu akan kucabik-cabik sampai hewan saja tidak Sudi menyentuhnya," ujar wanita itu kembali memberi Raihan peringatan.


" Aku sudah mengatakan apa yang apa yang aku katakan dan itu tidak akan berubah sama sekali," ujar Raihan menegaskan sekali lagi.


" Kurang ajar!" teriak wanita itu dengan penuh kemarahannya.


Wanita itu langsung mengambil pakainya dan memakainya dengan cepat.


" Kau benar-benar menguji Kesabaranku. Aku sudah menunggu sangat lama. Tetapi kau malah menolakku dan menghinaku," teriak Paramitha.


" Aku hanya tidak ingin menghiyanati istriku," ujar Raihan mengaskan sekali lagi.


" Pengawal!" teriak Paramitha yang sudah memakai pakaiannya.


Raihan mendengarnya menarik napas panjang. Dan membalikkan tubuhnya melihat sudah ada 5 Pria di belakang wanita itu.


" Kau masih menyombongkan dirimu?" tanya Paramitha.


" Aku tidak menyombongkan diriku. Aku hanya tidak mau menghiyanati istriku dan itu sudah kukatakan berkali-kali. Aku lebih baik mati dari pada harus bersentuhan denganmu," " jelas Raihan menegaskan dan kembali memberi penghinaan pada Paramita.


" Kalian beri dia pelajaran!" teriak Paramitha dengan emosinya yang membara.


Beberapa orang itu langsung menjalankan perintah dari tuan mereka. Tetapi Raihan memberi perlawanan sehingga terjadi baku hantam di ruangan itu.


Raihan berusaha mengeluarkan semua tenaganya untuk mengalahkan orang-orang yang mengajarnya. Sementara wanita yang bernama Paramitha itu terus memantau perkelahian dengan wajahnya yang masih kesal.


Raihan melihat kearah jendela dan langsung mengambil kesempatan untuk melompat.


" Kejar dia!" teriak Paramitha.


Mereka langsung mengejar Raihan dan juga bukan hanya 5 orang tadi beberapa pengawal yang di luar juga ikut mengejar Raihan. Sampai Raihan masuk kehutan dan berusaha menyelamatkan diri dari kejar-kejaran orang itu.


" Aku bisa kabur. Nara tunggu aku. Aku akan kembali kepadamu. Aku tidak akan mengingkari janjiku," ujar Raihan di dalam hatinya sambil berlari kencang tanpa memakai alas kaki.

__ADS_1


Mengingat istrinya menambah kekuatan super untuknya. Istrinya adalah segala-galanya dia sudah berjanji akan pulang. Tidak perduli apa yang di lewatinya hutan rimba, ranting kayu yang diinjak bahkan duri tidak perlu untuknya. Asalkan dia bisa lolos dari tempat itu dan menemui Istrinya yang sedang mengandung.


Flassaon


Nayra mendengarkan cerita suaminya meneteskan air mata. Dia tidak percaya jika suaminya akan mengalami hal seburuk itu. Selama berbulan-bulan lamanya.


" Sampai akhirnya aku bisa sampai sini," ujar Raihan mengakhiri ceritanya pada istrinya.


Nayra memegang ke-2 tangan suaminya yang berada di atas meja makan.


" Lalu bagaimana setelah kamu lolos dari orang-orang itu. Berapa lama kamu berada di hutan itu sampai tiba kemari?" tanya Nayra yang bergetar mendengar nasib malang yang menimpa suaminya.


" Aku tidak tau berapa lama. Aku hanya berusaha untuk keluar dari hutan itu. Sampai akhirnya aku menemukan pemburu dan pemburu itu berbaik hati tanpa niat apa-apa membawaku keluar dari hutan itu," jawab Raihan.


" Lalu pemburu itu yang mengantar kamu ke Jakarta?" tanya Nayra penasaran dengan kelanjutan cerita dari suaminya.


" Tidak sayang. Dia juga tinggal di daerah yang jauh dari Jakarta. Aku tinggal bersamanya beberapa hari. Setelah aku merasa benar-benar bisa untuk pergi. Aku memutuskan kembali ke Jakarta. Dan kamu tau pemburu seorang itu menjual 1 ekor sapinya untuk biaya ku sampai kemari," ujar Raihan menjelaskan lagi pada istrinya.


" Dia baik sekali melakukan itu untukmu," ujar Nayra tidak percaya jika ada malaikat yang menyelamatkan suaminya.


" Lalu bagaimana dengan desa tempat kamu terdampar. Kenapa ada tempat seperti itu. Kasihan sekali orang-orang yang di sana. Bahkan wanita-wanita yang mungkin hanya pergi mencari keberuntungan tiba-tiba harus menjadi budak, lelehan oleh mereka," ujar Nayra yang juga prihatin dengan tempat yang lebih cocok di katakan sebagai neraka.


" Aku juga tidak tau sayang, nasib mereka pasti masih sama dan mungkin orang-orangnya akan bertambah karena seperti yang aku katakan tadi. Mereka yang tersesat atau yang terdampar akan di perbudak. Bahkan banyak yang di sengaja di ambil dari kota untuk di bawa ke sana," jawab Raihan dengan penjelasan.


" Itu berarti ada orang dalamnya di sini?" tebak Nayra.


" Aku juga berpikiran seperti dan memang pasti benar," ujar Raihan.


" Sayang apa mereka tidak bisa di selamatkan


Kasihan mereka jika berada di sana terus?" tanya Nayra.


" Aku sudah mengatakan kepadamu. Tim penyelamat yang mungkin tidak sengaja menemukan tempat itu malah menjadi budak di tempat itu, dan orang yang beruntung bisa selamat dari tempat itu," ujar Raihan.


" Apa kita bisa menyelamatkan mereka?" tanya Nayra. " Pasti ada cara bukan untuk menyelamatkan mereka," ujar Nayra yang kasihan dengan orang-orang yang di ceritakan suaminya.

__ADS_1


" Iya. Kamu tenang saja nanti kita akan bicarakan kepada pihak berwajib dan mungkin jika di laksanakan secara besar-besaran. Mereka akan terselamatkan," ujar Raihan yang juga punya niat untuk membebaskan orang-orang yang di perlakuan tidak manusiawi tersebut.


" Tapi dengan 1 syarat," ujar Nayra tiba-tiba. Membuat Raihan bingung.


" Syarat, syarat apa?" tanya Raihan mengkerutkan dahinya.


" Kamu jangan ikut kesana. Aku tidak mau kamu kenapa-kenapa lagi dan aku juga tidak mau jika wanita itu malah menggodamu lagi dan akhirnya kamu malah khilaf," ujar Nayra dengan wajah cemberutnya.


Raihan tersenyum melihat wajah istrinya yang sangat menggemaskan itu. Yang langsung cemburuan kepadanya.


" Aku tidak akan ikut. Aku tidak mau meninggalkan kamu satu hari saja. Lagian kamu benar aku juga takut khilaf karena kalau di lihat-lihat dia lumayan cantik," ujar Raihan.


Nayra langsung merapatkan giginya mendengar suaminya mengatakan wanita itu cantik di depannya.


" Kamu ini!" Nayra yang kesal memukul lembut Raihan. Raihan memang sengaja menggoda istrinya.


" Kamu pasti sudah melihat tubuhnya kan. Kamu pasti bohong. Saat dia membuka baju kamu pasti melihat dulu baru berbaik badan. Iya kan?" tanya Nayra dengan menunjuk suaminya.


Curiga dengan suaminya. Raihan me dengarnya tertawa cengengesan. Dengan kata-kata istrinya yang langsung sewot kepadanya.


" Kamu kok malah ketawa? tanya Nayra kesal.


" Ihhhh kamu mah," Nayra langsung membelakangi Raihan dia sudah mulai kesal dengan suaminya. Raihan semakin tersenyum melihat istirnya yang benar-benar sangat menggemaskan dan sudah lama itu tidak di lihatnya.


Raihan langsung membalikkan tubuh Nayra dan kembali ke hadapannya.


" Sayang aku tidak melakukannya. Secantik apapun dia. Tidak akan ada yang mengalahkan kecantikan kamu. Makanya aku rela mati agar tubuhku yang hanya milik istriku tidak di sentuh oleh wanita lain," ujar Raihan mengusap lembut pipi istrinya.


" Benar?" tanya Nayra. Raihan mengangguk. Nayra langsung memeluknya dengan erat.


" Jangan pergi lagi dari ku," ujar Naya.


" Tidak akan!" jawab Raihan mencium pucuk kepala istrinya.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2