Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
part 257


__ADS_3

Di sisi lain Carey sudah siap-siap ingin turun. Karena yang lain sudah menunggunya. Carey berdiri di depan cermin sambil menggulung rambutnya untuk memakai hijabnya.


Tidak berapa lama Dion keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk dililit di pinggangnya. Jangan tanya wajahnya. Pasti akan terus kesal.


Dion memang tidak tidur. Dia sangat gelisah tidur di samping Carey. Sampai akhirnya jam 4 subuh Carey sudah bangun. Dion secara diam-diam memperhatikan kegiatan Carey mulai dari bangun.


Di mana wanita yang sudah menjadi istrinya langsung sholat sunah. Carey juga sambil menunggu azand Isya membaca Alquran yang pasti bacaan itu membuat hatinya tenang.


Carey juga melanjutkan sholat subuh. Setelah itu kembali membaca Alquran dan baru selesai setengah jam yang lalu.


Dan sekarang Dion kembali memperhatikan Carey yang sudah kembali memakai pakaian tertutupnya dan sekarang sedang memasang hijabnya.


Baru 1 hari menikah. Dion merasa seperti sangat istimewa. Carey menampilkan dirinya yang terbuka di depannya dan menutupnya saat bertemu orang-orang. Seakan hanya dia yabg bisa melihat indahnya ciptaan tuhan itu. Walah masih ditutupi pakaian yang minim.


Ya Dion mulai galau dengan perasaannya.


Carey yang memasang hijabnya melihat kearah Dion sebentar.


" Aku sudah menyiapkan pakaianmu," sahut Carey matanya berpindah pada pinggir ranjang terdapat stelan pakaian yang akan di pakainya.


" Berani sekali kau menyentuh barang-barang ku," sinis Dion yang masih pagi sudah marah.


" Aku tidak Sudi memakainya. Aku akan suruh mama menyiapkannya," sahut Dion yang terbiasa dengan sang mama yang menyiapkan pakaiannya.


" Oh. Ya sudah. Kalau kamu tidak malu," sahut Carey dengan santai tetap melanjutkan pekerjaan.


" Wanita ini," geram Dion. Tau apa maksud Carey tidak mungkin dia memanggil mamanya untuk masalah seperti itu. Dan pasti bukan hanya ada mamanya di sana. Ada juga mertuanya yang memang benar kata Carey hanya akan mempermalukan dirinya.


Dengan terpaksa Dion mengambil pakaian itu membuat Carey tersenyum tipis. Dia bisa melihat dari cermin bagaimana Dion yang kesal karena terpaksa dengan pakaian itu.


***********


Di tempat sarapan yang bersifat outher. Yang memang sudah di siapkan pemilik gedung sebagai Fasilitas tambahan dari perusahaan mereka.


Erina Jihan, Addrian dan Zira sudah menunggu dengan berbagai menu sarapan yang sudah di siapkan di atas meja. Mereka hanya tinggal menunggu pasangan pengantin baru yang dan juga Raihan dan Nayra.


" Mereka kenapa lama ya?" tanya Jihan yang terus melihat ke arah pintu.


" Maklum lah, namanya juga pengantin baru mbak," sahut Erina tersenyum lebar.


" Apa kita sarapan. Terlebih dahulu saja," sahut Addrian.


" Tidak apa-apa kita tunggu saja sebentar," sahut Jihan.

__ADS_1


" Itu mereka sudah datang," sahut Zira yang melihat Carey dan Dion yang keluar dari pintu.


Pasangan pengantin baru itu pun akhirnya menghampiri meja makan yang membuat semuanya menunggu.


" Pagi semuanya," sapa Carey tersenyum lebar.


" Pagi," sahut serentak


Dion yang tidak ingin basa-basi langsung menarik kursi dan duduk. Carey juga menyusul di sampingnya.


" Maaf sudah membuat menunggu," ucap Carey merasa tidak enak.


" Tidak apa-apa sayang. Kita tidak menunggu kok," sahut Erina tersenyum. Namun pandangan Erina langsung melihat ke arah Dion yang seperti meneliti sesuatu.


" Pasti dia tidak melakukan apa-apa kepada istrinya dasar anak bandel. Apa dia tidak sadar jika dia sudah menikah," batin Erina kesal yang tau jika putranya pasti belum menyentuh Carey.


Erina memperhatikan rambut Dion yang sama sekali tidak basah. Pernikahan itu memang terpaksa Dion lakukan. Jadi wajar saja tidak ada malam pertama di antara ke-2nya.


" Malam ini kau bisa lolos. Tapi malam-malam berikutnya kau tidak akan bisa berbuat apa-apa nanti," batin Erina yang penuh rencana kepada putranya yang membuatnya kesal.


" Nayra sama Raihan belum turun?" tanya Carey.


" Tuh mereka," tunjuk Zira melihat Nayra dan Raihan yang bergandengan tangan menghampiri meja makan.


" Tidak apa-apa ayo sarapan," sahut Addrian.


" Ehmmm, yang pengantin baru sebenarnya ini siapa," ujar Erina tersenyum. Melihat pasangan itu yang keramas.


Gara-gara omongan Erina. Semua mata tertuju pada Raihan dan Nayra yang menjadi pusat perhatian yang membuat Nayra malu.


" Tante," lirih Nayra pelan malu-malu. Yang lainnya tersenyum geleng-geleng.


" Tante maklum kok. Itu karena suaminya peka," sahut Erina seakan menyindir putranya. Sementara Carey hanya menanggapi santai.


" Tante bisa aja," sahut Raihan yang santai menanggapi becandaan itu.


" Nayra apa Raihan romantis?" tanya Erina.


" Hmmmm, bisa dikatakan di lebih dari itu. Dia sangat penyayang dan sangat peduli kepadaku," jawab Nayra sambil menatap suaminya dengan penuh cinta. Membuat yang lain iri saja melihat manisnya pasangan itu.


" Dion, kamu harus banyak belajar dari Raihan bagaiman cara membuat istri bahagia. Agar Carey bisa terus merasa beruntung memiliki kamu. Seperti Nayra yang beruntung memiliki suaminya," sahut Erina memberi kode.


" Itu hanya berlaku untuk pasangan yang menikah karena cinta. Tidak berlaku untuk pernikahan terpaksa ini," batin Dion kesal.

__ADS_1


" Namanya juga masih baru mbak, mereka pasti masih canggung. Apalagi mereka belum saling mengenal 1 sama lain," sahut Zira mengeluarkan pendapatnya.


" Lagi pula saya lihat-lihat Dion ini orangnya romantis kok," sahut Addrian menebak-nebak.


" Papa benar. Kalau pacaran Dion itu sangat bucin," sahut Raihan menggoda Dion.


" Apaan sih," sahut Dion kesal. Carey menoleh kearah Dion melihat wajah suaminya yang tampak kesal. Dia tau pembicaraan ini hanya membuat suaminya kesal.


" Sudahlah! jangan membahas itu terus. Mari kita sarapan," sahut Jihan.


" Iya ayo-ayo," ucap Raihan. Mereka mulai mengambil sarapan masing-masing. Dion yang ingin mengambil sarapannya. Tidak jadi. Karena Carey sudah mengisi piringnya terlebih dahulu.


" Kenapa dia pintar sekali cari perhatian," batin Dion melihat Carey dengan kesal. Tetapi Carey malah tersenyum. Layaknya seperti istri yang melayani suaminya.


*******


Akhirnya Carey menginjakkan kakinya pertama kali di rumah suaminya. Setelah melaksanakan rangkaian acara dan menginap 1 malam di sana.


Carey datang kerumah itu untuk yang ke-2 kalinya dan kali ini. Dia datang sebagai menantu.


Beberapa pelayan mengeluarkan koper-koper Carey dari bagasi mobil. Sementara Carey masih canggung jika harus tinggal di rumah orang lain yang sebenarnya rumahnya sendiri.


" Ayo sayang. Jangan berdiri saja," ajak Erina yang melihat menantunya masih bengong.


" Iya Tante," jawab Carey.


" Hey, kamu sudah menjadi menantu saya. Jadi panggil nama. Jangan Tante," ujar Erina.


" Baik ma," sahut Carey tersenyum. Dion memasuki rumah terlebih dahulu. Dia tidak mau berlama-lama diantara wanita itu.


" Dion," panggil Erina yang tidak dipedulikan Dion. Dia tetap masuk.


" Anak itu benar-benar," kesal Erina.


" Sudah ma, tidak apa-apa, mungkin dia lagi capek. Biarkan saja," ujar Carey mengusap lengan mamanya.


" Maaf ya Carey. Kamu harus terbiasa dengan kelakuan buruknya," ujar Erina merasa tidak enak.


" Tidak apa-apa ma," ujar Carey menerima dengan lapang dadanya. Dia sudah memilih jalan untuk menikah dengan Pria yang tidak menyukainya.


Jika Allah memperlancar semuanya. Pasti akan ada hal yang terindah. Carey percaya semuanya akan indah pada waktunya. Dia yakin bisa mencintai suaminya dengan tulus dan sebaliknya suaminya juga akan mencintainya suatu saat nanti.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2