Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 190


__ADS_3

Raka menengok ke arah Raina yang sekarang tersenyum lebar.


" Kamu memanfaatkan Raina," ujar Raka.


" Tidak siapa yang memanfaatkannya dia anak aku, jadi wajar lah," sahut Raina.


" Dia juga anak aku," sahut Raka. Kata-kata itu jelas membuat Raina tambah bahagia. Raka meraih tangan Raina yang di letakkan di atas pahanya, menggenggam erat tangan itu dan mencium punggung tangan Raina. Raina tambah meleleh dengan perlakukan Raka.


Raina cukup terkaget-kaget dengan Raka yang ternyata sangat sweet. Mengingat selama ini Raka sangat kaku bahkan tidak banyak bicara. Tetapi pada kenyataannya Raka sangat romantis, ya itu membuatnya semakin meleleh dengan semua perbuatan Raka kepadanya.


*********


Mobil Nayra dan Raihan sudah sampai puncak. Raihan memasukkan mobilnya di area parkir yang juga sudah banyak mobil teman-temanya yang terparkir rapi. Raihan mematikan mesin mobilnya.


" Kayaknya semuanya sudah datang," ujar Raihan sambil membuka seat beltnya. Nayra juga membuka seat beltnya. Lalu mereka ke luar dari mobil.


Raihan membuka pintu belakang mengambil beberapa barang bawaan mereka dan juga belanjaan yang tadi di beli Nayra di supermarket. Tidak lama kemudian mobil Raka juga sudah tiba dan terparkir di belakang mobil Raihan.


" Tante Nayra!" panggil Amira sedikit berteriak yang keluar dari mobil langsung menghampiri Nayra. Nayra membalikkan badannya dan langsung mendapat pelukan dari Amira yang memeluk pinggangnya erat.


" Ya ampun Tante sampai kaget, Amira di sini juga?" tanya Nayra yang memang tidak tau. Amira mengangkat kepalanya dan mengangguk.


Raka dan Raina juga menghampiri Raihan dan Nayra.


" Ini baru ibu yang baik, anaknya di bawa kalau mau liburan, jangan cuma berduaan doang," ujar Raihan, membuat Raina menarik ujung bibirnya, kakaknya terus saja mencari kesempatan membuatnya malu di depan Raka.


" Tante bawa apa?" tanya Amira melihat pegangan Raihan.


" Tante cuma bawa makanan," jawab Nayra.


" Tidak ada eskrim," tanya Amira.


" Sayang Tante tidak tau kalau Amira ikut, jadi Tante nggak beliin," jawab Nayra mengusap pucuk kepala Amira.


" Yaaaaa," sahut Amira lemas.


" Amira lagi pula ini tempatnya dingin, tidak ada ya eskirim-eskriman, nggak usah minum eskrim," sahut Raina paling kesal jika Amira minum eskrim.

__ADS_1


" Tapi kan Amira sudah lama tidak makan eskrim," sahut Amira.


" Mama bilang tidak-tidak, kalau kamu mau eskrim jangan di sini," tegas Raina menaikkan sedikit suaranya.


Amira kalau sudah di tegur masalah eskrim langsung menunduk, Raka yang sudah mengerti langsung melihat ke arah Raina yang sangat suka membuat Amira sedih. Raka mengusap pucuk kepala Amira dengan lembut.


" Amira, cuacanya sangat dingin, tidak bagus untuk minum eskrim, nanti Amira sakit. Kalau Amira sakit mama kamu bisa sedih," ujar Raka dengan lembut membuat Amira mengangguk. Nayra dan Raihan saling melihat, tersenyum dengan Amira yang begitu penurut dengan Raka.


Amira anak yang penurut pada dasarnya. Tetapi kadang penyampaian Raina yang salah, terakhir Amira jadi sedih. Karena merasa di marahi.


" Ya sudah kita masuk," sahut Raihan.


Mereka pun memasuki Villa tersebut. Amira di gandeng Raihan dan Nayra sambil mengayun-ayunkan tangan om dan Tante nya itu.


Sementara di sisi lain Andini yang juga ingin pergi puncak. Andini di antarkan supir, di dalam mobil Andini terlihat sangat kesal. Bagaimana tidak dia sudah janjian dengan Alex yang juga ikut bermalam di puncak.


Tetapi tiba-tiba Alex tidak bisa ikut. Karena ada meeting mendadak. Hal itu jelas membuatnya kesal. Apa lagi dia sudah menolak untuk datang bersama Raihan dan Nayra demi Alex. Tetapi ternyata malah kecewa.


" Seharusnya kalau tidak bisa,bilang tidak bisa," ocehnya yang terus merasa kesal, " kalau sudah seperti ini aku yang ke susahan, dasar menyebalkan," Andini terus mengumpat kesal atas perbuatan Alex yang sangat spele dengannya.


tredd tredd


" Ngapain lagi dia nelpon," gumamnya yang hanya melihat panggilan masuk itu tanpa berniat mengangkatnya.


Sementara disisi lain di Perusahaan Adbver Alex terus menelpon Andini. Tetapi Andini tak kunjung mengangkatnya.


" Kenapa nggak di angkat sih, apa dia marah?" tanyanya menerka-nerka.


tok-tok-tok-tok


" Masuk!" sahut Alex menurunkan ponselnya dari telinganya.


Melihat yang masuk ternyata Anita.


" Kenapa?" tanya Alex.


" Tanda tangan Pak," ucap Anita memberikan dokumen pada Alex.

__ADS_1


" Bukannya ini urusan Raka. Kenapa saya yang tanda tangan," ucap Alex mengkerutkan dahinya.


" Pak Raka sedang tidak ada. Bu Raina mengatakan semua berkas-berkas yang perlu di tandatangani di berikan ke pada Bapak," jelas Anita.


" Memang Raka kemana, apa dia tidak masuk?" tanya Alex.


" Pak Raka, cuti 1 hari, pergi ke puncak," jawab Anita.


" Puncak," pekik Raka kaget. Anita mengangguk.


" Sialan, mereka enak-enakan liburan, aku di sini yang jadi korban, Raihan pergi, Raina juga dan sekarang Raka," batin Alex yang kesal.


" Ya sudah kamu letakkan di meja saya," ujar Raka. Anita mengangguk meletakkan berkas tersebut di atas meja.


" Permisi Pak!" ujar Anita pamit. Raka mengangguk. Setelah kepergian Anita. Alex kembali menelpon Andini. Tetap sama tidak di angkat juga.


" Seharusnya aku mengantarkannya tadi, pasti Andini sangat marah sampai tidak ingin mengangkat telponku," ujarnya lagi yang sekarang menyesal karena mengingkari janjinya ke pada Andini demi ikut meeting. Padahal Raihan, Raina dan Raka juga tidak ambil pusing dalam hal itu.


**********


Malam hari tiba. Cuaca di puncak begitu dingin di tambah hujan dan angin kencang, membuat acara mereka sedikit kacau. Terakhirnya mereka hanya berada di ruang tengah semua sambil baberque di atas lantai.


Rencanannya mau di lakukan di luar. Tetapi cuaca tidak mendukung. Jadi dari pada tidak jadi harus di lakukan apa adanya.


Raihan, Raka dan Sony, sudah yang mengambil alih untuk membakar daging, sosis dan jagung. Sementara Nayra, Della, dan Raina dan Andini. menyiapkan jus dengan berbagai jenis varian.


Meski dingin tetapi mereka tetap ingin minum yang dinging- dingin. Luci, Celine dan dara memotong beberapa buah yang tadi di beli Nayra di supermarket. Sementara Amira sibuk sendiri bermain boneka, didekat pintu yang menuju teras belakang.


" Kenapa juga harus hujan segala," sahut Andini kesal.


" Nggak apa-apa lah sama aja kali, mau hujan atau tidak yang penting kita semua kumpul," sahut Della.


" Benar Andini, lebih enak juga di dalam," sahut Raina.


Raka yang sedari tadi memanggang daging melihat ke arah Amira yang asyik bermain sendirian. Raka berdiri dan mengambil jaket Amira yang berada di atas sofa. Lalu Raka langsung menghampiri Amira. Duduk bersila di depan Amira.


" Sini om pakaikan jaketnya, biar nggak kedinginan," ujar Raka.

__ADS_1


" Iya Om," sahut Amira langsung berdiri di depan Raka. Raka langsung memakaikan Amira jaket tersebut. Sementara di sisi lain Raina melihat semuanya dan tersenyum tipis melihat perhatian kecil Raka kepada anaknya.


Bersambung.....


__ADS_2