Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 40


__ADS_3

Satu persatu karyawan mulai memasuki Mini Bus tersebut. Nayra berjalan dengan lambat, kepalanya masih menoleh ke arah Perusahaan. Dia sangat berharap ada seseorang yang di carinya di sana.


Akhirnya Nayra memasuki Bus. Nayra duduk di pinggir jendela dan melihat kembali ke arah pintu Adverb.


Nayra melihat Raihan yang berdiri di depan pintu Adverb yang berbicara dengan Raka.


Nayra tersenyum tipis saat melihat Raihan. Raihan memang tampak serius berbicara dengan Raka yang menghadap dirinya.


tetapi sebentar-sebentar mata Raihan melirik ke arah bus di mana terdapat Nayra. Semua karyawan sudah memasuki bus. Setelah mendapat instruksi kembali dari Alex. Supir Mini bus menjalankan busnya.


Nayra masih tetap melihat ke arah Raihan. Dia sepertinya sudah lega. Karena memang Raihan orang yang di tunggunya. Raihan pun melihat bus itu berjalan. Raihan dengan gayanya yang cool tersenyum saat melihat kepergian Nayra.


*********


Desa Suka Jadi


Perjalanan dari Jakarta ke desa tersebut cukup memakan waktu. Mereka sampai saat malam hari. Satu persatu Mereka mulai menuruni Bus.


Mereka berada di bagian pengungsian. Banyak tenda pengungsian dan beberapa tenda relawan. Ada yang dari tim medis, bagian komunitas, juga beberapa Perusahaan dan juga tim bencana alam. Di setiap tenda akan di beri patok nama berasal dari mana.


" Ayo!" ujar Alex.


Para karyawan mengekor di belakangnya. Sebelum berbaur dengan beberapa warga desa tersebut. Alex beserta karyawan Adverb mendirikan tenda terlebih dahulu untuk tempat mereka istirahat.


Tenda yang berwarna army itu sudah terpasang. Beberapa tempat tidur kecil juga tersusun rapi. Nayra dan beberapa karyawan mengeluarkan bawaan mereka dan menyusun rapi.


" Semoga selama di sini tidak akan terjadi bencana susulan," ujar Ria membuka obralan sambil mengeluarkan bawaannya dari tasnya.


" Benar, semoga saja ya," sahut Anita yang penuh harapan.


" Nay lo kenapa sih, sedari tadi dia mulu?" tanya Ria yang melihat Nayra tidak bersemangat.


" Tidak apa-apa," jawab Nayra.


**********


Keesokan harinya Nayra mulai berbaur dengan para warga yang berada di tenda pengungsian. Suasana begitu ramai dengan tugasnya masing-masing. Ada yang juga membagikan makanan dan beberapa tim medis yang memberikan obat.


Raut wajah Nayra begitu sendu, ketika melihat para anak-anak yang meski tertimpa musibah masih bisa tersenyum. Ibu mereka malah mengajak mereka bermain dengan gembira.


Nayra mengingat dirinya. Seumur hidupnya tidak pernah mendapat perlakuan seperti itu dari mamanya. Dia sangat iri dengan kehidupan orang lain. Kehidupannya yang jauh dari kata kasih sayang orang tua.


" Meski dalam ke adaan seperti ini. Orang tua mereka masih sempat memberi anaknya senyum. Tidak dengan aku yang ke adaan seperti apapun tidak pernah merasakan hal itu," batinya dengan mata berkaca-kaca sangat berharap suatu saat nanti akan mendapatkan hal itu.


Dalam lamunan Nayra, seorang wanita yang berpakaian Dokter menabraknya. Wanita itu sangat terburu-buru.


" Auhhhh," keluh Nayra


" Ya ampun Sorry banget," ujar wanita itu yang berjongkok mengambil peralatannya yang jatuh.


" Maaf aku yang salah," ujar Nayra yang ikut berjongkok dan membantu wanita itu menyusun barang-barang nya yang jatuh.

__ADS_1


Wanita itu melihat Nayra yang sibuk mengambil barang-barang berjatuhan.


" Nayra," gumamnya memastikan wanita yang barusan di tabraknya adalah wanita yang di kenalnya. Nayra yang mendengar hal itu langsung melihat ke arah wanita itu.


Nayra juga mengenal wanita itu.Tetapi tidak tau namanya. Karena pernah beberapa kali bertemu. Della teman dari Angga dan Raihan.


" Kamu Nayra kan?" tanya Della memastikan.


" Iya kak," sahut Nayra gugup, " kalau tidak salah kakak temannya Pak Angga," tebak Nayra dengan ragu. Della tersenyum.


" Iya, saya Della," sahut Della dengan ramah mengulurkan tangannya. Nayra pun menjabat tangan itu.


" Nayra," ujar Nayra.


" Kita sudah sering ketemu, tetapi tidak pernah berkenalan," ujar Della berdiri. Della kembali mengulurkan tangannya membantu Nayra berdiri. Nayra dengan senang hati kembali menjabat tangan itu dan berdiri. Mereka sekarang sudah berhadapan.


" Iya kak," sahut Nayra dengan lembut.


" Kamu di sini juga?" tanya Della.


" Iya Perusahaan tempatku bekerja mengirim aku dan beberapa karyawan menjadi relawan di sini," jawab Nayra dengan menjelaskan sedikit.


" Sama dong, saya juga menjadi Dokter suka rela di sini, kapan kamu sampai, kok saya baru melihat?" tanya Della.


" Baru semalam," jawab Nayra, ," kalau kakak?" tanya Nayra.


" Sama hari ini, sudah 2 hari," jawab Della. Nayra mengangguk.


" Iya kak," jawab Nayra. Dia sebenarnya gugup dengan Della.


" Mari," ujar Della tersenyum dan pergi. Nayra mengangguk dan melihat kepergian wanita itu.


" Ternyata dia sangat ramah," gumam Nayra yang tidak percaya dengan keramahan Della. Nayra memang beberapa kali bertemu dengan Della.


Tetapi tidak pernah berbicara seperti tadi. Nayra melihat Della yang sepertinya sangat ketus. Jadi dia bisa menyimpulkan jika Della adalah wanita yang dingin.


Tetapi penilaiannya salah. Della justru sangat ramah kepadanya. Di luar dari dugaannya memang sangat tidak boleh menilai seseorang dari luarnya saja.


***********


Perusahaan Adverb


Raihan serius bekerja di ruangannya, dia harus menandatangani beberapa berkas yang di berikan Jesika kepadanya. Selama Nayra tidak ada Jesika memang yang menggantikan pekerjaan Nayra.


Mata Raihan melihat ke arah tembok kaca tersebut. Melihat ke arah di mana tempat duduk Nayra bekerja. Tempat duduk itu kosong, tidak ada siapa-siapa.


Raihan menyandarkan tubuhnya di kursi dan memutarkan arah kursinya agar menghadap pada meja Nayra. Tiba-tiba Raihan melihat wanita cantik itu sedang serius bekerja, bahkan Nayra terlihat tersenyum.


Melihat hal itu terukir senyum lebar di wajah Raihan. Sudah 4 hari dia tidak melihat wanita itu. Tidak mendengar suaranya dan pasti merindukan Nayra yang terus membangkang kepadanya.


" Apa yang aku pikirkan," gumanya yang sadar jika tempat kerja Nayra benar-benar kosong. Raihan mendengus melihat kebodohannya sendiri.

__ADS_1


tok tok tok tok tok tok


" Masuk!" pinta Raihan saat seseorang mengetuk pintunya. Raka memasuki ruangan Raihan dan berdiri tegak di depannya.


" Ada apa?" tanya Raihan.


" Ini pak, data-data yang bapak minta," jawab Raka memberikan map kuning itu. Raihan langsung mengambilnya dan membukanya sebentar.


" Kalau begitu saya permisi dulu Pak," ujar Raka pamit.


" Bagaimana dengan Zetty kapan kamu menjemputnya?" tanya Raihan mengingat adiknya yang akan kembali dari Luar Negri hari ini.


" Nanti sore Bu Raina akan tiba di bandara," jawab Raka.


" Oh baguslah kalau begitu," ujar Raihan.


" Kalau begitu saya permisi Pak," ujar kembali Raka membalikkan badannya.


" Raka!" panggil Raihan lagi.


" Iya Pak," jawab Raka kembali membalikkan tubuhnya.


" Hmmm, kapan para relawan dari Adverb akan kembali?" tanya Raihan.


" Mungkin 4- 5 hari lagi Pak," jawab Raka.


" Kenapa lama sekali, mereka liburan atau ngapain," desis Raihan yang tiba-tiba kesal. Raka bingung melihat Raihan yang tiba-tiba kesal.


" Apa di sana aman?" tanya Raihan.


" Mudah-mudahan aman Pak," jawab Raka.


" Hmmmm, kalau pergi kesana butuh waktu berapa lama?" tanya Raihan ragu.


" Sekitar 8 sampai 9 jam Pak," jawab Raka lagi. Raihan mengetuk-ngetukkan jarinya ke meja.


" Hmmmm kamu tau jalan kesana?" tanya Raihan lagi.


" Tau Pak," jawab Raka lagi.


" Oh ya sudah," sahut Raihan.


" Baik pak kalau begitu saya kembali dulu," ujar Raka lagi. Raihan hanya mengangguk. Sepertinya Raihan punya rencana untuk menyusul Nayra. Apalagi adiknya juga sudah pulang dari Luar Negri.


" Jika di sana berlama-lama. Dia pasti makan tidak teratur, di sini saja makannya sudah ceroboh apalagi di sana," gumam Raihan yang tiba- tiba mengingat Nayra.


" Bagaimana keadaannya, apa hal itu tidak bisa hilang saat dia haid," tanya Raihan pada Dokter setelah selesai memeriksa Nayra.


" Pasti pak Raihan, jika nona Nayra tidak stress dan menjaga pola makannya. Hal seperti ini banyak yang mengalaminya. Tetapi semua itu ada batasnya. Asam lambungnya juga kumat jika dia mengalami masa haid yang akan menimbulkan sakit berlebihan dan mual yang berlangsungan," jelas Dokter.


...Bersambung...........

__ADS_1


__ADS_2