
Di tengah pembicaraan mereka, tiba-tiba Raihan datang yang sudah siap ingin kekantor.
" Raihan hari ini kekantor?" tanya Addrian.
" Iya Pa," jawab Raihan berdiri di depan mereka. Carey langsung berdiri dan memeluknya.
" Apa kabar?" tanya Carey.
" Aku baik-baik saja," jawab Raihan, mengusap punggung sahabatnya, " kamu kapan sampai?" tanya Raihan. Care melepas pelukannya.
" Baru kemarin," jawab Carey. Raihan hanya tersenyum.
" Kamu terlihat sangat sibuk, bukannya kita harus kumpul bareng ya?" tanya Carey mengingat dia dan teman-temannya belum kumpul bersama.
" Kamu suruh yang lain aja atur waktu dan tempatnya, lalu kabari aku, aku akan datang," ujar Raihan tersenyum
" Memang kamu ada waktu?" tanya Carey ragu.
" Pasti, aku akan selalu ada waktu untukmu," ujar Raihan, Carey tersenyum mendengarnya.
" Ya sudah aku pergi dulu," ujar Raihan pamit.
" Ma, Pa, Raihan berangkat," ujar Raihan lagi berpamitan pada orang tuanya. Sebelum pergi dia akan mencium mamanya dan juga memeluk papanya.
Carey hanya melihat punggung Pria itu pergi. Setelah tidak melihatnya lagi, Carey kembali duduk.
" Kamu lihat sendirikan Carey dia sekarang ketagihan bekerja. Baru juga pulang sekarang kembali bekerja. Padahal karyawan yang lain di liburkan," ujar Zira yang tidak habis pikir dengan Raihan yang dulu sering di paksa-nya.
" Iya Tante aku sampai tidak mengenalinya," ujar Carey yang masih tidak percaya.
*************
Raka menjemput Amira di sekolahnya. Hari ini Zira ataupun Raina tidak bisa ikut menjemputnya. Jadi Raka harus bekerja keras membujuk Amira yang sudah merajuk.
Raka berjongkok di depan anak kecil tersebut. Amira sedari tadi membuang pandangannya kesamping dengan ke-2 tangannya di dadanya. Bibirnya terus mengerucut kedepan.
" Amira cantik, ayo masuk mobil," bujuk Raka yang sedari tadi mengulang perkataannya untuk menyuruh Amira masuk mobil. Tetapi sudah 1 jam usahanya tidak sia-sia, bahkan Amira tidak menjawab sama sekali.
" Apa lagi yang harus aku lakukan, aku tidak mungkin menelpon Bu Raina," batinnya. Dia sudah kehabisan cara untuk membujuk Amira.
" Amira kamu harus pulang, nanti mama kamu bisa marah. Dia bisa berubah menjadi monster kalau marah," ujar Raka lagi.
" Hey sayang, ayolah nanti om bisa di omeli mamamu," ujar Raka yang terus memohon dengan belas kasihan Amira.
" Ya sudahlah kalau kamu tidak mau pulang, pasti eskrim stauberry itu sudah mencair," ujar Raka dengan lemas dan wajah pasrahanya. Raka menunduk lemas di hadapan bocah kecil itu.
Mendengar kata eskrim dengan merek kesukaannya. Amira langsung melihat ke arah Raka. Dia sangat penasaran apa yang di katakan Raka benar atau tidak.
" Eskrim, memang Om punya eskrim?" tanya Amira. Mendengar Amira berbicara Raka dengan semangat mengangkat kepalanya dan mengangguk cepat.
" Sebenarnya sudah tidak ada," jawab Raka dia memang tidak memilikinya dan jika membohongi Amira akan semakin parah. Mendengar hal itu Amira kembali manyun.
" Tetapi Om akan membelikannya," ujar Raka dengan cepat.
" Tetapi mama melarang Amira untuk memakannya," sahut Amira dengan wajah gemesnya.
" Om akan pastikan mama kamu mengijinkannya," sahut Raka mengusap poni Amira.
" Caranya?" tanya Amira yang sangat penasaran.
__ADS_1
" Kita harus masuk mobil, dan om akan menelpon mama kamu," jawab Raka.
" Tapi Om tidak bohongkan?" tanya Amira ragu. Raka tersenyum dan mengusap pipi Amira.
" Tidak sayang, Om tidak akan bohong," ujar Raka menyakinkan, " kamu mau masuk kan?" tanya Raka. Amira mengangguk. Raka bernapas lega. Akhirnya usahanya membuahkan hasil.
Tinggal satu lagi, dia harus benar-benar minta izin pada Raina untuk memberikan Amira eskrim. Karena memang Raina sudah mengingatnya lebih awal.
Karena Raina mengurangi anaknya untuk memakan eskirim apa lagi cuaca yang sangat mendung.
************
Hari ini Nayra berbelanja kebutuhan Apertemen nya di supermarket. Hari libur juga di manfaatkanya dengan sebaik mungkin. Dia berbelanja untuk memenuhi kulkasnya dan dapurnya. Nayra sudah mulai mengisi keranjangnya dengan kebutuhan yang di perlukannya.
" Kenapa Andini lama sekali?" gumamnya bertanya-tanya, awalnya Andini memang berjanji menemaninya berbelanja di supermarket.
Andini yang terlambat datang jadi Nayra memutuskan berangkat sendiri dan masih menunggu sahabatnya itu. Nayra yang sambil menunggu terus mencari kebutuhannya. Nayra sekarang sudah berada di bagian buah-buahan.
Matanya berbinar kala melihat buah Ceri kesukaan Raihan. Nayra mengingat Raihan dan langsung mengambilnya. Tetapi tangannya tertimpa dengan tangan seorang wanita yang juga ingin mengambil Ceri tersebut.
Ternyata tangan yang menimpa tangan Nayra adalah tangan Carey. Carey dan Nayra saling melihat dengan tangan yang masih saling menimpa.
" Oh, maaf," ujar Nayra Menyinggirkan tangannya dari buah yang sudah di kemas tersebut.
" Ambillah," ujar Carey memberinya pada Nayra.
" Untuk kamu sendiri?" tanya Nayra yang melihat buah itu hanya tinggal satu.
" Aku akan membelinya di tempat lain," jawab Carey dengan santai.
" Kalau begitu terima kasih," ujar Nayra meletakkan pada keranjangnya.
" Tidak aku tidak suka. Tetapi seseorang menyukainya," jawab Nayra.
" Hmmm, oh, terkadang kita memang harus berusaha untuk kesukaan seseorang," ujar Carey, Nayra hanya mengangguk- angguk dengan wanita yang jauh lebih tinggi darinya.
" Bagaimana denganmu apa kamu menyukainya?" tanya Nayra, Carey tersenyum lebar.
" Aku menyukainya," jawab Carey, " apa sebelumnya kita pernah bertemu?" ujar Carey yang tidak asing dengan Nayra.
" Aku rasa tidak mungkin, kamu pasti orang asing yang berkunjung ke Indonesia," jawab Nayra.
" Tebakanmu tepat sekali," sahut Carey.
" Iya, dan aku sangat beruntung, bertemu denganmu hari ini, wanita cantik," ujar Nayra.
" Terima kasih, atas pujianmu," kamu jauh lebih cantik," ujar Carey tidak kalah memuji.
" Kalau begitu aku kembali dulu, terima kasih untuk buahnya," ujar Nayra. Carey hanya mengangguk. Nayra pun berjalan melewati Carey mendorong troli belanjanya. Carey berbalik arah dan melihat Nayra berjalan.
" Jelas aku yang mengenalimu Nara. Wanita dari Raihan," batin Carey mengingat siapa wanita yang barusan di temuinya.
Sewaktu Raihan putus dengannya Carey pendengar setia keluhan dari Raihan. Raihan juga menyimpan foto-foto Nara sewaktu di Apertemen di New York. Jadi jelas Carey mengetahui siapa Nayra.
Nayra masih tetap melanjutkan belanjaannya, dia masih kepikiran dengan wanita yang barusan di temuinya.
" Dor," ujar Andini mengagetkan Nayra. Nayra tersentak kaget dan langsung berbalik badan.
" Andini ngagetin aja," desis Nayra yang masih mengatur napasnya.
__ADS_1
" Sorry, langsung kesal banget wajahnya," ujar Andini tanpa merasa berdosa.
" Sudah datang lama, bikin ulah lagi," keluh Nayra.
" Iya maaf, bagaimana sudah selesai belanjanya?" tanya Andini. Nayra menggeleng.
Andini dan Nayra pun melanjutkan berbelanja, mereka sedang memilih jenis ikan yang akan yang akan di beli Nayra. Tiba-tiba Nayra langsung memasukkan ceker kedalam trolinya.
" Mau masak ceker Nay?" tanya Andini.
" Iya," jawab Nayra.
" Untuk sendiri atau untuk orang lain," ujar Andini menatap curiga.
" Kepo aja," sahut Nayra.
" Cie yang nggak mau kasih tau, pasti buat....," Andini mengetuk jarinya di dagunya seperti ingin menebak seseorang.
" Sudah nggak usah di pikirkan," sahut Nayra, Andini tersenyum geli melihat Nayra yang sepertinya lagi bucin. Tetapi dia bahagia karena melihat sahabatnya bisa ceria lagi.
***********
Raihan bekerja serius di ruangannya. Di tengah keseriusannya Raihan melihat ke arah meja kerja Nayra, bangku itu sedang kosong, karena Nayra memang masih libur.
Raihan langsung mengambil ponselnya dan mengetik pesan untuk Nayra.
..." Makan siang bersamaku," ajak Raihan....
..." Aku sudah menyiapkan makan siang, datanglah ke Apertemen," jawab Nayra. Raihan tersenyum miring melihat jawab Nayra....
..." Baiklah," jawab Raihan....
Raihan tersenyum meletakkan kembali ponselnya dan kembali melanjutkan pekerjaannya, dia harus mengatur waktu agar bisa makan siang bersama Nayra.
********
Raka berhasil mendapat izin dari Raina untuk membelikan Amira eskirim. Sekarang Raka dan Amira menikmati eskrim tersebut duduk di taman berduaan.
" Apa mama tidak akan marah?" tanya Amira yang masih takut, namun mulutnya terus memakan eskrim tersebut.
" Tidak sayang, om sudah minta izin, tapi tidak boleh banyak hanya boleh satu saja," ujar Raka memberi peringatan.
" Baiklah jika begitu," ujar Amira.
" Amira setelah ini kita pulang ya," ajak Raka yang melihat sudah pukul 2 siang.
" Tapi Amira mau makan dulu, Amira lapar Om," ujar Amira mengelus perutnya. Raka baru sadar jika bocah kecil itu memang belum makan.
" Ya sudah kita akan cari makan," ujar Raka.
" Baik Om," jawab Amira melanjutkan memakan eskrimnya.
" Baik Om," jawab Amira melanjutkan memakan eskrimnya.
Setelah menikmati eskrim tersebut, Raka mengajak anak dari atasannya untuk menikmati makan siang di salah satu Restaurant yang dekat dari taman.
Amira juga tidak rewel, dia memakan apa pun yang di pesan Raka. Sebelumnya Raka juga sudah minta Izin pada atasannya.
...Bersambung.......
__ADS_1