Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 188


__ADS_3

Raka sudah mulai memakan makanannya. Sementara Raina masih diam dan malah melihat Raka seperti ingin mengatakan sesuatu.


" Raka," tegur Raina.


" Iya kenapa?" tanya Raka melihat kearah Raina.


" Jangan memikirkan hal yang aneh-aneh, aku benar-benar kepanasan dan tidak ada maksud lain. Benar aku kepanasan tiba-tiba dan aku refleks saja membuka baju ku, biar adem. Jadi tidak seperti apa yang ada di pikiran kamu," ujar Raina menjelaskan dengan cepat.


" Aku tidak memikirkan apapun," sahut Raka dengan santai tetap melanjutkan makannya.


" Oh, baguslah kalau begitu," ujar Raina merasa lega. Raka tersenyum melihat wajah Raina yang memerah.


" Makanlah!" perintah Raka. Raina mengangguk dan mulai makan. Raka melihat Raina.


" Saras datang kemari?" tanya Raka membuat Raina kaget dan langsung melihat ke arah Raka kembali.


" Aku melihat mobilnya pergi, saat ingin menutup pintu," lanjut Raka. Wajah Raina langsung kesal ketika mendengar nama itu.


" Iya dia datang kemari, makanya aku seperti tadi, aku sengaja melakukannya," jawab Raina dengan kesal namun menghentikan ucapannya saat menyadari kebodohannya apalagi melihat Raka yang sudah senyam-senyum, secara terang-terangan dia mengungkapkan ke anehannya.


" Aisss, lupakanlah," sahut Raina menjadi salah tingkah.


" Jadi karena itu kamu...."


" Raka stop," sahut Raina yang tidak ingin Raka terus banyak berbicara yang ada membuat dirinya semakin tidak berwibawa.


" Baiklah, makanlah setelah ini aku akan mengantarmu pulang," ucap Raka.


" Pulang, memang harus pulang," sahut Raina yang tampak kaget, membuat Raka mendengus.


" Memang kamu mau menginap di sini," celetuk Raka. Membuat Raina memejamkan matanya dengan mengigit bawah bibirnya.


" Bukan itu maksud ku, iya memang harus pulang," sahut Raina yang menjadi tambah salah tingkah.


" Aku pikir kamu mau tinggal di sini. Lagi pula kamu akan secepatnya tinggal di sini bersama Amira. Setelah kita menikah," sahut Raka.


" Kapan?" tanya Raina mendesak.


Sepertinya dia yang akgresif ingin di nikahi. Tapi kembali Raina merasa bodoh karena terlihat begitu agresif di depan Raka.


" Kamu siapnya kapan?" tanya Raka membalikkan pada Raina.

__ADS_1


Raina malah semakin gugup mendapat pertanyaan itu. Dia menyesal menanyakan hal itu pada Raka. Kalau dia sih sekarang juga sudah siap. Raka masih menatapnya seperti menunggu jawaban.


" Apa kita harus membahas itu sekarang," lirih Raina. Raka tersenyum dan meraih tangan Raina dan menggengamnya erat.


" Aku akan segera menikahimu, jika kamu benar-benar siap dan ingin kembali membuka hidup baru. Maka aku akan siap menikahimu. Aku akan bertanggung jawab atas kamu dan juga Amira," ujar Raka dengan tulus meyakinkan Raina. Raina tersenyum dan mengangguk.


" Aku akan membicarakan kembali dengan mama dan papa, kemarin mereka sempat menanyakan. Hanya saja dengan masalah yang ada, aku tidak bisa melanjutkan pembahasan itu. Tetapi aku akan membicarakannya dengan serius," sahut Riana yang juga mulai serius. Raka mengangguk dan menyerahkan semua kepada Raina.


" Iya," sahut Raka dan kembali memberi kode untuk makan.


Disisi lain Raka dan Raina masih saling berbahagia dan memadu kasih. Saras yang berada di dalam mobilnya yang terparkir di pinggir jalan.


Beberapa kali membenturkan kepalanya ke stir mobil. Karena marah dengan apa yang barusan di lihatnya.


" Sial," teriaknya dengan suara yang menggelegar.


" Dia pikir dia sudah menang, tidak Raina, kamu belum menang, Raka akan menjadi milikku. Aku tidak akan membiarkan wanita seperti mu merebutnya dari ku, tidak akan kubiarkan sama sekali," ujarnya mengepal tangannya.


Saras masih tidak terima dengan kenyataan di depan matanya.


" Apa yang ditunjukkan Raka, sehingga Raina bisa percaya secepat itu kepadanya," ujar Saras yang sangat penasaran.


" Aku tidak peduli, lihat saja Raka adalah milikku dari dulu sampai sekarang, wanita seperti mu tidak akan memilikinya. Jika aku tidak bisa memilikinya jangan harap, kau juga bisa memilikinya," batin Saras penuh rencana buruk.


**********


" Ayo turun!" ajak Raka. Raina mengangguk, Raka dan Raina sama-sama membuka seat belt dan ke luar dari mobil.


Mereka sudah berada di depan rumah dan saling berhadapan.


" Hmmmm, kamu nggak mampir dulu?" tanya Raina.


" Sudah malam, titip salam aja untuk Amira dan Tante Zira juga om Addrian," ujar Raka melihat arloji tangannya.


" Ya sudah kamu hati-hati," ujar Raina Raka mengangguk dan Raka memegang ke dua bahu Raina dan mencium kening Raina.


Raina memejamkan matanya dan tersenyum mendapat kecupan manis dari sang kekasih.


" Ehmmm," Raihan keluar dari rumah dan harus menyaksikan keromantisan adiknya.


Raka dan Raina refleks saling menjauh ketika melihat ke datangan Raihan si pengganggu.

__ADS_1


" Harus banget di sini," ujar Raihan penuh sindiran, membuat Raka dan Raina menjadi salah tingkah.


" Pak Raihan," sapa Raka menundukkan kepalanya. Raihan hanya mengangguk menjawab sapaan Raka.


" Dari pagi nggak kekantor, malah asiyk pacaran," ujar Raihan lagi yang menggoda adiknya.


" Apaan sih kak," lirih Raina yang malu-malu di depan Raka.


" Ya sudah, Raka aku masuk dulu, makasih ya sudah di anterin," ujar Raina gugup.


" Iya," sahut Raka.


" Pak, Raihan saya juga kembali dulu," ujar Raka yang juga langsung pamit.


" Iya makasih ya, sudah ngantarin adik saya," jawab Raihan.


" Iya Pak," Raka pun langsung berpamitan pulang, memasuki mobil dan langsung pergi.


**********


Pagi hari kembali tiba. Nayra dan Raihan menginap di rumah Zira. Kondisi Nayra memang sudah membaik dan tidak masalah jika harus menginap.


Nayra sekarang ikut membantu menyiapkan sarapan pagi bersama Zira dan Raina. Padahal mereka hanya memasak nasi goreng saja. Tetapi harus ramai-ramai dalam membuat sarapan.


" Bagaimana keadaan kamu Nayra sudah membaik?" tanya Zira yang mengaduk nasi goreng.


" Sudah membaik ma," jawab Nayra tersenyum.


" Memang Nayra kenapa?" tanya Raina yang memang tidak tau apa-apa.


" Tidak apa-apa kak. Biasalah datang bulan," jawab Nayra.


" Tenang aja Nayra, nanti jika kamu sudah hamil, kamu tidak akan datang bulan lagi dan biasanya orang yang mengalami masalah saat datang bulan, ketika sudah melahirkan. Jika mengalami menstruasi tidak akan sakit lagi," jelas Raina berdasarkan pengalamannya.


" Hamil," sahut Nayra mendengar kata-kata itu. Raina mengangguk.


" Memang belum ya?" tanya Raina yang sepertinya ingin punya keponakan. Nayra menggeleng.


" Kamu ini bagaimana sih Raina, kan Nayra sudah mengatakan dia lagi datang bulan. Kamu malah bertanya sudah apa belom," sahut Raina geleng-geleng.


" Benar ya, iya sebentar lagi," sahut Raina. Nayra menjadi malu saat harus membahas masalah kehamilan.

__ADS_1


" Bagaimana mungkin jadi baru juga sekali," batin Nayra tersenyum geli.


Bersambung.....


__ADS_2