
1 kecupan dari istrinya membuatnya benar- benar tidaknya tidak percaya. Belum lagi debaran jantung Raihan semakin kencang. Tetapi Raihan tau. Jika Nayra hanya berusaha memaksakan dirinya.
" Ada apa Nara? jangan memaksakan diri," ujar Raihan lagi dan lagi tidak ingin menyakiti istrinya.
" Aku mencintaimu," ujar Nayra dengan suara seraknya.
Nayra kembali mencium bibir Raihan membuat hatinya senyaman mungkin. Telapak tangan Nayra yang berada di dada bidang Raihan mengusap-usap dada Raihan.
Apa yang dilakukan Nayra. Hanya membuat Raihan terbawa suasana. Jelas perbuatan Nayra membuat tubuhnya semakin panas. Dengan pemikirannya yang sudah liar.
Nayra kembali melepas ciuman yang singkat itu. Menatap mata suaminya dengan penuh cinta dan gairah. Nayra tidak ingin membuang kesempatan.
Nayra mencium leher Raihan. Raihan kembali kaget. Tidak percaya jika Nayra melakukan itu. Nayra memberi beberapa kecupan di leher itu. Raihan memejamkan matanya jelas sangat menikmatinya. Nayra kembali melihat suaminya yang sudah di penuhi gairah. Nayra kembali mencium bibir suaminya.
Nayra memejamkan matanya saat Raihan membalas ciumannya. Raihan tau Nayra memang tidak mahir melakukannya. Meski Nayra yang memulai tetapi Raihan yang menuntun permainan.
Raihan dan Nayra yang susah beberapa menit berciuman. Masih dengan posisi Nayra yang menindih Raihan. Tangan Nayra bahkan membuka kancing kemeja Raihan tanpa melepas ciuman itu.
Raihan bisa merasakan kenyamanan Nayra. Apa lagi Nayra juga di penuhi gairah. Perlahan Raihan membalikkan posisi tubuh mereka. Sekarang Raihan berada di atas tubuh Nayra.
Raihan melepas ciumannya dan melihat Nayra dengan napas tersenggal-senggal yang masih memejamkan matanya.
Raihan mengecup mata yang terpejam membiarkan istrinya mengambil napas. Hanya suara deru napas ke-2 nya Yang terdengar.
Tubuh Raihan semakin panas. Tetapi Raihan kembali mencium Nayra. Raihan tidak peduli walau pada akhirnya akan kecewa. Dia memang biasa berhenti di tengah jalan. Karena dia tidak ingin menyakiti Nayra.
Lama bermain di area bibir. Raihan berpindah leher jenjang Nayra memberi banyak tanda kepemilikan di sana. Sampai sejauh itu Raihan melakukan Nayra masih tetap nyaman. Bahkan Raihan tidak melihat Nayra takut sedikitpun.
Tidak ingin memikirkan apa-apa kepada istrinya. Raihan juga berusaha melakukan semua itu karena mencintai Nayra bukan karena ingin haknya dan takut menyakiti Nayra.
Raihan kembali melanjutkan aktivitasnya. Sampai tangannya perlahan menarik ujung res dress Nayra dan membuka pakaian Nayra perlahan. Tidak tau kapan terjadi. Raihan dan Nayra sudah sama-sama polos.
Tidak 1 incipun tubuh Nayra di lewatkan Raihan. Gairah keduanya semakin memuncak sampai akhirnya pasangan itu melakukan penyatuan. Nayra meneteskan air mata saat merasa sakit di area sensitifnya.
Nayra menggengam kuat Seprai mengurangi rasa sakitnya. Raihan menggenggam kuat tangan istrinya memberikan ketengan kepada Nayra. Raihan tau ini yang pertama kali untuk Nayra.
Sebagai laki-laki beruntung. Raihan ingin memberikan kebahagian kepada Nayra. Merasakan surga dunia sesungguhnya. Nayra meneteskan air mata bukan karena mengingat hal buruk yang pernah terjadi kepadanya.
__ADS_1
Tetapi karena merasa bahagia. Karena bisa memberikan apa yang seharusnya di miliki suaminya sejak awal. Dia sangat bahagia karena sudah menjadi istri yang semestinya.
Raihan tidak kalah bahagianya. Kesabarannya menunggu Nayra akhirnya berbuah manis. Nayra telah menjadi miliknya seutuhnya.
Dia adalah laki-laki yang beruntung yang bisa menyentuk Nayra pertama kali. Nayra gadis yang selalu menjaga dirinya dan pada akhirnya mahkotanya di berikan kepadanya.
Akhirnya ke-2 nya melakukan malam pertama mereka setelah 3 bulan pernikahan. Di tempat yang mereka buat sendiri. Mereka ber-2 pernah menanam bibit Bunga liliy bersama-sama.
Dan sekarang bunga itu bermekaran bersamaan dengan Raihan menanamkan benihnya kedalam rahim istrinya.
Hujan turun. Aroma bunga yang khas membuat ke-2nya tetap melanjutkan kegiatan mereka. Untung saja rumah kaca tersebut tidak tembus pandang keluar. Dari luar tidak bisa di lihat apa yang terjadi di dalam.
Tetapi dari dalam bisa melihat ke luar. Seakan bercinta di saksikan alam dan hujan deras itulah pasangan yang baru memulai malam pertamanya.
Napas ke-2nya naik turun ketika lelah melakukan hubungan itu. Raihan menatap istrinya yang begitu lelah. Raihan mencium kening Nayra. Ciuman yang tidak dapat di ucapkan mungkin kata terimakasih atau lebih dari apapun.
Nayra bisa merasakan itu. Raihan terbaring di samping Nayra dengan keringat yang bercucuran. Raihan meraih Nayra ke dalam pelukannya mencium pucuk kepala Nayra.
" Aku mencintaimu," suara serak itu terdengar di telinga Nayra.
**************
Pancaran matahari sudah bangun dari tidurnya. Tetesan air hujan tadi malam menetes kelantai dari atap rumah kaca tersebut. Meski sinar mata hari yang silau. Pasangan yang baru melakukan hubungan wajib itu masih tertidur lelap.
Raihan memeluk Nayra dari belakang. Lengan Raihan di jadikan bantal oleh Nayra. Sementara 1 tangan Raihan memeluk erat pinggang Nayra.
Keduanya masih belum menggunakan pakaian masih sama-sama polos. Hanya selimut putih yang berukuran kecil yang berukuran kecil yang membalut tubuh ke-2 nya. Memberi sedikit kehangatan.
Raihan mengerjapkan matanya perlahan. Ketika matanya terbuka sempurna Raihan tersenyum. Ketika melihat istrinya yang berada di pelukannya.
Dengan perlahan Raihan bergeser sedikit. Melihat Nayra apakah masih tidur. Ternyata Nayra masih tertidur. Raihan mengusap lengan Nayra dengan lembut dan mencium lengan Nayra yang lembab karena memang ke dinginan.
" Terima kasih," bisik Raihan di telinga Nayra dan mencium ceruk leher Nayra membuat kesadaran Nayra timbul. Perlahan Nayra membuka mata indahnya. Dia merasa sangat lelah. Apa lagi bagian bawahnya masih terasa perih.
Nayra menggerakkan kepalanya menoleh kebelakang nya dan melihat suaminya yang sekarang tersenyum kepadanya. Nayra tersenyum tipis. Namun wajahnya memerah dan kembali mengalihkan pandangannya. Iya Nayra malu karena mengingat ke jadian tadi malam. Yang bisa di katakan dia yang memulai. Seakan malu dengan Raihan.
" Ada apa?" tanya Raihan memeluk erat Nayra. Melihat Nayra yang seperti menghindarinya.
__ADS_1
" Semalam, aku hanya mencoba saja. Aku tidak tau kalau akan seperti itu. Aku bukan tipe wanita seperti itu," ujar Nayra gugup membuat Raihan mendengus tersenyum.
Nayra seakan menjelaskan kepada Raihan agar Raihan tidak menganggapnya wanita yang penuh agresif.
" Kalau begitu kamu berhasil," bisik Raihan, " Kamu belajar dari mana," goda Raihan, Membuat Nayra memejamkan matanya.
" Raihan jangan seperti itu, aku juga tidak tau kenapa jadi seperti itu," sahut Nayra yang semakin malu karena Raihan menggodanya.
" Kamu jangan berpikir yang aneh-aneh, kepada ku," lanjut Nayra lagi dengan suara pelan.
" Baiklah, kalau begitu katakan, apa seterusnya akan seperti ini. Apa ini akan menjadi rutinitas kita terus," goda Raihan lagi membuat Nayra semakin malu.
Padahal tadi malam Nayra tidak ada malu-malu.
" Jangan seperti itu aku, sudah lupakan semuanya," sahut Nayra mulai kesal. Raihan mencium lembut pipi Nayra.
" Mana mungkin aku melupakan hal ini. Hal yang paling bahagia dalam hidupku. Aku tidak ingin melupakannya. Dan tidak akan mungkin," jawab Raihan.
" Kalau begitu jangan terus membicarakan itu. Aku malu," jawab Nayra gugup.
" Kenapa harus malu. Kita sudah menikah dan kamu melakukan itu karena dari hati kamu. Bukan karena keharusan. Jadi kenapa kamu harus malu," ujar Raihan. Nayra tersenyum sebenarnya dia ingin berbalik badan dan memeluk Raihan tetapi dia masih malu dengan Raihan.
" Kalau begitu jangan mengejekku dan jangan menggodaku tentang masalah itu," ujar Nayra.
" Baiklah, aku tidak akan melakukannya. Sekarang berbalik lah aku ingin melihat wajahmu," ujar Raihan.
" Bukannya kamu sudah melihatnya," sahut Nayra.
" Aku ingin melihat dengan jelas," sahut Raihan. Nayra tersenyum dan menggeserkan tubuhnya berbalik menghadap suaminya.
" Sudah," ujar Nayra yang masih malu-malu. Raihan tersenyum dan mencium kening Nayra. Melepas ciumannya dan menatap ke-2 bola mata istrinya dengan cinta.
Raihan mengecup bibir Nayra. Nayra memejamkan matanya tersenyum.
" Terima kasih sudah menikah denganku," ujar Raihan Nayra mengangguk dan memeluk Raihan erat. Nayra kembali tenggelam di bawah leher Raihan seakan tidak ingin melepas pelukan suaminya. Belum lagi cuaca yang dingin. Membuatnya ingin terus berada di pelukan itu.
...๐น๐น๐น๐น๐น๐นBersambung ๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
__ADS_1