Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 263


__ADS_3

Raka dan Raihan akhirnya mengunjungi Yayasan Panti Asuhan Kasih Bunda. Yang sudah di temukan Raka alamatnya. Tempat panti asuhan yang menjadi latar belakang foto Vira yang di temukan Raihan di kamar Vira.


Mobil mereka sudah berhenti di depan panti asuhan itu. Tetapi mereka sama sekali belum masuk dan masih berada di dalam mobil.


" Kamu yakin ini pantinya?" tanya Raihan melihat-lihat kearah luar.


" Iya Kak, aku sangat yakin ini pantinya," sahut Raka dengan yakin.


" Aneh sekali. Nayra bilang Vira itu di adopsi saat usia 12 tahun dari anak temannya papa. Tetapi kenapa dia justru berasal dari panti asuhan," ucap Raihan masih kesulitan untuk memecahkan teka-teki tersebut.


" Apa jangan-jangan sebelumnya Vira di adopsi dulu dari panti asuhan. Setelah itu temannya pak David memberikan Vira ke Pak David," ujar Raka menarik kesimpulan.


" Maksud kamu Vira juga bukan anak kandung dari temannya Pak David?" tebak Raihan.


" Bisa jadi. Karena jika dari panti asuhan. Kenapa Pak David tidak mengangkat langsung. Kenapa harus dari temannya," ujar Raka menyimpulkan.


" Entahlah, aku juga tidak tau. Teori ini memang membuat bingung," sahut Raihan.


" Apa kak Raihan tau. Siapa temannya Pak David?" tanya Raka.


" Aku belum sampai kepikiran soal itu," sahut Raihan.


" Ya sudah, sebaiknya kita masuk dulu kedalam. Kita coba cari informasi dulu. Siapa tau ada petunjuk," ujar Raka memberi saran.


" Iya kamu benar, ayo!" ujar Raihan membuka pintu mobilnya. Raka juga menyusul untuk keluar dari mobil tersebut.


***********


Raihan dan Raka sudah menemui ibu panti asuhan yang memakai kaca mata itu. Beruntung ibu panti yang mereka temui memang sudah sangat lama di sana. Dan menurut Raka dan Raihan ibu panti itu pasti sudah ada di saat Vira ada di sana.


" Vira," sahut Ibu panti saat Raihan mempertanyakan mengenai Vira tanpa basa basi.


" Benar Bu, Vira," ujar Raihan membenarkan.


" Kira-kira tahun berapa ya dia di adopsi?" tanya ibu panti yang tidak mengingat.


Karena memang pasti banyak nama anak yang sama di panti tersebut. Belum lagi itu juga sudah lama ingatan orang-orang pasti berkurang jika semakin tua. Raihan dan Raka saling melihat mereka juga tidak tau tahun berapa itu.

__ADS_1


" Kalau sekitar 20 tahunan yang lalu ada tidak?" tanya Raihan asal-asalan. Menurutnya foto yang di lihatnya di kamar Vira itu sekitar 5 tahunan.


" Vira, Vira," gumam Bu panti mengingat-ingat nama itu. Ingatannya Bu panti harus kuat jika mengingat masa 20 tahun silam.


Raihan mengeluarkan ponselnya dari sakunya membuka galeri ponselnya dan menunjukkan pada Bu panti.


" Bagaimana dengan anak ini apa ibu tau?" tanya Raihan memperlihatkan foto Vira yang fotonya saat menggeledah kamar Vira.


" Ya ampun ini buka Vira namanya," sahut Bu panti yang melihat foto itu langsung mengingat. Raihan dan Raka saling melihat dengan wajah mereka penuh kebingungan.


" Jika bukan Vira. Siapa dia?" tanya Raka penasaran.


" Laudya, saya jelas mengingat gadis ini. Dari bayi 9 bulan dia dan kakaknya Amar yang saat itu 2 tahun sudah berada di panti ini," ucap ibu panti yang jelas mengingat.


" Jadi benar Vira anak panti asuhan sebelumnya," batin Aditya yang mulai menemukan titik terang.


" Apa ibu masih ingat orang yang mengangkatnya?" tanya Raka.


" Kalau saya tidak salah yang mengangkat dia itu wanita belum menikah. Kalau tidak salah nama nya Sisil seingat saya," jawab Bu panti masih ragu.


" Begini saja Pak. Jika memang bapak berdua ini sangat memerlukan data itu. Saya akan coba mencari untuk memastikan siapa nama orang yang mengangkat Laudya dan Amar," ucap Bu panti yang punya niat membantu dan tidak pelit informasi.


" Mereka di angkat sekali 2?" tanya Raihan.


" Benar Pak, Amar dan Laudya diangkat bersamaan karena memang mereka tidak bisa terpisah," jawab Bu panti mengingat dengan betul-betul.


" Berarti Benar Vira bukan anak teman papa. Jika memang benar. Nayra pernah bilang. Jika Vira satu-satunya anak temannya papa dan ini Vira diangkat sekalian sama kakaknya. Berarti sangat jelas sebelumnya Vira sudah di adopsi dulu," batin Raihan mulai menemukan titik terang dari pencariannya hari ini bersama Raka.


" Baiklah jika begitu, mohon kabar baiknya," sahut Raka.


" Baik Pak," sahut Raka.


Raihan dan Raka tidak lama di panti itu. Setelah berbicara dan juga Raihan sekalian berdonasi di sana. Raka dan Raihan langsung pulang. Raka harus mencari tau temannya David yang katanya orang tua Vira.


Sementara Raihan mencari tau namanya Sisil orang yang mengadopsi Vira dan kakak laki-lakinya.


Mereka memang ipar yang sangat kompak. Memang dalam penyelesaian Vira mereka harus kompak dan berbagi tugas. Itulah gunanya ipar.

__ADS_1


************


Rumah sakit.


Mobil Sony berhenti di depan rumah sakit. Tempat yang kata Vira ada temannya yang kecelakanan


" Terima kasih ya sudah mengantarku," ucap Vira dengan manis.


" Sama-sama, masuklah aku akan menunggumu. Bukannya kamu kembali ketempat mobilmu tinggal," ujar Sony mengingatkan Vira.


" Aku rasa tidak perlu kamu menungguku. Aku sudah senang bisa di antarkan. Lagian setelah selesai melihat keadaan temanku. Aku bisa menaiki Taxi untuk mengambil mobilku dan mengganti rugi kerusakan kendaraan bapak tersebut," ujar Vira.


" Benarkah!" sahut Sony.


" Iya, ya sudah aku pergi dulu, sekali lagi terima kasih," ucap Vira pamit dengan senyumnya menundukkan kepalanya.


" Namaku Sony," ujar Sony saat Vira ingin keluar mobil.


Vira mendengar Sony memperkenalkan dirinya. Membuatnya tersenyum penuh rencana. Vira kembali membalikkan tubuhnya mengarah pada Sony.


" Aku Vira," sahut Vira mengulurkan tangannya yang langsung di sambut oleh Sony. Mereka bersalaman cukup lama. Mata ke-2nya saling mendalam.


" Tidak sesulit yang kubayangkan. Aku yakin dia akan jatuh cinta kepadaku dan aku bisa menguasainya seperti apa yang diinginkan mama, aku hanya menunggu waktu saja," batin Vira tersenyum penuh rencana saat awal rencananya berjalan dengan lancar.


" Ehmmm," Vira menarik tangannya seakan-akan malu-malu.


" Ya sudah aku pergi dulu," ujar Vira kembali berpamitan.


Sony hanya mengangguk kan kepalannya. Vira pun keluar dari mobilnya dan langsung berjalan memasuki rumah sakit. Entah siapa yang mau di lihatnya di rumah sakit itu.


" Lumayan cantik," gumam Sony yang melihat tubuh Vira berjalan dengan lenggak- lenggok. Setelah melihat Vira sudah memasuki rumah sakit.


Sony memutar mobilnya untuk pulang. Karena mamanya pasti sudah menunggunya dari tadi. Karena sebelum pulang Sony memang ingin menemui mamanya.


Tetapi karena insiden Vira. dia harus menjadi sok pahlawan dan melupakan mamanya. Dan sekarang dia kelimpungan dan sudah yakin akan mendapat omelan jika sudah sampai.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2