
Dara tertidur terlentang di kamarnya dengan selimut yang menutupi separuh tubuhnya. Dara tampak tidur dengan nyenyak. Karena mungkin dia sangat lelah sehingga harus tertidur pulas. Bagaimana tidak lelah seharian dia berada di pesta pernikahan suaminya.
Krekkk suara pintu kamar terbuka dan terlihat langkah kaki yang berjalan melangkah mendekati ranjang dengan tangan yang memegang pisau yang ternyata adalah Vira yang memasuki ruangan itu.
Di mana Vira yang dengan tatapan menyeramkan yang bukan dirinya melangkah mendekati ranjang itu sampai Vira sudah berada di samping Dara dengan senyum miring di wajahnya. Wajah Vira memang sangat aneh. Layaknya wanita yang kerasukan.
" Kamu akan mati sekarang juga. Orang sepertimu sangat pantas untuk mati. Selama ini kamu hanya berpura-pura baik di depanku. Tetapi nyatanya kamu sangat jahat. Kamu tidak sebaik yang aku duga," ucapnya yang menatap penuh kebencian pada Dara yang tertidur pulas.
" Dara kamu sudah merusak hidupku. Apa kamu tidak sadar. Jika kamu yang sudah menggangguku. Kamu yang sudah menjadi farasit dalam pernikahan ku. Kamu sudah membuatku jauh dari Sony. Sony yang mencintaimu dan aku sama sekali tidak di anggap. Apa menurutmu itu adil untukku," ujarnya yang berbicara berbisik-bisik di depan Dara yang masih tertidur dan tidak sadarkan diri.
" Itu tidak adil untukku dan untuk mendapat ke adilan itu. Kamu harus mati sekarang juga di depan ku. Dnegan kematianmu akan memberikan keuntungan untukku. Aku akan menjadi untung Dara. Setelah itu tidak ada lagi yang akan menggangu ku," ujar Vira yang terus menatap sini dengan memegang pisau dengan ke-2 tangannya dan sudah menghadang kan tepat di daerah jantung Dara.
" Jika Mati, aku akan mendapat keuntungan yang banyak bukan," ujarnya dengan sinis yang di pengaruhi iblis dan Vira yang tidak bisa mengendalikan dirinya langsung ingin menusuk Dara. Namun seketika Dara membuka matanya dan berhasil menahan tangan Vira yang ingin menusuknya.
" Vira apa yang kamu lakukan?" tanya Dara menggertak dengan suara paniknya melihat Vira yang inginenghabisinha. Dan Vira yang ketahuan memaksa ingin menusukkan dengan menekan seakan targetnya tidak mau hilang.
" Vira, sadarlah," sahut Dara yang kepanikan melihat Vira yang terus memaksanya dan belum lagi mata Vira memerah seperti kerasukan.
" Kenapa Vira seperti ini. Kenapa dia melakukan hal itu. Apa yang terjadi padanya," batin Dara yang ketakutan yang terus menahan pisau agar tidak tertusuk padanya.
" Kamu harus mati, kamu parasit di sini. Jadi kamu harus mati!" teriak Vira yang terus berusaha agar pisau yang tinggal sedikit lagi menusuk Dara hampir kena.
" Jangan gila kamu, apa yang kamu lakukan. Kamu sadarlah Vira, kamu bisa membunuhku Vira. Kamu jangan melakukan hal gila ini," sahut Dara yang semakin takut dengan tindakan Vira.
" Aku sadar melakukannya. Bagiku kamu adalah penghalang ku. Kamu yang menjadi penghalang untuk pernikahan ku dengan Sony," ujar Vira.
__ADS_1
" Apa yang kamu katakan. Kenapa kamu menyalahkan ku. Aku tidak pernah menghalangi hubungan mu dengan Sony. Bahkan kamu sendiri aku berusaha melakukan yang terbaik untuk mu dan juga Sony," sahut Dara.
" Bohong kamu berbohong. Kamu melakukan semuanya hanya karena kepalsuan. Kamu tidak pernah tulus melakukannya. Kamu pikir aku tidak tau kalau kamu masih menyukai Sony?" ujar Vira yang terus memaksa pisau agar mengenai Dara.
" Apa yang kamu katakan. Aku sudah mengatakan. Aku tidak punya hubungan apa-apa dengan Sony. Kamu hanya salah paham saja, aku sama Sony hanya masa lalu dan tidak ada hubungannya dengan mu," sahut Dara.
" Bohong, kamu pikir aku tidak tau. Kamu sama Sony sama-sama berciuman di dalam kamarmu. Apa kamu pikir aku tidak melihat. Jika kalian ber- 2bersenang-senang di sini dan aku sama sekali tidak di anggap. Kamu masih mengatakan kalian hanya masa lalu. Aku tidak bodoh. Aku tau semuanya," sahut Vira yang membuat Dara kaget.
" Jadi Vira melihat semua itu, dan ini yang membuatnya beberapa hari ini sangat berubah," batin Dara yang terus menahan agar pisau itu tidak menusuknya.
" Kamu salah paham Vira. Semua tidak seperti apa yang kamu lihat. Kamu salah paham Vira," sahut Dara.
" Kamu pikir aku buta. Aku jelas melihat sendiri apa yang kamu lakukan. Kamu wanita ****** yang berpura-pura baik kepadaku. Kamu wanita murahan," ujar Vira dengan penuh emosinya.
" Tidak Vira itu tidak benar," sahut Dara. Dan Vira yang semakin kerasukan langsung menusukkan dan Dara langsung menghindar dari pisau Vira. Di mana pisau Vira langsung tertusuk pada tempat tidur.
" Aku tidak akan berhenti sebelum kamu mati. Aku tidak akan berhenti!" teriak Vira yang penuh emosi. Yang terus berusaha untuk membunuh Dara. Vira memang sudah kerasukan dan memang targetnya hanya Dara yang ingin di bunuhnya karena merasa telah di hiyanati oleh Dara.
**********
Dratttt Dratttt, Dratttt.
Ponsel Carey berdering. Tetapi Carey masih tertidur berada di samping suaminya dengan lengan Dion yang menjadi bantalnya. Mendengar suara telpon itu bukan Carey yang terbangun melainkan Dion yang mengerjap-ngerjapkan matanya.
" Carey, bangun! Carey bangun. Handphone kamu bunyi," ujar Dion yang membangunkan istrinya.
__ADS_1
" Hmmm," sahut Carey yang langsung terbangun dengan mengucek-ngucek matanya dan meraba meja untuk mengangkat panggilan itu. Carey duduk dan melihat siapa yang menelpon.
" Dara!" lirihnya yang langsung mengangkat. Namun belum siap untuk mengangkat hanphonenya langsung mati.
" Kok mati," gumamnya heran.
" Siapa Carey?" tanya Dion heran.
" Dara," jawab Carey masih dengan wajahnya yang mengantuk.
" Lalu?" tanya Dion.
" Nggak tau tapi belum sempat di angkat sudah mati," ucap Carey.
" Ya sudah telpon lagi, siapa tau ada yang penting," ujar Dion. Carey mengangguk dan kembali menelpon.
" Nggak, dia angkat," sahut Carey, " aneh banget menelpon malam-malam. Tapi tiba-tiba nggak di angkat," ujar Carey yang masih mengantuk.
" Ya sudah lah, mungkin saja Dara salah pencet dan tidak ingin mengganggu makanya tidak mengangkatnya. Besok saja telpon lagi," ujar Dion yang berpikir positif.
" Iya, mungkin," sahut Carey yang mengangguk-angguk saja. Dia juga sangat mengantuk.
" Ya sudah ayo tidur lagi," sahut Dion. Carey mengangguk dan meletakkan hp nya di tempatnya semula. Lalu kembali berada di pelukan suaminya.
" Tidurlah, ini sudah sangat larut," ujar Dion mencium pucuk kepala Carey. Carey mengangguk dan langsung memejamkan matanya dengan memeluk suaminya.
__ADS_1
" Aneh sekali Dara menelpon malam-malam. Seperti ada sesuatu saja," batin Carey yang merasakan ke anehan tetapi karena mengantuk dia pun mengikuti kata-kata suaminya untuk tertidur.
Bersambung