Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 426


__ADS_3

Kepergian Sony Vira bersandar di pintu dengan bernapas lega. Mengusap dadanya dengan wajahnya yang terlihat sangat pucat yang seperti menyembunyikan sesuatu.


" Untung saja, Sony tidak masuk. Kenapa Sony tiba-tiba pulang sih. Bisa berabe jika semuanya ketahuan. Tidak ini tidak boleh ketauan," ucapnya yang tampak panik yang dia tidak tau apa yang di panikan nya.


Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt


Suara Hp membuat Vira tersentak kaget.


" Ishhh, sial," umpatnya dengan kesal dan lalu melangkah mendekati Hptersebut yang di letakkan di atas meja ruang tamu.


Vira mengambil handphone itu yang ternyata panggilan masuk dari Tante Saski yang ternya HP yang berdering itu adalah milik Dara.


" Kenapa wanita gila itu menelponnya?" batin Vira yang tampak kesal dan langsung mematikan panggilan itu dan bahkan mematikan ponsel itu.


" Memang dia pikir dia orang penting sampai-sampai banyak orang yang menelponnya seharian ini. Dia pikir siapa dirinya mau suka-sukanya. Mending handphone ini di matikan. Dari pada hanya mengganggu saja," ujar Vira dengan geram yang memang kesal sejak tadi di ganggu panggilan masuk dari beberapa teman Dara.


Dia memang tidak mungkin mengangkatnya yang pasti akan menimbulkan banyak pertanyaan makanya dia memilih mendiamkan sejak tadi dan sekarang mematikannya. Karena sudah merasa begitu terganggu dengan kebisingan suara handphone itu.


********


Sementara Sony yang tidak jadi memasuki Apertemen Dara merasakan ada yang aneh. Sony masih berada di dalam mobil di sekitar parkiran. Dia terlihat banyak berpikir di dalam mobil yang belum berjalan itu.


" Kenapa Dara tidak ada di Apertementnya. Kemana dia? tanya penuh kebingungan dengan wajahnya yang tampak gelisah.


Sony kembali mengeluarkan hanphonnya dari sakunya dan melihat kontak Dara lalu menelpon Dara.


" No yang anda tuju sedang tidak aktif,"


" Sekarang malah tidak aktif. Tadi tidak di angkat dan sekarang tidak aktif kemana dia sebenarnya. Kenapa sampai tidak aktif seperti ini," batin Sony yang malah kepanikan.


Tin-ning-Tin-ning-Tin-ning-Tin-ning. Suara handphone Sony berbunyi dan dengan cepat mengangkatnya tanpa melihat panggilan masuk.


📞" Dara," sahut Sony.


📞" Sony!" sapa si penelpon yang tampaknya heran.


📞" Mama," sahut Sony yang mengenali suara mamanya. Karena saking paniknya dia sampai mengira itu adalah Dara.


📞" Kamu di mana. Bukannya seharusnya kamu sudah sampai rumah. Sudah 3 jam pak Deri menjemput kamu. Tapi kamu tidak pulang juga?" tanya Saski heran dengan putranya.


📞" Hmmm, iya ma, maaf ma, tadi Sony lagi ada urusan sebentar ini juga sudah mau pulang," sahut Sony yang baru menyadari jika dia sudah 3 jam berada di parkiran Apartemen Dara.


📞" Oh, begitu rupanya mama hanya khawatir saja. Kamu tadi juga sebut nama Dara. Apa kamu menemuinya tadi?" tanya Saski.

__ADS_1


📞" Tidak ma," jawab Sony.


📞" Hmmm, begitu yah! mama juga mencoba untuk menelponnya. Karena ada yang mau mama bicarakan tetapi malah di matikan dan ketika mama mau menelpon lagi malah tidak di angkat," ujar Saski yang membuat Sony sedikit kaget.


📞" Dara me-rijek panggilan mama?" tanya Sony memastikan.


📞" Hmmm, mama juga heran. Mungkin dia lagi sibuk," sahut Saski berpikiran positif.


📞" Aneh sekali, tadi aku menelpon tidak di angkat, lalu dia sempat mematikan telpon mama dan sekarang hanphonnya malah mati. Seperti ada sesuatu yang tidak beres," batin Sony yang mencurigai sesuatu.


📞" Sony kamu masih di sana?" tanya Saski yang tidak mendapatkan respon apa-apa.


📞" Hah, iya ma, aku masih di sini?" jawab Sony.


📞" Ya sudah kamu pulang deh cepat Kerumah, jangan mampir-mampir lagi," ujar Saski memberi pesan.


📞" Iya ma," sahut Sony.


📞" Ya sudah mama tunggu ya," ujar Saski.


📞" Iya mah," sahut Sony yang mematikan telponnya yang merasakan keanehan.


" Kenapa perasaanku tidak enak apa yang terjadi sebenarnya!" batin Sony yang terlihat begitu khawatir.


" Tidak usah, kita pulang saja. Mama sudah menunggu?" jawab Sony.


" Baik pak," sahut Supir yang langsung menarik gas mobilnya dan langsung menjalankan mobil itu.


**************


Di sisi lain Nayra, Andini, Raihan dan Alex, Raina dan Raka terlihat berada di ruang tamu yang sibuk dengan beberapa pernak-pernik di atas meja dan juga beberapa kertas-kertas yang tidak tau apa itu.


" Semoga saja acara ulang tahun pernikahan Tante Zira dan Om Addrian lancar," sahut Andini yang sibuk menyusun undangan.


" Kita doakan saja. Kejutan yang kita buat semoga mama dan papa menyukainya," sahut Rania dengan wajahnya yang tampak semangat.


Yang ternyata mereka yang sedang sibuk itu untuk mempersiapkan ulang tahun pernikahan Addrian dan Zira yang 32 tahun. Mereka juga berada di rumah Rania untuk menyiapkan beberapa kejutan untuk orang yang paling mereka sayangi.


" Oh iya Angga sama Della nggak jadi datang?" tanya Raka.


" Hmmm, masih pengantin baru, jadi mohon di maklumi," sahut Rania tersenyum.


" Benar, jangan di ganggu kita juga bisa menyiapkannya, nanti Luci sama Celine juga akan bantuin," sahut Raihan.

__ADS_1


" Kak Carey tidak datang?" tanya Andini.


" Kak Carey lagi ke Luar Kota menemani kak Dion ada perjalanan bisnis," sahut Nayra.


" Ohhh, begitu rupanya?" sahut Andini.


" Lalu Dara mana aku tidak melihatnya?" tanya Alex.


" Kurang tau sih, aku tadi menelponinya. Tetapi tidak bisa," sahut Nayra yang juga heran.


" Mungkin dia lagi sibuk," sahut Raina.


" Padahal kemari dia sudah bilang waktu di pesta Angga mau ikut bantuin persiapan ulang tahun pernikahan mama dan papa. Tetapi dia malah belum mengabari," sahut Nayra lagi.


" Kalau begitu dia pasti datang, kita tunggu saja," sahut Raihan. Yang lainnya mengangguk.


" Oh, iya bukannya Sony juga pulang hari ini?" tanya Raka.


" Hmmm, benar, aku tadi melihat di grup di mengabari kalau dia pulang," sahut Raihan yang juga mengetahui berita penting itu.


" Ya akhirnya dia pulang juga," sahut Alex.


" Apa itu artinya. Dia juga akan melanjutkan pernikahannya dengan Vira?" tanya Andini.


" Ya mungkin iya. Lagian mana mungkin di tunda lagi. Yang adanya Vira akan lahiran," sahut Rania.


" Kita doakan saja apa yang terbaik. Aku juga kasihan dengan Vira yang pasti apa yang di alaminya tidak mudah dan semoga pernikahannya memang di jalankan. Agar usaha Dara tidak sia-sia selama ini," sahut Nayra penuh dengan doa dan harapannya.


" Dara memang lain dari yang lain. Aku cukup salut melihatnya. Dia begitu bijak dalam menghadapai masalah. Baru juga mengenal Vira. Tetapi lihatlah dia sebegitunya kepada Vira. Nggak tau sih hatinya terbuat dari apa," sahut Rania yang mengagumi temannya itu.


" Ya semoga saja kak Dara mendapatkan calon suami yang terbaik yang sama dengan dia baiknya. Agar dia bisa bahagia terus," sahut Andini..


" Amin kita doakan saja yang terbaik untuk Sony, Dara dan Vira, dan pastinya untuk keselamatan bayi dari Vira," sahut Nayra yang penuh dengan doanya.


" Amin," sahut semuanya serentak.


" Ya sudah ngobrol-ngobrol, tapi tangan tetap gerak," sahut Raihan sedikit galak.


" Iya sayang kamu bawel amat," sahut Nayra menyenggol suaminya.


Raihan tersenyum tipis dan mereka kembali melanjutkan pekerjaan mereka.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2