
Nayra yang mendengarnya langsung reflex menutup mulutnya. Dengan jahilnya suaminya yang dia tau Raihan pasti akan melakukannya.
" Kamu kok gitu sih," ucap Nayra dengan wajah cemberutnya.
" Makanya cepat berikan kepadaku. Sebelum aku benar-benar akan melakukannya. Atau kamu memang benar-benar ingin melihatku melakukannya," ujar Raihan dengan wajahnya yang serius.
" Cepat," desak Raihan dengan wajah seriusnya.
" Nih," sahut Kiara yang langsung memberikan 1 putu bambu tersebut. Raihan mengambil dari tangan istrinya. Tetapi Nayra menahannya seperti tidak ikhlas. Raihan menaikkan satu alisnya. Melihat Nayra yang benar-benar tidak rela membagi makanan itu.
" Kamu benar-benar tidak memberikannya?" tanya Raihan menahan tawanya. Dia memang benar-benar puas mengerjai istrinya. Dia sangat suka mencari gara-gara dengan Nayra.
" Ya sudah deh, ni untuk kamu semuanya," sahut Nayra ngambek langsung menggeser piring isi putu bambu kedekat Raihan.
" Uda kamu makan semuanya. Aku sudah tidak mau lagi," sahut Nayra benar-benar merajuk Nayra bahkan berdiri ingin meninggalkan Raihan yang mengerjainya.
" Hey sayang," sahut Raihan menarik tangan istrinya.
" Kamu mau kemana?" tanya Raihan panik. Tidak menyangka istrinya benar-benar ngambek.
" Mau tidur," ketus Nayra.
Raihan langsung menarik lembut tangan istrinya dan membawa Nayra kedalam pangkuannya. Sehingga Nayra seperti anak kecil yang di dalam pangkuan suaminya.
" Makanannya belum habis. Kenapa pergi," tanya Raihan.
" Aku sudah tidak selera," sahut Nayra mengalihkan pandanganya. Tetapi tangan Nayra mengalung di leher Raihan.
" Aku sudah mencarinya kemana-mana masa iya kamu tidak habiskan. Itu sama saja kamu membuatku kecewa," ujar Raihan yang membujuk istrinya. Nayra bahkan diam tanpa merespon ucapan suaminya.
" Sayang, benar kamu akan kayak gini. Kamu tidak mau melihat suami kamu yang tampan ini," bujuk Raihan.
" Durhaka lo kalau istri tidak mendengarkan suaminya. Apalagi kalau suaminya bercerita. Tetapi istrinya malah membuang muka. Mau jadi istri durhaka," ujar Raihan yang tetap usaha membujuk Nayra.
" Kamu sih," sahut Nayra kesal memukul pelan dada Raihan. Wajah Nayra terus cemberut. Tetapi sangat menggemaskan untuknya.
" Maafkan aku. Aku bercanda. Aku tidak bermaksud untuk mengambilnya," ujar Raihan menjelaskan.
" Kamu makan lagi ya," bujuk Raihan. Nayra menggeleng tidak mau.
__ADS_1
" Ayo dong sayang kasian bayi kita. Padahal dia lagi pengen-pengen makan. Tetapi kamu malah tidak mau," ujar Raihan tetap membujuk.
" Yah makan ya," ujar Raihan dengan wajahnya memohon. Nayra pun akhirnya mengangguk.
Dengan perlahan Nayra bangkit dari pangkuan suaminya. Nayra langsung duduk kembali di tempatnya semula di samping suaminya. Raihan bersyukur akhirnya bisa membujuk istrinya yang ngambek melebihi Amira susah di bujuk.
" Kamu benaran tidak mau?" tanya Nayra memastikan.
" Kamu makanlah aku tadi hanya bercanda saja," ujar Raihan.
Nayra kembali tersenyum dan menikmati makanan itu kembali. Raihan tersenyum melihat mood istrinya sudah kembali. Raihan mengusap pucuk kepala Nayra yang kembali makan dengan lahap.
sesekali Nayra juga menyuapinya dan Raihan akan menerima dengan senang hati. Dia memang sangat iseng membuat Nayra kesal. Padahal Nayra lagi senang-senangnya makan. Malah di jahili nanti kalau tidak mau makan panik sendiri lalu di paksain makan.
Raihan membuka tasnya kerjanya yang ada di atas meja dekat dengan makanan Nayra. Raihan mengambil map merah yang tadi di berikan ibu panti kepadanya.
" Apa itu?" tanya Nayra penasaran saat melihat suaminya membuka map itu.
" Oh ini. Ini data orang tua yang mengadopsi Vira," jawab Raihan sambil melihat-lihat kembali.
" Kamu sudah ketemu orangnya?" tanya Nayra.
" Lihat deh wanita itu seperti tidak asing bukan wajahnya," ujar Raihan memperlihatkan kepada istrinya. Nayra pun mendekatkan kepalanya dan melihat wajahnya dengan teliti.
" Hmmmm, kayak mirip tante Kayla," celetuk Nayra tiba-tiba.
" Tante Kayla, mamanya Angga," sahut Raihan mengatakan adik dari papanya.
" Hmmm, iya perhatikan aja. Wajahnya itu mirip sama eyang laki-laki. Eyang laki-laki kan mirip banget sama Tante Kayla," jelas Nayra yang benar-benar merasa wanita yang di foto itu sangat mirip dengan Kayla Tante dari suaminya.
Jelas sangat mirip. Kayla dan Sisil kan saudaraan yang berbeda ibu. Raihan pun meneliti kembali foto itu dan seakan setuju dengan kata-kata istrinya. Jika wanita itu mirip dengan keturunan keluarganya membuat Raihan bingung.
Dratttt-drttttt
penelitian Raihan harus terhenti dengan bunyinya ponselnya. Nayra kembali melanjutkan makannya. Sementara Raihan mengangkat telpon yang ternyata dari Raka.
" Halo Raka, ada apa?" tanya Raihan.
" Apa," sahut Raihan kaget. Membuat Nayra melihat suaminya.
__ADS_1
" Ada apa?" tanya Nayra tanpa suara.
" Oke makasih ya informasi nya. Aku akan kabari mama. Aku dan Nayra juga akan kesana," ujar Raihan mematikan telponya.
" Sayang ada apa?" tanya Nayra panik.
" Raina sudah kontraksi. Mungkin dia akan melahirkan. Raka bilang ketubannya juga sudah pecah," jawab Raihan.
Nayra melotot dengan wajah cerianya sampai menutup mulutnya mendengar kabar bahagia itu.
" Serius?" tanya Nayra masih tidak percaya.
" Iya sayang, ayo kita kerumah sakit!" ajak Raihan.
Nayra mengangguk kesenangan dan buru-buru berdiri. Karena mendengar kakak iparnya melahirkan. Datangnya kembali warga baru di dalam keluarga besar mereka.
*********
Carey merapikan tempat tidur sebelum dia dan suaminya tidur. Tubuhnya sudah lumayan enakan. Setelah kerumah sakit tadi dan mungkin juga karena ada tamu yang menyebalkan yang membuatnya juga langsung bertenaga.
Walau dia sangat kesal dengan Vira yang benar-benar sengaja membuat kekacauan di rumahnya. Wanita itu juga mampu membuat moodnya yang tadi berbunga-bunga menjadi hutan yang kebakaran.
Tiba-tiba Dion masuk kedalam kamar. Carey sepertinya tampak ketus dengan Dion sampai tidak melihat Dion masuk kamar.
Dion hanya memperhatikan Carey yang tampak marah dengan kejadian tadi. Setelah selesai merapikan tempat tidur. Carey menuju lemari mengambil pakaian tidurnya dan juga suaminya.
Carey meletakkan pakaian suami Dion di atas tempat tidur. Sementara Carey langsung kekamar mandi untuk mengganti pakaiannya.
" Kenapa dia?" tanya Dion yang sebenarnya sudah tau istrinya kenapa. Dion mengambil pakaian itu dan mengganti pakaiannya.
" Seharusnya di tanya. Supaya jangan berpikir yang aneh-aneh," gerutu Dion yang sepertinya sangat ingin Carey menanyakan tentang Vira.
Atau seperti sinetron-sinetron Indosiar. Carey yang marah-marah karena suaminya nempel-nempel dengan cewek lain. Tapi kayaknya Dion berharap terlalu banyak. Carey malah diam dan tidak ingin membahasnya.
Carey keluar dari kamar mandi setelah Dion juga selesai mengganti pakaiannya. Carey langsung menaiki tempat tidur. Carey langsung berbaring miring tanpa mempedulikan Dion. Dion mengambil laptopnya dan juga menaiki ranjang.
Dion menyadarkan tubuhnya di kepala ranjang membuka laptopnya meletakkan di atas pahanya. Dion melirik Carey yang membelakanginya.
Carey benar-benar mengacuhkannya. Sampai Dion harus membuang napasnya perlahan kedepan dengan tingkah Carey yang ngambekan.
__ADS_1
Bersambung