Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 24


__ADS_3

Angga juga melihat hal yang sama. Melihat Raihan memegang tangan Nayra. Tanpa mmpedulikan apapun. Raihan menarik Nayra pergi dari hadapan Angga.


Nayra hanya mengikut. Tetapi matanya terus melihat ke arah Angga. Langkah Angga yang cepat membuat Nayra harus kewalahan untuk mengimbangi langkah Angga.


" Raihan lepasin," berontak Nayra.


Raihan tidak peduli dan terus membawa Nayra.


Sementara Angga yang masih berdiri di depan pintu lift bingung. Melihat keberadaan Raihan dan juga bingung melihat cara Raihan yang berprilaku seperti itu.


Angga kembali membuang napasnya ke depan. Melihat apa yang terjadi barusan.


" Apa Raihan menginap di apartemen Nayra," batin Angga yang mulai merasa curiga.


Angga mengusap kasar wajahnya dan pergi dari hadapan lift. Untuk apa lagi dia masuk. Karena tujuannya hanya Nayra. Sementara Nayra sudah pergi bersama sepupunya Raihan.


Raihan Nayra sudah sampai ke lokasi parkiran.


" Raihan lepasin," brontak Nayra melepaskan tangannya dari Raihan, " sakit tau," protes Nayra .


" Masuk," ucap Raihan mengarahkan matanya pada mobil.


" Aku tidak mau. Seenaknya memerintah, memang kau siapa?" Nayra langsung menolak dengan terus mengusap-usap pergelangan tangannya yang sakit.


" Aku bilang masuk, jangan banyak protes," ujar Raihan dengan penuh penegasan.


" Tidak mau," tolak Nayra membuang wajahnya kesamping.


" Masuk,"


" Tidak, kau pikir kau siapa," ujar Nayra terus menolak.


Angga berkacak pinggang dan mengusap kasar wajahnya. Raihan yang kesal akhirnya Raihan mendorong tubuh Nayra masuk kedalam mobil.


" Raihan apa-apa an sih, jangan memaksa," berontak Nayra. Raihan menundukkan kepalanya agar wanita itu masuk kedalam mobilnya. Usaha Raihan berhasil.


" Ihhhh," desis Nayra kesal.


Nayra ingin membuka pintu mobil. Tetapi Raihan sudah mengunci pintu mobil. Nayra hanya pasrah dan melihat Raihan yang mengitari mobil menuju kursi mobil.


Raihan memasuki mobil dan memakai seat belt. Dia menoleh kearah Nayra yang masih dengan wajah mesalnya.


" Pakai seat belt nya!" ujar raihan. Nayra hanya diam.


" Apa perlu aku yang pakaikan," ujar Raihan lagi. Nayra merapatkan giginya dan langsung memakainya.


Raihan tidak mempedulikan penolakan Nayra. Raihan menarik gas mobilnya dan mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


" Kamu Apa-apaan sih main paksa aja," protes Nayra

__ADS_1


" Sudah jangan banyak protes, ikuti saja," ujar Raihan.


" Tadi ada pak Angga, aku nggak enak sama pak Angga," sahut Nayra.


" Kenapa kau sudah ada janji sama dia iya?" tanya Raihan tanpa menoleh ke arah Nayra.


" Tidak, aku hanya tidak enak, apa salahnya aku menyapanya sebentar," jawab Nayra.


" Baru tidak menyapa saja sudah seperti kehilangan sesuatu yang berharga," ujar Raihan dengan sinis.


Raihan benar-benar di buat kesal dengan keberadaan Angga. Ditambah lagi dengan Nayra yang sepertinya terus memikirkan Angga dan menyesal Karne tidak berbicara pada Angga.


" Pantas saja kau selalu terlambat kekantor. Ternyata kebanyakan menyimpang," celoteh Angga nada menyindir.


" Apa maksudmu, aku tidak sering datang terlambat, aku hanya sekali terlambat," sahut Nayra tidak terima.


" Lagi pula siapa kau, berhak mengaturku dan memprotes pekerjaanku," tambah Nayra lagi semakin kesal.


" He, kau seharusnya sadar, bicara dengan siapa, aku ini atasanmu," sahut Raihan kesal.


" Kau bukan atasanku, atasanku Bu Raina," tegas Nayra.


Raihan terus menyetir, walau Nayra terus mengoceh dia sama sekali tidak mempedulikannya. Yang terpenting baginya Nayra tidak bersama Angga.


Raihan memang sangat tidak suka jika Nayra dekat-dekat dengan Angga. Setelah beberapa lama melakukan perjalanan. Nayra dan Raihan pun sampai kekantor.


Nayra yang masih dengan wajah kesalnya membuka seat beltnya dan tanpa basa-basi Nayra langsung membuka pintu mobil. Keluar dari mobil.


" Bukannya berterima kasih, malah asal pergi saja," gerutu Raihan kesal dengan Nayra.


***********


Angga menyetir mobilnya. Dia masih kepikiran dengan apa yang terjadi tadi. Niatnya gagal lagi. Angga tidak menyangka jika dia akan bertemu dengan Nayra dan Raihan di Apartemen yang sama.


" Apa yang sebenarnya di inginkan Raihan," batin Angga.


" Aku harus secepatnya, menyelesaikan urusan ku dengan Nayra. Raihan kali ini aku tidak akan membiarkan kamu melakukan semua yang kamu inginkan," gumamnya lagi meyakini.


**********


Raihan berada di dalam ruangannya. Raihan sepertinya sangat sibuk dengan tumpukan berkas-berkas di mejanya.


Sebelumnya Raihan juga sudah membersihkan dirinya. Dia juga sudah mengganti pakaiannya yang di bawakan Raina dari rumah.


tok tok tok tok tok tok


" Masuk!" sahut Raihan tanpa menoleh ke arah pintu.


Raina yang mengetuk pintu pun masuk, dan melihat kesibukan kakanya.

__ADS_1


" Kak," sapa Raina.


" Hmmm... ada apa?" tanya Raihan menoleh sebentar.


" Ini, Dokument yang kakak minta. Silahkan di pelajari," ujar Raina memberi map merah.


" Letakkan saja!" perintah Raihan. Raina pun meletakkannya. Raina melihat kakaknya sangat serius bekerja. Raina tersenyum tipis.


Benar dugaannya jika kakaknya pasti akan benar-benar serius untuk mengelolah Perusahaan. Karen dia yang tau bagaimana jalan pikiran dari kakaknya itu.


" Hmmmm, Apa pekerjaan kakak sangat banyak?" tanya Raina.


" Hmmm," sahut Raihan dengan deheman.


" Sepertinya kakak perlu sekretaris," ujar Raina menemukan ide. Melihat pekerjaan kakaknya yang tidak bisa di pegang sendiri.


Raihan mendengarnya sejenak menghentikan pekerjaannya, kemudian tetap melanjutkan menandatangani beberapa berkas.


" Biar Raina pilihkan siapa yang cocok," ujar Raina lagi.


" Berikan saja sekretarismu," sahut Raihan tiba-tiba membuat Raina kaget.


" Nayra maksud kakak?" tanya Raina memastikan.


" Memang ada sekretarismu yang lain selain dia," ujar Raihan menghentikan pekerjaannya dan menyandarkan tubuhnya di kursi kerajaannya.


" Tapikan kalau Nayra dia sekretaris aku," ujar Raina.


" Bukannya kamu juga akan berhenti dari Perusahaan. Lagi pula kamu selalu menganggapnya telaten dalam bekerja. Sedikit banyaknya dia juga pasti tau tentang perusahan," ujar Raihan.


" Iya kak, tapi tidak mungkin juga Nayra," sahut Raina ragu.


" Zetty jika kamu ingin memberikan sekretaris untuk Kakak. Maka berikan dia," ujar Raihan melihat ke arah Nayra yang tidak kalah serius bekerja.


Raina juga menoleh kearah Nayra dan berpindah ke arah kakanya. Nayra memang sekretaris yang paling best untuk Raina. Pekerjaannya sangat bagus dan sangat disiplin memang cocok untuk membantu kakaknya.


Tetapi Raina justru ragu jika hal ini adalah salah satu trik kakaknya yang dia juga tidak tau arah mana tujuan kakanya.


" Malah melamun," ujar Raihan.


" Kakak yakin, memang menginginkan Nayra sebagai sekretaris kakak?" tanya sekali lagi Raina memastikan pilihan kakaknya. Dengan santainya Raihan menunduk tersenyum penuh rencana.


" Tapi kakak harus janji dulu sama Raina. Kalau kakak akan bersikap frofesional," ujar Raina.


" Kamu meragukan kakak?" tanya Raihan.


" Bukan itu kak, aku tau kemampuan kakak, aku tau semuanya. Tetapi aku tidak ingin jika kakak nanti akan memanfaatkan situasi," sahut Raina dengan keraguannya.


" Zetty jangan mengajari kakak soal itu, kakak tau apa yang harus kakak lakukan. Jadikan dia sekretaris ku secepatnya," tegas Raihan. Membuka kembali berkasnya dan kembali menandatangani nya.

__ADS_1


Sementara Raina masih bengong di tempat, Antara yakin dan tidak. Degan keinginan kakanya.


...Bersambung..........


__ADS_2