
Raihan harus kembali ke rumah sakit karena ternyata ada beberapa file yang berada di tangan Raka.
Saat memasuki ruang perawatan Raina. Raihan hanya melihat Carey yang ada di sana. Yang sedang membersihkan ruangan itu.
" Raihan, kenapa balik?" tanya Carey sambil menyapu kolong sofa.
" Aku mau menemui Raka?" jawab Raihan. Dia ada di dalam kan? tanya Raihan.
" Raka, lagi keluar cari makanan untuk Raina, memang ada apa?" tanya Carey sambil terus melanjutkan pekerjaannya.
" Benarkah! ya sudah aku tunggu sebentar. Aku ingin mengambil flashdisk. Tadi lupa ketinggalan," jawab Raihan.
" Yang ini bukan," sahut Carey mengambil dari atas meja.
" Oh iya benar," sahut Raihan. Carey langsung memberinya.
" Untunglah, ya sudah aku pergi dulu. Titip Raina," ujar Raihan pamit.
" Iya," jawab Carey kembali melanjutkan pekerjaannya beberes di dalam ruangan itu. Tetapi Raihan menghentikan langkahnya yang sepertinya ada yang di ingin di sampaikan nya.
" Carey," tegur Raihan. Membuat Carey membalikkan badannya.
" Iya kenapa?" tanya Carey.
" Aku dengar dari Nayra Vira adalah temannya Dion," ucap Raihan yang memang baru mendapat cerita dari istrinya sewaktu pulang.
" Nayra memang tidak bisa jika diam," sahut Carey geleng-geleng.
" Carey, kamu tenang saja aku akan menjamin. Vira tidak akan aneh-aneh. Aku pastikan dia tidak akan bisa mengecoh rumah tangga kamu," ujar Raihan memberi semangat sahabatnya.
" Ya ampun kalian ya seperti pawang saja. Aku tidak apa-apa. Kalian jangan berlebihan, Nayra juga bisa-bisanya harus memikirkan hal itu," sahut Carey tersenyum dengan tingkah adiknya.
" Sudahlah Raihan. Aku bisa mengatasinya sendiri. Jadi jangan memikirkan yang lain-lain," sahut Carey yang tidak mau merepotkan siapa-siapa.
" Ya sudah, yang penting kamu jangan banyak pikiran. Ya sudah aku pergi dulu," Raihan kembali pamit. Carey mengangguk. Saat Raihan ingin keluar. Kakinya tersandung karpet dan Flashdisk yang di pegangnya jatuh dan bergeser kekolong Sofa.
" Hati-hati dong Raihan," ujar Carey. Carey langsung menyuruk melihat benda yang di jatuhkan Raihan dan berusaha mengambilnya.
" Maklumlah namanya juga buru-buru," jawab Raihan. Bagaimana apa ketemu?" tanya Raihan mendekati Carey berjongkok di depan Carey dan melihat kekolong sofa mengambil flashdisk tersebut.
" Sebentar lagi dapat," jawab Carey yang bersusah payah mengambilnya.
Raihan dan Carey sama-sama menundukkan kepala melihat ke kolong sofa. Sama-sama mengambil benda kecil tersebut.
Mereka masih tetap berusaha mengambil benda itu sampai akhirnya Dion tiba di depan ruang perawatan kamar Raina.
__ADS_1
Mendengar perkataan Vira membuat Dion ingin menemui Carey dan menanyakan langsung kebenarannya. Karena dia tidak ingin mendengar hal itu dari orang lain.
Tetapi Dion yang sudah berdiri di depan pintu yang terbuka itu. Harus menyaksikan pemandangan itu.
Terlihat dari belakang Carey dan Raihan seperti sedang berciuman membuat tangan Dion mengepal dan merapatkan giginya dan rahang kokohnya yang mengeras.
" Carey!" bentak Dion, membuat Carey dan Raihan kaget dan mereka sama-sama membalikkan tubuh.
Carey kaget melihat kedatangan Dion yang Setaunya Dion sedang bersama wanita lain.
" Dion," lirih Carey.
" Dion, kapan datang ?" tanya Raihan dengan santai.
" Dion yang benar-benar emosi langsung menarik tangan Carey kasar, sehingga Carey harus berdiri paksa.
" Ini alasan kamu ingin kerumah sakit sendirian dan senang kerumah sakit. Untuk berselingkuh dengan suami adik kamu sendiri," teriak Dion langsung menuduh yang membuat Carey dan Raihan kaget.
Raihan langsung berdiri dengan kata-kata Dion yang sangat tidak masuk akal.
" Apa maksud kamu Dion?" tanya Raihan benar-benar tidak mengerti dengan ucapan sahabatnya itu.
" Jangan bersandiwara di depanku," jawab Dion sini. " Ayo pulang," Dion menarik paksa Carey.
" Dion lepas apaan sih, Dion sakit," protes Carey memberontak.
" Jangan bawa Carey pergi dengan kamu yang sedang tidak terkendalikan," ujar Raihan membuat Dion mendengus kasar.
Brengsek.
Dion yang sudah di penuhi amarah langsung melayangkan 1 pukulan kewajah Raihan membuat Carey kaget sampai menutup mulutnya.
" Dion apa kau gila," pekik Raihan kaget mendapat pukulan itu.
" Apa yang kau lakukan?" tanya Raihan menaikkan suaranya.
" Seharusnya aku yang bertanya. Istrimu sedang hamil tapi kau malah bermesraan dengan istri orang lain," teriak Dion dengan kemarahannya.
" Dion kamu salah paham," sahut Carey mencoba menjelaskan.
" Salah paham katamu. Kau pikir aku buta," teriak Dion.
" Nggak usah teriak-teriak di sini," sahut Raihan mengeraskan Volume suaranya.
" Munafik kalian berdua. Kalian tega menghiyanati Nayra yang sedang hamil," tegas Dion menatap tajam Raihan.
__ADS_1
Raihan yang mendapat tuduhan itu sudah menahan sedari tadi. Tetap sungguh kali ini dia tidak bisa mengendalikan dirinya. Raihan langsung melayangkan 1 pukulan ke wajah Dion.
" Raihan," teriak Carey yang benar-benar kaget.
" jangan bicara sembarangan," teriak Raihan tidak terima mendapat tuduhan itu.
Ternyata Dion tidak terima di pukul dan membalas kembali. Alhasil mereka saling baku hantam.
" Dion, Raihan hentikan, Dion Raihan, aku mohon hentikan," teriak Carey yang kepanikan melihat perkelahian itu.
Apa yang dilihat Dion membuatnya panas dan Raihan yang mendapat tuduhan itu sungguh sangat merendahkan dirinya dan emosinya juga tidak terkendalikan.
" Aku mohon hentikan, apa yang kalian lakukan," Carey sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa dengan 2 orang yang benar-benar kehilangan akal sehatnya.
Nayra, Raka dan Amira berjalan menuju ruang perawatan Raina. Saat Nayra sampai bersama Amira. Mereka bertemu Raka dan masuk sama-sama.
Mendengar kegaduhan membuat Raka dan Nayra heran. Apa lagi suara Carey terdengar jelas dan mereka mempercepat keruangan itu.
Betapa terkejutnya Nayra saat melihat suaminya berkelahi. Begitu juga dengan Raka. Bisa-bisanya kakak iparnya itu berkelahi di dalam kamar rumah sakit.
" Raihan!" teriak Nayra langsung menghampiri tempat perkelahian tersebut.
" Apa yang kalian lakukan, hentikan!" teriak Nayra yang benar-benar panik.
Raka pun akhirnya memisahkan 2 orang yang berkelahi. Yang tidak tau apa asal-usulnya.
" Kak, cukup!" bentak Raka. Berhasil memisahkan ke-2 orang itu. Raka harus di tengah dengan tangannya yang melentang, membuat jarak di antara ke-2 orang itu.
" Raihan, kak Dion, kan Carey ada apa ini?" kenapa kalian bertengkar?" tanya Nayra pamit dengan matanya berkaca-kaca. Apa lagi melihat suaminya yang luka.
Sementara Raihan dan Dion masih saling menatap dengan napas mereka yang tersenggal-senggal.
" Dion kamu salah paham. Apa yang kamu lihat tidak seperti apa yang kamu pikirkan," ujar Carey yang kembali mencoba menjelaskan kepada Dion.
" Diam kamu!" bentak Dion membuat semua orang kaget. " Aku tidak buta. Aku jelas melihat kamu berciuman dengan Raihan," teriak Dion.
Hal itu membuat Nayra kaget. Terasa sesak di dadanya saat mendengar kata-kata itu. Carey yang merasa tertuduh langsung geleng-geleng tidak membenarkan hal itu.
" Aku sudah mengatakan jangan asal menuduh," sahut Raihan tidak terima. Sementara Nayra sudah meneteskan air matanya.
" Aku tidak menuduh. Bukannya memang kau punya hubungan dengan dua hah!" teriak Dion.
" Dion, cukup, kamu apa-apaan sih, kamu kelewatan," sahut Carey yang benar-benar emosi dengan Dion yang sedari tadi membuat suasana panas.
" Kamu yang kelewatan, sudah menikah tetapi bertingkah. Kamu masih mengharapkan cinta pertama kamu itu hah!" desis Dion sinis.
__ADS_1
" Aku tidak melakukan apapun," teriak Carey yang benar-benar kesal kehilangan kesabaran dengan tuduhan Dion.
Bersambung