
Ternyata sebelum berangkat kerumah mamanya. Raihan sudah menghubungi mamanya terlebih dahulu untuk menyuruh orang tua dari Della dan Angga datang.
Zira juga heran karena anaknya itu hanya menyuruhnya tanpa memberitahu alasannya. Tetapi pasti hal itu justru membuat Zira semakin khawatir.
Aca, Tomy, Kayla dan Ilham sudah berada di ruang tamu bersama Addrian dan Zira. Di meja sudah di siapkan minuman teh hangat oleh asisten rumah tangga.
" Memang ada apa Zira. Kok tumben ngajak bertemu?" tanya Ilham sambil meneguk minumannya.
" Aku juga tidak tau kak. Yang jelas Raihan menyuruh untuk bertemu," jawab Zira yang juga penasaran.
" Sudahlah mas kita tunggu saja. Mungkin memang penting makanya Raihan mengajak kita untuk bertemu," sahut Kayla yang tidak ingin ambil pusing. Dia memang tidak se khawatir Zira. Walau dia juga sudah tau Sisil saudara tirinya sedang berkeliaran.
" Tapi kenapa anak itu lama sekali," ujar Addrian melihat arloji di lengannya dan terus melihat ke arah pintu.
" Oh iya. Aca. Bagaimana Della. Apa sudah ada kabar?" tanya Zira.
" Iya. Baru saja Luci mendapat kabar dari Della. Dia baik-baik saja. Dan sekarang Luci dan Celine sedang menjemputnya," jawab Aca yang memang sekarang jauh lebih tenang karena putri sulungnya akan pulang.
" Syukurlah jika begitu. Jadi masalah bisa berkurang," sahut Zira ikut bahagia dengan kabar itu. Zira tidak tau saja masalah bukan berkurang malah bertambah.
" Assalamualaikum," sapa Dara yang tiba-tiba datang.
" Walaikum salam," sahut semuanya serentak. Dara melangkah memasuki ruang tamu. Dia sedikit heran dengan keramaian yang ada di sana.
" Dara," gumam Zira. Dara yang menghampiri masih terlihat bingung dan bertanya-tanya dengan orang-orang yang ada di ruang tamu itu.
" Tante, Om," sapa Dara. dengan sopan menciumi punggung tangan-tangan dari orang tua sahabatnya.
" Dara kok tumben kemari ?" tanya Addrian.
" Dara mau cari Nayra Om. Tadi Dara kerumahnya dan kata bibi di rumah. Nayra dan Raihan sedang menuju kemari. Makanya dara langsung menyusul saja kemari," jawab Dara yang duduk di samping Zira.
" Memang Raihan katanya mau kemari. Tetapi belum sampai juga," sahut Zira.
" Mungkin masih di jalan," sahut Tomy.
" Tetapi kenapa lama sekali," sahut Zira yang terus gelisah.
" Ya sudah Tante. Dara cuma mau nganterin ini untuk Nayra. Ini pesanan Nayra. Dara harus buru-buru. Soalnya Dara mau ketemu Andini juga. Dia pasti sudah menunggu," ujar Dara yang memang datang kerumah itu hanya menitipkan apa yang ingin di berikannya untuk Nayra
__ADS_1
" Tidak mau tunggu Nayra sebentar lagi?" ujar Addrian.
" Nanti aja om. Takutnya Andini nanti malah marah. Kalau Dara kelamaan menemuinya" sahut Dara yang memang buru-buru. Dara kembali menyalami punggung tangan orang tua itu sebelum berpamitan untuk pergi.
Mobil Raihan sudah berhenti di depan rumahnya. Tangan mereka ber-4 begitu cepat membuka seat belt dan langsung keluar dari mobil.
Walau buru-buru Raihan masih memegang tangan istrinya memasuki rumah. Dia juga tidak ingin istrinya sampai kenapa-kenapa.
Saat Dara ingin berlalu dari ruang tamu. 2 pasang suami istri itu langsung datang membuat Dara heran.
" Raihan, Nayra, Carey, Dion," tegur Dara cukup kaget melihat kedatangan suami istri itu yang kelihatan serius.
" Dara," tegur Nayar meraih tangan Dara. Dan mengajak Dara untuk duduk. Dara pun terlihat bingung kembali duduk.
" Ada apa ini. Kenapa mereka tampak serius," Batin Dara bingung yang sudah kembali duduk.
" Raihan kenapa kamu menyuruh kita berkumpul?" tanya Addrian. Raihan dan yang lainnya masih bersalaman orang-orang tua itu.
" Ini masalah penting pa," sahut Raihan yang sudah duduk. Di susul istrinya dan juga Dion dan Carey.
" Apa ada masalah lagi?" tanya Zira langsung kepanikan.
" Mama tenang dulu," ujar Nayra yang menenagkan mama mertuanya yang sangat cemas itu.
" Benar Raihan. Kenapa kamu sampai mengumpulkan kita di sini," sahut Tomy yang juga ikut penasaran.
" Ini masalah Angga dan Della," ujar Raihan. Membuat orang-orang di sana heran.
" Ada apa dengan Angga?" tanya Kayla langsung kepanikan ketika nama anaknya di sebut.
" Dan Della kenapa? sahut Tomy.
" Raihan ada apa dengan Angga dan Della?" tanya Zira penasaran. Raihan melihat istrinya. Nayra menganggukkan matanya. Sementara Aca juga mendengar nama Della seketika panik.
" Benar kenapa Bukannya Della sedang...."
" Della dan Angga selama ini pergi bersama. Mereka berada di New Zealand dan tinggal bersama," sahut Raihan yang langsung memotong pembicaraan Aca.
" Apa!" pekik mereka serentak.
__ADS_1
" Angga dan Della pergi bersama. Apa maksud Raihan," batin Dara bingung.
" Apa yang kamu katakan Raihan?" tanya Addrian.
" Benar Raihan apa maksud kamu. Angga sedang menjalankan bisnisnya di Luar Kota. Bagaiman mungkin dia pergi bersama Della," sahut Ilham tidak mengerti maksud Angga.
" Benar Raihan kata Om kamu," sambung Kayla.
" Tidak Tante. Angga membawa Della pergi bersamanya ke New Zealand," ujar Raihan.
" Itu tidak mungkin," sahut Kayla tidak percaya.
" Tapi itu kebenarannya. Angga membawa Della dalam keadaan lumpuh," tegas Raihan dengan cepat bicara. Dia memang tidak bisa basa-basi lagi. Harus cepatnya mengatakan kondisi Della.
" Lumpuh!" pekik mereka dengan serentak. Wajah mereka benar-benar terkejut mendengar kata Della.
" Apa maksud kamu Raihan?" tanya Tomy dengan wajah terkejutnya.
" Om. Della sedang mengalami kelumpuhan total. Sejak 2 bulan lalu. Dan Della pergi bersama Angga. Agar Om dan Tante tidak mencemaskannya," jelas Raihan.
" Ini tidak masuk akal Raihan," sahut Zira.
" Ma. Tapi apa yang di katakan Raihan benar. Itu memang kenyataan. Kalau Kak Della dan Angga sedang berada di Luar Negri dan kak Della sedang lumpuh," sahut Nayra membenarkan.
" Iya Tante. Tante bisa lihat ini," sahut Carey mengeluarkan foto-foto yang tadi di berikan Raihan di dalam mobil. Secara bergantian mereka melihat foto-foto itu dengan wajah yang benar-benar sangat shock.
" Astaga Della," lirih Dara yang tidak percaya akan hal ini.
" Kenapa Della bisa lumpuh?" tanya Ilham.
" Semua itu perbuatan Ramah," jawab Raihan. Mendengar nama itu membuat semuanya tambah kaget. Bahkan Aca sudah meneteskan air mata. Ketika melihat foto-foto itu.
" Itu tidak mungkin. Ini pasti salah. Luci dan Celine sedang menjemput Della," sahut Aca yang tidak terima dengan kata-kata Raihan.
" Tante. Aku tidak berbohong. Aku dan Alex menyelidiki semuanya dan melihat hasil rumah sakit Della. Mengecek penerbangan Della. Bahkan Alex terbang ke New Zealand sendiri. Untuk memastikan kebenarannya dan semua ini fakta," jelas Raihan dengan penuh keyakinan.
" Kenapa Angga harus berbohong," gumam Kayla.
" Ini pasti ulah Sisil," ujar Zira sudah mulai keringat dingin.
__ADS_1
" Ada apa sebenarnya. Kenapa Della yang katanya pergi karena ada tugas. Malah lumpuh dan bahkan Angga bersamanya. Dan ramah apa dia manusia sampai setega itu kepada Della," batin Dara yang yang tidak habis pikir dengan apa yang di dengarnya.
Bersambung