
Nayra memejamkan matanya saat Raihan menciumnya. Seakan mendapat izin dari Nayra. Raihan mencium Nayra semakin dalam. Seakan kembali menyatukan perasaan mereka.
Nayra yang terbuai hanya mengikuti permainan yang di berikan Raihan kepadanya. Nayra hanya meremas kemeja Raihan menahan rasa sensasi yang di berikan Raihan.
Sementara Raihan yang sangat berpengalaman dengan hal itu semakin memperdalam ciumannya sambil mengusap-usap punggung Nayra.
Memang sudah beberapa kali Raihan dan Nayra berciuman. Tetapi tetap saja Nayra masih canggung. Dia hanya bisa mengikuti arahan Raihan.
Mereka berciuman dengan penuh perasaan. Rasa kerinduan. Seakan menyampingkan ego masing-masing. Mereka berciuman di di saksikan langit yang gelap dengan bulan yang di kelilingi bintang. Hanya suara klakson kendaraan yang terdengar di antara 2 manusia yang di landa asmara itu.
Setelah lama berciuman. Dengan perlahan Raihan melepas ciuman itu. Nayra membuka matanya perlahan dengan napasnya yang naik turun. Raihan melihat ada butir air mata yang jatuh di pipi Nayra.
Raihan langsung mencium pipi Nayra seakan menghapus air mata itu. Raihan juga mencium kening Nayra. Mata Nayra dan Raihan kembali bertemu dengan napas ke-2nya yang belum stabil.
" Kau sudah tau jawabannya?" tanya Raihan dengan suara seraknya. Nayra mengangguk pelan.
" Aku mencintaimu Nara," ujar Raihan lagi. Kembali mengucapkan cinta untuk Nayra.
Nayra hanya tersenyum masih dengan napasnya yang belum meraturan. Lalu Raihan langsung meraih Nayra kedalam pelukannya. Memeluknya dengan erat. Tidak ingin melepas satu detikpun.
" Aku tidak akan pernah melepaskanmu, sedetikpun," ujar Raihan di dalam pelukannya. Nayra hanya tersenyum dengan matanya yang berbinar. Dia juga semakin mempererat pelukannya kepada Raihan.
*************
" Apa mereka sudah lama bertemu?" tanya Zira pada Raka.
" Baru 2 kali Bu, pertama meeting dengan Pak Raka di Turki, lalu kemarin Bu Nayra menjemput Pak David di Bandara," jawab Raka.
Zira memang tidak tenang dengan makan malam hari ini. Saat Raka ingin pulang Zira sengaja menahannya ingin mencari tau tentang kedekatan Nayra dan David.
" Tetapi kenapa mereka terlihat sangat dekat. Seperti sudah sering bertemu," batin Zira.
" Ya sudah kamu awasi terus Nayra!" titah Zira.
" Baik Bu, kalau begitu saya permisi dulu," ujar Raka pamit.
Zira mengangguk. Raka membungkukkan badannya dan berbalik badan. Saat berbalik badan Raka kaget. Dengan Raina yang berdiri santai dengan ke-2 tangannya di silangkan di dadanya. Namun sorot mata Raina terlihat sangat sinis.
" Bu Raina," gumam Raka. Zira yang mendengar nama Raina. Langsung berbalik badan juga. Zira melihat Raina tersenyum.
" Sepertinya mama masih perlu dengannya. Kalau masih perlu lanjutkan saja," sahut Raina sinis.
" Kamu ngapain Raina, sejak kapan kamu di situ?" tanya Zira.
__ADS_1
" Aku hanya butuh Raka. Untuk mencari informasi tentang Pak David," jawab Raina santai.
Zira mendengarnya menelan salavinanya dan langsung panik. Seakan langsung gelisah.
" Mama kenapa? kok keliatan shock gitu?" tanya Raina menyindir, " bukannya wajar ya, aku mencari data-data informasi tentangnya. Kan Pak David menjadi klien di Perusahaan kita. Bukannya biasanya juga selalu seperti itu kan. Dan Raka seringkan melakukan itu," lanjut Raina dengan santainya.
" Bukannya kamu sudah memecat Raka. Jadi untuk apa kamu menyuruh dia," sahut Zira berusaha tenang.
" Oh, iya aku lupa, kalau begitu biar aku cari sendiri informasinya. Tetapi kalau aku kebablasan bukannya akan ribet ya," ujar Raina.
" Raina apa maksud kamu?" tanya Zira. Dia tau jika Raina sudah mulai mencurigainya.
" Bu Raina. Jika ibu butuh datanya, saya akan berikan secepatnya," sahut Raka.
" Oh baiklah," sahut Raina dengan santai.
" Kalau begitu saya permisi," ujar Raka pamit menundukkan kepalanya.
Setelah kepergian Raka. Zira juga menyusul pergi. Meninggalkan Raina yang menatapnya penuh kecurigaan.
" Aku yakin mama ada hubungannya dengan David Willson. Jika tidak ada. Mama tidak akan segelisah itu dan tadi mama malah bertanya kedekatan Nayra dan Pak David," batin Raina yang semakin penasaran.
********
Setelah menikmati acara makan malam. Jalan-jalan malam mingguan. Menikmati kuliner, membeli beberapa yang diinginkan. Menyatakan kekesalan hati yang di pendam. Dan kembali menyatukan perasaan.
Raihan dan Nayra sudah berada di depan pintu Apartemen Nayra. Nayra dan Raihan berdiri saling berhadapan.
" Ya sudah aku masuk dulu," ujar Nayra sedikit gugup.
" Iya, masuklah, istirahatlah," jawab Raihan. Raihan mendekati Nayra kembali dan mencium pucuk kepala Nayra.
" Terimakasih untuk malam ini," ujar Raihan dengan lembut. Nayra tersenyum mengangguk pelan.
" Aku masuk," ujar Nayra lagi membuka pintu Apartemennya.
" Hati-hati di jalan, selamat malam," ujar Nayra saat sudah di dalam tetapi tangannya masih memegang pintu.
" Selamat malam," jawab Raihan tersenyum lebar. Nayra melambaikan tangannya dan menutup pintu. Raihan tersenyum lalu dia kembali pergi.
Nayra masih menyandarkan dirinya di pintu. Dia tersenyum geli dengan apa yang terjadi. Mungkin dia juga kembali tidak percaya jika Raihan kembali kepadanya.
Di sisi lain Raihan juga melakukan hal yang sama. Di dalam mobilnya, menyetir fokus kedepan. Tetapi wajahnya yang tampan terus saja mengeluarkan senyum lebar.
__ADS_1
Mungkin buah dari kesabarannya terjawab juga. Perjuangannya mengembalikan kepercayaan Nayra sudah di dapatkannya. Akhirnya hubungannya kembali utuh.
*********
Di sisi lain Carey, yang berada di kamarnya. lebih tepatnya di kamar tamu. Karena Carey masih menginap di rumah Dara.
Carey meremas ponselnya. Wajahnya memerah dengan air matanya yang jatuh. Saat melihat foto kebersamaan. Nayra dan Raihan. Hatinya semakin sakit saat melihat Raihan dan Nayra berciuman.
" Ahhhhhhh," teriak Carey membuang ponselnya di atas kasur. Carey meremas rambutnya dengan ke-2 tangannya.
" Jadi mereka sudah balikan. Pada akhirnya aku kalah dari dia. Aku sudah datang jauh-jauh ingin memastikan Raihan. Tapi apa dia kembali dengan wanita itu," desis Carey yang merasa paling tersakiti.
" Semuanya sia-sia. Selama ini aku selalu bersamanya. Tetapi Raihan sama sekali tidak pernah menganggapku, dia hanya menganggapku sebagai teman saja," lanjutnya lagi meratapi nasibnya.
" Aku sangat menyesal, saat membujuknya pulang, seharusnya aku tidak pernah membujuknya pulang," ujarnya menyesali dengan apa yang dilakukannya.
" Ahhhhhh.... Sial," teriak Carey tidak terima.
" Raihan kenapa kamu Setega ini kepadaku," gumamnya sangat kecewa dengan Raihan yang mengabaikan perasaannya.
Di sisi lain ternyata Dara yang ingin memasuki kamar Carey, mendengar umpatan Carey yang kesal kepada Raihan dan Nayra.
" Tidak, Carey, tidak Angga, tidak Della, cinta mereka bertepuk sebelah tangan. Apa mereka tidak bisa berpikir dengan benar. Jika pasangan yang mereka cintai tidak mencintai mereka. Kenapa masih berjuang," gerutu Dara yang tidak habis pikir dengan teman-temannya yang memiliki cinta sepihak.
" Carey, sudah tau, Raihan dari dulu cintanya dengan Nayra. Masih aja ngarepin. Angga juga dia apa nggak bisa apa lihat, Della yang tulus sama dia. Tetapi malah suka sama wanita yang jelas temannya mencintainya. Pada saraf kali ya. Hahhhh masa bodo itu urusan mereka,"
Dara hanya bisa mengoceh dengan rumitnya asmara Sahabat-sahabatnya. Menurutnya asmara teman-temannya itu bikin pusing.
**********
Pagi hari kembali. Tidur Nayra begitu sangat nyenyak. Sinar mata hari yang masuk dari sela-sela jendela kamarnya membuatnya terbangun.
Nayra menutup mulutnya yang menguap lebar. Menarik tangannya ke atas. Mengumpulkan nyawanya agar kembali menyatu.
" Jam berapa sekarang," ujarnya bangkit dari ranjang dan melihat jam bekernya. Jam yang menunjukkan pukul 7 pagi. Nayra tersenyum lebar. Dia mengingat betapa indahnya tadi malam.
" Hhhhhh, sebaiknya aku mandi," ujar Nayra dengan keceriaannya beranjak dari ranjangnya.
*********
Di sisi lain Raihan berdiri di depan cermin dengan pakaian ingin kekantor. Raihan mengancing tangan kemejanya. Raihan meraih ponselnya. Ingin mengirim pesan kepada Nayra. Tetapi Raihan mengingat sesuatu.
" Bukannya ponselnya rusak," gumamnya saat mengingat bahwa ponsel Nayra sudah di bantingnya.
__ADS_1
Raihan mengambil jasnya, memakai dasinya lalu mengambil jasnya. Setelah merasa cukup rapi Raihan ke luar dari kamarnya dengan kebahagian yang tidak terkalahkan dari Nayra.
๐น๐น๐น๐น๐น๐นBersambung ๐น๐น๐น๐น๐น๐น