Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 406.


__ADS_3

Setelah kepergian Danu, Karen terlihat frustasi dengan mengusap wajahnya kasar dan menyibak rambutnya kebelakang lalu melihat ke arah Angga dan memegang tangan Angga.


" Angga, aku mohon dengarkan aku. Ayo kita bicara dulu. Kita harus bicara baik-baik," ujar Karen mencoba membujuk Angga dan hal itu membuat Angga menepis tangan Karen dari tangannya.


" Tidak ada yang perlu di bicarakan. Kamu sudah menipuku. Kamu menghiyanati keluargamu. Dan akibat ulahmu aku seperti laki-laki yang sangat hina," sahut Angga yang penuh kemarahan.


" Semuanya tidak seperti apa yang pikirkan. Aku bisa jelaskan," sahut Karen yang benar-benar tidak tau malu. Sudah fakta masih berani mencari pembelaan dan orang-orang di sana hanya geleng-geleng dengan kelakuan Karen.


" Kamu benar, semua memang tidak seperti apa yang aku pikirkan. Aku berpikir. Jika selama ini kamu wanita baik-baik, wanita yang terpelajar dan terdidik. Tapi pada kenyataannya pikiran ku salah. Apa yang terjadi detik ini telah membuat pikiranku terhadapmu salah besar," tegas Angga dengan menunjuk tepat di wajah Karen.


" Angga aku mohon kasih aku kesempatan. Aku mencintaimu. Aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi," sahut Karen memegang lengan Angga masih dengan penuh harapan. Angga kembali menjauhkan tangan Karen.


" Cukup Karen!" bentak Kayla yang kembali naik pitam, " sebaiknya kamu pergi dari sini. Kamu benar-benar tidak tau malu ya. Tadi kamu mebujuk-bujuk suami kamu agar Tidka menceraikan kamu dan sekarang kamu membujuk anak saya. Kamu ini wanita seperti apa sih sebenarnya. Urat malu kamu itu apa sudah putus," ujar Kayla mengoceh dengan penuh kemarahan terhadap Karen yang membuat suasana semakin kacau.


" Tante kasih Karen kesempatan untuk menjelaskan semuanya pada Angga. Karen ingin memperbaiki semuanya," sahut Karen.


" Kamu ini benar-benar ya tidak tau diri. Kamu membuat saya benar-benar akan melempar kamu keluar," teriak Kayla.


" Karen sebaiknya kamu pergi. Aku dan kamu sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Kita sudah selesai dan kamu jangan pernah muncul di hadapan ku lagi," ujar Angga menegaskan kepada Karen.


" Tidak Angga, aku tidak mau putus dari kamu aku tidak mau," sahut Karen terus memegang lengan Angga dengan penuh harapan dan Angga langsung melepas tangan Karen darinya.


" Kamu pergi dari sini. Kita sudah selesai!" tegas Angga dan Angga langsung pergi meninggalkan tempat itu.


" Angga tunggu! jangan tinggalkan aku dengarkan aku duku!" teriak Karen yang mencoba menyusul Angga. Tetapi Kayla langsung menariknya


" Mau kemana kamu. Jalan keluar di sana, jadi keluar lah dari sana," ujar Kayla.

__ADS_1


" Aku mau bicara dengan Angga. Jadi Tante lepaskan aku," sahut Karen berusaha melepaskan diri.


" Kamu ya benar-benar. Kamu pikir saya akan kasih kamu kesempatan mendekati anak saya lagi. Jangan mimpi kamu," tegas Kayla.


" Pergi kamu dari rumah saya, pergi kamu!" usir Kayla dengan menunjuk pintu keluar.


" Aku tidak akan pergi. Sebelum masalahku dengan Angga selesai," sahut Karen dengan keras kepalanya. Membuat semua orang geleng-geleng.


" Wanita ini benar-benar," ujar Alex geleng-geleng dan langsung mendekati Kayla dan Karen. Alex langsung menarik Karen.


" Ayo pergi dari sini! sebelum polisi yang akan membawa kamu," ujar Alex memaksa Karen untuk pergi.


" Tidak lepaskan aku, aku harus bicara dengan Angga, lepaskan aku, lepaskan aku!" teriak Karen yang tetap kekeh ingin bertemu Angga. Tetapi Alex menyeretnya keluar dari tempat itu tanpa mempedulikan berontak dari keren.


" Memang dasar wanita sakit jiwa," desis Andini bertambah kesal dengan Karen yang urat malunya benar-benar telah putus.


Suara Karen sudah tidak terdengar lagi yang mungkin Alex memang sudah melemparnya ke planet lain.


Para tamu hanya saling melihat dengan geleng-geleng kepala. Dan pasti membuat Kayla semakin frustasi.


" Kayla tenangkan diri kamu. Yang penting masalah sudah selesai," ujar Saski mengusap-usap pundak Kayla.


" Aku tidak percaya wanita itu bisa-bisanya menipu Angga. Dan Angga bisa-bisanya tertipu," sahut Kayla.


" Tante, yang penting masalahnya sudah selesai, Angga sudah tau mana yang benar dan salah jadi Tante jangan marah-marah lagi," sahut Nayra.


" Benar Tante, sekarang tidak ada gunanya marah-marah lagi," sahut Raihan menambahi.

__ADS_1


" Akhirnya Angga tau juga siapa Karen. Terima kasih ya Allah, kamu masih memberikan Angga perlindungan," batin Della yang merasa sangat bersyukur.


" Semoga dengan selesainya hubungan Ka. Angga dengan wanita itu. Semoga saja kak Della dan kak Angga bisa bersatu," batin Luci dengan penuh harapan.


" Jika memang kak Della mencintai Angga. Aku hanya berharap Angga bisa melihat cinta itu," batin Celine.


" Huhhhhh, akhirnya masalah selesai juga," sahut Andini bernapas lega.


" Ya semoga saja Karen bisa belajar dari kesalahannya," sahut Carey.


" Dan semoga Angga juga bisa berhati-hati lagi kedepannya," sahut Dara.


" Iya, Tante berterima kasih untuk kalian yang sudah membongkar kebusukan wanita itu," sahut Kayla. Yang lainnya mengangguk dengan tersenyum yang merasa lega dengan masalah yang benar-benar selesai.


Karena terjadi kekacauan. Ternyata acara ulang tahun itu tidak di lanjutkan dan dengan permohonan maaf Kayla dan Ilham harus menyuruh tamu-tamunya untuk pulang. Karena mungkin Angga tidak mungkin melanjutkan acara tersebut yang mungkin dia juga pasti malu walau dia juga menjadi korban.


Hanya teman-temannya dekat Angga yang memang menginap di Villa itu, yang juga memberikan Angga waktu untuk menangkan dirinya.


Angga ternyata berada di balkon atas. Tempat di mana kemarin malam mereka baberque an. Tempat itu selalu sama. Tetap indah dan jika malam lampu-lampu warna-warni itu tetap menyala.


Angga berdiri di pinggir pagar balkon dengan ke-2 tangannya di letakkan di pagar dan tubuhnya sedikit membungkuk dengan napasnya yang terus di buangnya kasar.


" Aku tidak percaya jika semuanya akan seperti ini. Kenapa kamu begitu bodoh Angga bisa-bisanya kamu tertipu oleh Karen. Karena hanya ingin melampiaskan kemarahanmu pada Della. Kamu menjalin hubungan dengan Karen tanpa melihat siapa Karen. Mungkin pelajaran untuk mu yang tidak bisa bermain-main dengan perasaan," ucap Angga dengan penuh kekecewaan dan penyesalan pastinya.


" Kamu bukan hanya membuat keluargamu malu. Kamu juga kembali menyakiti perasaan mama. Kamu benar-benar sangat bodoh Angga. Kamu benar-benar bodoh," ujar Angga yang menyalahkan dirinya sendiri atas kebodohannya.


" Hhhhhhh, semuanya sudah terlanjur. Tetapi tuhan masih memberiku kesempatan untuk memperbaikinya dan menjadikan semuanya sebagai pelajaran untukku," ujar Angga yang mencoba menenangkan dirinya.

__ADS_1


Kecewa, marah, dan rasa lega bercampur aduk menjadi satu dengan semua yang terjadi. Angga menjalin hubungan dengan Karen. Pasti hanya untuk memasnas-manasi Della. Tetapi dia juga malah tertipu yang nasib sial menghampirinya. Tetapi paling tidak Angga sudah terselesaikan.


Bersambung.


__ADS_2