
Raihan membawa Nayra Keruangannya dan langsung mendudukkan Nayra di sofa. Nayra duduk dengan menunduk air matanya terus jatuh.
Sementara tangannya memegang dressnya dengan kuat. Raihan mengusap wajahnya dengan kasar, meletakkan foto-foto itu di atas meja kerjanya.
tok-tok-tok-tok-tok
" Masuk!" ujar Raihan.
" Bapak memanggil saya?" tanya Raka menundukkan kepalanya.
" Kamu cari tau siapa yang mengambil foto-foto ini!" ujar Raihan memberikan pada Raka. Raka melihat sebentar foto itu dia juga kaget.
" Di suruh, di cari bukan di lihati terus," ujar Raihan dengan menekan suaranya.
" Baik pak, saya permisi," jawab Raka dan langsung pergi.
Raihan menghembuskan napasnya kasar dan melihat ke arah Nayra yang masih menunduk. Tiba-tiba Nayra mengangkat kepalanya dan menatap Raihan dengan tajam.
" Kenapa kau melihatku?" tanya Raihan yang mendapat tatapan horor itu.
" Kau sengaja melakukannya," ujar Nayra.
" Apa maksudmu?" tanya Nayra.
" Munafik, kau merencanakannya lebih awal dan sekarang kau berpura-pura sibuk dengan mencari orang yang memotonya," ujar Nayra dengan sinis yang mengambil kesimpulan Raihan yang melakukannya.
" Kau menuduhku melakukannya,"sahut Raihan menebak.
" Jika bukan dirimu, siapa lagi hanya ada aku dan kau malam itu," ujar Nayra berdiri dan menunjuk tepat di wajah Raihan.
" Kau pikir aku serendah itu. Mengambil foto seperti itu, dan memberikannya kepada orang lain," ujar Raihan menekan suaranya tidak terima dengan tuduhan Nayra. Nayra berdiri menghadap Raihan.
" Masih mengelak," ujar Nayra mendengus.
" Jangan sembarangan menuduh, aku tidak melakukannya. Aku tidak punya keuntungan untuk melakukannya, pekerjaan rendahan seperti itu," jawab Raihan sinis menatap Nayra dengan tajam.
Dia merasa terhina dituduh seenaknya oleh Nayra. Hal yang menurutnya tidak masuk akal. Nayra hanya tersenyum dengan apa yang di katakan Raihan. Senyum penuh kebencian.
" Pekerjaan rendahan katamu, memang pekerjaanmu sangat rendahan," teriak Nayra.
" Apa kau belum puas menghancurkan semuanya hah! apa belum cukup dengan apa yang kau lakukan kepadaku hah!, kau sudah mempermalukan ku di kantor, membuat semua orang membenciku, dan sekarang kau membuat Tante Kayla membenciku," teriak Nayra memukul-mukul dada Raihan.
" Kau itu bajingan Raihan. Kau tau aku menjaga diriku dengan baik. Kau datang seenaknya dan menghancurkannya. Dan kau katakan apa. Semua yang kau lakukan hanya pura-pura. Semua kata manismu, perhatianmu, dan ciumanmu, dengan seenaknya kau mengatakan semua itu hanya sandiwara, kau memang benar-benar laki-laki biadap," Nayra terus mengumpat memukul dada Raihan dengan emosinya yang membara.
Raihan hanya diam. Dia melihat mata Nayra yang memang sangat lelah dengan semua yang terjadi. Raihan menangkap ke- tangan yang sedari tadi memukul dadanya.
Raihan mencengkram tangan yang masih sudah tidak memukulnya lagi. Menatap Nayra di antara lengan yang masih menjadi jarak pandang mereka.
Napas Nayra semakin naik turun. Dia bahkan menangis sengugukan. Melihat mata Raihan yang menatapnya. Nayra hanya menatap mata itu dengan penuh kebencian.
__ADS_1
" Aku sudah katakan, aku tidak melakukannya. Aku tidak melakukannya. Sangat rendahan jika aku memamerkan apa yang kita lakukan malam itu, kepada mu," ujar Raihan berbicara sedikit pelan.
" Pembohong," desis Nayra langsung pada intinya.
" Terserah kau percaya atau tidak. Aku akan membawa orang yang mengambil foto itu kepadamu, Apa kau menyesal, karena adanya foto itu. Pernikahanmu dengan Angga batal?" tanya Raihan dengan sinis.
Nayra merapatkan bibirnya yang bergetar dan melepaskan tangannya dari cengkraman Raihan.
" Bukan urusanmu," ujar Nayra dengan ketus dan langsung melepas tangannya dari cengkraman Raihan.
Nayra menghela napasnya dan mengambil tasnya yang jatuh kelantai. Dan langsung keluar dari ruangan Raihan.
Setelah kepergian Nayra. Raihan memejamkan matanya dan menarik napasnya. Nayra berjalan ke arah mejanya.
Membungkukkan tubuhnya mengepal tangannya yang di letakkan di atas meja.
" Ahhhhhhhhhhh, siallllll," teriak Raihan menyapu semua peralatan yang ada di atas mejanya.
" Siapa yang sudah melakukan ini. Apa ini juga perbuatan mama," desis Raihan yang langsung fokus pada mamanya.
**********
Nayra pulang ke Apartemennya. Dia sangat lelah dengan semua kejadian yang terjadi. Tidak tau lagi harus bagaimana masalahnya datang bertubi-tubi. Nayra duduk di pinggir ranjangnya, menyisir rambutnya ke atas dengan 10 jarinya.
" Kenapa ada lagi. Apa semuanya belum cukup. Kenapa masalah semakin banyak," ujarnya mengeluh.
" Ambillah untuk membayar semua yang aku lakukan kepadamu,"
" Jika ingin mama kamu bebas. Kamu harus membayar kerugian saya. Sebanyak 50 juta,"
" Buatlah surat pengunduran dirimu. Dan jauhi keluarga ku,"
" Apartemen ini adalah milik orang tuaku. Kau hanya menumpang di sini,"
" Jika bukan karena orang tuaku. Hidupmu pasti sudah melarat,"
Semua sepenggalan kalimat itu. Teringat kembali. Nayra mengusap kasar air matanya.
" Kamu ingin melanjutkannya. Baiklah Raihan maka akan kita lanjutkan," desis Nayra
**********
Raihan yang masih di penuhi kemarahannya pulang ke rumahnya. Raihan turun dari mobilnya dan langsung memasuki rumahnya. Saat memasuki rumah Raihan melihat di ruang tamu.
Ada mama, papa, kakak, Kayla dan bahkan Angga. Raihan menelan salavinanya, saat mata-mata para manusia itu menatapnya dengan tajam.
" Apa yang kamu lakukan?" tanya Zira menatap dengan mengintimidasi.
" Aku tidak melakukan apa-apa," jawab Raihan dengan tenang dan melanjutkan langkahnya.
__ADS_1
" Raihan," bentak Addrian membuat langkah Raihan terhenti. Raihan kembali membalikkan tubuhnya.
" Aku sudah mengatakan aku tidak melakukan apa-apa," ujar Raihan lagi. Zira langsung berdiri dan menghampiri Raihan.
" Masih tidak melakukan apa-apa," ujar Zira melempar foto yang tadi juga di lihatnya kewajahnya.
" Foto itu tidak bisa membuktikan apa-apa. Mama cerdik sedikit. Aku dan Nayra terjebak di desa. Karena hujan kami menginap di gubuk. Aku memberikan pakaianku pada Nayra. Karena pada saat itu apa yang di kenakannya sudah basah kuyup. Itu yang terjadi," jelas Raihan mencoba memberi kebenarannya.
" Apa kamu pikir mama buta," sahut Zira dengan sinis.
" Ma, apa yang mama lihat dari foto itu. Apa mama melihat langsung. Sehingga mama langsung langsung membuat kesimpulan. Aku hanya berciuman dengan Nayra. Apa mama melihat aku dan Nayra tanpa pakaian. Apa mama melihat aku dan Nayra melakukan hubungan intim di situ," teriak Raihan yang tidak bisa mengontrol dirinya.
Plakkkkkkk.
Raihan langsung mendapat tamparan dari Zira. Addrian, Raina, Angga dan Kayla kaget melihat Zira menampar Raihan. Hal yang tidak pernah di lakukan Zira pada anak-anaknya.
Raihan tersenyum mendapat tamparan itu.
" Mama menamparku, tanpa mengetahui kebenarannya," ujar Raihan yang tidak habis pikir.
" Apa harus ada orang lagi, yang menunjukkan Vidio kamu sama Nayra. Supaya kamu mengakui kesalahan kamu hah!" teriak Zira.
" Aku sudah mengatakannya foto itu tidak membuktikan apa-apa. Mama tanya sana Nara," teriak Raihan.
" Bohong...," tiba-tiba terdengar suara lantang dari ujung pintu. Semua mata mengarah ke arah pintu. Melihat Nayra yang berdiri di depan pintu membawa koper
" Nayra," gumam Angga.
" Nara," desis Raihan.
Nayra berjalan. Dengan menyeret koper itu, berjalan mendekati Raihan dan Zira. Angga, Addrian, Raina dan Kayla juga ikut berdiri. Nayra melihat Raihan sebentar, menatapnya dengan maksud
" Foto itu benar apa adanya," ujar Nayra tiba-tiba membuat semua orang kaget. Raihan melebarkan matanya melihat ke arah Nayra.
" Apa maksudmu?" tanya Raihan.
" Kamu sudah menjebakku Raihan. Kamu memanfaatkanku. Kamu melakukannya semuanya. Menghancurkan hidupku, merenggut kesucianku. Lalu menginjak-injaknya. Kamu melakukan semua itu karena balas dendam kepada ku. Lalu kau juga membayarku," ujar Nayra dengan enteng.
Raihan menggeleng tidak habis pikir Nayra akan mengatakan hal yang sama sekali tidak dia perbuat.
" Tutup mulutmu, aku tidak pernah menyentuhmu. Jangan mengarang cerita," desis Raihan. Nayra tersenyum mendengarnya.
" Aku yang bersamamu Raihan dan aku yang merasakannya, aku dan kamu yang melakukannya," ujar lagi Nayra dengan tegas.
" Nara," desis Raihan.
...Bersambung........
...๐น๐น๐น๐น๐นPara readers yang kasih novel ini like dan Coment. Kasih juga ya Votenya. Dan share ya novelnya. Biar aku semangat buat lanjutannya. Aku kasih 3 episode lo per hari.๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
__ADS_1