Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 198


__ADS_3

Alamat yang di berikan Saras kepada Raka, ternyata rumah Saras sendiri. Tetapi Raka sangat was-was di depan rumah Saras ternyata banyak orang-orang yang berbadan besar, mungkin pengawal yang sengaja di sewa Saras


" Sial, Saras benar-benar niat melakukan ini," desis Raka yang masih berada di dalam mobil.


Raka bahkan tidak sempat berbuat apa-apa, salah satu Pria mengetuk pintu mobil. Dan memberi kode untuk membuka pintu mobil. Dengan geram Raka membuka pintu mobil.


" Aku harus tenang, aku tidak boleh gegabah," batin Raka berusaha tenang.


Raka pun membuka mobil, 2 bodyguard langsung menghampirinya dan langsung memeriksa Raka. Dan bahkan mengambil ponsel Raka.


" Kembalikan," ujar Raka ingin mengambil ponselnya. Bodyguard membuang ponsel itu kedalam mobil Raka dan menutup mobil Raka.


" Apa yang kau lakukan?" tanya Raka.


" Anda sudah di tunggu," ujar Pria tersebut.


" Sialan, apa maunya Saras, dia benar-benar gila," batin Raka yang semakin tidak habis pikir dengan Saras.


Ke-2 bodyguard itu pun membawa Raka memasuki rumah, kepala Raka terus berkeliling mencari di mana keberadaan Amira. Sampai akhirnya Raka sudah berada di depan sebuah kamar. Bodyguard itu mengetuk pintu.


" Apa Amira di sekap di dalam rumah Saras, aku yakin pasti iya," batin Raka yang terus mengamati di sekitarnya.


" Nona, dia sudah datang," ujar Bodyguard tersebut.


" Suruh dia masuk!" perintah Saras.


Bodyguard tersebut membuka pintu kamar dan mendorong Raka memasuki kamar. Raka pun terdorong sampai ke dalam kamar, melihat kebelakang pintu langsung di kunci oleh ke-2 bodyguard itu.


Raka melihat sekitar kamar, tidak melihat Saras, tetapi kamar Saras, di penuhi kelopak mawar merah, di lantai dan juga di atas tempat tidur. Kamar bahkan di hias seperti kamar pengantin.


Raka sudah mulai punya firasat yang buruk dengan Saras. Dia terus sangat was-was. Apalagi pikirannya semakin tertuju pada Amira.


Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka dan memunculkan Saras dengan pakaian yang sangat terbuka membuat Raka mengalihkan pandangannya.


Saras sengaja memakai piyama kimono sependek pahanya. Sepertinya dia ingin menghabiskan malam dengan Raka. Dan berusaha menggoda Raka.

__ADS_1


" Di mana Amira?" tanya Raka pada intinya tanpa melihat ke arah Saras.


Membuat Saras tersenyum miring. Saras melangkahkan kakinya mendekati meja di samping tempat tidur dan menuang anggur ke dalam gelas, lalu langsung menghampiri Raka.


" Amira, kenapa langsung menanyakannya, apa kamu tidak ingin minum dulu," ujar Saras memberikan gelas berisi anggur tersebut pada Raka.


" Katakan di mana? jangan bermain-main dengan nyawa anak kecil bebaskan dia. Dia tidak tau apa-apa," tegas Raka yang mulai emosi. Sungguh dia ingin melempar wanita murahan di hadapannya ini.


" Baiklah sayang, aku akan menunjukkannya kepadamu," ujar Saras mengambil remote dan menghidupkan TV.


Saat Tv hidup. Betapa terkejutnya Raka, melihat Amira yang tertidur dan 2 pengawal sedang menodongkan pistol ke kepala Amira. Raka mengepal tangannya dan menatap tajam Saras.


" Saras apa yang kau lakukan, lepaskan Amira," bentak Raka. Saras mendengus tersenyum dan duduk di pinggir ranjang. Kepanikan Raka adalah kemenangan untuknya.


" Lepaskan katamu, baik aku akan melepaskannya, setelah kau bermalam dengan ku," sahut Saras to the point.


Hal itu membuat Raka geleng-geleng. Tidak menyangka Saras benar-benar sangat murahan.


" Apa kau sinting," teriak Raka.


" Iya aku memang sinting, aku gila, aku tidak waras. Jika kau ingin melihatnya hidup lakukan apa yang aku katakan," tegas Saras dengan wajah seriusnya.


" Baik aku hanya membuat pilihan, tidak apa-apa, jika kau tidak mau melakukannya, aku tinggal telpon mereka dan sekali aku bilang iya, kau juga bisa menyaksikan anak itu mati di depanmu," ujar Saras dengan penuh ancaman. Membuat Raka benar-benar gila.


" Kenapa kamu bisa seperti ini Saras. Amira masih kecil dia tidak tau apa-apa, aku mohon jangan libatkan dia, biarkan aku membawanya pulang, kita akan bicara baik-baik, aku mohon Saras," ujar Raka berusaha membujuk Saras.


" Kamu hanya punya 2 pilihan, bersamaku atau kematiannya," ancam Saras lagi. Raka meremas rambutnya semakin frustasi dengan Saras yang benar-benar kehilangan akal.


" Setelah kita menghabiskan malam bersama. Kau bisa mengembalikannya ke pada wanita itu," lanjut Saras lagi.


" Apa gunanya melakukan ini?" tanya Raka. Saras tersenyum dan melangkah mendekati Raka. Berdiri di depan Raka. Dengan minuman yang masih di pegangnya. 1 tangan Saras mengusap pipi Raka dengan lembut sekalian menggodanya.


" Aku mencintaimu dan aku ingin kau seutuhnya menjadi milikku," ujar Saras mengecup bibir Raka. Raka hanya bisa diam Sungguh dia tidak bisa melawan wanita yang di hadapannya.


" Raka aku tidak butuh kau mencintaiku atau tidak. Tetapi setelah kita menghabiskan waktu bersama, aku yakin kau akan mencintaiku," ujar Saras lagi.

__ADS_1


" Ini tidak benar Saras, ini..." Saras langsung menutup mulut Raka dengan kecupannya lagi.


" Kita bukan saudara kandung. Dan cara ini satu-satunya agar aku bisa bersamamu," ujar Saras.


" Ayolah, kau tidak ingin melihatnya mati kan," ujar Saras mengingatkan. Mata Raka sudah memerah benar-benar masuk ke dalam perangkap Saras.


Saras meletakkan gelas yang di pegangnya, di samping meja. Saras yang merasa Raka sepertinya setuju dengan tawarannya mendorong Raka ke atas ranjang, sampai Raka benar-benar sudah terbaring.


Saras tersenyum melihat kepasrahan Raka. Sara merangkak keranjang dan mencium kembali bibir Raka.


" Kau akan menjadi milikku malam ini," bisik Saras mengigit telinga Raka dengan lembut sekalian menggodanya. Raka memejamkan matanya menahan kemarahannya.


Saras merasa menang karena Raka memang tidak bisa berbuat apa-apa. Saras kembali melakukan aksinya dengan membuka 1 persatu kancing kemeja Raka.


Kancing kemeja Raka benar-benar terbuka semua sampai ke bawah. Saras berusaha membuat hasrat Raka muncul dengan menindih tubuh Raka dan menciumi tubuh Raka. Namun tidak ada penolakan dari Raka.


" Apa yang harus aku lakukan," batin Raka yang jijik dengan Saras yang terus menciuminya.


Saras mengambil anggur yang di ruangnya ke gelas tadi dan memberinya pada Raka.


" Minum lah sayang!" ujar Saras.


" Maafkan aku Raina aku melakukan semua ini demi keselamatan Amira," batin Raka.


Raka meraih gelas tersebut dari tangan Saras dan langsung meletakkan di atas meja.


" Kau menolaknya?" tanya Saras. Raka tersenyum. Dan membelai pipi Saras. Saras bingung dengan perlakuan Raka yang tiba-tiba aneh.


" Mari kita lakukan!" ujar Raka langsung membalikkan tubuh Saras dan sekarang Saras berada di bawahnya. Membuat Saras shock.


" Kau ingin aku jadi milikmu?" tanya Raka. Saras mengangguk.


Disisi lain, Alex, Raihan dan Sony, terus mengikuti kemana petunjuk dari ponsel mereka. Raka memang memberi petunjuk sebum ponselnya di ambil.


Dan untungnya bodyguard itu tidak memeriksa ponselnya. Dan juga hanya melempar ke dalam mobil sehingga tidak mati. Jadi Raihan masih bisa melacaknya.

__ADS_1


" Ini sudah semakin cepat, buruan Alex," desak Raihan. Alex mengangguk dan menyetir lebih kencang.


Bersambung.......


__ADS_2