Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 403


__ADS_3

Karen memang tanpa dosa dan dengan senyumnya melangkah dengan menggandeng tangan Angga. Andini memang benar Karen seperti wanita yang tidak tau diri. Yang sudah menghiyanati keluarganya dan juga telah menipu Angga.


" Aku akan menjadi wanita satu-satunya Angga malam ini. Ya pesta ini akan membuat statusku lebih jelas di sisi Angga," batin Karen tersenyum miring melangkah dengan cantik yang mendapat perhatian tamu-tamu yang di sana yang pasti bertanya-tanya siapa dirinya dan kenapa datang bersama Angga.


Mata Karen melihat kearah Della dan Karen seakan tersenyum mengejek melihat Della yang tidak bisa melakukan apa-apa. Sementara Karen semakin menunjukkan keromantisannya agar membuat Della panas.


" Aku tau wanita cacat, kau pasti iri denganku. Ya kau tidak akan bisa melangkah seperti ku bergandengan dengan Angga. Kau sangat jauh dari hal itu. Kau sangat tidak pantas, dasar wanita menyedihkan," batin Karen tersenyum sinis yang terus melihat Della yang mengalihkan pandangannya.


Sementara Kayla yang melihat hal itu benar-benar sangat emosi dan ingin rasanya memakan Karen.


" Anak ini!" geram Kayla mengepal tangannya ingin melangkah. Tetapi langsung di hentikan Zira.


" Mau kemana Kayla?" tanya Zira.


" Mau ngapain lagi kalau bukan mau samperin anak itu. Kamu lihat sendiri melakukannya. Bisa-bisanya dia membawa wanita itu kemari," ujar Kayla yang benar-benar dongkol.


" Tapi Kayla, kamu tidak perlu menghampirinya. Tempat ini sangat ramai. Kamu jangan cari gara-gara deh. Jangan bikin rusuh," ujar Zira memberi pesan.


" Tapi Zira, lihatlah, dia sangat memuakkan," sahut Kayla yang tidak bisa menahan dirinya.


" Kayla, apapun itu kamu harus jaga sikap. Apa kamu mau mempermalukan Angga di depan banyak orang," ujar Zira mengingatkan.


" Benar apa kata Zira Kayla, sudahlah, dia juga ada di sini. Pasti diundang. Aku tau kamu tidak menyukainya. Tetapi Angga menyukainya," sahut Aca yang kecewa dan bahkan sudah tidak berharap apa-apa lagi.


" Aca bukan seperti itu. Aku tau anakku seperti apa. Kamu jangan salah paham dulu. Aku yakin Angga hanya terpengaruh oleh wanita itu," sahut Kayla yang mencoba membuat temannya mengerti agar tidak salah paham.


" Iya aku tau, makanya sudahlah, jangan cari keributan. Biarkan saja dia berbuat seperti apa," sahut Kayla berusaha tenang.


" Benar kata Aca, sudah tidak ada gunanya kamu marah-marah karena tidak menyukai pacar Angga. Yang ada kamu hanya mempermalukan anak kamu sendiri," sahut Jihan yang juga memberi masukan.


Kayla melihat temannya satu persatu dan temannya itu menganggukkan matanya. Kayla menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan. Dia mencoba untuk tenang dan mengendalikan dirinya, agar tidak merusak pesta yang sudah di siapkannya jauh-jauh hari.


" Hmmmm, Kayla hampir sama dengan ku. Sangat berat rasanya menerima wanita di sisi anak kita. Jika kita merasakan jika wanita itu tidak baik," batin Saski merasa nasibnya sama dengan temannya.


" Angga ayo bawa aku ketempat mamamu. Aku masih ingin berkenalan," ujar Karen yang ingin melakukan pendekatan.

__ADS_1


" Baiklah!" sahut Angga yang tampak menolak dan membuat Karen tersenyum lebar. Angga pun membawa Karen ke pada mamanya yang sedari tadi menahan emosi hanya karena ada teman-temannya. Makanya Kayla tidak murka.


Kedatangan Angga yang berada di kumpulan ibu-ibu itu membuat Kayla naik darah dan semakin emosi yang melihat Angga berani membawa Karen ke hadapannya.


" Ma," ujar Angga pelan.


" Tante," sapa Karen tersenyum manis.


" Hmmm," sahut Kayla tampak ketus.


" Ya ampun kenapa wajah wanita tua ini seperti ini. Aku sungguh muak melihatnya. Tidak Karen kamu harus bersabar. Kamu harus bisa meluluhkan hatinya," batin Karen tampak kesal namun di tutupinya dengan senyum palsunya.


" Tante apa kabar?" tanya Karen basa-basi.


" Baik," jawab Kayla ketus dan bahkan tidak ingin melihat Karen. Sementara Zira, Aca, Jihan dan Saski santai-santai saja.


" Ya ampun wanita terlihat sangat sombong dan tidak punya sopan santun. Bisa-bisanya dia hanya menyapa Kayla dan mengacuhkan kami. Apa matanya buta tidak bisa melihat orang ada di sini," batin Saski yang geleng-geleng melihat kelakuan Karen. Jadi wajar saja jika temannya itu tidak menyukai Karen. Karena memang sangat terlihat tidak baik.


" Tante aku senang sekali bisa di undang kemari, makasih ya Tante sudah mengundang saya," ujar Karen yang mencari obrolan mencari perhatian.


" Sialan wanita bisa-bisanya dia mempermalukan ku," batin Karen semakin kesal dengan Kayla.


" Mah!" tegur Angga.


" Kamu kan yang mengundangnya. Jadi dia harus berterima kasih pada kamu," sahut Kayla lagi.


" Sudah lah Kayla. Karen kamu nikmati ya acaranya," sahut Zira yang mencoba mencairkan suasana.


" Iya Tante," sahut Karen.


" Karen apa kamu tidak bisa berdiri tanpa meletakkan tangan kamu di lengan Angga. Soalnya itu sangat risih dan membuat mata saya sakit," ujar Kayla langsung to the point.


" Sial," batin Karen tersenyum dan perlahan menurunkan tangannya dari Angga.


" Ya sudah lah ma, ayo kita mulai acaranya. Tamu-tamu nya sudah datang semuanya," sahut Angga tidak ingin berlama-lama. Dia tau mamanya sangat tidak menyukai Karen dan yang nanti akan membuat suasana semakin panas.

__ADS_1


" Ya, lebih baik acaranya di segarakan. Mama juga sudah tidak bersemangat," sahut Kayla. Angga hanya diam saja dengan membuang napasnya perlahan kedepan.


" Perhatian semuanya! mari merapat untuk melaksanakan acara ulang tahun Angga, peniupan lilin dan lainnya," sahut Kayla menepuk tangan memanggil para tamu undangan untuk mendekati di mana kue ulang tahun berada.


Semuanya pun mendekati tempat tersebut termasuk Nayra dan teman-temannya. Kayla Ilham berdiri di samping Angga yang berada tepat di depan kue ulang tahun dan Karen berdiri di samping Angga seolah-olah dia adalah orang paling istimewa.


Sementara Della hanya berada di sekitar teman-temannya yang juga berada di dekat kue ulang tahun tersebut. Angga menoleh kearah Della dan Della langsung mengalihkan pandangannya.


" Baiklah, karena ini sudah larut malam. Maka kita akan memulai acaranya," sahut Kayla yang memberikan kata-kata sambutan sedikit dengan berusaha tersenyum walau moodnya sangat jelek.


" Malam ini adalah acara ulang tahun putra saya yang ke-30 dan acaranya hanya bisa kami adakan secara sederhana mengundang kalian yang ada di sini. Saya berharap kalian semua bisa menikmati acaranya," ujar Kayla lagi.


" Baiklah, sebaiknya kita mulai saja tanpa menunda lagi," sahut Kayla lagi.


" Tunggu dulu Tante," sahut Alex tiba-tiba. Membuat beberapa tamu heran dan melihat ke arah Alex.


" Ada apa Alex?" tanya Kayla.


" Sebelum acaranya di mulai. Alangkah baiknya kita menyelesaikan masala. Agar ulang tahunnya berkesan dan berjalan lancar," ujar Alex membuat semua orang bingung.


" Apa maksud Alex," batin Angga yang kebingungan.


" Maksud kamu apa Alex. Masalah apa?" tanya Ilham.


" Tidak apa-apa om. Saya hanya ingin tamu saya ada di sini," sahut Alex.


" Ya kalau begitu bawa lah tamunya," sahut Kayla.


" Iya Tante," sahut Alex tersenyum. Andini juga tersenyum melihatnya seakan tidak sabar melihat ekspresi Karen seperti apa selanjutnya.


" Kenapa sih, teman-temannya Angga pada lebay semua hanya perkara tamu saja. Ulang tahun di hentikan. Apa dia tidak tau. Jika acaranya ini sangat penting untukku. Karena kue ulang tahun pertama akan kuterima dan hal itu akan menyadarkan wanita cacat itu," batin Karen yang lagi-lagi begitu percaya diri.


Alex tampak pergi dari kerumunan dan tidak butuh waktu lama Alex kembali dan membawa seorang Pria yang tak lain adalah Danu dan di luar dugaan ternyata Diki pun ikut.


Sebagian heran melihatnya Pria yang di bawa Alex. Tetapi sebagian tampak tersenyum melihat Pria itu dan Karen sendiri belum melihat pria dan anak kecil itu. Dia masih sibuk dengan pemikiran khayalannya dan mungkin juga Karen ketutupan orang-orang yang melihat kebelakang.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2