Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 222


__ADS_3

Nayra dan Raihan sudah pulang kerumah. Setelah selesai bertamu ke rumah Jihan dan Carey. Nayra membantu suaminya melepas jasnya.


" Aku tidak pernah mendengar temanmu yang itu," ujar Nayra menyimpan jas suaminya. Sementara Raihan membuka jam tangannya.


" Dia teman kuliahku," jawab Raihan.


" Begitu, dia tinggal di mana?" tanya Nayra yang sudah berdiri di depan suaminya membuka satu-per satu kancing baju suaminya.


" Awalnya di Amerika. Tetapi sekarang Dia sudah menetap di Jakarta," jawab Raihan.


" Tetapi dia sangat tidak baik, masa iya menjelek-jelekkan Florist dan bahkan kak Carey bilang dia marah-marah sampai berjam-jam," ujar Nayra dengan wajah cemberutnya.


Raihan meletakkan ke-2 tangannya di pinggang istrinya membuat Nayra semakin dekat dengan dirinya.


" Sayang, wajar dia sangat marah, dia sangat kecewa. Karena itu moment penting untuk mamanya tidak sesuai rencana. Dia memang sangat galak dan suka marah-marah. Tapi kamu harus tau, dia sangat takut pada mamanya dan sangat penurut, makanya dia semarah itu pada Carey. Pasti mamanya sudah mengomelinya," jelas Raihan.


" Kamu membelanya," ujar Nayra dengan wajah cemberutnya.


" Tidak, aku tidak membelanya, aku hanya ingin kamu tidak salah paham dengannya. Karena jika kamu benar-benar mengenalnya dia sangat baik," ujar Raihan yang benar-benar mempromosikan temannya.


" Tapi bagaimana selanjutnya. Urusan dia dengan kak Carey belum selesai, dia pasti akan terus menuntut kak Carey, apa salahnya memaafkan," ujar Nayra masih kesal. Tetapi Raihan tersenyum. Raihan mengusap pipi Nayra.


" Biarkan saja, mungkin itu sudah jalannya," sahut Raihan membuat Nayra mengkerutkan dahinya. Bingung dengan perkataan suaminya.


" Maksud kamu?" tanya Nayra.


" Biarkan mereka seperti itu. Lama kelamaan Dion juga akan luluh dengan Carey," jawab Raihan tersenyum penuh rencana. Membuat Nayra curiga.


" Kamu nggak lagi rencanain sesuatu kan, Atau jangan-jangan kamu..." tebak Nayra was-was.


" Hmmmm, iya, aku ingin Dion mendekati Carey, menurutku mereka sangat cocok," sahut Raihan yang tau apa yang di pikiran istrinya.


" Sayang, kamu ingin menjadi madcomblang kak Carey dan teman kamu?" tanya Nayra memastikan.


" Benar sekali," jawab Raihan menegaskan hal itu membuat Nayra kaget.


" Kamu yakin?" tanya Nayra ragu.


" Aku yakin, aku bisa melihat mereka sangat cocok. Dion yang suka marah-marah sangat cocok untuk Carey yang penyabar," jelas Raihan.


" Cocok dari mananya sayang," sahut Nayra kesal.


" Sudahlah Nara, kita doakan saja yang terbaik untuk mereka. Lagi pula sudah saatnya Carey untuk menikah dan mungkin pertemuannya dengan Dion adalah jalan yang terbaik," ujar Raihan benar-benar ingin menjodohkan kakak iparnya dengan sahabatnya.


Tetapi Nayra masih ragu dengan suaminya. Rasanya tidak mungkin. Jika kakaknya setuju dengan hal itu. Apa lagi kesan pertemuan mereka sangat buruk.


*********


Dion memarkirkan mobilnya di depan rumahnya. Harinya sangat kesal setelah menemui pemilik Florist yang membuat kekacauan.

__ADS_1


Tetapi menemui sahabat lamanya, membuat suasana hatinya lumayan membaik. Dion keluar dari mobilnya dan langsung memasuki rumahnya.


" Tidak menyangka Raihan akan menikahi cinta pertamanya. Ya memang benar cinta pertama itu sangat berkesan. Raihan juga membuktikan jika cinta sejati itu ada," gerutunya melangkahkan kakinya sambil memutar-mutar kunci mobilnya di jarinya dan menceritai sahabatnya.


" Dion," panggilan suara tegas membuat Dion menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya yang ternyata suara itu adalah suara mamanya.


" Ma," sahut Dion menghampiri mamanya.


" Dari mana kamu, bukannya ini hari minggu?" tanya Mamanya.


" Dion habis ketemu teman lama Dion, kalau mama ingat Raihan, dan menemui pemilik Florist yang membuat mama kecewa," jelas Dion.


" Yang membuat mama kecewa itu kamu. Bukan orang lain. Kamu selalu melempar kesalahan kamu sama orang lain," sahut Erin mama Dion menyanggah omongan putranya.


" Ma, jelas mereka yang salah mereka bekerja tidak profesional, sembarangan, ceroboh, asal-asalan. Apa lagi pemiliknya hanya bisa mengatakan maaf dan ganti rugi dia pikir dia siapa, apa sudah sangat hebat," oceh Dion yang tidak puas jika tidak menjelek-jelekkan Florist.


" Jika tidak ada Raihan wanita itu mungkin sudah selesai," desis Dion Jika mengingat Carey akan semakin kesal.


" Wanita, wanita siapa?" tanya Erin penasaran.


" Siapa lagi jika pemiliknya yang sok manis dan sok kepintaran," jawab Dion membuat Erina heran dengan putranya yang tampak kesal.


" Kalau begitu bawa pemiliknya kerumah ini," sahut Erina tiba-tiba.


" Hah!" pekik Dion kaget.


" Apa maksud mama, apa mama gila," sahut Dion kelepasan.


" Maaf ma, Dion tidak sengaja, lagian mama ada-ada aja, mana mungkin aku bawa pemiliknya kemari," sahut Dion tambah frustasi.


" Mama ingin dia menjelaskan semuanya, kalau memang benar dia yang salah," jawab mamanya.


" Ya tidak mungkin dong ma, kenapa juga harus pemiliknya," sahut Dion.


" Iya kali membawanya kemari, yang ada dia akan ber-akting sok manis. Dan ujung-ujungnya mama pasti akan menyalahkanku," batin Dion merasa tidak masuk akal dengan mamanya.


" Pokoknya kamu bawa pemiliknya kerumah ini. Jika tidak mama tidak akan memaafkan kamu atas kecerobohan kamu," tegas Erina langsung berdiri dan pergi.


" Ma, itu tidak mungkin ma," teriak Dion yang tidak di respon mamanya.


" Ma," panggil Dion lagi.


" Ada-ada aja, mama apaan sih, menyesal aku menceritakan hal itu," oceh Dion mengacak rambutnya frustasi.


" Benar-benar sial, bertemu wanita itu malah memperkeruh suasana," desis Dion semakin emosi.


**************


Angga dan Carey sudah berada di dalam mobil. Mereka duduk di depan. Hujan masih menemani pasangan yang baru melepas rindu itu. Angga membuka laci mobilnya dan mengambil obat untuk mengobati pipi Della.

__ADS_1


" Biar aku obati," ujar Angga ingin memegang pipi Della. Tetapi Della menjauhkannya.


" Tidak usah," ujar Della dengan suara dingin.


" Della," lirih Angga.


" Aku bilang tidak usah," sahut Della dengan tegas. Angga pun mengurungkan niatnya kembali duduk lurus dan melihat kedepan.


" Maaf, jika apa yang aku lakukan membuatmu kaget, aku hanya tidak bisa menahan diriku," ujar Angga.


" Kamu sangat menyakitkan Angga, sangat menyakitkan. Kamu sangat suka mempermainkan perasaanku, kenapa Angga kenapa baru sekarang. Setelah kamu keluar dari penjara apa kamu tidak bisa menemuiku. Atau saat aku menemuimu. Apa kamu tidak bisa memberiku harapan sedikit saja. Aku pasti menunggumu," ujar Della dengan nada sedikit naik.


" Aku tidak bisa membuatmu menunggu, karena aku tidak tau kapan aku bisa keluar. Asal kau tau Della saat ke luar dari penjara kamu pertama yang ingin aku temui setelah orang tuaku. Tetapi aku tidak bisa menemukanmu. Karena kamu sedang tugas di Papua barat dan kamu tau kan orang asing tidak bisa kesana," jelas Angga membuat Della hanya diam.


" Kamu pasti ingin bilang, kenapa tidak menelpon. Bukannya kamu yang memutus akses komunikasi kita. Kamu memblok nomorku, Della keluar dari penjara aku belum bisa berhubungan seperti biasa kepada anak-anak. Jadi aku tidak bisa melakukan banyak hal," lanjut Angga lagi.


Della membuang napasnya perlahan, dia memang memblokir semua yang berhubungan dengan Angga. Karena benar-benar ingin move on.


" Della aku hanya berharap pada takdir yang akan mempertemukan kita kembali," lanjut Angga lagi.


" Tapi takdirnya salah Angga, kamu datang di saat aku ingin menikah. Atau jangan-jangan kamu memang tidak ingin melihatku bahagia, kamu mengatakan cinta karena hanya aku akan menikah, iya kan?" tanya Della tersenyum dengan kesedihan.


" Bahagia. Apa kebahagian yang kamu katakan. Aku bertanya kepada kamu, apa kamu akan bahagia menikah dengan Pria yang suka bermain fisik kepadamu?" tanya Angga, Della kaget mendengar kata-kata Angga.


" Apa Angga tau jika Ramah.." tebak Della heran.


" Della kasih aku kesempatan untuk semuanya, aku ingin membahagiakan mu lahir dan batin," ujar Angga meraih tangan Della menggengam dengan erat


" Kamu ingin membuatku menjadi wanita yang berselingkuh?" tanya Della menatap Angga.


" Tidak, karena aku tidak mau menjalin hubungan dengan wanita yang juga menjalin hubungan dengan Pria lain," jawab Angga.


" Lalu! ujar Della.


" Aku akan membuatmu memutuskan dia dan memilihku," lanjut Angga.


" Kamu gila," geram Della.


" Aku akan menjadi orang gila, demi memberimu kebahagian dan tidak akan membiarkanmu di sentuh dan disakiti olehnya," ujar Angga yakin menatap Della.


Della bisa melihat ketulusan di mata Angga. Pandangan mata Angga membuat hatinya semakin bergetar tidak menentu.


Bersambung


Hari ini author up lebih dari 1 jadi tetap suport ya.


Dan jangan lupa mampir ke novel ini. Ini bukan novel terbaru. Tetapi baru ganti judul.


__ADS_1


Jangan lupa mampir ya aku tunggu like dan koment nya di sana...


__ADS_2