
Tidak berapa lama akhirnya mobil yang di kendarai Tomy sudah sampai di Villa keluarga Angga yang langsung berdekatan dengan laut. Villa yang tidak terlalu besar itu. Tetapi memiliki 2 lantai terlihat minimalis dan unik yang memang untuk bersantai-santai sangat cocok.
Dan ternyata Angga memang hadir di sana. Mungkin karena ribut juga dengan Karen. Jadi tidak ada yang menghalangi Alex untuk pergi. Jadi dia bisa datang tepat waktu tanpa membuat sang mama mengomel.
Alex, Kayla dan Ilham berdiri di depan pintu seperti menyambut tamu penting saja. Wajah Kayla langsung tersenyum begitu melihat mobil Kayla sudah berada di depannya. Bahkan kepala Kayla sedikit naik-naik seperti melihat kedalam mobil apakah Della ikut atau tidak dan saat Aca keluar terlihat mengedipkan matanya pada Kayla yang sepertinya wanita itu sedang memberikan kode dan Kayla langsung mengangguk.
" Ayo kesana," sahut Kayla mengajak anak dan suaminya untuk menghampiri putranya.
" Ya ampun akhirnya kalian sampai juga," sahut Kayla menyambut dengan ramah.
" Iya maaf ya telat sedikit," sahut Aca.
" Tidak apa-apa, tidak telat kok," sahut Kayla. Aca pun tersenyum dan Kayla melihat Luci turun dari mobil dan terlihat Tomy yang sepertinya ingin membantu Della untuk keluar dari mobil.
" Hmm, Angga kenapa kamu diam saja, ayo cepat bantu Della," sahut Kayla yang cepat-cepat menyuruh anaknya bergerak. Dan Angga mengangguk lalu menghampiri pintu bagian Della di mana Tomy sudah membukanya.
" Nggak usah, biar om saja," sahut Tomy.
" Tidak apa-apa Tomy biar Angga saja," sahut Ilham yang mengerti istrinya dan Kayla jelas tersenyum suaminya yang mendukungnya penuh.
" Iya om, biar Angga saja," sahut Angga yang Tidka keberatan untuk mengambil alih.
" Ya sudah kalau begitu," sahut Angga yang langsung bergerak membantu Della. Kayla dan Aca yang melihat hal itu jelas tersenyum dengan penuh kebahagian yang rencana mereka sepertinya akan berhasil.
" Biar aku bantu Della," ujar Angga yang sudah berada di depan Della.
Della menganggukkan kepalanya yang mengikut saja. Dan Angga pun meletakkan tangannya di bawah tengkuk Della dan satu tangannya berada di pundak Della yang langsung menggendong Della dan Della mengalungkan tangannya ke leher Angga.
" Jadi Angga juga ada di sini dan Karen tidak ikut. Syukurlah jika Karen tidak ikut yang mungkin Karen tidak akan berbuat aneh-aneh lagi pada Angga dan Angga tidak akan terjebak lagi," batin Della yang merasa lega.
__ADS_1
" Angga langsung kedalam saja," sahut Kayla.
" Iya ma," sahut Angga yang langsung menurut dan memang tanpa menunggu lama. Angga langsung menggendong Della sampai kedalam rumah dan membuat Kayla dan Aca terlihat tos di bawah dan tos diam-diam itu tertangkap Luci.
" Mama sama Tante Kayla aneh banget, kayak ada yang tidak beres," batin Luci yang merasakan ada yang aneh pada mamanya. Gerak-gerik sang mama memang sangat mencurigakan dan jelas membuatnya bertanya-tanya apa yang di rencanakan mamanya.
" Ya sudah mari kita masuk," sahut Ilham.
" Luci, Celine keluarin semua dari mobil jangan ada yang ketinggalan," sahut Aca.
" Iya ma," sahut Luci dan Celine serentak.
Sementara Angga melangkah terus memasuki rumah dan langsung menaiki anak tangga yang mungkin langsung tujuan ke balkon yang di adakan ya acara baberque an bersama-sama di sana.
Della terus melihat Angga. Semenjak mengetahui siapa Karen. Della memang tidak canggung dengan Angga, tidak seperti biasanya yang selalu ketus pada Angga dan bahkan menghindar dan selalu menolak jika Angga membantunya. Tetapi kali ini tidak Della malah sangat berani menatap Angga yang begitu serius menggendongnya.
" Kamu kenapa melihatku?" tanya Angga menoleh kearah Della dan saat itu Della baru tersentak kaget dan langsung mengalihkan pandangannya dan terlihat benar-benar sangat canggung dan gugup bahkan sampai wajahnya memerah.
" Kenapa kamu tersenyum apa ada yang lucu," ujar Della kesal dengan Angga yang sepertinya mengejeknya. Angga tidak menjawab dan masih saja tersenyum membuat Della semakin kesal.
" Della, kamu sih. Sebaiknya kamu biasa saja. Jangan terlalu memikirkannya. Kamu jadi kebablasan kan," batin Della yang baru menyadari kebodohannya.
Sampai akhirnya mereka sudah sampai ke balkon yang sudah di siapkan Aca untuk acara baberque. Tepatnya lumayan sangat esetik dengan teras yang di kelilingi pagar sepinggang dan di beri lampu-lampu yang berwarna-warni yang sangat cantik dan banyak terdapat bangku-bangku yang berbagai bentuk ada bangku balon, kayu dan juga juga ada sofa dengan ada meja- meja dan beberapa alat bakar membakar.
" Kamu mau duduk di mana?" tanya Angga Della menurunkan pandangannya melihat bangku-bangku tersebut yang mana yang nyaman untuk di dudukinya.
" Itu," sahut Della menunjuk bangku balon. Angga mengangguk dan langsung mendudukkan Della.
Karena itu bangku balon otamatis saat Della terduduk langsung tubuhnya sedikit maju pada Angga dan wajahnya juga pasti ikut maju dan tidak sengaja mengecup bibir Angga.
__ADS_1
Dan membuat Angga kaget sampai menaikan alisnya sementara Della menelan salavinanya dan reflek menutup bibirnya dengan kebodohannya.
" Aku tidak sengaja," sahut Della yang terlihat gugup didepan Angga. Angga mendengus tersenyum.
" Lalu kenapa wajahmu memerah?" tanya Angga mendekatkan wajahnya pada Della dan Della langsung memundurkan wajahnya kebelakang semakin gugup dengan kedekatan Angga.
" Tidak, siapa yang memerah, aku benar-benar tidak sengaja," sahut Della yang terus mengelak dan salah tingkah di depan Angga. Tetapi Angga menikmati hal itu. Melihat Della yang salah tingkah membuat Angga rasanya ingin terus menggoda Della.
Dengan nakalnya Angga semakin mendekatkan wajahnya pada Della dan mencium lembut kening Della dan membuat Della kaget dengan melototkan matanya yabg bisa-bisanya membuatkan hal itu terjadi.
" Aku juga tidak sengaja melakukannya," ujar Angga dengan mudahnya dan tersenyum di depan Della yang jarak mereka hanya beberapa centimeter sehingga napas ke-2nya terdengar yang tidak beraturan.
" Angga," geram Della memukul dada Angga.
" Aku tidak marah saat kau melakukannya. Lalu kenapa kau marah saat aku melakukannya," ujar Angga dengan senyumnya yang sangat menggoda Della. Menatap Della dalam-dalam. Membuat Della benar-benar malu dan mengalihkan pandangannya kesamping.
" Kau punya kekasih, seharusnya kau tidak melakukan itu kepadaku," sahut Della.
" Kau tau aku punya kekasih. Tetapi kau juga meminta untuk di gendong saat di depannya," sahut Angga dengan santai dan Della langsung melihat kearah Angga dengan menatap Angga kesal.
" Aku butuh bantuanmu saat itu dan aku mana mungkin pulang sendirian," sahut Della mencari alasan.
" Kamu membutuhkan bantuanku. Karena kamu melihatku masuk kedalam hotel bersama Karen," sahut Angga dan membuat Della kaget yang bisa-bisanya Angga mengetahui hal itu.
" Tidak mungkin Angga tau semuanya," batin Della yang terlihat panik.
" Kamu benar, aku tau apa yang sebenarnya terjadi. Kamu bersama Luci saat itu dan kamu sengaja menelponku karena kamu tau aku dan Karen sedang berada di kamar hotel," ujar Angga yang bisa menebak jalan pikiran Della dan Della benar-benar kaget mendengarnya.
Sementara Angga tersenyum penuh kemenangan dengan melihat kecanggungan di wajah Della.
__ADS_1
Bersambung