Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 420


__ADS_3

Raihan dan Nayra sampai Kerumah mereka dengan dan mereka langsung ke kamar dan Nayra membantu suaminya membuka jasnya. Dan Raihan juga melonggarkan dasinya.


" Aku ambil Kinara dulu dari mama," ujar Nayra.


" Iya sayang," sahut Raihan mengangguk. Dia memang harus mengambil anaknya yang di titipkan pada mamanya yang seharian di jaga Jihan karena dia dan suaminya sibuk.


Tidak lama keluar dari kamar itu. Nayra pun akhirnya kembali yang sudah menggendong Kinara yang sudah tertidur lelap.


" Kinara sudah tidur?" tanya Raihan.


" Iya sayang," sahut Nayra perlahan meletakkan bayinya di atas ranjang. Dan Raihan langsung duduk di dekat anaknya dan mencium pipi sang anak.


" Maafin papa ya sayang. Papa tidak bisa main sama kamu. Papa dan mama ada urusan, maaf ya kamu harus sama Oma," ujar Raihan mengusap-usap pipi Kinara dengan jarinya. Nayra hanya tersenyum melihat apa yang di lakukan suaminya.


" Mama juga sayang, maaf ya. Besok kita main bersama-sama. Kamu jadi ketiduran dan tidak sempat liat mama dan papa pulang. Maaf ya sayang," ujar Nayra yang juga merasa bersalah. Nayra dan Raihan sama-sama menunduk dan mencium pipi putri kecil mereka. Yang mana Raihan kiri dan Nayra kanan.


" I love you sayang," ujar Nayra pada putrinya.


" I love you to," jawab Raihan membuat dahi Nayra mengkerut. Aku mengajarkan untuk Kinara bukan sama kamu," sahut Nayra.


" Kalau begitu katakan kepadaku. Aku juga ingin mendengarnya. Mendengar kata-kata kamu dan juga ingin mendapat ciuman dari kamu, seperti Kinara tadi," sahut Raihan yang menuntut. Nayra menaikkan alisnya melihat kelakukan suaminya.


" Cepat!" desak Raihan memaksa. Nayra pun tersenyum dan mencium pipi suaminya.


" Sudah puas tuan Raihan?" tanya Nayra. Raihan menggeleng dengan menunjukkan bibirnya dengan jarinya. Nayra melotot melihatnya.


" Cepat!" desak Raihan lagi. Nayra mendengus tersenyum dan langsung mengecup bibir suaminya.


" I love you sayang," ucap Nayra dengan senyum di wajahnya. Raihan juga tersenyum Memegang dagu Nayra dan menghantarkan kening Nayra pada bibirnya. Mengecup hangat kening itu.


" I love you to," sahut Raihan. Mereka memang kalau romantis-romantisan tidak melihat tempat di depan anak pun jadi.


********


Siapa yang sakit siapa yang di perlakukan dengan Istimewa. Memang benar kesembuhan yang paling cepat adalah dengan wanita yang di cintai selalu bersama kita.

__ADS_1


Sama halnya dengan malam yang indah itu. Padahal kondisi Angga masih bisa di katakan masih lemas. Tetapi dia malah mendorong kursi roda Della berjalan-jalan dengan santai. Dia tidak ingin Della bosan di kamarnya menemaninya.


Makanya dia mengajak Della berjalan-jalan santai untuk menikmati udara malam. Tidak jauh-jauh dari rumah sakit. Dia mendorong kursi roda Della dengan Della yang memegang botol infus Angga. Maklumlah Angga masih memakai infus tetapi tetap nekat ingin keluar menemani calon istrinya itu.


" Sudahlah, Angga kita di dalam saja. Kamu juga tidak terlalu sehat," ujar Della yang khawatir dengan Angga.


" Aku sudah mengatakan aku sudah sembuh. Buktinya aku bisa mengajakmu berjalan-jalan," ujar Angga yang tetap ngeyel.


" Angga itu bukan membuat kamu sembuh. Tapi yang adanya kamu akan semakin lama sembuh, mending kita di dalam saja. Kita makan di dalam aku lapar," ujar Della menegaskan dengan mendongakkan kepalanya keatas melihat Angga yang keras kepala.


" Iya kita akan masuk!" sahut Angga tersenyum.


" Ya sudah ayok," ujar Della.


" Bukannya kamu bilang mau makan. Kita tidak punya makanan di dalam kamar," ujar Angga.


" Aku akan menelpon Luci dan akan menyuruh Luci untuk mengantarkan makanan," sahut Della yang mempunyai ide.


" Baiklah, tuan putri kita akan menunggu Luci di dalam kamar dan kita akan makan bersama," sahut Angga yang menurut saja. Della tersenyum mendengar kata tuan Putri.


" Kalau begitu, cepat putar balik," sahut Della.


tok-tok-tok-tok Bubur bubur.


Tiba-tiba tukang bubur lewat dengan membunyikan pentungan nya membuat Della menoleh kebelakang. Melihat abang-abang tukang bubur di sebrang jalan.


" Kamu mau?" tanya Angga yang melihat Della tampaknya sangat ingin memakan bubur.


" Boleh," sahut Della yang memang tidak bisa bohong.


" Ya sudah kamu tunggu sini, aku akan membelinya," ujar Angga.


" Tidak biar aku saja," sahut Della yang menolak.


" Tidak apa-apa, aku saja," sahut Angga.

__ADS_1


" Tapi kamu kan sakit," sahut Della.


" Aku tidak apa-apa, lagian hanya sebentar," jawab Angga, " sudah jangan memikirkan apa-apa. Aku jelas tidak apa-apa," ujar Angga dengan yakin mengambil botol infusnya dari Della.


" Kamu tunggu sini, aku akan membelinya," ujar Angga.


" Ya sudah sahut Della mengangguk saja.


Dan Angga pun melangkah menyebrang jalan untuk membeli bubur. Della hanya memantau dari sebrang jalan. Dan sesekali mereka malah saling melihat dengan jarang yang bisa di katakan cukup jauh.


Tidak lama Angga selesai membelikan Della bubur Angga yang di pinggir jalan menunjukkan kantung plastik itu untuk Della. Seakan dia menunjukkan dia bisa membelinya. Della hanya mendengus tersenyum melihatnya.


" Kamu benar-benar merasa bisa melakukannya," batin Della geleng-geleng melihat kelakuan Angga. Angga yang sudah mendapatkan apa yang di belinya ingin menyeberang jalan. Tetapi tiba-tiba botol infusnya jatuh dan Angga berjongkok mengambilnya.


Di ujung jalan di dalam mobil ternyata Karen sedang memantau Angga.


" Jadi kamu masih hidup. Tidak Angga kamu tidak akan bisa hidup. Aku tidak akan membiarkan mu hidup. Kamu harus mati Angga," ujar Karen dengan sorot matanya yang tajam dan langsung menarik gas mobilnya dan melaju dengan kecepatan tinggi mengarah pada Angga.


Della yang di sebrang jalan melihat mobil yang melaju kencang membuat Della. Kaget.


" Angga awas!" teriak Della.


Angga mengangkat kepalanya dan heran melihat Della yang meneriakinya. Della terus panik saat mobil itu mendekati Angga. Dengan cepat Della berdiri dan berlari ke arah Angga. Apa yang di lihat Angga membuat Angga kaget.


" Awasss Angga," teriak Della yang dengan cepat mendorong Angga dan mengelakkan tabrakan dan mereka berdua jatuh bersama dengan Angga yang berada di bawah Della.


" Sial," geram Karen memukul stir mobilnya dengan melihat kebelakang di mana Angga selamat. Dia benar-benar emosi dengan rencananya yang berantakan.


Tinnnnnnnnnn.


Klakson mobil yang keras dan cahaya lampu yang terang membuat Karen melihat lurus kedepan dan melihat truk melaju sangat dekat di depannya dan karena langsung membanting stir mobil kekiri.


" Aaaaaa!" teriak Karen yang mengelakkan kecelakaan dari truk tetapi langsung menabrak tiang lampu yang besar.


Dorrrrrrr.

__ADS_1


Tidak sampai hitungan menit mobil itu langsung meledak tidak jauh dari lokasi di mana Angga dan Della masih di tempatnya semula dan tersentak kaget mendengar ledakan yang tiba-tiba.


Bersambung


__ADS_2