Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 136


__ADS_3

Jari telunjuk itu menempel dibibir Nayra menyuruh Nayra untuk diam.


" Jangan berisik, kau harus minum, agar memiliki tenaga," bisik Carey tersenyum licik.


" Tidak jangan lakukan itu aku mohon jangan lakukan itu," Nayra menggeleng -gelengkan kepalanya saat Carey mencoba memberinya minuman beralkohol itu.


" Kau pernah sok pintar, saat aku menyuruh Raihan minum. Sekarang kau rasakan betapa nikmatnya minuman ini. Dan kau akan menyesal karena pernah melarang Raihan minum," ujarnya menekan suaranya.


" Tolong jangan lakukan, itu tolong," Nayra hanya bisa memohon saat Carey memaksanya meminum. Minuman yang sama sekali tidak pernah di minumnya.


" Minumlah, jangan sok munafik, ini sangat nikmat, kau akan ketagihan jika meminum sedikit saja," desis Carey memaksa Nayra untuk minum. Nayra berusaha terus memberontak.


Carey tidak peduli, dia kembali mencengkram pipi Nayra agar mulut Nayra terbuka. Nayra berusaha sekuat tenaga merapatkan mulutnya.


Tetapi Carey yang di penuhi setan terus memaksanya. Memaksa ujung botol itu masuk kedalam mulutnya agar Nayra meminumnya. Care benar-benar di penuhi iblis tidak punya hati nurani.


Memaksa mencekoki Nayra dengan minuman beralkohol tanpa ampun. Nayra hanya bisa menagis dan terus memberontak.


" Raihan tolong aku," batin Nayra di dalam tangisnya. Meminta pertolongan kepada Raihan.


***********


" Nara," teriak Raihan saat matanya terbuka.


Raihan langsung duduk dengan wajah yang bercucuran keringat, napas yang naik turun saat bermimpi buruk terhadap Nayra.


" Apa yang terjadi, kenapa perasaanku tidak enak," ujarnya dengan napas yang masih tersenggal-senggal.


Raihan meraih ponselnya dan melihat pukul 2 pagi. Raihan mengusap wajahnya yang masih di penuhi keringat dan memutuskan menelpon Nayra. Karena sangat khawatir terhadap Nayra.


Sudah menelpon beberapa kali. Tetapi Nayra tidak mengangkatnya sama sekali. Raihan semakin panik karena tidak mendapatkan jawaban.


" Nara, angkat sebentar aku mohon," ujarnya yang semakin panik.


Tidak tau kenapa tetapi Raihan memang mencemaskan Nayra. Perasaannya tiba-tiba tidak tenang. Seperti ketakutan dia merasa jika Nayra dalam bahaya. Sungguh dia benar-benar mencemaskan Nayra.


Tanpa berpikir panjang Raihan mengambil jaketnya dan ke luar dari kamar. Dia benar-benar tidak akan pus jika belum bertemu dengan Nayra.


Dengan buru-buru Raihan menuruni anak tangga.


" Raihan kamu mau kemana?" tanya Eyang Farah yang kebetulan ingin ke dapur.


" Raihan ada perlu sebentar Eyang," jawab Raihan dan berlari ke luar.


" Ada apa dengannya, kenapa dia terlihat sangat panik," batin Eyang Farah heran.


Di dalam perjalanan. Raihan menyetir buru-buru sambil terus menelpon Nayra. Tetapi tetap sama tidak ada respon sama sekali. Membuat Raihan semakin khawatir.


Sementara di sisi lain. Carey dengan biadapnya terus memberi Nayra minum dengan minuman beralkohol.


uhuk uhuk uhuk beberapa kali Nayra terbatuk karena ulah Carey.


" Bagaimana enak bukan?" tanya Carey tersenyum puas melihat Nayra yang tersisa.

__ADS_1


" Kamu benar-benar tidak punya hati Carey, kamu bukan manusia," ujar Nayra menekan suaranya dengan air matanya yang berlinang.


" Apa kamu katakan, kamu masih haus, baiklah Nayra kesayangan Raihan, aku akan memberimu minum lagi," sahut Carey tersenyum licik. Dan kembali memberi Nayra minuman itu.


Nayra kembali memberontak.


" Minumlah, habiskan, minum yang banyak," ujar Carey terus memaksa Nayra. Beberapa kali Nayra batuk-batuk berkali-kali. Tetapi Carey tidak perduli.


Nayra hanya bisa menangis menerima nasibnya. Beberapa kali dia memanggil nama Raihan di dalam hatinya. Tenggorokannya sangat sakit akibat perbuatan Carey. Air matanya tidak henti-hentinya menetes.


**********


Raihan tiba di depan gedung Apertemen Nayra. Dengan buru-buru Raihan langsung keluar dari mobilnya. Berlari menuju Apartemen Nayra.


Tidak ingin menunggu lama. Setelah sampai di depan pintu Apartemen Nayra. Raihan langsung menekan sandi sampai Apartemen itu terbuka.


" Nara," panggil Raihan langsung berlari kekamar Nayra. Saat membuka pintu kamar kekasihnya. Raihan tidak menemukan siapa-siapa di sana.


" Di mana dia?" ujar Raihan mendekati ranjang Nayra dan melihat ponsel Nayra yang terletak di atas tempat tidur.


" Nara," Raihan terus berteriak memanggil Nayra, melihat ke kamar mandi.


Terus memanggil nama Nayra. Raihan ke luar dari kamar dan mencari-cari Nayra dengan terus memanggilnya.


" Kemana dia pergi?" tanya Raihan semakin panik saat tidak menemukan Nayra di dalam Apertemen itu.


Raihan yang berdiri di ruang tamu mengusap wajahnya kasar dengan ke-2 tangannya. Matanya memerah karena tidak menemukan Nayra.


Pandangan mata Raihan tertuju pada depan pintu. Yang terdapat sapu tangan kecil. Raihan melangkahkan kakinya mendekati sapu tangan itu.


Raihan berjongkok mengambil sapu tangan itu. Dengan penuh kecurigaan Raihan mengendus sapu tangan itu dan tercium bau obat. Raihan mengepal tangannya dan berlari keluar. Seakan tau apa yang terjadi dengan Nayra.


Raihan kembali kemobilnya dan melajukan dengan kecepatan tinggi. Raihan terus mencari Nayra. Tetapi dia tidak tau di mana keberadaan Nayra.


**************


Ternyata mentari pagi sudah tiba. Tetapi Raihan tidak juga menemukan Nayra, Dia terus mencari di jalan raya. Menghubungi teman-teman Nayra.


Tetapi tidak satupun yang mengetahui keberadaan Nayra. Raihan semakin panik dan tidak tau di mana Nayra berada.


" Di mana kamu Nara, aku mohon Nara kembalilah," ujar Raihan yang dengan wajah penuh kecemasan, menyetir tanpa tau arah kemana tujuannya.


Trrettttttttt Ponsel Raihan berbunyi, Raihan melihat panggilan masuk, yang ternyata Alex menelponnya. Raihan mengangkatnya.


๐Ÿ“ž" Bagaimana apa Nayra sudah ketemu?" tanya Alex.


๐Ÿ“ž" Belum, aku belum menemukannya," jawab Raihan dengan suara seraknya. Air matanya bahkan sudah jatuh.


๐Ÿ“ž" Tenanglah, aku sama Andini masih mencarinya, hati-hati menyetir, Nayra akan ketemu, jadi jangan khawatir semua akan baik-baik saja," ujar Alex mencoba memberi semangat temannya.


๐Ÿ“ž" Iya, kabari jika sudah menemukannya, aku mohon tolong bantu aku," ujar Raihan penuh harapan.


๐Ÿ“ž" Hmmm, pasti, jangan khawatir," sahut Alex.

__ADS_1


Dengan lemas Raihan menurunkan ponselnya dari telinganya, mengusap air matanya yang sempat jatuh. Karena dia tidak akan tenang sebelum menemukan Nayra.


***********


" Apa kata kak Raihan?" tanya Andini yang duduk di samping Alex yang menyetir dengan serius.


" Dia belum menemukannya," jawab Alex dengan tidak bersemangat.


" Apa yang terjadi. kemana Nayra, kenapa perasaanku tidak enak, dia bahkan tidak membawa ponsel," sahut Andini semakin cemas.


" Tenanglah Andini, semua akan baik-baik saja," sahut Alex yang mencoba menenangkan Andini.


" Iya kak, aku hanya mencemaskannya, aku takut dia kenapa-napa, tidak biasanya dia seperti ini," sahut Andini yang terus mencemaskan.


Saat keluar dari Apertemen Nayra. Raihan memang langsung menghubungi Alex dan Andini. Alex dan Andini pun ikut mencari Nayra malam itu juga.


Sama dengan Raihan. Mereka sangat mencemaskan Nayra. Apa lagi sampai sekarang Nayra tidak di temukan.


***************


Di sisi lain di dalam mobil. Luci masih tertidur di dalam mobilnya. Dengan kepalanya yang menempel pada stir mobil. Mobilnya masih terparkir didekat bangunan tua


Luci membuka matanya perlahan. Mengangkat kepalanya, dan menyandarkan tubuhnya di jok mobil.


" Astaga, aku sampai ketiduran, di mana ini," ujarnya sambil menguap melihat gedung tua itu.


" Mobil kak Carey masih ada, apa yang di lakukannya di dalam?" tanya bingung melihat mobil Carey masih terparkir jauh darinya.


Flass back.


Setelah berpamitan dengan temannya yang di kunjunginya di gedung apartemen yang sama dengan Nayra. Luci memang menjenguk temannya yang sedang sakit.


Luci berjalan menuju parkiran menuju mobilnya. Wanita itu memasuki mobilnya. Memakai seat beltnya dan menghidupkan mesin mobilnya.


Saat ingin melajukan mobilnya tiba-tiba pandangannya tertuju pada orang yang di kenalnya.


" Kak Carey," ujarnya melihat Carey memapah seorang wanita yang tidak dapat di lihatnya masuk ke dalam mobil.


" Apa yang di lakukannya, dan siapa itu," gumamnya yang bingung, melihat wanita yang memakai piyama berwarna merah itu.


Melihat tingkah mencurigakan Carey. Carey berhasil memasukkan Nayra ke mobilnya.


Carey melihat kesekitarnya. Lalu buru-buru masuk ke dalam mobilnya. Dan melajukan dengan cepat.


" Mau kemana kak, Carey kenapa dia aneh sekali," batin Luci yang penuh kecurigaan. Luci pun akhirnya memutuskan mengikuti kemana Carey.


Setelah hampir 1 jam mengikuti Carey. Mobil Carey berhenti di depan sebuah bangunan tua. Luci hanya melihat bagaimana Carey memapah wanita yang juga belum di lihatnya wajahnya. memasuki gedung itu.


Karena malam, dan takut, Luci memilih untuk tidak mengikuti Carey masuk dan memilih menunggu di luar. Tetapi karena kelamaan menunggu. Luci malah ketiduran.


Flassaon.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนBersambung ๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน

__ADS_1


__ADS_2