Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 245


__ADS_3

Nayra sudah lumayan tenang dia juga sudah tertidur di dalam pelukan Raihan. Raihan yang berbaring miring dengan Nayra yang tertidur. Tidak tau pulas atau tidak.


Lengan Raihan dijadikan Nayra bantal, Raihan terus menatap wajah istrinya. Wajah yang sangat sendu. Lagi dan lagi ini adalah perbuatan Vira. Raihan beberapa kali mencium kening Nayra. Sangat kasihan dengan istrinya.


" Kamu tenanglah, aku tidak akan membiarkan semua ini terjadi. Vira harus di hentikan. Secara terang-terangan dia memang ingin menyakiti kamu. Dia bahkan berani mengarang cerita saat aku ada di sana. Aku tidak akan mengampuninya. Tidak akan pernah," batin Raihan mengusap-usap pipi Nayra dengan lembut.


" Sayang penderitaan kamu akan berakhir di sini. Aku tidak akan membiarkan kamu mengalami ini lagi," Raihan terus memikirkan kondisi istrinya.


Nayra membuka matanya perlahan dan melihat suaminya yang sudah di depannya. Raihan mengukir senyum saat sang istri bangun.


" Sayang. Kenapa bangun?" tanya Raihan dengan lembut.


" Kamu kenapa belum tidur?" tanya Nayra dengan suara serak. Bagaiman tidak serak dia menangis terus.


" Aku akan tidur," jawab Raihan. Nayra mempererat pelukannya.


" Maafkan aku. Aku sudah melakukan sesuatu yang membuat bayi kita hampir celaka," ujar Nayra baru menyadari kebodohannya.


" Tidak apa-apa sayang, itu bukan salah kamu. Yang jelas bayi kita tidak kenapa-napa," sahut Raihan.


" Sekarang kamu tidur, jangan memikirkan apa-apa lagi. Karena aku tidak mau kamu sampai kenapa-kenapa. Kamu harus jaga kesehatan itu yang paling penting," ucap Raihan mengingatkan.


Nayra mengangkat kepalanya dan melihat ke arah suaminya, meraih tangan suaminya dan meletakkan di perutnya. Raihan tersenyum mengusap-usap lembut perut istrinya.


" Ayo besok temani aku!" ujar Nayra.


" Kemana?" tanya Raihan heran.


" Menemui Dokter Della. Aku ingin periksa kandunganku," jawab Nayra.


" Bukannya Della ke Luar Negri," sahut Raihan membuat Nayra mengkerutkan dahinya. Dia bahkan tidak tau hal itu.


" Ke Luar Negri. Kapan?" tanya Nayra benar-benar bingung


" Seminggu yang lalu dia sudah berangkat dan katanya cukup lama di Luar Negri. Kayaknya Della menjadi Dokter suka relawan lagi," jelas Raihan yang memang mendapat kabar itu.

__ADS_1


" Lalu kalau kak Della pergi ke Luar Negri. Bagaiman dengan pernikahannya. Bukannya dalam Minggu ini ya?" tanya Nayra.


" Batal," jawab Raihan.


" Kamu kok tau?" tanya Nayra kaget mendengar kata bata.


" Aku juga tidak tau apa alasannya. Tetapi sebelum Della berangkat dia menelpon katanya akan ke Luar Negri dalam waktu yang lama. Aku juga sempat tanyakan tentang pernikahannya. Katanya ada kendala sampai pernikahan itu harus di batalkan," jelas Raihan menyampaikan apa yang di sampaikan Della kepadanya.


" Aku juga sempat menanyakan hal itu kepada Luci dan Celine. Mereka juga tidak tau alasannya kenapa pernikahan itu di batalkan. Mereka juga mengatakan kalau Ramah calon suami Della juga tidak pernah datang lagi," jelas Raihan.


" Aneh sekali. Kak Della tiba-tiba ke Luar Negri dan membatalkan pernikahannya," gumam Nayra bingung.


" Kak Della pergi sendiri atau ada juga dari rumah sakit yang menjadi Dokter suka relawan?" tanya Nayra.


" Entahlah, aku juga tidak menanyakan hal itu lagi. Bahkan aku menelpon dia beberapa hari yang lalu sudah tidak tersambung," jelas Raihan.


" Kok gitu ya," gumam Nayra heran dengan hal itu. Menurutnya itu sangat mendadak.


" Sudahlah jangan di pikirkan lagi. Mungkin Della punya alasan untuk membatalkan pernikahannya. Mungkin dia bermasalah dengan calon suaminya yang memang tidak memungkinkan untuk melanjutkan pernikahan itu," jelas Raihan mengambil sisi positifnya.


" Kamu benar. Ya sudah! kamu tidur lagi," ujar Raihan mencium kening Nayra. Dan juga mengusap perut istrinya.


" Dia akan baik-baik saja, akan lahir secepatnya," ujar Raihan. Nayra mengangguk-angguk dengan senyuman.


" Kita akan kerumah sakit besok. Aku sudah mempunyai Dokter kandungan untuk kamu," ujar Raihan yang memang sudah menyiapkannya.


Nayra tersenyum mengangguk lagi. Dia tau suaminya memang pasti menyiapkan apa-apa yang tidak di siapkannya. Raihan kembali memeluk erat istrinya dan perlahan mereka memejamkan matanya.


*********


1 Minggu lebih ternyata Della dan Angga sudah berada di Luar Negri. Di New Zealand tempat pilihan Angga. Angga pada akhirnya menuruti permintaan Della untuk tinggal bersama tanpa pernikahan.


Angga juga mengatur kepergian mereka dengan rapi tanpa ada yang tau begitu pun dengan keluarga Della. Seperti kata Raihan. Della mengatakan hanya pergi ke Luar Negri dengan alasan rumah sakit dan profesi nya sebagai Dokter.


Dia tidak ingin orang tuanya tau keadaannya yang sudah lumpuh total. Jadi hanya itu pilihannya. Sebelum berangkat Della juga mengabari kepada teman-teman sama dengan apa yang di sampaikannya pada Raihan.

__ADS_1


Masalah pernikahannya pasti sangat di sayangkan teman-temannya. Tetapi karena tidak mau ikut campur mereka juga tidak mempertanyakan hal yang lebih detail tentang batalnya pernikahan itu.


Ramah sendiri pasti sibuk mencari keberadaan Della yang tidak juga di temukannya. Tetapi Ramah tidak bertanya kepada keluarga Della. Karena Ramah tidak mau pada akhirnya keluarga Della tau apa yang di lakukannya kepada Della.


Ramah hanya mencari sendiri dengan anak buahnya yang dan sudah 1 Minggu lebih tidak menemukan Della.


Rencana Angga benar-benar mulus. Tanpa ada yang mengetahui jika dirinya dan Della ke Luar Negri termasuk Ramah pastinya.


New Zealand.


Di Villa yang lumayan besar itu yang berada di dekat pantai dengan pemandangan yang pasti sangat indah. Si sanalah Della dan Angga Tinggal


Angga dan Della menghabiskan waktu bersama. Dengan berobat, terapi dan yang lainnya di setiap waktu agar Della cepat sembuh.


Di Villa yang besar itu juga ada 2 suster yang membantu Angga merawat Della. Jika Angga kesulitan.


Hari ini Angga sedang menemani Della yang duduk di kursi roda untuk melaksanakan terapi yang sudah kesekian kalinya.


Angga memang sering menemaninya untuk melakukan terapi. Hidupnya memang di serahkannya untuk merawat Della agar cepat kembali pulih.


Bisa berjalan dan mereka menikah. Karena Della hanya mau menikah ketika dia sudah bisa berjalan.


Orang yang ahli dalam terapi itu sedang memegang-megang kaki Della seperti mengurut atau apalah. Dia juga tidak mengerti.


" Bagaimana rasanya?" tanya Angga yang duduk di samping kursi roda Della.


" Tidak ada rasa," jawab Della. Memang tidak merasakan apa-apa walau seperti apapun kakinya di buat.


Angga mengusap kepala Della dengan tersenyum.


" Kamu akan secepatnya sembuh," ujar Angga yang sehari bisa mengatakan itu sampai beberapa kali. Dia memang di setiap waktu selalu memberi semangat untuk Della.


" Iya kamu benar," jawab Della.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2