
" Kinara," teriak Nayra yang melihat tabrakan terjadi di depannya.
" Kinara," teriak Raihan yang juga menyaksikan Vira yang menggendong anaknya tertabrak.
Owe-Owe-owe-owe-owe-owe.
Tangisan Kinara keluar. Dan Nayra melihat sang anak terpelanting yang terduduk dan Vira sendiri terbaring luka.
" Kinara!" teriak Nayra langsung berlari mengejar tempat kecelakaan itu. Dan mengangkat sang anak yang terluka di bagian dahinya.
" Sayang, maafin mama," ujar Nayra dengan tangannya yang bergetar memeluk sang anak yang menagis dan Raihan pun menyusul istrinya dan memeluk anak dan istrinya.
" Maafin, papa sayang," ujar Raihan yang bersyukur dengan anaknya yang selamat dari mata bahaya.
Sony dan Dara pun sampai lokasi. Luka Sony seakan tidak di pedulikannya. Saat tau Vira mencuri anak temannya. Dan mereka melihat Vira yang terkapar di aspal dengan darah yang keluar dari kepalanya dan juga mengalir di pahanya.
Dara begitu shock melihat apa yang terjadi sampai menutup mulutnya dengan ke-2 tangannya.
" Astagfirullah Al Azdim," lirih Dara kaget melihat apa yang terjadi di depannya.
Rumah sakit
Akhirnya Vira di larikan ke rumah sakit. Nayra, Raihan, dan putrinya menunggu di depan ruang UGD dengan bagian dahi Kinara sudah di beri perban. Sementara Sony masih di obati oleh Dokter yang di temani Dara yang juga terluka.
" Luka nya akan secepatnya mengering, jadi jangan khawatir," ujar Dokter.
" Makasih Dok," sahut Sony.
" Iya, saya permisi dulu ya," sahut Dokter pamit. Sony dan Dara mengangguk.
" Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Sony melihat dara, merasa sangat hancur dengan apa yang di alami dara karena perbuatannya.
" Aku tidak apa-apa," jawab Dara.
" Maafkan aku, ini semua salahku?" ujar Sony merasa bersalah.
" Ini bukan salah kamu," sahut Dara, " Ayo kita lihat Vira. Aku khawatir dengan keadaannya," sahut Dara yang masih saja peduli dengan Vira padahal Vira ingin membunuhnya.
Sony hanya mengangguk saja. Karena dia tau Dara wanita berhati malaikat yang akan lupa begitu saja dengan apa yang di lakukan Vira kepadanya.
Sony dan Dara pun menghampiri ruang UGD yang ada Nayra dan Raihan.
" Bagaimana Kinara?" tanya Dara panik.
" Tidak apa-apa, baik-baik saja, kamu sendiri bagaimana?" tanya Nayra.
" Aku baik-baik saja," jawab Dara.
" Sony, bagaimana luka kamu?" tanya Raihan.
__ADS_1
" Aku baik-baik saja, aku tidak apa-apa," sahut Sony.
Tiba-tiba Angga, Della, Andini, Alex, Carey dan Dion datang kerumah sakit ketika mendapat telpon dari Raihan.
" Ya Allah, apa yang terjadi pada Kinara?" tanya Carey yang panik melihat Kinara yang luka.
" Tidak apa-apa kak, kakak jangan cemas," jawab Nayra.
" Alhamdulillah," sahut Carey merasa lega. Dan Carey melihat Dara dan langsung memeluk Dara.
" Maaf, Dara, seharusnya aku mengangkat telponmu, semua tidak akan terjadi," ucap Carey meneteskan air mata merasa bersalah.
Raihan memang menceritakan semuanya, sebelumnya. Jika selama 4 hari dara di sekap, di siksa dan bahkan hampir di bunuh.
" Aku tidak apa-apa, aku masih di berikan keselamatan. Ini bukan salah kamu. Jadi jangan merasa bersalah," ujar Dara.
" Alhamdulillah, kamu masih selamat," sahut Carey melepas pelukannya dan memegang pipi Dara.
" Kita tidak percaya, jika Vira bisa melakukan semua ini," sahut Della.
" Aku sudah menduga, dia memang tidak akan pernah berubah, dia bahkan tega mencelakai Kinara," sahut Andini tampak geram.
" Sudahlah, tidak apa-apa, Vira sedang berjuang di dalam sana. Jadi kita sebaiknya mendoakannya, kita boleh marah. Tapi kita harus melihat kondisinya yang kritis," sahut Nayra.
" Benar kata Nayra, kita doakan saja dia di dalam sana," sahut Dara.
" Memang bagaimana keadaannya?" tanya Carey.
" Semoga saja dia dan bayinya tidak apa-apa," sahut Carey yang berdoa dengan penuh harapan.
" Amin," sahut semuanya dengan serentak.
Lama menunggu akhirnya pintu ruangan UGD terbuka dan keluar Dokter Pria yang memakai kaca mata. Semua orang langsung berdiri yang penasaran dengan keadaan Vira.
" Bagaimana keadaan Vira?" tanya Dion tampak cemas.
" Operasinya sudah selesai. Bayi Bu Vira berhasil kami selamatkan dan sekarang berada di tabung inkubator," jawab Dokter.
" Alhamdulillah," sahut semuanya serentak merasa lega.
" Lalu bagaimana dengan Vira?" tanya Carey.
" Bu Vira kritis, kondisinya semakin melemah. Bu Vira sudah sadar dan jika kalian ingin menemuinya masuklah," ucap Dokter.
" Terima kasih Dok," sahut Alex.
" Sama-sama, saya permisi dulu," ucap Dokter pamit.
" Iya Dok," sahut Nayra.
__ADS_1
" Kita sebaiknya masuk kedalam melihat Vira," ujar Della. Yang lainnya mengangguk.
*********
Mereka pun akhirnya memasuki ruangan Vira dan melihat Vira yang yang terdapat selang di hidungnya untuk membantu alat pernapasannya dengan perban yang berkeliling di kepalanya.
" Vira," lirih Dara yang langsung berdiri di samping Vira memegang tangan Vira. Vira meneteskan air matanya.
" Ma_ ma_ maafkan aku_ da_dara," ucap Vira yang kesulitan bicara.
" Sudah, kamu jangan memaksakan diri untuk meminta maaf, kamu harus banyak istirahat, bayi kamu sudah lahir, bayi laki-laki kamu sudah lahir ke duania ini," ucap Dara dengan matanya berkaca-kaca. Vira menggelengkan kepalanya dengan pelan.
" Aku, tidak pantas menjadi ibunya. Aku wanita jahat yang tidak tau diri, aku melukaimu yang sudah menolongku. Sudah memperdulikan ku. Sudah merawatku," ucap Vira mengakui kesalahannya. Vira melihat kearah Nayra.
" Nayra, maafkan aku sudah banyak melakukan kesalahan kepadamu. Aku wanita jahat yang tidak tau diri. Aku sudah mencelakai anakmu,"
" Carey maafkan aku, aku sudah membuat rumah tangga kamu dan Sony berantakan. Maafkan aku Carey,"
" Aku minta maaf pada kalian semua," ujar Vira.
" Vira, jangan banyak bicara, kamu harus fokus pada kesehatan kamu," ujar Dara.
" Dara, kamu adalah wanita yang baik. Pantas Sony mencintai kamu. Dara aku titip anakku padamu. Aku yakin wanita sepertimu akan menjadikannya anak yang baik dan tidak seperti ku. Berilah dia nama, karena kamu yang pantas atas dirinya. Kamu lebih cocok menjadi ibunya di bandingkan aku. Aku titip dia untukmu," ujar Vira dengan linangan air matanya.
" Apa yang kamu katakan Vira. Kamu akan sembuh, kamu adalah ibunya dan kamu yang berhak memberinya nama," sahut Dara yang menguatkan Vira. Vira tersenyum mendengarnya.
" Kamu lebih berhak atas dirinya. Dia akan sangat bahagia ketika di besarkan wanita seperti kamu. Terima kasih Dara sudah merawatku selama ini," ujar Vira melihat satu-persatu orang yang ada di ruangan itu.
" Sony, maafkan aku, aku sudah melukaimu. Kamu punya hak untuk mengatakan pada anak itu aku bukan ibunya. Tetapi Dara. Karena aku memang tidak pantas menjadi ibunya. Rawatlah dia dengan baik," pesan Vira.
" Kamu jangan khawatir, aku akan menjaganya. Karena dia tanggung jawabku," jawab Sony.
" Dion, terima kasih sudah menjadi sahabatku," ujar Vira.
" Iya Vira, aku juga senang menjadi sahabatmu, kami semua tetap menjadi sahabatmu," sahut Dion. Vira tersenyum mendengarnya.
" Terima kasih untuk kalian semuanya yang sudah berbaik hati menemaniku dan memberikan aku perhatian selama ini. Aku lega dengan berada di tempat kalian. Sampaikan maaf ku pada Tante Saski, om Rony dan yang lainnya dan titip anakku," ujar Vira dengan suara melemah dan perlahan menutup matanya.
" Vira," tegur Dara. " Vira! Vira!" panggil Dara yang melihat tangan Vira sudah lentur dengan kelopak mata yang keluar air mata.
" Vira!" teriak Dara.
" Inalillahi wa innailaihi roziun," ujar Carey.
Terdengar Isak tangis di ruangan itu. Nayra juga menangis di pelukan suaminya. Bagaimanapun Vira adalah saudara angkatnya dan Dion juga meneteskan air mata. Karena Vira adalah sahabatnya yang tau menderitanya temannya itu.
Dan Dara yang paling kehilangan karena Vira sudah 7 bulan bersamanya dan pasti dia kehilangan wanita yang sudah di anggapnya keluarganya itu. Dia tidak kuasa menahan tangisnya yang Sony merangkul pundaknya untuk menguatkan Dara.
Della dan Andini juga tak kuasa untuk tidak meneteskan air matanya. Yang berada di pelukan suami mereka. Walau Vira sudah jahat, tetapi tetap kepergiannya adalah duka. Apalagi meninggalkan anak yang lahir prematur.
__ADS_1
Bersambung