Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 417


__ADS_3

Rumah sakit.


Angga akhirnya di bawa ke rumah sakit. Tidak tau bagaimana sekarang Angga sudah di tangani oleh Dokter di ruangan UGD. Della juga berada di kursi roda yang menunggu di depan UGD, bersama Carey dan Dion.


Wajah Della begitu panik. Selain penuh air mata wajah itu penuh dengan darah, baju tangan dan semuanya penuh dengan darah. Darah yang berasal dari tubuh Angga.


Tangannya begitu dingin saat Carey memegangnya. Pasti bukan hanya Della yang panik. Carey juga panik dengan sahabatnya yang benar-benar kristis.


" Ya Allah aku mohon selamatkan Angga. Aku mohon ya Allah," batin Della yang terus berdoa.


" Della kamu tenang ya percaya kepada kita semua Angga pasti akan selamat," sahut Carey mencoba menenangkan sahabatnya itu.


" Hmmm, tapi aku takut Carey. Aku takut terjadi sesuatu pada Angga. Aku takut Carey," sahut Della dengan tangannya yang terus bergetar.


" Jangan takut. Semuanya akan baik-baik saja. Kamu tidak perlu takut. Percayalah. Angga akan baik-baik saja," sahut Carey yang duduk di samping Della memberikan temannya itu kekuatan.


" Semua ini salah ku, seharusnya aku mau di ajak pulang. Seandainya aku mau pulang Angga tidak akan mengalami hal ini. Semua ini tidak akan pernah terjadi. Aku yang menyebabkan semuanya seperti ini," sahut Della yang sekarang menyalahkan dirinya sendiri.


" Jangan menyalahkan diri kamu. Itu tidak ada gunanya. Kamu dengarkan aku Della. Ini adalah musibah, kita berdoa saja yang terbaik untuk Angga dan percayalah semuanya akan baik-baik saja," ujar Carey dengan mengusap-usap pundak Della.


Di tengah ketegangan itu. Tiba-tiba Kayla, Ilham, Aca, Tomy, Celine mendatangai rumah sakit setelah mendapat kabar dari Carey.


" Bagiamana dengan Angga?" tanya Kayla dengan wajah paniknya.


" Tante tenang dulu. Angga sedang di tangani Dokter," sahut Carey yang langsung berdiri.


" Apa yang terjadi kenapa Angga bisa sampai seperti ini?" tanya Ilham.


" Aku dan Dion tidak sengaja lewat, dan kami melihat Angga sudah terkapar berlumur darah dan Della ada di sana yang histeris meminta tolong. Tetapi tidak ada yang menolongnya," jelas Carey singkat.


" Apa Angga kecelakaan sampai berlumur darah?" tanya Kayla yang memang bingung karena tidak mendapat kejelasan kenapa putranya berlumur darah.


" Tidak Tante, Angga tidak kecelakaan. Luka di perut Angga luka tusukan," sahut Carey membuat Kayla kaget sampai menutup mulutnya.

__ADS_1


" Siapa yang melakukannya, Della, kenapa bisa seperti itu?" tanya Aca pada putrinya yang juga masih sangat schock.


" Tante, saya sudah melihat rekaman cctv yang ada di tempat kejadian yang ternyata Karen ada di lokasi kejadian dan camera cctv menangkap jelas wajah Karen yang menusuk Angga," sahut Dion menjelaskan.


Apa yang di sampaikan Dion membuat semua orang semakin kaget lagi. Jika Karen adalah dalang di balik semua ini.


" Apa itu sungguh Dion," sahut Ilham.


" Iya Om, dan Om tenang saja. Saya akan menyelesaikan masalah ini. Saya akan mengurusnya kekantor polisi," sahut Dion yang langsung mengambil alih.


" Ya Allah, musibah apa ini. Kenapa anakku. Harus mengalami semua ini. Apa lagi semua ini. Kenapa ya Allah. Kenapa Angga harus seperti ini," ujar Kayla yang tidak habis pikir dengan musibah yang di dapatkannya. Kayla memijat kepalanya yang terasa berat dengan suaminya yang mengusap-usap pundaknya.


" Semua ini salahku," sahut Della membuat orang melihat ke arah Della, " andai saja aku tidak membantah kata-kata Angga. Semua ini tidak akan terjadi. Aku yang bersalah dalam hal ini. Apa yang terjadi kepada Angga. Adalah karena ulahku. Kau yang pantas menanggungnya," sahut Della yang terus menangis yang menyalahkan dirinya sendiri.


Kayla melihat Della dengan penuh kasihan. Kayla pun berjongkok di depan Della. Kayla memegang pipi Della dan mengusap air mata Della.


" Ini bukan kesalahan kamu. Kamu tidak melakukan apapun. Jelas Karen yang sudah melakukannya. Jangan menyalahkan diri kamu. Karena kamu jelas tidak bersalah," ujar Kayla yang berusaha menenangkan Della.


" Tapi Tante. Aku jelas bersalah. Semuanya adalah karena kesalahan ku," sahut Della yang terus menangis menyalahkan dirinya sendiri.


" Sudah ya sayang, jangan menangis lagi. Kita berdoa untuk Angga," sahut Kayla yang memeluk Della.


Della memang pasti menyalahkan dirinya sendiri. Apa yang terjadi pada Angga di depan matanya adalah kesalahannya. Dia begitu ketakutan terjadi sesuatu pada Angga.


***********


Angga masih di tangani di dalam ruangan UGD. Terlihat Angga yang tanpa pakaian dengan semua mesin yang sudah terpasang di tubuhnya. Di hidungnya di punggung tangannya di dadanya juga tertempel beberapa alat mesin yang tidak tau apa itu.


Dokter juga melakukan banyak tindakan untuk menyelamatkan Angga. Monitor jantung terus berdenyut untuk memastikan kondisi pasien mereka.


Mendengar musibah yang terjadi pada Angga. Raihan dan istrinya juga langsung bergegas Kerumah sakit malam itu juga. Mereka buru-buru keluar dari mobil ketika sudah sampai rumah sakit.


" Ayo sayang!" ajak Raihan yang langsung memegang tangan istrinya dan masuk bersama kerumah itu. Dan mereka melangkah buru-buru mencari di mana ruangan Angga.

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama. Akhirnya merekapun menemukan di mana ruangan Angga dan di sana sudah ada Carey, Della, Dion, Celine, Tomy, Aca, Kayla dan Ilham.


" Tante bagaimana Angga?" tanya Raihan yang terlihat kepanikan.


" Dokter masih menanganinya. Dia masih kritis," jawab Kayla.


" Ya Allah, semoga Angga baik-baik saja," gumam Nayra yang tidak kalah paniknya.


Lama menunggu akhirnya Dokter yang menangani Angga pun keluar dari ruangan UGD. Melihat Dokter yang keluar langsung Kayla mendekati Dokter.


" Dok, bagaimana keadaan anak saya?" tanya Kayla dengan wajah paniknya. Sang Dokter yang memakai masker pun membuka maskernya.


" Anak ibu sudah melewati masa kritisnya. Namun dia masih belum sadar. Anak ibu banyak kekurangan darah. Kondisinya belum stabil dan bisa saja kondisi anak ibu akan kembali drop. Kaki hanya melakukan yang terbaik saja," jawab Dokter.


" Lalu kapan anak saya akan siuman?" tanya Kayla dengan mendesak sang Dokter.


" Kita berdoa saja bu. Agar anak ibu bisa segera siuman. Karena luka tusukan yang di alaminya sangat parah," sahut Dokter yang tidak bisa memastikan apa-apa.


" Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu!" ujar Dokter pamit.


" Iya Dokter, terima kasih," ujar Ilham.


" Sama-sama, mari Bu," sahut Dokter yang langsung pergi.


" Ya Allah aku mohon berikan kesembuhan pada anakku," gumam Kayla yang berserah diri pada Tuhannya.


" Ya Allah, aku mohon berikan Angga kesadaran. Izinkan aku untuk menebus kesalahan ku. Dia adalah laki-laki yang baik. Apa yang terjadi kepadanya adalah kesalahan ku. Aku mohon ya Allah sembuhkan dia," batin Della dengan penuh doa dan harapan.


" Raihan, ayo kita bicara sebentar," sahut Dion. Raihan mengangguk.


" Sayang, aku pergi sebentar. Kamu tunggu di sini ya," ujar Raihan pamit pada istrinya.


" Iya sayang," sahut Nayra. Dion juga pamit dengan istrinya dan Raihan dan Dion pun langsung pergi yang sepertinya Dion ingin membicarakan masalah Karen dan mengambil tempat untuk membicarakan hal itu. Mungkin sangat tidak etis membicarakan hal itu di saat semua orang sedang panik.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2