
Celine pun langsung menghampiri sang kakak ke kamarnya dan Celine melihat Angga yang ada di kamar kakaknya yang sedang mendudukkan kursi roda Della. Yang mungkin saja Angga mencari alasan.
" Kak Angga kok ada di sini?" tanya Celine.
" Hmm, tadi kakak jatuh dan Angga kebetulan ada di rumah," sahut Della terlihat gugup yang. Dia juga tidak ingin Celine sampai salah paham dengan keberadaan Angga di kamarnya.
" Hmmm, begitu rupanya," sahut Celine, " Memang kakak ngapain kemari?" tanya Della.
" Oh, ini mau anterin titipan dari mama," sahut Angga.
" Oh," sahut Celine lagi.
" Hmm, memang Tante Aca di mana?" tanya Angga.
" Mama lagi tadi keluar tadi sama papa," ujar Celine.
" Ohhh, kalau begitu. Ini pemberian mama," ucap Angga mengambil dari lantai apa yang tadi di berikan mamanya.
" Apa ini?" tanya Celine mengintip isinya. Dan matanya berbinar melihat isinya yang tampaknya sudah di di lihatnya.
" Ini mah, bubur durian kesukaan kak Della pantesan aja sudah harum," lanjut Celine menghirupnya aromanya. Angga melihat ke arah Della dan Della langsung salah tingkah dan tidak berani melihat Angga.
" Benarkah, aku tidak tau. Jika itu permintaan Della," sahut Angga.
" Kemarin kak Della telpon Tante Kayla untuk di buatkan. Eh tau-taunya sudah langsung di kirimi. Tante Kayla memang terbaik. Iya kan kak Della," tanya Celine yang langsung melempar pada Della. Dan Della langsung gugup.
" Hmm, aku hanya ingin memakannya," sahut Della pelan.
" Ya sudah nih, punya kakak?" ujar Celine memberikan pada Della. Dengan pelan Della pun mengambilnya.
" Makasih, sudah di antarkan," ucap Della pelan.
" Mama, jadi mama hanya beralasan jika itu di bawakan untuk Tante Aca. Ternyata mama memang sengaja membawakannya untuk Della dan sengaja menyuruhku mengantarkannya," batin Angga tersenyum tipis. Dan Della harus menangkap senyum itu.
__ADS_1
" Kenapa dia tersenyum. Apa yang di pikirkannya. Apa dia berpikiran jika aku sengaja memintanya pada Tante Kayla, dan menyuruhnya datang kemari," batin Della yang langsung berpikiran buruk dengan Angga.
" Ehem, ya sudah kalau begitu, aku pamit duku. Aku harus kembali kekantor," ujar Angga berpamitan.
" Hmm, iya kak, makasih sudah repot-repot datang anterin keinginan kak Della dan makasih juga tadi sudah bantuin kak Della," ujar Celine.
" Hmmm, sama-sama," sahut Angga. " Aku pergi dulu," ujar Angga lagi. Celine mengangguk. Angga melihat Della sebelum pergi, tetapi Della terus saja mengalihkan pandangannya. Dan Angga pun langsung keluar dari kamar itu.
" Kalau begitu, Celine kedapur dulu. Mau ambil piring," ujar Celine. Della mengangguk yang memang tidak sabaran memakan makanan kesukaannya itu. Celine pun langsung pergi.
************
Hari pernikahan
Tidak butuh waktu lama Alex melamar Andini. Tanpa ingin menunda hari baik itu pernikahan akan di adakan 2 Minggu setelah Alex yang mendadak menyampaikan maksud baiknya pada orang tua Andini.
Andini yang awalanya benar-benar akan melupakan Alex. Eh tau-taunya, Alex sudah melamar Andini begitu saja. Karena memang masih ada cinta di antara ke-2nya. Akhirnya mereka pun akhirnya menghilangkan ego masing-masing dan memutuskan menikah.
Karena banyak yang membantu termasuk Nayra yang paling super super repot. Akhirnya persiapan pernikahan itu lancar dan tinggal menunggu acaranya saja.
Ternyata sang mama juga memakai pakaian dengan warna yang sama dengan anaknya. Mamanya tampak cantik dengan dress selututnya. Meski Nayra baru melahirkan. Tetapi tubuhnya tetap cantik.
Apa lagi sekarang pakaian yang di pakainya membuatnya benar-benar sangat cantik dengan rambutnya yang keriting bagian bawahnya. Dan polesan makeup yang tipis.
Raihan memasuki kamar yang sudah rapi dan langsung menghampiri ranjang melihat putri kecilnya yang sedari tadi tertawa-tawa. Karena mendengar suara kerincingan gelang di tangannya.
" Anak papa cantik sekali," puji Raihan membuat Kinara tertawa lebar, membuat Raihan semakin gemes.
" Iya sayang, iya cantik," sahut Raihan menggelitiki perut sang anak. Raihan menoleh ke arah istrinya yang juga tidak kalah cantiknya dengan putrinya. Raihan langsung berdiri dan memeluk sang istri dari belakang.
" Kamu cantik sekali," puji Raihan yang membuat wajah Nayra tersenyum. Raihan menempel terus di pipi sang istri. Dan bahkan mencium pipi itu dengan lembut.
Nayra langsung membalikkan tubuhnya menghadap suaminya dan memperbaiki jas dan dasi suaminya.
__ADS_1
" Kamu juga sangat tampan," ucap Nayra yang tidak kalah memuji sang suami.
" Hmmm, ya sudah kita sudah siap berangkat?" tanya Raihan. Nayra mengangguk.
" Baiklah kalau begitu," sahut Raihan yang kembali ke tempat tidur dan menggendong putrinya.
" Ayo sayang, kita akan pergi kepesta pernikahan Tante Putri," ucap Raihan. Kinara lagi-lagi tertawa dan keluarga kecil itu pun akhirnya pergi.
**********
Lain di tempat Nayra dan Raihan yang sudah siap-siap dari pagi hari. Ternyata Carey dan Dion seperti orang kesetanan yang di kejar-kejar setan.
Bagaimana tidak, mereka kesiangan bangun dan sekarang kelimpungan heboh di dalam kamar itu saling menyiapkan diri masing-masing dan bahkan beberapa kali saling bertabrakan karena saking buru-burunya.
" Carey, dasi aku tolong ambilkan," ujar Dion sambil mengkancing satu persatu kemejanya dengan kecepatan tinggi.
" Bentar ya, aku selesain masang hijab dulu," sahut Carey yang memang sangat sial. Biasanya hijabnya gampang-gampang aja di pakai. Tetapi sekarang malah tidak.
Dion yang melihat istrinya yang kelimpungan, akhirnya menggerakkan kaki sendiri untuk mengambilnya.
" Makasih," ujar Carey yang merasa pekerjaannya sangat ringan.
" Kamu jangan terburu-buru. Nanti anak kita kenapa-kenapa lagi," ujar Dion mengingatkan sang istri.
" Gimana nggak buru-buru pernikahannya sebentar lagi akan di mulai," sahut Carey yang sudah memasukkan barang-barang wajibnya ke dalam tas kecilnya.
" Iya Carey, tapi tetap aja kamu juga harus hati-hati," sahut Dion.
" Iya-iya, aku tau. Ini juga sudah mau selesai," sahut Carey berjalan ke rak sepatu dan mengambil sepatu teplek yang di gunakannya yang juga tidak lupa mengambilkan milik suaminya dan meletakkan di bawah kaki suaminya.
" Hmmm, aku sudah selesai," sahut Carey merasa lega. Walau masih beberapa kali harus melihat jam tangannya. Karena masih takut telat.
" Iya sayang, aku juga sudah siap," sahut Dion.
__ADS_1
" Hmmm, ya sudah, ayo kita pergi," ajak Carey. Dion mengangguk dan langsung menggengam tangan istrinya keluar dari kamar dengan langkah yang terburu-buru.
Bersambung....