Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 294


__ADS_3

Belum sempat Carey menyusun semua peralatan make up-nya. Dion sudah memasuki kamar mandi dan sudah berdiri di belakang Carey.


Dion memegang ke-2 lengan Carey bahkan mengusapnya dari bawah keatas dan sontak hal itu membuat Carey kaget.


" Dion, aku akan selesai," ujar Carey dengan suara seraknya yang penuh kegugupan saat Dion melakukan itu kepadanya.


Dion yang berada di belakangnya menempelkan wajahnya di rambut Carey dengan mengusap-usap kan wajahnya. Dion mengirup wanginya rambut istrinya.


" Ada apa ini, kenapa dia seperti itu?" batin Carey yang dek-dekan.


Tidak hanya sampai di situ, Dion bahkan menempelkan pipinya di pipi Carey dan mencium lembut pipi itu membuat darah Carey berdesir hebat. Tidak mengerti kenapa Dion seperti itu.


" Dion," lirih Carey membalikkan tubuhnya menghadap Dion. Apa yang di lakukan Dion membuatnya gelisah.


" Kalau ingin memakai kamar mandi pakailah," ucap Carey yang bicara tanpa melihat Dion. Dion memegang dagu lancip Carey mensejajarkan wajah itu padanya.


Agar dia bisa melihat wajah yang sudah 2 hari tidak di temuinya. Jantung Carey berdetak kencang dengan tatapan Dion yang membuatnya semakin gugup.


Sangking gugupnya dia tidak menyadari jika bibir Dion sudah menempel di bibirnya. Sontak membuat Carey kaget. Sampai matanya terbuka lebar.


Ini bukan pertama kali Dion menciumnya. Tetapi tetap dia sangat kaget karena mendapat serangan tiba-tiba. Ciuman Dion membuat semakin dalam yang membuat hanyut dan akhirnya memejamkan matanya. Seakan menerima ciuman itu.


Ciuman yang dalam itu membuat Dion mengangkat tubuh Carey sampai Carey duduk di pinggir wastafel. Dion yang di penuhi rasa rindu yang menjadi gairah membuat ciuman itu semakin dalam yang memabukkan untuknya.


" Apa ini," batin Carey yang tadinya terbuai dan sadar. Refleks Carey mendorong dada Dion.


" Hentikan Dion," tolak Carey memalingkan wajahnya dengan napasnya yang tersenggal-senggal.


" Kenapa?" tanya Dion dengan suara seraknya. Dion memegang kembali dagu Carey dan mensejajarkan wajah itu kepadanya. Melihat wajah Carey yang terlihat sangat gugup.

__ADS_1


" Apa yang kamu lakukan?" tanya Carey yang sudah saling menatap dengan Dion.


" Aku suamimu. Aku berhak melakukannya," ujar Dion.


" Tapi Dion,"


" Carey, Aku ingin kamu melaksanakan tugas mu sebagai seorang istri," ucap Dion yang meminta haknya. Sontak hal itu membuat Carey kaget.


Dia memang tidak bisa menolak itu. Karena itu adalah kewajibannya. Itu tugasnya sebagai istri. Jantungnya semakin berdetak tidak beraturan. Ketika benar-benar akan meyerahkan dirinya kepada Dion. Dion kembali ingin meraih bibir Carey. Tetapi Carey seakan menghindar.


" Kenapa Carey?" tanya Dion.


" Tetapi perasaanku sedang tidak tenang," jawab Carey alasannya menolak.


" Kamu akan tenang setelah ini," sahut Dion yang langsung menyambar kembali bibir Carey. Mencium Carey dengan dalam. Sampai akhirnya Carey memejamkan matanya.


Apapun itu dia akan sangat berdosa. Jika dia menolak permintaan suaminya. Dia memang harus melaksanakan tugasnya sebagai istri yang harus melayani suaminya.


Dion yang semakin di penuhi gairah langsung menggendong Carey ala bridal style keluar dari kamar mandi tanpa melepas ciuman itu. Sesampai di ranjang Dion merebahkan lembut Carey di atas ranjang. Dan Dia sudah berada di atas tubuh Carey.


Dion harus melepas ciuman itu. Dion bangkit dari tubuh Carey dan membuka kemejanya. Carey membuka matanya saat merasa kehilangan sesuatu.


Carey memalingkan wajahnya kekirinya. Saat melihat Dion yang membuka pakaiannya. Meski suaminya. Tetapi dia pasti sangat malu dengan Dion yang telanjang dada. Walau dia sangat mengagumi tubuh kekar itu.


Dion tersenyum tipis dengan matanya yang benar-benar menginginkan. Ketika Dion selesai melepas pakaiannya dia kembali menindih Carey dan mencium leher Carey memberikan tanda kepemilikan di sana.


Semakin lama sentuhan Dion semakin kemana. Tidak ada penolakan dari Carey. Dia .emang sudah siap menyerahkan dirinya pada suaminya.


Dion terus menyentuh seluruh tubuhnya yang tanpa pakaian. Entah kapan terlepas. Nyatanya dia dan Dion sama-sama tidak memakai sehelai benang dan berada di dalam selimut yang menutup tubuh sebagian.

__ADS_1


Jemari Dion yang menyentuhnya membuatnya benar-benar merasa gila. Dion sangat pandai membuatnya benar-benar kehilangan pikirannya yang membawanya terbang ke awang-awang.


Dia menerima semuanya dengan ikhlas, dia adalah istri dan harus melakukan itu. Terlepas dari masalah mereka dari perasaan mereka yang belum saling mencintai. Tetapi nyatanya keduanya melakukan tanpa ada paksaan dan saling menginginkan.


Lama bermain dan membuat istrinya hanyut melayang-layang sampai akhirnya Dion melakukan Penyatuan. Carey meremas seprai saat merasa sakit yang luar biasa sampai air matanya menetes.


Dion sempat berhenti. Bukan karena Carey yang menahan sakit. Tetapi justru dia tidak menyangka. Jika Carey masih Virgin. Sangat berbeda dengan perkataan Vira dan dari masa lalu Carey.


Dion kembali melanjutkan apa yang sudah di mulainya. Telapak tangannya menautkan tangan Carey dan kembali mencium Carey dengan dalam. Agar rasa sakit yang Carey rasakan berkurang.


Akhirnya Carey menyerahkan dirinya kepada Dion suaminya. Kehormatannya yang dijaganya telah di miliki Dion dan Dion adalah laki-laki beruntung karena telah menjadi orang pertama yang menyentuh Carey.


Padahal Carey sangat lama tinggal di Amerika yang jelas budaya barat dia sangat tau seperti apa dan masalah Virgin yang memang sangat tabu.


Tetapi Carey berhasil menjaganya dengan utuh dan benar-benar memberikan untuk suaminya. Dia juga sangat bangga dengan dirinya karena telah menjadi seutuhnya. Tetesan air matanya terus mengalir dengan perasaannya yang benar-benar bahagia.


Permainan semakin lama semakin panas. Hanya ada suara-suara indah yang terdengar di dalam kamar tersebut. Dion tidak ada lelahnya menggauli istrinya.


Mungkin memang hal ini sudah lama di pendamnya dan sekarang dia telah menuntaskan hasratnya yang bercampur rasa rindu. Selain itu Carey benar-benar menjadi miliknya.


Benar kata mamanya. Carey menjadi istrinya saat Carey sudah di bentuk dengan baik. Dan tidak bersyukur dengan hal itu.


Diakhir permainannya Dion menyemburkan ribuan benih kedalam rahim Carey. Dion mencium kening Carey, Pipinya dan langsung menjatuhkan diri di samping Carey dengan keringat yang bercucuran. Napas yang tersenggal-senggal.


Dion melihat kesampingnya. Melihat Carey yang sangat kelelahan. Keringat di wajah Carey juga terlihat. Dion tersenyum dan meraih Carey kedalam pelukannya.


Carey tersenyum dan memejamkan matanya perlahan. Sama halnya dengan Dion yang memeluk erat Carey dan memejamkan perlahan matanya.


Pasangan yang melewati malam dengan rintikan hujan itu akhirnya tertidur lelap. Mereka akhirnya melakukan hubungan suami istri di tangan banyak nya polemik dan kesalah pahaman yang terjadi di antara mereka.

__ADS_1


Bersambung.....


Carey juga sama. Sangat lelah dengan permainan suaminya,


__ADS_2