
Angga dan Della berada di dalam mobil dan Angga sudah menyetir dengan kecepatan santai. Sementara Della memegang ponselnya yang membuka pesan wa dari Luci.
" Kakak di mana. Luci dari tadi sudah menunggu kakak?" tanya Luci yang pasti adiknya itu panik tidak melihat ke beradaan ya.
" Maaf tadi tidak sengaja bertemu dengan kak. Angga jadi kakak sudah pulang. Kamu pulang saja. Kakak tidak apa-apa. Ada kak Angga yang mengantar kakak," jawab Della.
" Baiklah kak. Luci tadi hanya khawatir," sahut Luci. Della mengirim emote permintaan maaf karena telah meninggalkan adiknya. Angga yang di sampingnya menoleh kearahnya.
" Kenapa kamu bisa ada di sana?" tanya Angga yang memang belum mendengar alasan Della dan Della terdiam dan tidak tau harus menjawab apa.
" Della!" tegur Angga menoleh kembali kearah Della. Saat Della hanya diam saja.
'' Aku dia ajak teman-teman ku untuk makan. Lalu aku izin untuk mencari udara segar dan tiba-tiba ada orang yang datang menggangguku. Aku mencoba menghubungi mereka. Tetapi tidak ada yang mengangkat dan untuk saja. Aku bertemu dengan pelayan Hotel," jelas Della dengan karangan ceritanya.
" Jadi kamu keluar rumah sendirian. Tanpa ada yang menemani," sahut Angga yang seketika panik.
" Hmmm, mama dan papa lagi ada acara undangan pernikahan anak temannya dan untuk Celine dia lagi di Luar kota dan Luci sendiri. Juga ada keperluan. Jadi karena tidak enak menolak pertemuan dengan teman-teman ku. Aku memutuskan untuk ikut," jawab Della dengan ada bohong dan ada jujur.
" Tapi tetap saja itu bahaya Della," ujar Angga panik. Della tersenyum mendengarnya. Melihat ke khawatiran Angga kepadanya.
" Maaf Angga aku harus berbohong dan membuat kamu cemas. Aku hanya tidak ingin kamu terjebak dengan wanita itu," batin Della yang merasa bersalah.
" Lain kali jangan seperti. Mungkin Om Tomy dan Tante Aca akan marah jika tau kamu pergi sendirian," ujar Angga dengan tegas.
" Iya, maaf sudah merepotkanmu," ujar Della. Tetapi Della melihat Angga seperti sangat gelisah saat menyetir mobil membuat Della penasaran dengan apa yang terjadi pada Angga.
" Kenapa tubuhku seperti ini. Apa yang di berikan Karen kepadaku. Apa dia gila," batin Angga yang merasa tubuhnya panas. Tetapi dia juga bisa tau jika semuanya adalah perbuatan Karen. Yang pasti memberinya obat perangsang.
" Angga kamu kenapa?" tanya Della.
" Aku tidak apa-apa?" jawab Angga dengan suara seraknya yang tetap untuk fokus menyetir dan berusaha tenang. Walau Angga sedang melawan reaksi obat yang semakin membuatnya gila. Tetapi Della malah khawatir dengan Angga. Apa lagi Angga sedang menyetir.
" Angga sebaiknya kita berhenti dulu. Kamu sepertinya kurang sehat," ujar Della khawatir.
" Sepertinya Karen memberikan Angga obat Afrodisiak. Karena jelas Angga begitu gelisah dan seperti orang menahan gairah," batin Della yang terus melihat Angga.
Della adalah seorang Dokter jadi sangat wajar Della tau Angga kenapa tanpa memeriksanya. Dari ciri-ciri yang di tunjukkan Angga memang tebakan Della benar jika Angga sedang menahan diri akibat reaksi obat yang mungkin memiliki dosis tinggi.
__ADS_1
" Bahaya untuk menyetir berhentilah Angga!" ujar Della mengingatkan dan Angga pun menuruti Della menghentikan mobilnya di pinggir jalan dengan napas Angga yang begitu berat.
" Kamu tidak apa-apa?" tanya Della lembut memegang lengan Angga dan jelas sentuhan Della membuat Darah Angga berdesir hebat.
" Aku tidak apa-apa," jawab Angga yang berusaha menjauhkan diri dari Della. Karena takut dia tidak bisa mengendalikan dirinya dan Della mungkin tidak akan selamat.
" Kamu sebaiknya minum dulu dan tenangkan diri kamu," ujar Della. Angga menganggu dan mengambil botol minum yang ada di dalam mobil lalu meneguknya sampai air di botol itu habis. Angga menoleh kearah Della.
" Sudah mendingan?" tanya Della. Angga mengangguk padahal tidak ada bedanya. Tetapi dia tidak ingin membuat Della khawatir.
" Aku akan mengantarmu pulang," ujar Angga.
" Jika kamu mau istirahat dulu, tidak apa-apa. Kamu istirahat saja. Lagian tidak baik menyetir dalam seperti itu," ujar Della mengingatkan kembali.
" Hmmm, baiklah! aku akan istirahat sebentar," sahut Angga setuju dan Angga pun menurunkan jok mobilnya agar lebih santai untuk rebahan.
" Semoga saja kondisi Angga baik-baik saja. Karen benar-benar keterlaluan. Bisa-bisanya Karen seperti itu," batin Della yang tidak habis pikir dengan Karen.
Angga menoleh ke arah Della yang terus melihatnya.
" Apa kamu akan menikah?" tanya Angga tiba-tiba. Della mendengarnya terkejut dengan mengkerutkan dahinya.
" Iya kamu," jawab Angga.
" Aku mendengar dari mama kalau kamu akan menikah," ujar Angga dengan menatap Della serius. Tetapi Della malah tampak bingung.
" Apa yang di katakan Angga, menikah, Tante Kayla mengatakan akan menikah. Kapan aku mau menikah. Dia yang punya pacar tetapi kenapa jadi aku yang menikah," batin Della heran dengan pertanyaan Angga.
" Aku hanya bertanya. Jadi lupakan saja," sahut Angga mengalihkan pandangannya lurus kedepan.
" Aneh. Kenapa Tante Kayla mengatakan aku yang menikah," batin Della masih penuh kebingungan.
********
Setelah kondisi Angga sudah lumayan membaik. Angga pun akhirnya berhasil mengantarkan Della pulang selamat sampai Kerumah Della dan tidak ada yang terjadi di antara mereka.
Angga turun dari mobil terlebih dahulu. Sementara Della yang sedari tadi duduk di sebelahnya sudah tertidur dan mau tidak mau Angga harus mengangkat Della langsung kedalam rumah dengan menggendongnya ala bridal style.
__ADS_1
Karena dia tidak tega untuk membangunkan Della, jadi dengan perlahan Angga membawa wanita itu masuk.
" Kak Angga," sahut Luci yang ternyata sampai duluan.
" Apa kak Della baik-baik saja?" tanya Luci sedikit panik.
" Iya Della baik-baik saja. Kamu jangan khawatir. Aku akan mengantarnya kekamar," ujar Angga. Luci mengangguk dan Angga pun melangkah menuju kamar Della yang sudah iya ketahui di mana letaknya.
Sampai di kamar itu Angga pun langsung masuk langsung membaringkan Della dengan perlahan dan tanpa ingin membuat Della terbangun sama sekali.
Wajah Angga dan Della begitu dekat saat wanita itu berada di bawahnya dan dan Angga bukannya beralih diri atas tubuh Della. Malah betah berada di dekat Della dengan menatap wajah Della dalam-dalam. Wajah cantik Della yang tertidur pulas.
Tetapi Angga langsung sadar dengan menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan lalu beranjak dari atas tubuh Della dan menarik selimut sampai ke dada Della.
" Istirahatlah," ujar Angga mengusap pucuk kepala Della.
Angga pun keluar dari kamar Della dan bertemu dengan Luci.
" Kak Della sudah tidur?" tanya Luci.
" Hmmmm," jawab Angga dengan deheman.
" Makasih ya kak. Sudah membantu kak Della. Tadi Luci khawatir karena tadi kak Della hanya bilang mau ketoilet saat di kami makan di Restaurant. Tetapi malah tidak balik-balik," ucap Luci membuat Angga heran dengan pernyataan Luci yang berbeda dengan pernyataan Della.
" Kamu dan Della di Restauran?" tanya Angga memastikan.
" Hmmm, benar. Kami berada di Restaurant city house," jawab Luci.
" Jadi Della bohong. Apa dia melihatku bersama Karen dan makanya tiba-tiba dia ada di hotel. Karena tidak mungkin Della menelpon di waktu yang sama," batin Angga yang menyadari dengan cepat.
Tetapi bukannya kesal dengan kebohongan Della. Angga malah terlihat tersenyum. Yang mungkin merasa Della melakukan hal itu karena takut sesuatu.
" Kak Angga?" tegur Luci.
" Ha iya kenapa?" tanya Angga.
" Makasih sekali lagi," sahut Luci.
__ADS_1
" Sama-sama. Kaku jaga saja Della. Aku pulang dulu," ujar Angga pamit. Luci mengangguk dan akhirnya Angga pun langsung pergi.
Bersambung