
Raihan terbangun dari tidurnya, tubuhnya sudah lumayan enakan. Raihan mencoba untuk duduk. Tenggorokannya terasa kering. Raihan melihat ke atas nakas.
Gelas yang tadi di bawakan Nayra sudah kosong. Raihan pun bangkit dari ranjang keluar dari kamar berencana mengambil air putih.
Saat tiba di dapur, Raihan melihat Nayra yang duduk di kursi. Pipi kanan wanita itu menempel di meja.
Raihan mendekati Nayra. Raihan melihat Nayra yang sudah tertidur. Wajahnya gadis cantik itu sudah tertutupi rambutnya. Mata Raihan mengabsen meja makan. Masih terdapat sisa mie instan milik Nayra yang tidak habis di makannya.
" Apa dia tidak punya makanan lain selain ini," gerutu Raihan sedikit kesal dengan Nayra.
" Kenapa dia selalu ceroboh, makan suka-suka," lanjutnya lagi malah mengocehi Nayra yang masih tertidur.
Raihan mengingat bagaimana Dokter pernah mengatakan kepadanya jika pola makan Nayra yang sangat tidak teratur.
Raihan menyinggirkan rambut Nayra yang menutupi wajahnya. Sekarang wajah Nayra sudah terlihat. Raihan melihat tumpukan air di meja.
Air mata yang keluar dari pelupuk mata Nayra. Raihan bahkan melihat pipi Nayra yang masih basah. Melihat seperti itu Raihan merasa iba. Seakan tau apa yang di rasakan Nayra.
Raihan mendekati Nayra, meletakkan tangannya di punggung Nayra dan yang satunya lagi di letakkan di antara ke-2 tengkuk kaki Nayra.
Raihan menggendong Nayra ala bridal style menuju kamar. Raihan melihat wajah Nayra yang tampak lelah. Raihan sedikit merasa bersalah karena terus menyiksa Nayra tanpa ampun.
Raihan dan Nayra sudah tiba di kamar. Dengan lembut Raihan membaringkan tubuh Nayra di atas ranjang. Raihan menarik selimut sampai ke dada Nayra dan duduk di sampingnya.
" Apa yang membuatnya menangis," ujar Raihan penasaran.
Raihan memegang lembut pipi Nayra yang masih terdapat sisa air mata. Raihan menghapus dengan jarinya. Raihan terus menatap mantan kekasihnya itu dengan penuh arti.
Sebenarnya hatinya sangat sakit. Jika harus dekat dengan Nayra. Itu akan kembali membuka masa lalunya.
" Nara makanlah dengan benar," ujarnya
Tangan Raihan terus mengusap pipi Nayra, dan Menyinggirkan rambut Nayra yang menutupi wajahnya. Nayra hanya tertidur tanpa terbangun sama sekali.
**********
Di sisi lain. Della berada di kamarnya. Della juga memilih pulang karena merasa sudah hilang mood. Hampir saja Raihan dan Angga akan bertengkar hanya gara-gara Nayra.
__ADS_1
Della merebahkan dirinya di atas ranjangnya dan menatap langit kamarnya. Dia membuka ponselnya dan melihat beberapa foto masa kecilnya dengan teman-temannya.
Dan dimana foto yang paling banyak adalah fotonya dengan Angga.
" Kenapa harus ada cinta di dunia ini?" tanyanya sendiri.
" Apa kamu tidak bisa melihatku, sebagai wanita yang mencintaimu," gumamnya lagi mengusap foto Angga yang sudah dewasa.
" Nayra bukan gadis yang tepat untukmu. Angga lihatlah aku sebentar saja. Apa kau tidak bisa membuka hatimu untukku," Della terus berbicara sendiri.
Dia sudah lama menyukai Angga. Tetapi hubungan mereka sejak dulu masih hanya sebagai sahabat. Della juga paling dekat dengan Angga sejak dulu. Dia sangat kecewa jika Pria yang di sukainya menyukai wanita lain.
Ceklek...
Pintu kamar Della terbuka, Della langsung mematikan ponselnya dan menoleh ke arah pintu yang ternyata adiknya Cecil dan Luci yang memasuki kamarnya.
" Kakak belom tidur?" tanya Luci langsung memasuki kamar Della dan duduk di meja rias Della. Della langsung duduk.
" Belum kamu juga pulang, bukannya rencananya ingin menginap di Villa?" tanya Della heran.
" Dah nggak mood. Semuanya pulang, jadi ngapain lagi aku menginap di sana, mau sendirian di sana," sahut Luci dengan bibir kerucutnya.
" Kok gitu?" tanya Della.
" Ya emang gitulah. Pesta ulang tahunku kacau, hanya gara-gara kehadiran mantan dari kak. Raihan," ujar Luci kesal.
" Luci kamu nggak bisa nyalahin, Nayra kan kak Raihan sendiri juga yang menyuruhnya datang," sahut Cecil membela.
" Ya tapi lihatlah, kak Raihan dan kak Angga sampai mau bertengkar hanya gara-gara wanita itu. Lagi pula apaan sih, kak Raihan masih aja mau sama dia. Kak Angga juga apaan coba masih aja di dekati. Sudah tau bikin susah," oceh Luci yang menyimpan kemarahan kepada Nayra.
" Shittt, kamu itu bicara apa. Kamu nggak boleh gitu. Urusan Nayra dengan Angga dan Raihan itu urusan mereka. Kamu nggak boleh asal main zass saja," sahut Della.
" Ihhhh tetap aja, sudah ngerusak acara ulang tahun ku," sahut Luci dengan kesal. Luci masih tidak terima dengan kehadiran Nayra yang merusak ulang tahunnya.
**********
Pagi hari kembali. Sinar matahari yang cerah. Masuk dari sela-sela jendela Nayra. Membuat Nayra menggerakkan matanya.
__ADS_1
Nayra menguap dan menarik ke-2 tangannya ke atas kepalanya. Rasa mengantuk dalam dirinya belum hilang juga.
Saat matanya terbuka sempurna.
Nayra melihat di mana keberadaannya. Kamarnya, Nayra melihat pakaiannya masih sama dengan pakaiannya tadi malam.
" Kenapa aku bisa ada di sini?" tanyanya setelah duduk. Nayra bangkit dari ranjangnya dan keluar dari kamarnya.
" Dimana dia?" tanyanya tidak melihat Raihan sama sekali. Nayra melihat jam yang menggantung di ding-ding. Sudah jam 10 pagi.
" Apa dia sudah pulang," tebaknya. Nayra tidak kaget melihat angka pada jam itu. Karena hari ini hari libur. Jadi dia tidak perlu heboh kalau kesiangan.
Nayra mengendus, sesuatu sepertinya penciumannya sedang mencium wangi yang sangat sedap. Nayra mengendus sambil mencari bau tersebut.
Bau tersebut membawanya menuju dapur. Matanya berbinar saat melihat meja makannya penuh dengan makanan.
" Oh may god, siapa yang menyiapkan ini," ujarnya heran melihat banyaknya menu makanan di mejanya. Semua makanan favoritnya.
" Ini pasti kerjaan Andini. Dia memang sahabat paling terbest, paling tau apa yang aku inginkan," gumam Nayra langsung duduk.
" Andini-Andini, jika kamu bisa menyiapkan semua ini untukku, setiap hari, kenapa menyuruhku untuk memiliki Asisten rumah tangga. Kamu pikir bayar asisten tidak mahal apa," gumamnya lagi.
Nayra dengan bersemangat langsung mengambil piring dan mulai memakan makanan yang menurutnya di siapkan temannya.
" Untung saja dia sudah pergi. Jika dia masih ada disini, pasti dia akan melarangku untuk makan," ujarnya membicarakan Raihan.
Pagi Nayra sangat indah. Paginya langsung di sambut dengan makanan yang banyak. Makanan yang jarang di makannya. Nayra hanya memakan itu jika ada yang mengingatkannya.
Karena kalau dari naluri hatinya sendiri dia hanya tau makan mie instan saja. Karena memiliki jiwa simple alias pemalasnya.
Setelah selesai makan. Hanya tinggal sedikit lagi makanan itu supaya habis semuanya. Tetapi Nayra menyimpannya.
Nayra juga sudah selesai mandi. Nayra juga sudah bersiap-siap. Hari ini dia ada janji dengan Anita dan Ria teman kantornya.
Setelah merasa siap, Nayra keluar dari kamarnya, Nayra memakai kaos lengan pendek di balut dengan bleajer kotak-kotak dan rong lipat yang sepahanya.
Dia hanya akan berjalan-jalan dengan temannya. Mumpung libur, untung saja Raihan sudah pergi terlebih dahulu.
__ADS_1
Jika tidak Nayra yakin Raihan pasti akan terus memerintahkannya, yang tidak masuk akal.