Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 376


__ADS_3

Acara pernikahan sampai pada acara resepsi Nayra dan yang lainnya masih ada di sana. Mereka masih menikmati acara tersebut dengan penuh kebahagian. Dari menikmati makanan dengan beberapa jenis makanan dan yang lainnya mereka menikmati bersama-sama.


Nayra, Raihan, putrinya Kinara, Jihan, David, Carey, dan Dion duduk satu meja bulat dengan makanan yang mereka nikmati.


Sementara Raina, Raka, Amira, Alan, Zira, Yuda, Putri Addrian dan Eyang Farah duduk satu tempat. Dan di meja berikutnya ada Kayla, Aca, Ilham, Tomy, Della, Luci, Saski dan Rony duduk bersamaan.


Di dekat mereka ada Angga, Karen, Celine Dara dan Sony yang juga menikmati makanan yang tadi sudah di ambil mereka di meja prasmanan.


Dan sekarang, Andini yang memakai gaun putih yang memanjang kebawah sedang berdansa dengan suaminya yang baru tadi pagi selesai melakukan Ijab kabul.


Mereka menonton ratu dan raja sehari itu yang sedang berdansa dengan romantisnya yang membuat para jomblo mangap dan ingin cepet-cepet menikah menyusul pasangan itu untuk menikah.


Andini dan Alex sebenarnya tidak terlalu mahir untuk berdansa. Pasangan pengantin baru itu hanya menikmati alunan musik yang selow yang membuat keindahan tersendiri.


" Kamu cantik sekali malam ini?" ucap Alex memuji Andini membuat Andini tersenyum lebar.


" Kamu juga sangat tampan," sahut Andini yang tidak kalah memuji suaminya itu membuat Alex tersenyum lebar yang mendapat pujian itu.


" Terima kasih, sudah memberiku kesempatan untuk menikah dengan mu," ucap Alex dengan menatap Andini dalam-dalam.


" Sama, aku juga berterima kasih. Karena memberiku kesempatan untuk menjadi istrimu," jawab Andini.


" Kita akan menjalani rumah tangga. Semuanya belum menjadi akhir. Tetapi awal. Tetap di sisiku Andini. Apapun yang terjadi," ucap Alex dengan tulus.


" Iya. Pasti! aku akan terus berada di sisimu," sahut Andini.


Alex pun mencium lembut kening Andini dan Andini yang menerima kecupan itu memejam kan matanya dan musik dansa berhenti.


Prok-prok-prok


Andini dan Alex mendapat sambutan tepuk tangan yang meriah dari tamu yang hadir di sana. Mereka sama-sama menundukkan kepala. Lalu pergi dari altar dansa.


" Pengantinnya sudah berdansa dan sekarang untuk para tamu undangan yang akan berdansa," sahut MC.


Para tamu pun yang ahli dalam berdansa mengambil tempat untuk berdansa dengan pasangan mereka. Raihan menoleh ke arah istrinya yang masih tepuk tangan yang sepertinya Raihan punya rencana untuk berdansa dengan istrinya.


" Sayang kamu mau berdansa denganku!" ajak Raihan yang ingin berdansa dengan sang istri.


" Sayang, malu ah, lagian aku juga tidak bisa," sahut Nayra malu-malu.


" Nggak apa-apa Nayra, ikuti aja musiknya," sahut Carey.


" Lagian, Raihan juga akan menuntunmu. kemarin di acara ulang tahunmu kamu dan Raihan sangat mahir berdansa," sambung Dion.


" Tapi tetap saja malu," sahut Nayra memikirkan malunya.


" Sudah Nayra, sana, nggak boleh nolak suami," ujar Jihan yang mendesak putrinya dan tangan Raihan masih mengadakan ke atas agar sang istri menyambutnya. Nayla melihat putrinya.


" Tenang saja, Kinara sama mama," sahut Jihan yang tau apa yang di khawatirkan anaknya.


" Sudah, sana Nayra, kamu dansa sana sama suami kamu," desak David yang juga mendukung.

__ADS_1


Nayra pun akhirnya mengangguk dan menyambut uluran tangan sang suami dan langsung menghampiri area dansa yang sudah ada orang-orang berdansa di sana.


" Kamu tidak mau dansa Carey?" tanya Jihan.


" Tidak mah," sahut Carey, merasa pegal jika berdansa karena pinggangnya yang sakit.


" Nggak apa-apa, kita lihat mereka saja," sahut Dion. Carey menganggu. Carey memang sangat ahli berdansa mungkin lebih jago dari pada Dion.


Tetapi karena hamil dan punggungnya sakit. Jadi Carey tidak bersemangat untuk melakukan hal yang menyenangkan itu. Jadi dia dan suaminya hanya menonton orang-orang yang berdansa. Karena tidak mungkin Dion dansa dengan wanita lain.


Di meja Angga. Karen melihat ke arah Della yang tampak dekat dengan mama Angga. Karena sedari tadi Kayla memang berbicara sangat asyik dengan Della. Sementara dia yang sudah memperkenalkan diri sebagai pacar. Sama sekali tidak di pedulikan.


" Hmmm, Angga ayo berdansa," ajak Karen menguatkan volume suaranya mungkin sengaja agar Della mendengarnya.


" Ayolah," ajak Karen yang langsung berdiri dan meraih tangan Angga.


Belum juga Angga mengatakan iya. Karen sudah membawa Angga dengan memaksa. Dan Angga mau tidak mau harus ikut. Dan Della melihat hal itu cukup merasa resah tetapi berusaha untuk tidak melihatnya.


" Kok aku melihat, Angga kayak tertekan batin gitu ya," celetuk Dara yang memperhatikan Angga dan Karen.


" Kayaknya sih," sahut Celine.


Karen dan Angga pun berdansa dan sangat jelas terlihat Karen yang terlihat sengaja bermesraan dengan Angga dan sangat berlebihan, melebihi suami istri saja.


Memang Karen sengaja memanas-manasi Della. Dan Della pun pasti mengalihkan pandangannya untuk tidak melihat Karen dan Angga yang berdansa romantis.


" Kenapa Angga tiba-tiba punya pacar, dia tidak pernah mengatakannya kepadaku," batin Kayla yang merasa tidak suka melihat Karen yang tampak berlebihan kepada putranya dan sangat tidak pantas bermesraan seperti itu.


" Aku tidak tau Aca, aku baru mengenal Karen hari ini," sahut Kayla yang memang apa adanya.


" Iya kan mas Ilham," ucap Kayla yang langsung melempar pada suaminya.


" Benar, kami juga tidak tau kalau Angga memiliki kekasih. Karena setau kami Angga sangat sibuk," sahut Ilham membenarkan.


" Wanita itu dulu yang pernah ada di acara ulang tahun Nayra dan di sana Angga baru mengenalkan sebagai teman. Eh sewaktu Nayra mengadakan acara makan-makan di rumahnya Karen datang bersama Angga dan memperkenalkan Karen sebagai pacar Angga," sahut Luci menjelaskan dengan detail.


" Kalau begitu memang hubungan mereka belum lama," sahut Tomy.


" Sudahlah! kenapa kita harus membahas masalah pribadinya," sahut Della yang panas jika di meja itu membahas masalah itu, " Mereka mau lama atau tidak apa itu sangat penting," sahut Della yang tampak tidak suka dengan pembahasan itu.


" Maaf Della membuat kamu tidak nyaman," sahut Kayla memegang tangan Della.


" Aku tidak merasakan apa-apa. Jadi tidak ada yang tidak nyaman," sahut Della yang menutupi kecemburuannya dengan berpura-pura tenang.


Sementara Karen dan Angga tetap berdansa dengan tangan Karen yang mengalung di leher Angga dan tangan Angga melingkar di pinggang Karen.


" Aku harus menyadarkan mu. Jika Angga hanya milikku," batin Karen yang pamer kemesraan dengan melirik ke arah Della.


" Dara kami tidak mau dansa?" tanya Saski.


" Hmmm, tidak Tante," sahut Dara.

__ADS_1


" Sony, kamu ajak Dara deh, buat dansa," ujar Saski.


" Nggak usah," sahut Dara menolak. Sony meneguk air putih dan langsung berdiri.


" Ayo berdansa," ajak Sony dengan mengulurkan tangannya.


" Tapi,tapi," sahut Dara gugup.


" Sudah sana," dorong Luci yang akhirnya Dara dengan santai pun berdiri dan meraih uluran tangan Sony dan mereka berdansa mengikuti irama musik.


" Aku ingin bertanya padamu Dara," ujar Sony.


" Ada apa?" tanya Dara.


" Apa kau sangat bahagia. Jika aku menikah dengan Vira?" tanya Sony. Dara tersenyum mendengarnya.


" Jelas aku bahagia," sahut Dara dengan santai.


" Apa kau tidak memikirkan perasaanku," ucap Sony.


" Ada apa Sony. Kau tidak menyukai pernikahan itu. Kenapa bukannya itu adalah tanggung jawabmu," ucap Dara menatap dalam Sony.


" Aku tidak bisa menikah dengan wanita yang tidak aku cintai," ujar Sony. Dara mendengus mendengarnya.


" Jika tidak mencintainya. Kenapa bertindak gegabah," sahut Dara.


" Aku terbiasa melakukannya dan melakukannya bukan karena bertanggung jawab. Tapi kamu yang terlalu mencampuri dan membuatku harus bertanggung jawab," ujar Sony dengan entengnya berbicara membuat Dara tersenyum lagi.


" Apa kamu bangga dengan ke brengsekan kamu," ujar Dara.


" Aku memang brengsek. Tapi aku berhak menikah dengan orang yang aku cintai," sahut Sony.


" Kamu bicara cinta. Sementara kamu sangat menganggap cinta remeh," ujar Dara.


" Sony, Vira adalah tanggung jawabmu dan masalah lainnya kamu meng kesampingkannya," tegas Dara.


" Aku tidak bisa menikahi Vira karena aku masih mencintaimu," ucap Sony tiba-tiba membuat Dara kaget mendengarnya dan refleks tangan Dara langsung terlepas dari Sony dan berhenti berdansa.


" Kau jangan bercanda Sony," ujar Dara.


" Aku tidak bercanda. Tetapi aku benar-benar serius. Aku masih mencintaimu," tegas Sony menatap Dara dalam-dalam. Dara mendengarnya benar-benar terkejut dan akhirnya dara memilih pergi dari hadapan Sony.


" Dara!" panggil Sony pelan.


Dara kembali kemejanya dan mengambil ponsel dan tasnya.


" Mau kemana Dara?" tanya Saski heran.


" Dara kurang enak badan, jadi Dara pamit pulang dulu Tante," ucap Dara berpamitan.


" Kok cepat," sahut Celine. Dara tidak menjawab lagi dan langsung pulang dan song diam di tempat melihat kepergian Dara. Saski juga melihat ke arah Sony yang merasa ada terjadi sesuatu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2