
" Angga apa yang kamu katakan?" tanya Aca ingin lebih jelas mendengarnya. Dia memang terkejut dan pasti mendengar jelas. Tetapi tampaknya Aca masih ingin mendengar lebih jelas dan detail lagi.
" Angga ingin menikah dengan Della
Angga ingin membangun rumah tangga dengan Della," jawab Angga memperjelas. Aca, Kayla, Luci dan Celine tersenyum mendengar niat dari Angga yang jelas itu sangat mengejutkan mereka.
" Tante Angga tau Tante akan kaget mendengar pernyataan Angga kali ini. Tapi Angga memang serius Angga ingin menikah dengan Della dan ini bukan karena kemarin Angga mengakhiri hubungan dengan Karen lalu menikahi Della begitu saja. Itu tidak seperti apa yang Tante pikirkan.
" Itu sama sekali tidak ada hubungannya Tante. Angga memang serius ingin menikah dengan Della. Dengan niat untuk membangun rumah tangga, untuk menjaga Della sampai maut memisahkan," ujar Angga yang dengan niat yang tulus.
" Ya Allah, akhirnya kak Angga benar-benar meminang kak Della," batin Luci yang tidak habis pikir dengan kata-kata Angga.
" Apa aku tidak salah dengar jika Angga akan menikahi kak Della," batin Celine yang pasti sangat bahagia mendengarnya.
Sementara wajah Della masih terlihat shock. Bahkan Tidak mampu berucap apapun. Seakan mulutnya tertutup dengan kata-kata Angga yang benar-benar mendadak.
" Tate, saya mohon tolong restui saya," sahut Angga dengan niat tulusnya. Wajahnya juga benar-benar begitu tulus meminta restu itu
" Angga kamu apa-apaan sih, sudah cukup kamu bicara apa," ujar Della pelan dengan menarik lengan baju Angga yang geram dengan Angga. Wajahnya juga terlihat begitu panik.
" Aku sudah mengatakan, kali ini aku tidak akan menurutimu. Aku harus bertindak ini demi kebaikan kita berdua, aku tidak akan menyerah Della," sahut Angga yang tidak akan mendengarkan Della dan sangat yakin dengan keputusannya tanpa membicarakan dulu dengan Della.
" Tapi Angga," sahut Della geram dengan merapatkan giginya.
" Angga, Tante merestui kamu," sahut Aca yang langsung dengan cepat.
Keputusan sang mama juga membuat Della kaget yang bisa-bisanya mengatakan merestui saja tanpa membicarakan dulu kepadanya.
" Mah," sahut Della dengan wajahnya yang semakin panik. Sementara Kayla, Luci dan Celine tersenyum.
__ADS_1
" Angga memang awalnya terkejut. Tante tidak percaya jika kamu akan mengatakan hal ini. Makanya Tante benar-benar schock mendengarnya. Tetapi jika ini niat baik kenapa tidak. Jadi jelas tidak ada alasan untuk tidak merestuinya. Tante jelas menyetujui semua niat baik kamu," sahut Aca yang langsung menyetujui tanpa memperdulikan Della yang pasti masih protes.
" Mama, bicara apa," sahut Della. Aca hanya tersenyum dengan penuh arti.
" Iya Angga, mama juga setuju dengan Tante Aca. Apalagi ini niat baik kamu. Kamu yang sangat mulia itu. Menikah adalah ibadah dan jelas tidak ada masalah lagi untuk kami. Lagian kamu dan Della pasti sudah membicarakan hal ini dengan matang-matang jadi mama juga sangat menerima Della menjadi menantu mama," sahut Kayla menambahi yang pasti itu adalah niatnya dari awal.
" Iya ma, Angga memang akan menikahi Della secepatnya dan tidak akan membuang-buang waktu lagi," sahut Angga memperjelas dengan lengkap.
" Angga kamu ini apa-apaan sih, kenapa kamu tiba-tiba seperti ini. Kamu jangan mempermainkan aku. Pernikahan bukan hanya perkataan," sahut Della dengan wajah kesalnya.
" Aku tidak mempermainkanmu Della. Tapi aku memang ingin menikah dengan mu tanpa melihat siapa dirimu. aku menikah dengan mu. Karena aku mencintaimu," sahut Angga memperjelas membuat Della kembali kaget dengan ucapan cinta yang manis itu.
Aca, Kayla, Luci dan Celine tersenyum saat mendengar ucapan cinta itu.
" Aku mencintaimu Della. Menikahlah denganku," ujar Angga lagi yang kembali melamar Della.
" Benar Della. Kamu jangan menutupi perasaan kamu. Jika kamu mencintai Angga. Jadi menikahlah dengannya. Jangan membohongi jati kamu," sahut Aca yang juga meyakinkan putrinya dan Della hanya terdiam dengan penuh kebingungan.
Angga pun berlutut di depan Della dan membuat Della semakin kaget.
" Izinkan aku membalas semua kebaikanmu. Aku mencintaimu. Aku ingin membahagiakan mu. Aku ingin kita hidup bersama," ujar Angga dengan tulus. Della hanya diam yang tidak mampu untuk berucap lagi.
" Dan aku tidak akan menerima penolakan mu," sahut Angga lagi menegaskan yang mungkin terlihat memaksa sedikit untuk menjadikan Della sebagai istrinya.
" Ya Allah bagaimana ini. Keadaanku tidak memungkinkan aku menikah dengannya. Meski aku begitu mencintainya," batin Della yang terus melihat kekurangannya.
" Sayang jangan memikirkan apa-apa. Kenapa harus berpikir. Jika ada laki-laki yang tulus untuk menikahi kamu. Jadi terimalah lamaran Angga," sahut Aca. Della melihat sang mama.
" Aku tau kalian semua menginginkan aku untuk menikah dengan Angga. Tetapi kalian juga harus melihat apakah kondisiku bisa atau tidak menjadi istrinya," sahut Della yang melihat kekurangannya.
__ADS_1
Orang-orang yang ada di sana langsung terhenyak diam. Saat tidak percaya. Jika Della akan membicarakan hal itu. Jelas Aca sebagai ibu juga sedih dengan masalah putrinya yang menjadi penghalang.
" Della, Jika Angga ingin menikah dengan kamu. Itu berarti Angga sudah melihat kekurangan kamu dan apalagi yang harus kamu khawatirkan dan Tante juga tidak mempermasalahkan hal itu," sahut Kayla.
" Aku tidak buta Della. Aku tau keadaanmu. Dan aku tidak pernah memikirkan hal itu sedikitpun. Aku sudah mengatakan aku menikahimu berarti aku juga menerima keadaanmu. Aku mencintaimu yang menjadikan alasan ku untuk menikah denganmu," tegas Angga dengan terang-terangan yang beberapa kali mengucapkan cinta di depan semua orang.
" Tetap saja Angga, tetap saja. Aku tidak mungkin menjadi istrimu," sahut Della yang juga selalu merasa tidak pantas. Della yang berada di posisi sangat sulit akhirnya pergi dari hadapan Angga.
Mendorong kursi rodanya sendiri dan pergi begitu saja yang tidak memberikan jawaban apa-apa dalam lamaran itu.
" Della!" panggil Angga.
" Della, kamu mau kemana sayang," sahut Aca yang juga memanggil putranya. Tetapi Della tetap pergi.
Angga menarik napasnya panjang-panjang dan membuangnya perlahan. Lalau berdiri. Kayla melihat putranya dengan tatapan yang sangat prihatin.
" Tidak apa-apa ma. Della hanya butuh sendiri. Apapun keputusan Della. Tetapi niat Angga akan tetap terkalahkan. Jadi Angga mohon sama mama, Tante Aca dan yang lainnya untuk mempersiapkan pernikahan Angga dan Della. Masalah Della Angga yang akan mengurusnya. Jadi siapkan saja semuanya," jelas Angga dengan menegaskan yang tampaknya sangat buru-buru untuk menikah.
" Apa kamu yakin Angga Della tidak akan apa-apa?" tanya Kayla.
" Tidak mah, dia akan baik-baik saja. Jadi mama siapkan saja semuanya," sahut Angga dengan yakin. Kayla dan Aca saling melihat dan sama-sama mengangguk.
" Ya sudah, mama harap semuanya benar-benar baik-baik saja," sahut Kayla. Angga mengangguk.
" Ya Allah aku mohon berikan semuanya kelancaran untuk putraku yang ingin meminang wanita yang di cintainya," batin Kayla dengan penuh harapan.
" Aku berharap. Della benar-benar bisa membuka hatinya tanpa melihat kekurangannya. Karena Angga begitu tulus kepadanya," batin Aca yang penuh dengan doa dan harapan untuk 2 orang yang iya ketahui saling mencintai.
Bersambung
__ADS_1