Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 328


__ADS_3

Nayra yang dengan perasaannya yang tidak tenang langsung keluar dari kamarnya dan membiarkan foto itu tetap seperti itu. Nayra langsung menuruni anak tangga dan menghampiri orang-orang yang juga sedang kepanikan di sana. Semua orang di penuhi ketegangan.


Air mata Nayra bahkan sama sekali tidak berhenti dan tubuhnya juga sudah sangat bergetar. Dia memang sangat ketakutan.


" Apa papa sudah memberi kabar?" tanya Nayra yang terus kepanikan. Zira langsung menghampiri Nayra dan memeluknya.


" Sabar ya sayang semuanya akan baik-baik saja," ujar Zira yang mencoba menenangkan menantunya.


" Ma, tapi Nayra kwartir. Kenapa lama sekali ma, bukannya tadi mama bilang jika papa sudah menemukan Raihan. Dan Polisi juga ada di sana. Tetapi kenapa mereka belum kembali juga?" tanya Nayra yang terus mencemaskan suaminya.


" Iya sayang sebentar lagi. Kamu tenang ya, jangan banyak pikiran. Kasian bayi kamu," ujar Zira yang terus memeluk Nayra.


" Kenapa perasaanku tidak enak. Ya Allah aku mohon lindungi suami dan juga anakku.


Mereka harus kembali. Aku mohon," batin Zira yang tidak sadar meneteskan air matanya.


Firasat seorang ibu memang sangat kuat. Tiba-tiba dia juga sangat khawatir kepada Raihan putranya.


" Aku tidak tau apa yang terjadi. Tetapi kenapa aku merasa tidak tenang," batin Raina yang terus mengusap dadanya yang terasa sesak. Dia juga di penuhi rasa ketakutan.


" Raihan sampai kapan lagi. Aku harus menunggu. Kamu berjanji hanya sebentar saja. Tetapi kamu malah tidak kembali sudah 5 hari. Apa kamu benar-benar sudah tidak memperdulikan ku lagi," batin Nayra yang terus menangis memikirkan Raihan.


*********


Liu Liu Liu Liu Liu Liu Liu Liu Liu


Suara sirene polisi itu kembali berbunyi dan juga ada ambulan yang langsung membawa Ramah yang terluka parah. Polisi dan semua tim penyelamat bergerak cepat.


Sisil yang benar-benar tidak mendengarkan kata-kata polisi harus menerima akibatnya. Beberapa tembakan mengenai dirinya dan membuatnya mati di tempat dengan lumuran darah yang ber keluaran.


Polisi pun langsung mengangkat tubuh Sisil memasuki kantung mayat dan membawa Sisil memasuki ambulans.


Sementara Addrian dan yang lainnya berada di pinggir tebing dengan beberapa penyelamat dengan menggunakan helikopter dan ada juga penyelaman yang langsung kelaut untuk mencari Raihan.

__ADS_1


" Raihan, Raihan," Addrian hanya bisa menangis yang tidak bisa melakukan apa-apa. Saat membiarkan putranya tertembak dan masuk dan jatuh kelautan.


Sony, Dion, Alex, Angga, dan yang lainnya juga ikut mencari Raihan. Sementara Luci, Andini, dan Celine saling berpelukan menangis karena Raihan yang tidak ditemukan.


" Kak, Raihan, bagaimana ini, kak Raihan," Andini terus menangis Sengugukan saat melihat kakak sepupunya yang tidak kunjung di temukan.


" Andini kamu tenang. Kak Raihan pasti akan di temukan," ucap Luci yang memeluk Andini yang sudah terduduk lemah karena sudah sangat lelah. Dengan Raihan yang tak kunjung di temukan.


************


Pencarian sampai malam hari posisi mereka bahkan sudah berubah, sekarang Meraka sudah berada di bawah tebing yang langsung kelautan untuk mencari Raihan lebih serius. Tetapi nihil. Raihan sama sekali tidak di temukan dan bahkan sudah sampai menyelam dan melakukan berbagai cara.


" Apa yang harus aku katakan pada Nayra. Jika aku tidak bisa membawa suaminya pulang," ujar Addrian yang sudah tidak tau harus melakukan apa-apa lagi.


" Tenang Addrian. Kita akan menemukannya," ujar Ilham menguatkan Addrian.


" Kasihan Nayra. Jika Raihan di temukan pun sama sekali akan sedikit kemungkinan Raihan akan hidup, lalu bagaimana Nayra menerima semua ini," batin Alex yang juga sudah lelah mencari tetapi sahabatnya tidak ada tanda-tanda akan di temukan.


" Maaf pak Addrian. Untuk hari ini cukup pencariannya. Kita harus lanjutkan besok. Ini sudah larut malam," ucap Tim penyelamat.


" Apa anak saya akan di temukan?" tanya Addrian yang terlihat tidak bersemangat.


" Kita berdoa saja," jawab Pria itu tanpa memberi kepastian apa-apa untuk penyelamatan tersebut.


" Ya Allah, selamatkan putraku, aku tidak bisa melihat menantuku akan menderita," batin Addrian yang hanya berdoa. Dengan penuh harapan.


*********


Di rumah Addrian Admaja Wijaya. Semua masih menunggu penuh ketegangan di ruang tamu. Sementara Nayra berada di kamar dan sedang tidur. Setelah Jihan sang mama menenangkannya.


Nayra memang tidak pernah tidur dengan tenang dan syukurlah setelah Jihan berbicara dan mencoba menenangkannya. Dia akhirnya tertidur.


Jihan menarik selimut sampai kedada Nayra dan mencium kening putrinya itu.

__ADS_1


" Kami harus bersabar sayang. Saat kamu bangun suami kamu pasti sudah ada di samping kamu. Mereka akan kembali secepatnya," ujar Jihan yang berpikiran positif jika menantunya akan segera datang dan membuat putrinya kembali tersenyum dan air mata itu akan berhenti menetes.


Lama melihat Nayra yang sudah tertidur. Jihan pun keluar dari kamar. Jihan membuang napasnya perlahan dan langsung menuruni anak tangga untuk kembali menerima kabar baik.


Saat di anak tangga yang kebeberapa. Jihan melihat Zira dan Raina menangis saling perpelukan dan Kayla, dan yang lainnya sedang menguatkan mereka.


Apa yang di lihatnya membuatnya khawatir dan dengan cepat langsung menuruni anak tangga. Dan menghampiri ruang tamu untuk mengetahui apa yang terjadi.


" Ada apa ini?" tanya Jihan yang sudah punya firasat tidak enak. Sementara Zira terus menangis.


" Raihan, Raihan," suara yang keluar dari mulut Zira hanya menyebutkan nama Raihan. Jihan pun langsung berjongkok di depan Zira.


" Zira kamu kenapa. Apa yang terjadi?" tanya Jihan yang semakin panik.


" Putraku, kenapa harus dia, kenapa," ujar Zira yang menangis Sengugukan. Tanpa menjawab pertanyaan Jihan.


" Carey ada apa?" tanya Jihan pada Carey yang juga ikut menangis.


" Ma, Raihan ma. Raihan jatuh kelaut. Saat dia tertembak dan sampai sekarang. Raihan belum di temukan," jawab Carey dengan suaranya yang serak. Dan bicara dengan kesulitan.


" Apa!" sahut Jihan benar-benar terkejut sampai menutup mulutnya dan air matanya yang langsung menetes.


" Raihan," lirih Jihan yang tidak percaya dengan kata-kata Carey.


Mereka memang akhirnya mendapat kabar. Ilham suami Kayla pun memberi kabar jika anak-anak selamat. Tetapi kabar buruk yang membuat Raihan menjadi korban dan sama sekali tidak di temukan.


Saat menyampaikannya pada Zira. Zira langsung histeris saat mengetahui anaknya yang hilang. Dia seakan merasa jika apa yang di kabarkan Kayla adalah kebohongan dan sampai sekarang Zira terus menangis.


" Bagaimana nasib Nayra," batin Jihan yang langsung tertuju pada anaknya. Dia tidak tau bagaimana anaknya ketika mendengar kabar itu. Anaknya pasti akan histeris.


Sementara Nayra yang masih tertidur di kamarnya. Dia tertidur. Tetapi air mata menetes dari pelupuk matanya. Dia pasti sudah tau jika ada sesuatu yang terjadi pada suaminya.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2