Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 380.


__ADS_3

Pusing dan tidak tau harus melakukan apa. Akhirnya Dara pun membantu Sony yang tergeletak di lantai. Membantu berdiri dengan memapahnya. Karena tidak tega juga melihat Sony yang memperhatikan seperti itu.


" Sony kamu benar-benar merepotkan," ujarnya berdiri dengan membawa Sony. Walau itu sangat sulit. Maklumlah Sony sangat berat.


Dara membawa Sony kekamarnya dengan berjalan kesulitan karena selain Sony berat. Sony kembali sadar dan mulai bertingkah dengan berjalan sempoyongan. Sampai beberapa kali Dara ingin jatuh karena ulah Sony.


" Dara, kamu kenapa tidak memberiku kesempatan, kenapa!" uja Sony yang bicara setengah sadar.


" Diamlah! Sony. Aku tidak tahan mencium bau alkohol di tubuhmu," sahut Dara terus mengkerutkan hidungnya. Semakin Sony bicara semakin hidungnya sakit.


" Memang ada apa denganku, apa yang salah, aku hanya bertanya kenapa tidak di jawab," ujar Sony lagi yang banyak bicara. Dara tidak meladeninya. Karena percuma meladeni orang mabuk sama dengan meladeni orang gila.


Tangan kanan Dara membuka pintu kamar dan membawanya kedalam kamarnya. Begitu sampai di kamar Dara langsung menghempaskan tubuh Sony di atas tempat tidur.


" Ahhhhhhh," lirih Sony memejamkan matanya dengan tubuhnya yang seperti ulat.


" Huhhhhh," Dara membuang napasnya perlahan. Dan mengusap dahinya dengan punggung tangannya. Cukup berkeringat dan menguras tenaga saat membawa Sony dari depan pintu sampai kekamarnya.


" Dasar bikin repot," keluh Dara dengan napasnya yang naik turun.


Uhuk, uhuk, uhuk, Sony memiringkan tubuhnya terbatuk-batuk.


" Makanya jangan banyak minum alkohol," ujar Dara kesal. Dara mengambil air putih dan duduk di samping Sony dan membantu Sony untuk duduk.


" Nih, kamu minum dulu!" ujar Dara, karena kasihan dengan Sony yang sedari tadi batuk-batuk.


" Sony, kamu kenapa sih harus kayak gini. Apa untungnya coba, kamu mabuk-mabukan. Kalau Tante Saski tau dia akan marah-marah. Kamu selalu aja bikin ulah," ujar Dara yang mengoceh menceramahi Sony sambil memberi Sony minum.


Sony membuka matanya. Lalu mendengus tersenyum saat melihat wanita yang suaranya sedari tadi merocos itu adalah Dara.


" Aku merindukan, ocehan mu itu," ujar Sony mencubit pipi Dara. Dan Dara langsung menepis tangan itu. Karena kesakitan.


" Apaan sih kamu," keluh Dara mengusap pipinya yang lumayan sakit. Sony gemas. Tetapi Dara kesakitan.


" Kamu cantik Dara!" ujarnya yang bicara terus mengelantur.

__ADS_1


" Kamu mabuk mending kamu diam!" jawab Dara.


" Tidak. Aku tidak mabuk, aku sadar. Jika kamu memang sangat cantik. Aku sangat bodoh selingkuh dari wanita secantik kamu. Padahal mereka tidak secantik kamu. Aku minta maaf Dara," ujar Sony. Dara tidak menanggapinya karena tau Sony sedang mabuk.


Ehekk, Sony tiba-tiba mual. Dan Dara langsung melotot seperti tau kalau Sony akan muntah.


" Jangan muntah di sini. Ayo kekamar mandi," ujar Dara langsung berdiri dan membantu Sony berdiri. Bisa berabe jika Sony muntah di kamarnya.


Ehkkkk, terlambat Sony sudah muntah di bajunya.


" Ishhhh, Sony. Kamu Sony kamu benar-benar ya, bikin repot tau. Ishhh," ujar Dara kesal dengan Sony yang bikin ulah membuat wajah Dara mengkerut dan Sony yang mengusap mulutnya dengan punggung tangannya tersenyum.


" Maaf," ucap Sony dengan entengnya dan menjatuhkan sembarang dirinya di tempat tidur.


" Ishhh, maaf-maaf," kesal Dara geleng-geleng dengan memijat kepalanya dengan Sony.


" Nih, anak benar-benar akan berulah. Sebaiknya aku suruh Tante saja untuk menjemputnya," ujar Sony yang sudah mulai putus asa dengan Sony yang membuat banyak ulah dan mengambil ponselnya.


Tetapi belum sempat menekan panggilan. Tiba-tiba dia kembali berubah pikirannya.


" Kalau di telpon. Nanti makin berabe. Nih anak juga mau di omeli seperti apapun nggak akan sadar-sadar," kesal Dara yang kembali mengurungkan niatnya.


Mungkin dia kasihan dengan Sony. Jadi dia kembali meletakkan ponselnya di tempat semula dan tidak jadi menghubungi Saski untuk mengurus Sony. Yang mungkin akan di lakukannya sendiri.


*********


Waktu yang seharusnya di gunakan Dara untuk tidur. Harus terbuang hanya karena mengurus Sony yang setengah sadar. Dara juga membuka pakaian Sony yang terkena muntah dan sekarang Sony tidak memakai pakaian dan Dara menutup tubuh itu dengan selimut agar tidak kedinginan.


Bekas muntahan Sony yang juga jatuh ke lantai sudah di bersihkan. Dan pakaian Sony juga sudah di masukkannya kedalam mesin cuci.


Sementara Dara sekarang sedang di dapur. Menyiapkan air lemon untuk Sony. Agar mabuk Sony bisa hilang. Selesai membuatnya Dara kembali memasuki kamar dan melihat Sony yang masih terbaring dan pasti masih melantur-melantur. Lalu Dara duduk di samping Sony.


" Sony bangun sebentar, minumlah ini!" ujar Dara memegang kepala Sony mengangkat sedikit agar Sony bisa minum dan Dara pun membantunya untuk minum dan syukur-syukur minuman yang di buatnya habis dan Sony membuka matanya perlahan.


" Bagaimana keadaanmu?" tanya Dara.

__ADS_1


" Aku baik-baik saja. Maaf merepotkanmu," jawab Sony yang sepertinya mulai sadar dan Benar-benar menyesal.


" Kamu istirahatlah, biar besok pagi kamu enakan dan bisa pulang dengan baik," ujar Dara ingin berdiri. Namun Sony langsung menahan tangannya dan membuat Dara melihat ke arah Sony.


" Aku ingin bicara denganmu," ujar Sony menatap sayu Dara.


" Besok saja. Ini sudah malam," sahut Dara.


" Aku mencintaimu Dara. Apa kamu tidak bisa memberiku kesempatan. Aku ingin memperbaiki semuanya," ujar Sony kembali menyatakan perasaannya.


" Dara, aku tidak mencintai Vira. Aku tidak bisa menikah dengannya. Aku tau aku salah. Aku egois yang bisa-bisanya mengatakan cinta padamu. Tetapi di sisi lain aku harus bertanggung jawab.


" Aku memang aneh, sangat aneh dan sangat egois. Tetapi aku hanya ingin menebus kesalahanku. Aku menyakitimu terlalu banyak. Aku memang tidak pantas mendapat kesempatan. Tapi Dara aku hanya akan tersiksa. Jika aku menjalin hubungan dengan Vira tanpa cinta," ujar Sony yang sangat banyak bicara.


" Kamu sedang mabuk. Jadi istirahatlah. Aku pergi dulu," sahut Dara yang tidak ingin menanggapi dan berdiri kembali.


Saat Dara ingin melangkah Sony menarik tangan Dara agak kencang membuat Dara kaget dan Sony langsung menjatuhkan Dara di tempat tidur dengan dan Sony berada di atasnya menindih tubuhnya.


" Apa yang kamu lakukan Sony," ujar Dara panik dengan menahan tubuh Sony dengan ke-2 tangannya. Agar tidak terlalu dekat dengannya.


" Aku tidak mabuk. Aku sadar dengan yang aku ucapkan. Jika aku memang masih mencintaimu," ujar Sony menatap Dara dalam-dalam membuat Dara panik Dengan wajah Sony yang semakin dekat dengannya.


" Minggirlah Sony, kamu jangan seperti ini," ujar Dara mencoba mendorong Sony


" Dara lihat aku dan katakan. Jika kamu tidak mencintaiku lagi," ujar Sony.


" Cukup Sony. Aku sudah tidak mencintaimu. Hubungan kita sudah selesai dan semuanya karena kamu yang melakukannya. Kamu yang membuat hubungan kita berakhir," ujar Dara menekankan. Dengan terus mencoba mendorong Sony. Tetapi bicara tanpa melihat ke arah Sony.


" Kamu bicara tapi tidak melihat orangnya. Lihat aku dan katakan kamu sudah tidak mencintaiku," ujar Sony semakin mendekatkan wajahnya pada Dara dan dengan keberanian Dara pun melihat wajah Sony


Melihat Pria yang sangat penuh harapan itu. Wajah yang benar-benar menderita. Karena pilihan hidup yang sulit. Saat mata itu saling melihat saling beradu pandang membuat debaran di dalam sana semakin tidak menentu.


Baik Sony dan Dara mata yang sama-sama berkeliling itu mengatakan jika memang masih ada rasa. Tetapi sengaja tidak mengungkap rasa itu hanya untuk seseorang yang menderita di sana juga.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2