
Sony dan Vira pun memasuki rumah dan langsung duduk di ruang tamu. Kepala Saski berkeliling melihat di sekitarnya dan sementara Vira tampak panik dengan Saski dan Sony yang datang kerumahnya.
" Sial, kenapa sih mereka harus datang kemari. Seharusnya aku melenyapkan Dara dari awal. Jadi aku tidak akan cemas dengan ketika Sony ataupun mamanya datang kerumah ini," batin Vira yang masih kelihatan begitu panik.
" Di mana Dara?" tanya Saski yang tidak melihat Dara sama sekali. Vira langsung tersentak kaget ketika mendengar pertanyaan itu.
" Ha, itu , Dara sedang ke Luar Kota," jawab Vira dengan cepat namun begitu gugup.
" Ke Luar Kota," sahut Saski yang tampak tidak percaya.
" Hah! iya benar, ke Luar Kota," sahut Vira dengan cepat lagi.
" Kemana memangnya?" tanya Sony yang tampak penasaran.
" Ke Bandung," jawab Vira asal.
" Ngapain?" tanya Sony.
" Kenapa sih, dia harus tanya terus. Dia selalu saja memikirkan Dara," batin Vira tampak kesal.
" Vira, Sony sedang bertanya kenapa kamu diam?" sahut Saski.
" Aku tidak tau Tante, yang jelas katanya dia pergi untuk urusan pekerjaan. Jadi aku juga tidak tanya lagi," jawab Vira berusaha untuk tenang.
" Aneh, kenapa Dara pergi ke Bandung urusan pekerjaan apa perasaan dia tidak pernah bekerja," batin Sony yang terus merasakan keanehan dengan temannya yang pergi.
" Ya sudah kalau begitu, Vira bikin kan minum dulu untuk Tante dan Om," sahut Vira. Yang langsung pergi. Belum juga Saski dan Sony mengiyakan. Tetapi dia sudah main pergi-pergi saja.
" Anak itu benar-benar ya, memang dia tau orang mau minum apa," ujar Saski geleng-geleng dengan kelakuan Vira.
" Hmmm, sudah lah ma, biarkan saja. Mama sudah janji sama Sony datang kemari bukan untuk berdebat dengan Vira," sahut Sony yang mengingatkan mamanya terlebih dahulu.
" Ya habisnya kalau melihat Vira mama itu bawaannya emosi saja," sahut Saski.
" Ya mama tenangkan diri mama jangan emosian," sahut Sony.
__ADS_1
" Iya deh," sahut Saski yang mengalah. " Tapi tumben sekali Dara ke Luar Kota. Katanya urusan kerja. Sejak kapan anak itu kerja?" ujar Saski yang merasa curiga juga.
" Sony juga tidak tau ma. Tetapi mungkin saja memang urusan itu sangat penting," ujar Sony berpikiran positif. Walau sebenarnya dia juga merasakan ada yang tidak beres.
Sementara Vira berada di dapur yang frustasi sendiri dengan wajahnya yang penuh kekesalan.
" Ahhhh, sial," desis Vira, " kenapa coba nenek tua itu harus pakai datang segala. Memang benar-benar bikin sudah saja," geram Vira.
" Tenang Vira, tenang, kamu harus tenang, kamu jangan takut, mereka tidak akan tau jika Dara sedang ku sekap. Jadi tenang lah semua akan aman," batinnya yang berusaha untuk menenangkan dirinya.
Vira pun mulai membuat minuman untuk Sony dan juga Saski. Sebelum ibu dan anak itu mencurigainya.
Tidak berapa lama akhirnya Vira selesai membuatkan minuman dan langsung mengantarkan ke ruang tamu.
" Silahkan minum Tante," ujar Vira dengan ramah mempersilahkan untuk minum.
" Iya," sahut Saski, " Kamu duduk!" ujar Saski.
" Hmmm, baik Tante," sahut Vira yang langsung duduk di samping Sony.
" Langsung saja to the point. Dengar Vira. Kamu dan Sony akan di nikahkan Minggu depan," ujar Saski tanpa basa-basi, membuat Vira kaget. Namun pasti senang.
" Iya, hal ini tidak perlu di lama-lamakan lagi. Kalian akan menikah secepatnya," jelas Saski. Vira tersenyum miring mendengarnya.
" Akhirnya aku menikah juga dengan Sony. Aku harus menyinggirkan Dara dengan cepat. Agar dia tidak menggangguku. Jika dia masih tetap hidup aku yakin dia akan mengatakan kejadian yang sebenarnya dan pernikahanku akan berantakan," batin Vira yang mulai merencanakan sesuatu.
" Kenapa kamu diam, kamu tidak setuju?" tanya Saski.
" Tidak Tante, aku setuju kok, aku juga senang dengan keputusan yang tepat itu," sahut Vira dengan cepat.
" Ya bagus lah kalau begitu, kamu jangan membuat ulah ini kedepannya. Dan satu lagi. Kamu harus berterima kasih kepada Dara karena semua ini adalah perbuatannya. Kamu memang beruntung di pertemukan orang sepertinya," ujar Saski. Vira langsung kesal mendengarnya.
" Ishhh, dia selalu memuji wanita itu. Dara lagi Dara lagi. Lihat saja mulutmu akan berhenti membicarakan wanita itu ketika kamu melihat mayatnya," batin Vira dengan emosinya yang membara mendengar omongan Saski yang membandingkannya lagi dengan Dara.
" Jadi Vira, kamu harus mengingat jasanya. Jangan hanya egois saja," ujar Saski lagi.
__ADS_1
" Iya Tante, saya memang sangat berterima kasih dengan Dara dan untuk rasa terima kasih saya itu. Saya akan memberikan Dara hadiah paling besar," ujar Vira tersenyum penuh arti. Saski hanya mengangguk-angguk saja.
" Hmmm, ya sudah ma, aku mau ke toilet dulu," ujar Sony. Saski mengangguk dan Sony langsung pergi.
**********
Di dalam kamar mandi Sony mencuci wajahnya di wastafel dan melihat dirinya di depan cermin.
" Mungkin memang lebih baik aku menikah dengan Vira. Semua itu adalah tanggung jawabku. Berani berbuat. Berani bertanggung jawab dan mungkin ini memang adalah balasan untukku. Karena aku tidak akan pernah bisa bersama Dara. Karena Dara akan lebih baik dengan orang lain," batin Sony yang mulai menerima takdirnya.
Dia menghilangkan egonya dan bertanggung jawab untuk Vira. Karena memang semuanya adalah ulahnya. Setelah selesai mencuci mukanya Sony pun ingin berlalu dari kamar mandi.
Tetapi saat memegang pintu gagang kamar mandi Sony melihat darah di gagang pintu itu.
" Apa ini," batinnya heran yang langsung mengoleskan jarinya pada darah yang sudah tidak lengket yang ternyata sudah mengering. Karena tidak berhasil memegangnya Sony mendekatkan wajahnya pada gagang pintu dan mengendus-endus gagang pintu.
" Bau amis, apa ini darah," batin Sony yang bisa mencium bau amis itu adalah darah.
" Darah apa ini?" tanyanya penuh kebingungan. Sony pun akhirnya ke luar dari kamar mandi yang ingin menuju ruang tamu kembali. Sesat Sony melewati kamar Dara tiba-tiba matanya yang melihat ke lantai melihat ada noda darah yang seperti tetesan di lantai yang membuatnya kebingungan dan memastikan apa yang di lihatnya.
Sony berjongkok dan lagi-lagi darah itu mengering. Tetapi dia bisa yakin itu adalah darah.
" Darah," lirihnya, " kenapa rumah ini banyak sekali darahnya," ujarnya yang merasakan ada yang aneh.
" Sony!" tegur Vira yang berdiri di depan dara.
" Hmmm," sahut Sony yang langsung berdiri.
" Kamu ngapain?" tanya Vira. Sony pun langsung berdiri.
" Hmm, tidak tidak apa-apa," jawab Sony.
Tuk-tak-tuk-tak.
Tiba-tiba Sony mendengar suara ketukan yang membuat Sony langsung kaget. Dan Vira panik mendengar suara yang berasal dari kamar Dara.
__ADS_1
" Sial, kenapa Dara harus bertingkah, bagaimana jika Sony curiga," ucapnya yang panik.
Bersambung