Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 407.


__ADS_3

Angga masih terlihat murung dengan beberapa kali membuang napasnya kasar kedepan dengan wajahnya yang penuh dengan kekecewaan, penyesalan yang menjadi satu.


Tiba-tiba sebuah tangan lembut mengusap pundaknya membuat Angga menoleh kesampingnya dan melihat pemilik tangan tersebut yang tak lain adalah sang mama.


" Ma," lirih Angga. Kayla tersenyum berdiri di samping putranya.


" Kenapa di sini?" tanya sang mama.


" Huhhhh," Angga membuang napasnya perlahan kedepan.


" Aku hanya ingin menenangkan pikiran sebentar," jawab Angga.


" Tidak ada yang harus kamu pikirkan Angga. Semuanya sudah selesai. Jadi untuk apa lagi kamu harus memikirkan hal-hal yang tidak penting. Itu hanya membuat kamu frustasi. Yang penting sekarang kamu sudah tau dan itu sudah cukup," ujar Kayla memberikan pengertian pada putranya.


" Maafkan aku ma," sahut Angga dengan wajahnya yang penuh penyesalan.


" Maaf untuk apa Angga. Tidak ada yang perlu minta maaf dan juga harus di maafkan," sahut Kayla.


" Angga sudah mengecewakan mama. Bahkan sudah membuat mama malu di depan orang banyak. Kejadian benar-benar sangat melakukan. Maafkan Angga ma yang sudah membuat mama dan papa harus menanggung malu karena perbuatan Angga yang tidak terpuji," ujar Angga merasa bersalah kepada orang tuanya. Kayla tersenyum mendengarnya.


Lalu tangannya mengusap pipi Angga, melihat wajah sang putra yang tampak murung dengan penuh kekecewaan.


" Angga! kamu tidak harus minta maaf. Tidak ada yang perlu di sesali lagi. Semuanya sudah kejadian. Seperti yang mama katakan tadi pada kamu yang penting semuanya sudah selesai kamu sudah tau apa yang benar dan apa yang salah. Dan jadikan pelajaran kedepannya. Itu yang paling terpenting dan semua kejadian ini ambil hikmahnya. Di mana lain kali kamu harus lebih teliti," ujar Kayla memberikan arahan pada putranya.


" Iya ma. Mama benar semua ini akan menjadi pelajaran untuk Angga. Agar kedepannya Angga akan lebih teliti lagi, lebih hati-hati lagi dan pasti Angga akan jauh lebih baik lagi. Angga akan belajar dari kesalahan sebelumnya," sahut Angga. Kayla tersenyum mengangguk dengan ucapan putranya dan langsung memeluk putranya memberikan putranya pelukan ketenangan.


" Kamu adalah putra mama satu-satunya yang paling hebat. Jadi jangan mewek-mewekan hanya karena seorang wanita yang tidak penting. Yang penting putra mama sudah sadar dan terbebas dari ular yang beracun itu," ujar Kayla sambil menepuk-nepuk pundak Angga.


" Iya ma. Makasih sudah ada bersama Angga. Makasih atas dukungan mama," sahut Angga merasa beruntung memiliki seorang ibu yang benar-benar mengerti dirinya.


Mereka berpelukan hangat. Di tengah pelukan itu Ilham pun datang menghampiri istri dan anaknya.


" Papa," lirih Angga ketika melihat sang mama dan Kayla langsung melepas pelukan dari Angga dan menoleh kebelakang melihat suaminya. Ilham meletakkan tangannya di pundak Della.

__ADS_1


" Apa sedih-sedihan nya sudah selesai?" tanya Ilham dengan menaikkan 1 alisnya.


" Sudah pah, sudah selesai," sahut Kayla. Ilham menepuk punggung Angga.


" Kamu akan menemukan wanita yang jauh lebih baik. Jadi jangan murung atau sedih atau galau-galauan. Karena untuk kejadian hari ini sangat tidak di perlukan kesedihan kamu. Kamu tidak perlu sedih-sedih lagi. Ini sangat tidak pantas harus sedih karena wanita itu," ujar Ilham.


" Iya, pa, papa benar sangat tidak pantas Angga harus memikirkan hal ini," sahut Angga.


" Bagus. Itu baru namanya anak papa," sahut Ilham mengajukkan jempolnya. Kayla tersenyum lebar.


" Ya sudah, apapun yang terjadi malam ini tidak akan mengubah kenyataan jika kamu putra papa malam ini sedang berulang tahun dan perayaan ulang tahun itu akan tetap di laksanakan," ujar Ilham dengan semangatnya.


" Tapi pa, bukannya tamunya sudah pada pulang, lalu untuk apa lagi acaranya di lanjutkan," sahut Angga dengan wajahnya yang tampak begitu sendu.


" Walaupun tamu sudah pulang. Tetapi itu tidak akan mengubah apapun. Acara ulang tahun kamu akan tetap di laksanakan," ujar Ilham. Tetapi Angga tampak tidak bersemangat.


" Pelan-pelan bawa kuenya," tiba-tiba terdengar suara Aca yang terlihat dari pintu masuk membuat Angga, Kayla dan Ilham melihat Aca dan melihat Raihan, Dion, dan Alex yang membawa kue ulang tahun lengkap dengan mejanya.


Mereka mengangkat dengan hati-hati. Karena lumayan kuenya agak tinggi dan takut jatuh. Hal itu membuat Angga heran. Setelah Raihan, Dion dan Alex berhasil melewati pintu.


Ilham dan Kayla saling melihat dengan senyum mengembang di wajah mereka, Angga pun langsung melihat ke arah mama dan papanya dan Ilham dan Kayla tersenyum dengan menganggukkan matanya.


Mereka pun menghampiri Angga dan meletakkan keu tepat di depan Angga dan meraka satu persatu mulai mendekati Angga berada di sekitar Angga.


Mata Angga langsung fokus pada Della yang 5 meter di depannya yang sepertinya Angga ingin mengatakan sesuatu pada Della. Della hanya tersenyum tipis.


" Ayo acaranya kita mulai," sahut Andini tampak semangat.


" Benar! kita harus mulai acaranya yang tertunda ini," sahut Dara.


" Iya baiklah, kita akan mulai," sahut Kayla mengusap pundak Angga.


" Angga, lihat teman-teman kamu tampak semangat untuk acara bahagia kamu. Jadi kamu juga harus semangat. Kamu tidak boleh mengecewakan mereka," ujar Kayla.

__ADS_1


" Iya ma," sahut Angga tersenyum.


" Mari kita mulai semuanya," sahut Kayla membuat semuanya tersenyum.


" Happy birthday to you, happy birthday to you happy birthday to you happy birthday happy birthday to you," Mereka menyanyikan selamat ulang tahun untuk Angga.


" Tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilin, tiup lilinnya sekarang juga," ujar mereka dengan serentak dengan tepuk tangan yang seirama dengan nyanyian mereka.


Angga pun menarik napasnya panjang memejamkan matanya dengan make wish lalu membuka perlahan matanya dan meniup lilin itu.


prok prok prok,prok prok.


Angga mendapat sambutan tepuk tangan dengan penuh kebahagian.


" Sekarang, potong kuenya," sahut Celine.


...Potong kuenya potong kuenya, potong kuenya, potong kuenya sekarang juga....


" Ayo Angga kamu potong kuenya," sahut Kayla memberikan pisau untuk Angga.


" Iya ma," sahut Angga yang langsung memotong kuenya dan kembali mendapat sambutan tepuk tangan dari teman-temannya.


Angga langsung memberikan suapan pertama untuk sang mama dan Kayla tersenyum menerimanya dan dan mencium Angga dengan cipika-cipiki.


" Selamat ulang tahun ya sayang," ujar Kayla. Angga tersenyum mengangguk dan Angga juga memberikan sang papa.


" Selamat ulang tahun, semoga semua yang kamu inginkan terwujud," ujar Ilham memberikan doanya.


" Makasih pa," sahut Angga.


Angga kembali mendapat tepuk tangan yang meriah dari teman-temannya dan Angga terlihat memotong kue lagi. Setelah memasukkan kue itu kedalam piring Angga langsung melangkah menghampiri Della dan berjongkok di depan Della.


" Untuk kamu!" ujar Angga membuat Della kaget melihat Angga yang tiba-tiba. Tetapi semua orang tersenyum melihat pemandangan indah itu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2