Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 430


__ADS_3

Vira kaget dengan kehadiran Sony. Yang kehadiran Sony yang tiba-tiba.


" Sony," lirih Vira panik masih dengan memegang pisau yang di pegang Sony dan Dara yang melihat Sony merasa bersyukur dengan kehadiran Sony yang akan menolongnya.


" Sony," ucap Dara.


" Apa yang kamu lakukan Vira apa kamu gila, lepaskan pisaunya. Lepaskan," teriak Sony dengan melototkan matanya.


" Tidak, aku tidak akan melepaskannya aku akan membunuhnya," sahut Vira dengan penuh emosi.


" Jangan gila kamu Vira. Sadar kamu dengan kelakukan kamu!" teriak Sony dengan emosinya.


" Ahhhhhh," teriak Vira.


" Kamu sama saja seperti dia mengatakan sadar. Seharusnya kalian yang sadar. Kalian yang sudah menghancurkan hidupku. Kalian yang sudah menghancurkanku," teriak Vira dengan terus berusaha mecucukkan pisau ke jantung Dara.


" Jadi kamulah yang pergi! kamu yang melepaskan ku!" teriak Vira.


" Kamu yang lepaskan. Kamu benar-benar tidak tau diri Vira," teriak Sony yang terus berusaha untuk melepaskan pisau dari tangan Vira. Mereka sama-sama ingin mempertahankan kekuatan masing-masing namun Dara hanya semakin panik yang ada di depannya 2 orang yang saling merebut pisau.


*************


Mobil Raihan tiba di depan Apertemen Dara. Mereka keluar dari mobil dengan Nayra menggendong Kinara yang cantik dan Raihan membawa beberapa paper bag yang mungkin untuk keperluan Vira.


" Akhirnya kita sampai," ujar Nayra dengan menggendong Kinara mengajak Kinara berbicara dan seperti biasa Kinara akan bahagia tertawa-tawa bahagia.


" Ayo kita masuk kita ketempat Tante Vira," ujarnya lagi yang melangkah memasuki Apertemen bersama suaminya.


Sementara di dalam. Vira dan Sony masih sama-sama merebut pisau dan sudah sedikit menjauh dari Dara yang masih terikat yang kepanikan karena melihat tangan Sony sudah berdarah.


" Vira kamu benar-benar keterlaluan, bisa-bisanya kamu memperlakukan Dara seperti ini. Kamu itu tidak tau diri, dia yang sudah menolongmu dan melakukan banyak hal untukku!" teriak Sony .


" Jangan banyak bicara kamu. Ini semua gara-gara kamu. Kamu tidak bertanggung jawab dengan apa yang kamu lakukan. Aku juga berusaha untuk menjauh darimu dan tidak ingin ikut masuk dalam hidupmu. Tetapi wanita ini yang mengubah semua keadaan dia selalu berpura-pura baik untuk mendapat perhatian dari mamamu," teriak Vira.


" Kamu jangan menyalahkan orang lain. Seharusnya kamu tau diri, sadar. Lihat apa yang salah denganmu. Makanya orang tidak menyukaimu, bukannya kau bertobat dengan semua perbuatanmu. Kau malah melakukan sesuatu kepada wanita yang terus menolong dan membelamu," teriak Sony.


" Aku memang akan melenyapkan siapapun yang menggangguku. Termasuk wanita itu," teriak Dara menatap sini Dara.


" Apa gunanya kau melakukan ini. Kenapa kau bisa sanggup membunuh wanita yang sudah merawatmu dari kandunganmu berusia 1 bulan. Kenapa kau tega melakukannya?" teriak Sony.


Vira terdiam mendengarnya. Dengan air matanya menetes dan melihat Dara. Mungkin ada sedikit kebenaran yang apa di katakan Sony. Jika Dara orang yang merawatnya.


" Sadar Vira, sadarlah. Orang yang pantas di salahkan bukan Dara. Tetapi aku. Akulah yang pantas di salahkan. Semua terjadi karena kesalahan ku. Aku yang harus kamu salahkan, Dara tidak tau apa. Aku memang mencintainya. Beberapa kali aku ingin bersamanya. Tepi dia menolak hanya karena kamu. Kamu hanya salah paham menilainya!" teriak Sony.


" Vira, aku yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada kamu. Bukan Dara. Kamu dan Dara baru mengenal dengan hitungan bulan. Tapi kamu lihat dia menjagamu dan memberimu kebahagian. Tapi kamu malah menyiksanya apa itu membuatmu puas. Apa itu mendapat keuntungan untukmu?" tanya Sony.


Vira terlihat frustasi mendengarnya. Iblis ditubuhnya dengan mata hatinya sedang bertengkar di dalam sana.


" Aaaaaa," teriak Vira yang berhasil mendorong Sony sehingga Sony tersungkur kelantai dan Vira kemabli melihat Dara.

__ADS_1


" Kamu akan tetap mati. Tidak ada yang mengubah keputusanku!" teriak Vira yang kesetannan dan langsung ingin menusuk Dara kemabli dara memejamkan matanya dan terdengar suara tusukan tancapkan pisau.


Namun Dara tidak merasakan apa-apa dan membuka matanya yang ternyata Sony berada di depannya yang Vira telah menusuknya.


" Sony!" teriak Dara dan Vira melotot saat melihat dia menusuk Sony dan menarik pisau itu dari perut Sony.


" Aaaaaaa," teriak Sony kesakitan.


" Sony!" teriak Dara


Vira yang yang masih kaget dengan memegang pisau yang penuh darah. Langsung menjatuhkan pisau ke lantai.


" Tidak, aku tidak melakukannya, tidak!" teriak Vira terlihat panik lalu langsung lari pergi dari tempat itu.


" Vira jangan lari kamu," teriak Sony menahan sakit yang berusaha untuk mengejar Vira dengan memegang perutnya.


" Sony, cukup, aku mohon jangan pergi," sahut Dara yang jauh kepanikan dan Sony berbalik badan melihat Dara.


" Kamu tidak apa-apa?" tanya Sony memegang ke-2 pipi Dara yang lebih membuat dia sakit melihat wajah Dara terdapat bekas sayatan dan bahkan terlihat beberapa bekas tamparan.


" Aku tidak apa-apa, apa kaku lakukan. Kamu terluka," jawab Dara panik.


" Aku tidak apa-apa, jangan mengkhawatirkan ku," ujar Sony yang buru-buru membuka ikatan Dara dari tangan dan juga kaki dara yang mana pergelangan kaki itu sudah memerah yang tidak tau sejak kapan Dara di ikat seperti itu. Setelah ikatan itu terlepas Sony langsung memeluk Dara.


" Maafkan aku Dara ini semua salah ku. Maafkan aku," ujar Sony memeluk erat yang merasa sangat hancur yang melihat kehancuran pada Dara yang telah di aniaya oleh Vira yang tidak di anggap seperti manusia.


Vira yang lari tiba-tiba bertabrakan dengan Nayra dan Raihan.


" Kamu mau kemana?" tanya Nayra. " kok buru-buru?" tanyanya lagi. Vira yang panik terlihat bingung dan melihat Kinara anak Nayra.


" Hmmm, aku mau kebawah mau beli obat," jawab Vira.


" Obat apa?" tanya Nayra heran.


" Obat, sakit kepala. Tiba-tiba kepala ku sakit," jawab Vira.


" Oh ,begitu," sahut Nayra mengangguk-angguk saja.


" Hmmm, aku boleh gendong Kinara bawa dia kedepan untuk jalan-jalan sebentar. Soalnya aku ingin sekali menggendongnya," ujar Vira dengan tersenyum penuh arti.


" Oh, boleh dong," sahut Nayra yang tidak berpikiran apa-apa. " Sayang kamu sama Tante Vira ya," ujar Nayra yang langsung memberikan Kinara pada Nayra dan langsung di gendong Vira.


" Kamu temani Vira sekalian," sahut Raihan.


" Nggak, usah, aku bentar aja kok. Kalian ber-2 masuk saja, aku hanya kedepan sebentar," sahut Vira dengan cepat.


" Hmmm, oke, titip Kinara. Sayang jangan bandal-bandal ya," ujar Nayra yang begitu polosnya.


" Ya sudah aku pergi ya," sahut Vira yang langsung buru-buru untuk pergi.

__ADS_1


" Ayo sayang kita nunggu di dalam," ajak Raina. Nayra mengangguk dan langsung pergi.


Nayra dan Raihan memasuki Apertemen Dara yang pintunya di buka.


" Kok nggak di tutup sih sama dia. Aneh sekali," ujar Nayra. Namun mereka langsung masuk kedalam dan kaget melihat Dara yang menopang Sony dengan perut berdarah


" Astaga, Sony," sahut Raihan dan Nayra yang panik dan langsung melangkah mendekati Sony dan Dara.


" Apa yang terjadi pada kalian. Kenapa bisa seperti ini, kamu Dara kenapa ada di sini dan kenapa kamu bisa ada di sini!" tanya Nayra panik.


" Semua ulah Vira," jawab Sony dengan menahan sakit di perutnya. Mendengar nama Vira membuat Raihan dan Nayra kaget dan saling melihat.


" Vira, maksud kamu?" tanya Raihan.


" Dia menyekap Dara selama ini dan ingin membunuh Dara," jawab Sony. Nayra langsung kaget mendengarnya.


" Kinara!" teriak Nayra yang langsung berdiri dan langsung keluar dari rumah Dara.


" Ada apa dengan Kinara?" tanya Dara.


" Vira membawanya," jawab Raihan yang langsung menyusul istrinya. Sony dan Dara pun kaget mendengarnya dan saling melihat.


" Ayo kita kejar!" ajak Sony. Dara mengangguk dan langsung membantu Sony untuk berjalan menyusul Nayra.


Sementara di luar sana Vira membawa Kinara sampai kejalanan yang tidak tau untuk apa dia membawa Kinara.


" Kinara, Kinara," teriak Nayra yang terus mengejar Vira yang membawa anaknya.


" Vira, lepaskan anakku, jangan membawanya lepaskan anakku," teriak Nayra yang berlari mengejar Vira yang sudah di jalanan dengan kendaraan-kendaraan yang melaju, dan Nayra terus mengejar Vira yang membawa anaknya yang sudah menangis.


" Jangan mengejarku, pergilah kamu!" teriak Vira yang berjarak 7 meter dari Nayra yang mengejarnya. Sony, Dara dan Raihan juga berusaha untuk mengejar mereka.


" Vira aku mohon kembalikan anakku, aku mohon Vira," teriak Nayra yang terus menangis.


Vira tidak peduli dan ingin menyebrang jalan. Saat menyebrang jalan Nayra melihat mobil truk dari ujung yang melaju kencang yang mengarah ke Vira. Yang membuat Nayra panik dengan melotot.


" Vira awas," teriak Nayra.


Vira menghentikan langkahnya di tengah-tengah aspal melihat kekananya di mana cahaya lampu truk itu memancar di wajahnya dan wajah Kinara.


" Aaaaaaaaa," teriak Vira.


Brakkkkkkk suara tabrakan terdengar sangat kuat.


Bersambung.


...Raihan Pria Arogant sudah memasuki tahap-tahap akhir. Jadi terus ikuti ya....


__ADS_1


...Jangan lupa mampir ke karya aku yang ini. Mohon dukungannya....


...Terima kasih....


__ADS_2