
Dada Nayra terasa sesak mendengarkan hal itu. Dia tidak menyangka jika telinganya mendengar kan semua. Air matanya yang belum mengering kembali tumpah. Deru napasnya terdengar naik turun.
" Nayra," lirih Zira yang melihat sang menantu yang menggengam erat pagar tangga. Zira pasti yakin jika Nayra mendengar semua yang dikatakan.
" Apa yang Nayra dengarkan tadi apa itu mah?" tanya Nayra dengan suara terbata-bata.
Zira menaiki anak tangga dengan buru-buru, dia melihat menantunya benar-benar hancur.
" Jangan mendekat!" Nayra mengangkat tangannya menahan mama mertuanya agar tidak mendekatinya. Di saat 1 anak tangga lagi Zira sampai kepadanya.
" Nayra, kamu tenang ya sayang, kamu dengar mama dulu ya," bujuk Zira mencoba menenangkan Nayra. Nayra geleng-geleng seperti orang linglung.
" Jadi Nayra bukan hanya anak mama tapi Nayra juga bukan anak papa Arya. Dan Nayra juga anak yang ingin di bunuh," ujar Nayra dengan napas yang tersenggal-senggal.
Jihan memejamkan matanya dengan cucuran air matanya mendengar hal itu. Keluar dari mulut putrinya sendiri.
" Nayra tidak, tidak seperti itu mama bisa menjelaskannya," sahut Jihan.
" Diam!" bentak Nayra. Membuat semua orang kaget
" Kau bukan ibuku. Aku bukan anakmu," sahut Nayra dengan wajah kemarahan. Hal itu pasti membuat hati Jihan sakit.
" Nayar! lirih jihan.
" Jangan memanggilku," teriak Nayra.
" Sayang tenanglah, kamu tenang, ya," Zira terus membujuk Nayra. Raina yang ada di posisi itu mengirim pesan pada Raihan yang sudah berangkat ke kantor. Nayra harus bersama Raihan.
" Mama tau semuanya. Mama tau semuanya tapi mama diam saja, sejak kapan ma, sejak kapan mama tau semua ini, sejak kapan ma," teriak Nayra.
" Iya maafkan mama, tapi semua memang benar, memang sudah waktunya kamu mengetahuinya. Kamu memang anak Jihan dan juga mas David," pembenaran Zira membuat hati Nayra hancur.
" Nayra, mama menitipkan kamu sama Arya saat kamu bayi. Arya merawat kamu di Amerika sampai usia kamu 5 tahun. Setelah itu Arya menikahi istrinya," lanjut Zira menjelaskan lagi.
" Jadi selama itu mama mengetahui semuanya dan selama itu juga mama diam saja. Dan juga itu alasannya kenapa mama tidak merestui hubungan ku dengan Raihan. Karena memang pada awalnya aku anak yang tidak di inginkan. Aku anak yang ingin di bunuh. Jadi aku tidak pantas menjadi menantu mama. Itu alasannya ma!" teriak Nayra.
" Nayra kamu salah paham, tidak seperti itu, tidak Nayra. Hubungan kamu dengan Raihan tidak ada hubungannya dengan semua ini, percayalah," ujar Zira menenangkan Nayra.
" Bohong, kalian semua jahat, kalian sudah mempermainkanku, kalian semua jahat. Kalian jahat," teriak Nayra langsung berlari menuruni anak tangga.
" Nayra," teriak Zira.
" Nayra, kamu mau kemana?" cegah Jihan memegang tangan Nayra. Nayra menatap wajah Jihan dengan penuh kebencian.
" Jangan menyentuhku!" teriak Nayra melepas kasar tangannya, " aku sangat membencimu," teriak Nayra langsung lari.
" Nayra," teriak Raina berlari mengejar Nayra yang sudah melewati pagar rumah.
__ADS_1
Zira dan Jihan berlari menghampiri Raina yang berada di depan pagar.
" Kemana Nayra?" tanya Zira panik.
" Nayra menaiki Taxi ma," jawab Raina panik.
" Astaga bagaimana ini," ujar Zira panik. Di tengah kepanikan mereka mobil Raihan berhenti tepat di depan ke-3 wanita itu. Raihan langsung buru-buru keluar.
" Raihan," lirih Zira memegang lengan putranya dengan wajah kepanikan.
" Ada apa, bagaimana Nara?" tanya Raihan langsung fokus pada istrinya
" Raihan Nayra, Nayra," sahut Raina panik.
" Ada apa dengan Nayra?" tanya Raihan sudah mulai merasa ada yang tidak beres.
" Nayra tadi pergi menaiki Taxi, mama juga tidak kemana dia pergi," jawab Zira dengan cepat. Raihan langsung kaget. Tanpa bicara apa-apa. Raihan langsung kembali memasuki mobilnya.
" Raihan!" teriak Zira.
" Aku akan mencari Nara," sahut Raihan yang melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
************
Pagi sudah berganti malam. Zira, Addrian, Raina gelisah di ruang tamu. Sampai malam Raihan mengatakan belum menemukan Nayra.
" Mama, tenang ya, Nayra akan baik-baik saja, Raihan pasti secepatnya menemukan Nayra, jadi bersabarlah," ujar Raina mengusap lembut bahu mamanya seraya menenagkan mamanya.
" Ini semua salahku, seharusnya aku memberi tahu dari awal. Dia tidak akan se terkejut ini," Zira hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri.
" Zira sudah kamu jangan menyalahkan diri kamu lagi. Kita berdoa saja agar Raihan secepatnya menemukan Nayra," sahut Addrian yang tidak kalah paniknya.
**********
Sementara Raihan terus mencari istrinya yang tidak kunjung di temuinya. Dia sudah mencari di Apartemen, menghubungi teman-teman Nayra. Tetapi tidak ada juga. Raihan tidak bisa melakukan apa-apa. Karena Nayra tidak membawa ponsel.
Seharusnya dia tidak meninggalkan Nayra. Mungkin jika dia bersama Nayra hal seperti ini tidak akan terjadi.
Raihan menyetir di dalam mobilnya sambil melihat kiri dan kanan berharap menemukan Nayra. Matanya sudah memerah dengan bergenang yang khawatir tentang Nayra.
" Di mana kamu sayang?" ujar Raihan yang sedari tadi menanyakan hal itu.
" Apa mungkin dia!" Raihan memutar mobilnya ketika kepikiran di mana keberadaan istrinya.
Tidak berapa lama. Raihan sampai di rumah kaca. Dia punya firasat jika sang istri ada di sana. Dengan cepat Raihan keluar dari mobilnya dan memang pintu itu terbuka sedikit. Raihan langsung membuka pintu berdiri di depan pintu.
hiks-hiks-hiks-hiks
__ADS_1
Dugaannya benar. Raihan melihat istrinya duduk di bawah tempat tidur duduk di lantai dengan memeluk ke-2 lutunya dan menangis Sengugukan.
Akhirnya air mata Raihan menetes ketika melihat istrinya yang menangis Sengugukan yang dia tidak tau sejak kapan. Mungkin sejak pagi.
" Nara," lirih Raihan pelan.
Nayra mengangkat kepalanya dan melihat kearah pintu yang ternyata suaminya sudah ada di sana. Melihat Raihan Nayra menggeserkan tubuhnya menjadi membelakangi Raihan seakan tidak mau melihat Raihan.
Raihan melangkahkan pelan kakinya mendekati istrinya. Ingin memeluk wanita malang itu yang memang benar-benar hancur. Apa yang di takutnya benar-benar terjadi.
" Kamu mengetahui semuanya?" kalimat menekan dengan suara serak itu terdengar tanpa melihat Raihan.
" Aku akan menjelaskannya," sahut Raihan pelan.
" Katakan kamu mengetahuinya semuanya dari awal?" ujar Nayra mengangkat kepalanya melihat suaminya.
" Nara," lirih Raihan yang melihat mata Nayra penuh kekecewaan.
" Jadi benar kamu sudah tau semuanya, kamu tau tetapi tidak memberi tahuku," ujar Nayra menekan suaranya. Raihan menarik napasnya panjang dan berjongkok menghadap istrinya.
" Iya aku mengetahuinya," ujar Raihan memegang lengan Nayra. Nayra dengan geram menepis tangan Raihan menatap Raihan penuh kemarahan.
" Jangan menyentuhku, kamu jahat," pekik Nayra menepis tangan Raihan dari tangannya.
" Kamu jahat, kamu membiarkan semuanya, kamu juga ikut mempermainkanku. Aku menceritakan semua bagaimana perlakuan mama ku. Aku memintamu untuk menemui papaku. Tapi ternyata apa kamu bahkan sudah tau dan membiarkan ku kebingungan. Kamu membiarkan ku tanpa memberi tahuku," teriak Nayra semakin kecewa.
" Sayang, aku bisa menjelaskannya, aku tidak bermaksud menyembunyikannya, aku hanya takut...."
" Cukup, kamu sama dengan yang lainnya. Kalian semua sama kalian mempermainkanku," teriak Nayra Raihan geleng-geleng dan mendekati lebih dekat istrinya.
" Tidak Nara, aku tidak pernah mempermainkanmu," ujar Raihan ingin memeluk Nayra. Tetapi Nayra memberontak yang tidak ingin di peluk Raihan.
" Aku membencimu, jangan menyentuhku, Kamu jahat Raihan, kamu jahat," Nayra terus memukul- mukul dada bidang Raihan ketika Raihan memeluknya.
Dia tidak peduli apa yang di lakukan Nayra. Yang jelas dia ingin memeluk Nayra yang benar-benar.terluka.
" Maafkan aku, tidak seharusnya aku menyembunyikan ini dari mu, maafkan aku," lirih Raihan memeluk erat Nayra.
" Kamu sangat tega. Kamu tega, kamu sangat jahat, kalian semua jahat, kalian memang tidak pernah menginginkanku, kalian semua jahat,"' ucap Nayra suara teriaknya berubah menjadi suara lemas dan semakin lama suara itu hilang.
" Nara," panggil Raihan melonggarkan pelukannya dan melihat wajah istrinya yang ternyata mata itu sudah terpejam.
" Nara, bangun, Nara," Raihan memegang ke-2 pipi Nayra membangunkan istrinya yang sudah tidak sadarkan diri. Raihan kembali meraihnya kedalam pelukannya dan ikut meneteskan air mata.
" Maafkan aku, aku membuat mu terluka, maafkan aku Nara, maaf sayang, maaf," Raihan hanya bisa mengucapkan itu dengan memeluk Nayra yang benar-benar begitu terluka dengan kenyataan yang di terimanya.
Akhirnya Nayra mengetahui dia bukan hanya anak tiri dari ibunya. Tetapi juga papanya. Dan bagaimana tidak hancur hatinya karena mengetahui ibu kandungnya ada orang yang ingin membunuhnya dan yang paling parah Carey yang merupakan kakaknya kandungnya juga melakukan itu saat dewasa.
__ADS_1
...🌹🌹🌹🌹🌹Bersambung 🌹🌹🌹🌹🌹...